Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Memaafkan


__ADS_3

***


Masih dengan bang Lutfi yang kini masih mencoba untuk memperbaiki hubungan nya dengan Ayu. Sedang kan Ayu, saat ini lebih memilih untuk diam. tak ada banyak yang Ayu katakan pada suami yang kini telah menoreh luka di hati nya, suami yang telah menyakiti nya perasaan nya.


Jika tiga pekan yang lalu Ayu masih bisa membanggakan sang suami. tapi kini rasa kebanggaan itu seolah sirna dalam diri Ayu, sebuah penghianatan yang di akui serta dilakukan sang suami, membuat Ayu sangat tersakiti.


" Yu .. demi Allah Yu. abang tak melakukan hal yang ada di fikiran Ayu." ujar bang Lutfi yang tak putus asa untuk mendapat kan maaf dari istri nya itu.


" Apa yang ada di fikiran Ayu ?." kali ini Ayu langsung mengubah posisi tidur nya dengan berbalik menghadap sang suami.


Dengan sorot mata yang tajam Ayu memandangi wajah suami nya yang kini justru tak berani memandang ke arah wajah istri nya itu.


" Ayu tanya, apa yang ada di fikiran Ayu ?." ujar Ayu kembali mengulang pertanyaan nya itu pada bang Lutfi. tak ada satu tetes pun air mata keluar dari sudut mata nya.


"Jawab bang .. ! kali ini suara Ayu justru naik satu oktaf, setelah melihat keterdiaman sang suami.


" Maaf ... " hanya satu kata yang mampu bang Lutfi keluarkan. diri nya sungguh tak mampu mengeluarkan banyak kata di hadapan sang istri kali ini.


" Huh .." Ayu hanya mampu menghela nafas nya yang terasa berat. apa lagi hanya kata maaf saja yang di katakan sang suami pada diri nya.


" Tidur lah bang ... " ujar Ayu. dengan kembali membalikan kan tubuh membelakangi sang suami.


Sedangkan bang Lutfi hanya terdiam melihat apa yang Ayu lakukan saat ini. diri nya mengakui bahwa saat ini kesalahnya pada sang istri memang tak mudah untuk di maafkan begitu saja.


Tanpa banyak kata bang Lutfi justru langsung mengangkat tubuh Ayu untuk menjauh dari sang putra. dan entah apa yang di fikirkan sang suami, bang Lutfi tanpa abang langsung menindihi tubuh Ayu, dan langsung menciumi Ayu. Ayu yang memang masih dalam kondisi kesal pun langsung melakukan perlawanan.

__ADS_1


Bahkan saking kesal nya Ayu, cakaran dan pukulan pun Ayu berikan pada sang suami. yang saat ini justru seperti orang kesetanan, dengan terus memaksa Ayu.


" Abang lepaskan Ayu ..! ujar Ayu dengan memukul tubuh sang suami.


Seolah tuli dengan perkataan Ayu, bang Lutfi justru semakin bringas. diri bahkan merobek paksa baju tidur yang di kenakan Ayu, bahkan tak ada kelembutan yang biasa bang Lutfi lakukan pada istri kecil nya itu.


" Bang .. hik ..hik .. lepaskan Ayu, Ayu sakit bang .. hik .. hik .." dengan terus mencoba melawan pergerakan sang suami.


Melihat istri kecil menangis, bang Lutfi langsung menghentikan aksi nya pada sang istri dengan melihat wajah sang istri. pandangan yang tak dapat di mengerti oleh Ayu, yang kini tengah menangis sesegukan.


" Pukul abang sepuas yang Ayu mau .. maki abang sampai Ayu lelah untuk memaki.. tapi, tolong jangan abaikan abang." ujar bang Lutfi yang kini memandang wajah sang istri, bahkan bang Lutfi menghisap air mata yang keluar dari sudut mata sang istri.


" Hik .. hik .. hik .." tak ada kata - kata yang mampu Ayu kata kan, otak nya seperti tak mampu untuk berfikir saat ini. selain menangis, bahkan diri nya kali ini hanya membiarkan saja, apa yang di lakukan suami nya itu.


Lama kedua nya terdiam dengan posisi yang sama, bahkan kini tangis Ayu pun mulai mereda. Ayu seolah tak ingin memandang ke arah sang suami, diri nya lebih menolehkan pandangan nya ke arah lain.


" Yu .. lihat abang, seburuk itu kah abang di mata Ayu. sampai melihat abang pun Ayu sudah tak mau lagi. demi Allah, tak ada niat hati abang untuk menyakiti Ayu, itu semua terjadi di luar kendali abang. jika memang abang mendua kan Ayu, tidak mungkin abang berkata jujur pada mama dan Ayu. karna bisa saja abang merahasia kan semua nya dari Ayu. tapi abang memilih untuk jujur pada Ayu, walau pun itu menyakitkan buat Ayu. itu jauh lebih baik dari pada Ayu harus mendengar nya dari orang lain. dan karna abang sangat menyayangi Ayu dan dedek." ujar bang Lutfi yang terus memandang ke arah Ayu, seolah wajah Ayu akan hilang jika diri nya melepaskan pandangan nya.


Setelah mendengar perkataan sang suami, kini dengan berlahan Ayu melihat ke arah wajah sang suami. diri nya menatap wajah yang kini terlihat sedikit pucat, entah apa yang terjadi selama hampir sepekan ini pada suami nya itu.


" Bisa Ayu bertanya ?." ujar Ayu dengan lirih pada sang suami masih berada di atas tubuh nya. tapi tidak memberatkan Ayu dengan berat beban tubuh nya.


" Hhhmmm ... " dengan deheman dan sedikit anggukan kepala yang bang Lutfi berikan pada Ayu.


" Tolong beritahu Ayu apa yang sebenar nya terjadi hingga saat ini." ujar Ayu dengan memandang intens wajah sang suami.

__ADS_1


Mendengar permintaan sang istri membuat bang Lutfi langsung mengubah posisi tubuh nya. diri nya memilih untuk tidur di samping Ayu, dan membalikan tubuh Ayu untuk menghadap pada diri nya serta mengambil selimut untuk menutupi tubuh sang istri.


" Dengar kan abang dan jangan memotong semua perkataan abang, sampai abang selesai berbicara. Ayu ngertikan ?." dengan mencium dahi serta kembali memandang wajah sang istri.


" Hhmm .." ujar Ayu berdehem sebagai jawab nya.


Setelah mendapat kan jawaban dari sang istri, bang Lutfi pun mulai menceritakan siapa wanita yang sempat dekat dengan nya. dan wanita itu adalah rekan kerja bang Lutfi, hanya saja wanita itu bekerja pada bagian admin di kantor. sedangkan bang Lutfi sendiri bekerja pada bagian lapangan.


Bang Lutfi mengatakan diri nya bertemu wanita itu, saat bang Lutfi di pindahkan ke mes bagian kantor. diri nya mengatakan bahwa awal nya biasa saja, tak ada ketertarikan pada wanita itu. bahkan untuk bertemu atau pun berbicara pun hampir jarang. mengingat bagian kerja kedua nya yang berbeda, dan wanita itu pun selalu pulang ke rumah nya sesaat setelah jam bekerja berakhir.


Dan entah dari mana serta kapan rasa itu tiba - tiba muncul begitu saja, bahkan bang Lutfi mengatakan bahwa diri nya sering memimpikan wanita itu, tidak hanya itu saja rasa itu semakin hari semakin menjadi. bahkan sehari saja tak melihat wajah nya bang Lutfi menjadi kesal dan uring - uringan.


Hal itu ternyata berdampak pada pekerjaan bang Lutfi, diri nya menjadi tidak fokus saat bekerja. bahkan bang Lutfi sering melakukan kesalahan, apa lagi jika bang Lutfi tak melihat wajah wanita itu, sungguh membuat diri nya menjadi gila.


Hingga puncang nya terjadi pada sepekan yang lalu, diri nya menyakiti sang istri, tidak hanya pada hati dan perasaan sang istri. akan tetapi, bang Lutfi mampu meringan kan tangan nya memukul sang istri. bahkan tanpa belas kasih setelah melakukan hal itu, diri nya pergi begitu saja, tanpa peduli pada anak dan istri yang di tinggal kan nya.


" Itu kenapa kawan abang, bawa abang pada tetua adat di kampung nya. dia bilang kalo abang kaya orang linglung dan sering melamun. dan setelah dari sana lah abang baru menyadari semua perbuatan abang." ujar bang Lutfi memberikan penjelasan semua yang terjadi pada nya sejak tiga pekan yang lalu.


Sedang kan Ayu, mendengar apa yang di kata kan suami nya itu kembali terdiam. tak ada kata yang Ayu ucapkan pada sang suami, diri nya hanya tertunduk. pikiran nya entah kemana saat ini, jika untuk memaafkan maka Ayu membutuhkan waktu.


Butuh waktu untuk diri nya sendiri, butuh waktu untuk mengerti keadaan yang ada, dan butuh waktu untuk kembali percaya. walau pun mungkin sulit membuat kepercayaan itu kembali utuh seperti semula.


Karna sifat wanita itu, memang mudah untuk memaafkan, tapi sulit untuk melupakan. sekali saja kepercayaan nya di hancurkan, maka akan sulit untuk menyatukan nya kembali. karna kepercayaan itu, ibarat cermin. saat cermin itu di hancurkan, Mungkin masih bisa di satukan kembali, akan tetapi akan sulit memantul kan gambaran yang sama.


***

__ADS_1


__ADS_2