
***
Setelah memberikan keputusan nya pada bang Lutfi beberapa hari yang lalu, hari ini Ayu harus kembali ke kampung halaman nya. meninggal kan sejuta kenangan yang telah di ukirnya selama hampir satu tahun. kenangan dengan teman - taman nya, kenangan dengan kegiatan belajar mengajar yang masih di impikan nya sampai saat ini.
Mungkin saat ini Ayu akan menyerah dengan impian nya, dan mengubur semua nya hanya dalam angan - angan nya saja. dan untuk saat ini, diri nya hanya perlu berdamai dengan takdir yang telah Allah garis kan untuk nya. diri nya hanya perlu bersyukur dengan apa yang telah di dapat kan nya selama ini.
Di sekolah, tak ada banyak kata yang Ayu ucapkan pada teman - teman di kelas nya, hari ini Ayu lebih banyak berdiam diri. diri nya hanya duduk dan menikmati dalam diam apa terjadi saat ini.
" Yu .. kok dari tadi diam aja. kenapa kamu sakit ?" ujar teman di sebelah Ayu, yang memang sejak tadi Ayu lebih memilih untuk diam.
" Engga apa - apa ko fa, lagi pengen diam aja."
" Aneh dech kamu, biasa nya di kelas ini kan, yang paling cerewet kamu. lagi mode alim say ...? " ujar nya dengan nada sedikit menggoda Ayu.
" Engga lah .. kalo aku udah alim, aku pakai gamis sama jilbab say .. engga pakai rok sama baju yang kekecilan kaya gini lah." kali ini Ayu berkelekar dengan senyuman di wajah nya.
" Nah .. gitu donk, dari tadi diem bae. kan kalo senyum makin cantik. tuch .. kak Reno dari tadi perhati'in kamu terus dari kaca."
Mendengar itu, Ayu pun langsung menolehkan pandangan nya ke arah kaca. dan benar saja saat ini Reno, kakak tingkat nya memang memperhatikan nya sejak tadi. Reno adalah salah satu teman dekat Ayu, jika ada yang mengatakan bahwa Ayu seorang playeer maka jawaban bukan.
Selama ini Ayu tak pernah tebar pesona pada pria mana pun, hanya saja Ayu memang lebih suka berteman dengan pria. salah satu nya Reno yang sejak tadi memperhatikan diri nya.
Ketika kedua nya saling tatap, Reno hanya mengedip kan mata nya pada Ayu. sedang kan Ayu hanya tersenyum melihat apa yang di lakukan Reno pada nya. Ayu bukan lah seorang gadis yang cantik atau gadis yang pintar, diri nya hanya gadis yang biasa - biasa saja. hanya saja, Ayu adalah tipe cewek yang asyik jika di ajak ngobrol, diri nya mampu membuat teman pria nya merasa nyaman berada di dekat nya.
Jika ada pria yang menyatakan perasaan nya pada Ayu, maka Ayu pun hanya mengatakan iya saja. tanpa kata penolakan atau pun pernyataan diri nya yang menerima perasaan pria tersebut, sama persis dengan apa yang di lakukan Ayu pada bang Lutfi.
" Iss .. malah saling tatap begitu." ujar teman wanita Ayu yang bernama Refa. selama hampir satu tahun Ayu bersekolah, diri nya hanya mempunyai dua teman wanita selama ini.
Mendengar itu Ayu hanya tersenyum, tak ada niat untuk membalas perkataan teman wanita nya itu. Ayu hanya menundukan kepala nya saja, ada perasaan sesak pada dada nya saat ini. di mana hari ini, hari perpisahan Ayu yang akan meninggalkan teman - teman nya, sekolah nya, guru nya serta masa remaja nya yang indah dan yang pasti tak bisa terulang kembali.
" Fa .. seru ya .. kalo kita bisa terus ngerasain masa sekolah kaya gini ?." ujar Ayu membuka suara nya dengan nada yang lirih.
__ADS_1
Mendengar perkataan Ayu, membuat Refa mengerutkan kening nya. diri nya tak mengerti dengan maksud perkataan gadis di samping nya saat ini. bukan kah saat ini mereka memang tengah merasakan masa sekolah nya.
" Maksud mu apa Yu .. aku engga ngerti. "
" Engga apa - apa." ujar Ayu dengan singkat dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.
" Eh .. mau ke mana ?."
" Toilet, mau ikut ?."
" He .. he .. engga ah." ujar nya dengan cengengesan.
Mendengar itu Ayu pun berjalan menuju toilet, yang ada di ujung lorong ruangan kelas. dengan berjalan gontai Ayu melangkah dengan sedikit menundukan kepala nya. dan tak sadar jika saat ini hadapan nya tengah berdiri sosok pria yang selalu memperhatikan diri nya.
" bruk .. aduh ..." ujar Ayu meringis menahan sakit ketika kepala nya membentur pintu Toilet yang sengaja di tutup oleh si pria.
Melihat itu si pria hanya tersenyum, diri nya sama sekali tak berniat membantu Ayu yang justru saat ini tengah meringis menahan sakit pada jidat nya yang membentur pintu toilet.
Saat ini Ayu hanya mampu menangis di depan pria yang ada di depan nya. sedangkan pria itu, justru bingung dengan tingkah Ayu. jika biasa nya, Ayu akan melempar pria di depan nya ini dengan sepatu, saat pria itu berhasil menjahili nya. akan tetapi, kali ini justru Ayu hanya memandangi nya dengan raut wajah yang sulit di artikan.
Melihat itu tanpa banyak kata pria itu pun langsung menarik tangan Ayu, dan membawa Ayu menuju hutan belakang sekolah yang biasa di gunakan para siswa pria untuk bersantai.
Sesampai nya di hutan belakang sekolah, pria itu masih memandang Ayu. tanpa ada niat untuk membuka suara nya, diri nya hanya ingin memberikan Ayu waktu untuk melapiaskan sesuatu yang di pendam oleh gadis itu. setelah hampir sepuluh menit, Ayu yang sejak tadi hanya menangis tertunduk. kini diri nya mulai mampu untuk mengangkat kepala nya.
" Makasih .." ujar Ayu pelan, bahkan suara Ayu hampir tak terdengar.
Mendengar hal itu, pria itu pun langsung mendudukan Ayu pada kursi yang ada di hutan sekolah. sedangkan diri nya kini berjongkok di hadapan Ayu, dengan pandangan yang tak pernah lepas dari wajah Ayu.
" Ada apa ? kamu engga nangis gara - gara hamil sama pacar kamu kan ?." ujar nya pada Ayu. sungguh perkataan yang sangat menohok bagi Ayu saat ini. karna kini diri nya kembali teringat tentang mulut - mulut yang tak bertanggung jawab yang menggosip kan diri nya yang tengah hamil.
" Itu mungkin jauh lebih baik." ujar Ayu singkat.
__ADS_1
Mendengar itu pria di hadapan Ayu pun langsung mengerutkan kening nya, bagai mana mungkin Ayu berkata bahwa jika diri nya hamil saat ini adalah hal yang lebih baik. apa yang ada di pikiran gadis di depan nya saat ini.
" Kamu ngomong apa sich Yu ...?".
" Kalo aku hamil beneran, itu akan lebih baik. dari pada aku hanya di gosip kan hamil. aku bahkan harus menanggung baban dalam hidup ku, hanya gara - gara mulut yang tak bertanggung jawab. aku harus merelakan masa depan ku, aku harus menghentikan sekolah ku, dan aku harus menikah di masa remaja ku." entah kenapa kali ini Ayu mengungkap kan yang di rasa kan nya saat ini.
Medengar apa yang di ungkap kan gadis di depannya saat ini, pria itu langsung terdiam. sungguh berat beban yang saat ini di tanggung oleh gadis di hadapan nya. gadis yang selalu terlihat ceria, gadis yang kuat, dan gadis cerewet. tapi kali ini gadis itu tengah menangis di hadapan nya dengan kepala yang tertunduk. melihat itu diri nya pun langsung memeluk erat tubuh Ayu.
" Aku memang engga tau seberapa berat beban kamu Yu. seberapa besar masalah kamu, dan seberapa kuat dan tegar kamu menghadapi dan memikul nya. tapi satu yang aku yakini, kamu pasti mampu. dan satu hal lagi, jika memang kamu mengizinkan, aku akan bantu apa pun yang bisa meringankan yang kamu rasakan saat ini."
Mendengar perkataan pria yang memeluk nya saat ini, Ayu hanya mampu terdiam. saat ini Ayu hanya butuh ketenangan dan kekuatan agar di diri nya mampu menjalani masa depan nya yang masih menjadi misteri.
" Terimakasih .. terimakasih sudah mendengarkan apa yang aku katakan. tapi tolong jangan katakan apa pun dan kepada siapa pun, tentang perkataan ku tadi. dan anggap saja, apa yang ku katakan tadi tak pernah kau dengar. " ujar Ayu dengan melepaskan berlahan pelukan pria di depan nya saat ini.
Ayu menetap dengan lekat wajah pria di hadapan nya saat ini dengan senyuman. wajah yang mungkin nanti akan menjadi kenangan dalam hidup nya serta tingkah jahil dan usil nya akan menjadi senyuman untuk diri nya.
" Yu .. jangan bilang kalo ini tatapan serta senyuman perpisahan buat aku kan ?."
Dan tanpa aba - aba Ayu mengecup singkat pipi pria yang ada di hadapan nya saat ini. mendapatkan kecupan singkat dari Ayu, pria itu langsung terdiam dengan menatap Ayu.
" Itu kiss perpisahan dari aku, dan ingat .. !terus bersekolah dengan giat dan belajar lah dengan rajin. jangan sia - siakan pengorbanan kedua orang tua mu. raih lah cita - cita mu, dan bangga kan orang yang menyayangi mu." ujar Ayu tersenyum dan langsung berdiri dari duduk nya untuk pergi dari tempat itu.
Melihat Ayu yang akan pergi dari hadapan nya pria itu langsung bangkit, dan menahan tangan Ayu.
" Yu .. apa tak ada cara lain ? apa aku tak bisa membantu ?." ujar pria itu dengan menahan Ayu.
Dan Ayu hanya menggelengkan kepala nya sebagai jawaban dari pertanyaan pria di hadapan nya saat ini. melihat itu, pria itu kembali mendekat pada Ayu dan mengecup kening Ayu.
" Itu kiss perpisahan dari aku, jaga diri mu baik - baik. jika suatu saat nanti kita bertemu kembali, maka jangan lupakan momen saat ini. aku berjanji akan merahasiakan yang terjadi saat ini, dan aku juga berjanji akan meraih semua cita - cita ku."
Dengan menatap lekat wajah gadis di depan nya saat ini. gadis yang selalu menjadi korban kejahilan serta keusilan nya, gadis yang telah membawa rasa nyaman dalam diri nya dan gadis yang telah berhasil merebut perhatian nya. hari ini dan saat ini diri nya harus berpisah dan merelakan gadis di hadapan nya, untuk menjalani kehidupan nya. dengan senyuman kedua nya pun berpisah.
__ADS_1
***