
***
Di sini lah saat ini Ayu berada, di sebuah rumah kontrakan sederhana dengan ukuran rumah 5×5M persegi tanpa kamar. di rumah ini lah Ayu akan tinggal dengan sang mama, dengan segala peralatan yang sederhana. tak ada tempat tidur empuk, yang ada hanya lah sebuah tikar anyaman dan bantal kapuk yang di gunakan Ayu dan sang mama sebagai alas tempat tidur.
Ayu sadar entah bagaimana diri nya dan sang mama akan mencukupi kehidupan kedua nya selama di kota R. karna diri nya tidak akan mungkin mampu untuk bekerja selama masa kehamilan nya. Apa lagi Ayu membutukan biaya yang tidak sedikit untuk biaya persalinan diri nya nanti. saat ini Ayu hanya berdoa semoga Allah akan memberikan kelancaran dan kemudahan untuk diri nya.
Hari berganti hari, dan kini sudah sepekan Ayu tinggal di rumah kontrakan. dan Allhamdulilah keadaan Ayu pun semakin membaik, semangat berjuang dalam diri Ayu pun berlahan bangkit. dan sudah bebarapa hari ini mama Ayu menjadi buruh di kebun, sedangkan Ayu sendiri mencoba peruntungan untuk menjadi seorang freelance.
Dengan hobby Ayu menulis, Ayu ingin mencoba mengais rizky melalui hobby nya itu. selain menulis artikel Ayu pun mencoba menulis sebuah novel di sebuah situs online. saat ini Ayu berusaha saja, dan untuk hasil biar lah Allah yang menentukan.
" Tok .. tok .. Assalamualaikum ..." terdengar suara ketokan serta salam dari depan rumah Ayu.
" Wa'alaikumus salam ... Cklek. " jawaban salam Ayu berikan dengan membuka pintu rumah nya.
" Maaf Yu .. kalo ibu mengganggu, ibu cuma mau nawarin, Ayu mau engga kalo jadi tukang cuci baju ? soal nya, yang ngontrak di tempat bu Ratna, lagi cari orang yang mau nyuci baju. kan yang ngontrak di rumah nya bu Ratna masih lajang semua, mereka semua karyawan tambang. jadi, repot kalo mau nyuci baju sendiri. terus bayaran nya perbulan, lumayan buat tambah - tambah." ujar bu Tati tetangga Ayu.
" Kalo Ayu sich mau aja bu, Tapi Ayu engga punya mesin cuci, Ayu juga engga punya gosokan. kira - kira mereka engga, kalo Ayu nyuci nya manual." ujar Ayu yang sedikit ragu, karna setau Ayu biasa nya tukang cuci itu kan menggunakan mesin cuci.
" Ayu tenang saja ibu sudah bilang kok, dan mereka tidak keberatan selama pakaian yang di cuci bersih. dan untuk gosokan, ibu di rumah punya dua, jadi Ayu bisa pakai yang satu nya. dalam satu bulan Ayu dapat 300 ribu dari satu orang. sedangkan yang mau di cucikan baju nya ada tiga orang. jadi Ayu dapat 900 ribu satu bulan. lagian baju yang di cuci juga engga banyak Yu, cuma baju kerja aja, dan hasil nya lumayan buat tambah - tambah di rumah." ujar bu Tati menjelas kan pada Ayu.
Sejak kedatangan Ayu menjadi tetangga nya, ibu Tati memang sangat prihatin dengan keadaan Ayu, apa lagi setelah mengetahui masalah rumah tangga yang Ayu hadapi saat ini dan dengan kondisi tengah hamil.
Sungguh membuat diri nya tak mampu berkata - kata. yang ada di fikiran bu Tati, entah terbuat dari apa hati lelaki yang menjadi suami Ayu itu, hingga dengan tega meninggal kan istri nya yang sedang hamil hanya demi kesenangan.
Sebenar nya Ayu serta keluarga tidak pernah mengumbar tentang masalah rumah tangga Ayu pada orang lain. akan tetapi, entah kenapa para tetangga Ayu seolah - olah seperti cenayang yang mampu membaca fikiran dan tingkah Ayu sekeluarga.
__ADS_1
Itu sebab nya, saat diri nya mengetahui ada pekerjaan yang agak ringan yang mampu di kerja kan oleh Ayu, maka bu Tati langsung menawarkan nya pada Ayu. walau pun penghasilan nya tidak seberapa, setidak nya sedikit membantu untuk mencukupi kebutuhan Ayu dan sang mama. karna bu Tati tau penghasilan mama Ayu sebagai buruh di kebun tak akan cukup untuk kedua nya.
" Allhandulilah .. Ayu mau bu, tapi apa tidak papa jika Ayu pakai gosokan ibu ?." ujar Ayu sedikit sungkan pada bu Tati.
" Tenang saja, itu gosokan yang lama. sedangkan yang sering ibu pakai itu gosokan yang baru ibu beli. jadi, bisa Ayu pakai sepuas nya." ibu Tati pun kembali berucap, apa lagi terlihat jelas rasa sungkan Ayu pada nya.
" Kalo begitu terimakasih banyak bu, dan maaf kalo Ayu sampai merepotkan ibu."
" Udah biasa saja tidak usah sungakan sama ibu, berarti mulai besok Ayu sudah siap kan untuk nyuci ?." bu Tati kembali bertanya tentang kesiapan Ayu.
" Insya Allah bu, Ayu siap. "
" Baik lah kalo begitu, ibu akan memberitahukan saat ini juga pada mereka, agar mengantarkan pakaian nya kotor nya kemari mulai besok. ya sudah ibu pamit dulu, Assalamualaikum." dengan mulai beranjak dari hadapan Ayu.
" Wa'alaikumus salam ... sekali lagi terimakasih banyak ya bu." ujar Ayu sebelum bu Tati benar - benar berlalu pergi dari rumah nya.
**
Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, tak terasa sebulan sudah Ayu berada di kota R bersama sang mama, dan selama itu pula, tak satu kali pun Ayu mendapatkan kabar dari sang suami. bahkan hanya untuk menanyakan kabar anak yang ada di rahim nya pun bang Lutfi seolah lupa.
Selama sebulan ini Ayu masih menekuni profesi nya sebagai seorang freelance, dan Allhamdulilah hasil yang di peroleh Ayu lumayan. mungkin bagi orang lain penghasilan Ayu tidak seberapa, tapi bagi Ayu itu adalah sebuah rizky yang tetap harus Ayu syukuri.
Ayu juga masih menjadi buruh cuci, dan saat ini pelanggan Ayu pun mulai bertambah. Ayu yang memang telaten mampu membuat para pelanggan nya puas dengan hasil kerja Ayu. bahkan kini pelanggan Ayu sudah mencapai 10 orang.
Mama pun saat ini ikut membantu Ayu, diri nya tak mungkin membiarkan Ayu bekerja berat saat dalam kondisi hamil. karna kondisi fisik Ayu pun tak sekuat fisik wanita umum nya.
__ADS_1
" Assalamualaikum Yu .." terdengar salam dari arah depan rumah Ayu.
" Wa'alikumus salam .. sebentar ya bu." ujar Ayu dari dalam rumah.
" Cklek, iya bu Tati. "
" Ayu jadi ikut kajian ? soal nya hari ini ada ustadz dari luar pesantren yang akan mengisi ceramah." ujar ibu Tati pada Ayu.
" Insya Allah jadi bu, soal nya ustadzah Nurul juga udah kirim pesan buat Ayu." ujar Ayu pada ibu Tati.
Selama sebulan tinggal di sini Ayu memang selalu mengikuti kajian rutin yang di adakan di mesjid pesantren bersama mama. dan Allhamdulilah selama Ayu mengikuti kajian, diri nya merasakan ketenangan pada hati, fikiran, serta jiwa nya.
Ayu juga memutuskan untuk menggunakan cadar, bukan berniat apa - apa. hanya saja saat ini, Ayu sedang berusaha menjaga marwah nya sebagai wanita muslimah, dan mencoba terus untuk memperbaiki diri. apa lagi diri nya seorang wanita yang di tinggalkan suami, Ayu hanya berusaha menjaga kehormatan nya karna Allah dan bukan karna lain nya.
" Ya sudah kalo begitu, kita berangkat nya barengan saja, sekalian sama ibu Yuli juga." ujar ibu ibu Tati pada Ayu.
" Iya bu, Ayu mau bersiap dulu." kambali Ayu berujar.
" Ya sudah kalo begitu, saya pamit dulu mau bersiap juga. Assalamualaikum ..." sambil berlalu pergi dari hadapan Ayu menuju rumah nya.
" Wa'alaikumus salam ..."
Setelah bersiap dan menempuh perjalanan selama kurang lebih lima belas menit, Akhir nya sampai juga Ayu dan rombongan ibu - ibu yang mengikuti kajian di mesjid pesantren. mesjid yang selalu Ayu datangi tiga kali dalam seminggu, dan di mesjid ini lah ketenangan serta semangat Ayu kembali.
Sebenar nya tak ada ujian yang terlalu berat, karna Allah akan memberikan cobaan pada mereka yang Allah yakini kuat. dan perjuangan kita hari ini akan membuat kita kuat untuk hari esok.
__ADS_1
***