Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Kedatangan Ustadz Ahmad


__ADS_3

***


Hari berganti hari minggu berganti minggu, tak terasa sebulan sudah sejak kedatangan bang Lutfi ke rumah Ayu. kini masih segar di ingatan Ayu, saat bang Lutfi duduk bersimpuh di kaki nya meminta maaf pada Ayu dan keluarga.


Walau pun keluarga Ayu masih sangat marah dan kecewa pada bang Lutfi, tapi justru Ayu lebih berbesar hati memaafkan kesalahan bang Lutfi. dan Ayu juga mengizinkan jika bang Lutfi ingin berkunjung untuk menjenguk anak - anak mereka. dan masih teringat jelas perbincangan antara Ayu dan mantan suami nya itu.


" Yu , boleh abang bicara berdua dengan Ayu ?." ujar bang Lutfi pada Ayu.


" Maaf bang, bukan Ayu menolak berbicara berdua dengan abang. akan tetapi, kita sudah bukan mahrom lagi untuk berbicara berdua. jika memang ada yang ingin abang sampai kan, maka sampai kan lah di sini." ujar Ayu.


Dengan menunduk kan kepala nya Ayu berbicara pada mantan suami nya itu. Ayu tak ingin menatap pria yang bukan mahrom bagi Ayu, apa lagi pria itu yang telah membuat luka di hati Ayu. jika boleh jujur, setiap kali Ayu tanpa sengaja menatap bang Lutfi, maka rasa sakit di hati nya masih sangat terasa.


Mendengar perkataan Ayu, bang Lutfi hanya mampu menghela nafas nya. ingin sekali rasa nya bang Lutfi memeluk tubuh wanita yang kini wajah nya telah tertutup cadar. entah mengapa setelah melihat perubahan pada diri Ayu, justru membuat bang Lutfi merasakan penyesalan yang begitu besar di hati nya.


Mungkin ini lah karma bagi nya, karna telah menyakiti seorang wanita yang bergelar istri bagi nya, seorang istri sekaligus seorang ibu dari kedua anak nya. jika waktu bisa di ulang kembali, diri nya tidak akan mengejar kesenangan sesaat yang tak ada bandingan nya dengan keluarga.


" Ahh .. baik lah, abang akan bicara di sini saja. apa boleh kalo setiap bulan abang datang, untuk menjenguk dede Ayla ?." kembali bang Lutfi berujar.


Padahal sejati nya bukan ini yang ingin di bicarakan nya dengan Ayu. hanya saja keberadaan mama, membuat diri nya segan untuk bicara hal yang lain. jika boleh egois, sebenar nya ada keinginan di hati nya untuk kembali rujuk dengan Ayu. akan tetapi, tentu hal itu tidak akan mudah bagi bang Lutfi. apa lagi dengan keluarga Ayu yang jelas - jelas masih memedam amarah pada nya.


" Silahkan bang, Ayu tidak melarang abang untuk berkunjung jika hanya ingin melihat dede. karna abang ayah kandungnya, dan Ayu tak berhak memutuskan tali antara ayah dan anak. terlepas bagaimana selama ini abang meninggalkan nya dan menelantarkan nya." dengan santai Ayu pun berucap pada bang Lutfi, seolah diri nya kembali mengingatkan bagaimana perlakuan mantan suami nya itu pada putri nya.


" Maaf Yu .. maaf karna sudah menjadi ayah yang buruk untuk kedua anak abang." dengan menundukan kepala nya, kembali bang Lutfi meminta maaf. entah sudah berapa puluh kali diri nya mengucapkan maaf pada Ayu.


" Bukan pada Ayu abang minta maaf, tapi pada anak - anak lah seharus nya abang meminta maaf, terutama aa Ilham yang saat ini lebih mengerti dengan keadaan kedua orang tua nya. karna saat ini abang sudah tak ada urusan lagi dengan Ayu. masalah abang menjadi ayah yang buruk itu urusan abang dengan anak - anak bukan urusan Ayu." lagi - lagi Ayu seperti telah memberikan pembatas tembok yang kokoh antara diri nya dengan mantan suami nya itu.


Mendengar perkataan mantan istri nya itu, tertutup sudah pintu hati Ayu untuk diri nya kembali dalam kehidupan Ayu. walaupun dengan nada yang lembut, tapi mengisyaratan ketegasan di setiap kata yang Ayu ucapkan pada nya.


" Iya nanti saat abang berkunjung ke ponpes abang akan minta maaf pada aa Ilham. dan ini, ini ada sedikit oleh - oleh dan baju buat dede Ayla." dengan menyodorkan kantongan plastik yang di bawa nya tadi pada Ayu.


Sementara mama yang menyaksikan sejak tadi hanya terdiam, tanpa ingin mengeluarkan sepatah kata pun dari bibir nya. sedang kan dede Ayla memang sejak kedatangan tamu tadi telah tertidur di kamar. dan bang Lutfi memang sempat di beri izin oleh Ayu untuk melihat sang putri yang tengah tertidur pulas, di tengah kekacauan orang dewasa.


" Iya terimakasih, nanti akan Ayu sampai kan amanah abang untuk dede Ayla." ujar Ayu pada mantan suami nya itu.

__ADS_1


Setelah menyerahkan oleh - oleh yang di bawa nya, bang Lutfi pun langsung pamit pada Ayu dan mama. dan saat diri nya pamit di hadapan Ayu, dan entah sadar atau tidak. bang lutfi mengulurkan tangan nya pada Ayu, tapi Ayu yang melihat hal itu pun hanya membalas dengan menangkupkan kedua tangan nya di dada, tanpa berniat menerima uluran tangan bang Lutfi.


Dan hal itu tentu membuat bang Lutfi sangat malu, diri nya hanya mengingat kebiasaan nya saat bersama Ayu dulu. jika diri nya akan berangkat bekerja, maka Ayu akan mencium punggung tangan nya dengan takzim. dan ingatan itu seolah membuat diri nya lupa dengan keadaan saat ini.


***


Sedangkan di lain tempat, saat ini seorang pria dengan menggunakan setelan koko dan celana kain berwarna hitam tengah sibuk bersiap, diri nya ingin mengunjungi kediaman seorang wanita. yang sebulan yang lalu mendapatkan amanah dari almarhumah sang istri.


Saat ini Ustadz Ahmad telah memutuskan untuk mengunjungi Ayu, hal ini di lakukan ustadz Ahmad karna semata - mata ingin menjalan kan amanah sang istri. apa lagi setelah diri nya membaca surat yang di berikan pada Ayu, membuat diri nya merasa bersalah pada almarhumah sang istri.


Ahmad Muhammad adalah nama lengkap dari ustadz Ahmad, saat ini ustadz Ahmad berusia 45 tahun. ustadz Ahmad adalah pengajar di salah satu pondok pesantren yang ada di kota B, selain pengajar di ponpes, ustadz Ahmad juga adalah seorang dosen sekaligus pengusaha. ustadz ahmad adalah seorang ustadz lulusan S2 Kairo mesir, serta alumi pondok pesantren di tempat diri nya mengajar saat ini.


Sejak meninggal nya sang istri enam bulan yang lalu, ustadz Ahmad memang tak pernah berfikir untuk kembali menikah lagi. diri nya merasa cukup almarhumah sang istri saja yang hadir dalam kehidupan nya.


Sampai ketika sebulan yang lalu Rifky adik sepupu dari almarhumah sang istri datang, dan menyerahkan sebuah surat yang di berikan sang istri pada wanita yang bernama Ayu.


" Ini apa ky ?." ujar ustadz Ahmad yang saat itu tengah terbaring lemah di tempat tidur karna sakit.


" Bacalah bang." ujar Rifky pada ustadz Ahmad.


" Huh ... siapa wanita yang di berikan amanah oleh kakak mu ky ?." jelas terlihat dari raut wajah ustadz Ahmad saat ini, diri nya tengah menahan amarah.


" Seorang wanita kuat , hebat, dan insya Allah wanita sholehah." kali ini Rifky berujar pada ustadz Ahmad.


" Berapa lama kamu mengenal nya, hingga kamu bisa begitu yakin bahwa dia wanita kuat, hebat, serta sholehah ?." kembali ustadz Ahmad bertanya pada Rifky, dengan nada suara yang sama.


" Tak butuh waktu lama untuk kita mengenal nya, akan tetapi seberapa yakin kita dengan dirinya. dan sebagai lelaki itu yang saya yakini." ujar Rifky.


" Siapa dan di mana wanita itu tinggal ?." masih dalam mode bertanya.


Mendengar pertanyaan dari abang nya, Rifky pun langsung menjelaskan semua tentang Ayu yang di ketahui nya, termasuk tentang mantan suami Ayu yang tega meninggalkan Ayu saat tengah mengandung.


" Apa wanita itu sendiri yang mengatakan hal itu pada mu ?." dengan mengerutkan kening nya, ustadz Ahmad kembali bertanya.

__ADS_1


Ustadz Ahmad merasa bingung, bagaimana bisa wanita yang di yakini Rifky merupakan wanita sholehah mampu mengumbar aib masalah rumah tangga nya pada seorang pria yang baru di kenal nya.


" Tidak, karna Ayu tidak mengatakan apa pun pada saya. saat saya menemui nya."


" Lantas dari mana kamu tau, semua tentang wanita itu ?."


" Saat saya berkunjung ke rumah Ayu, dan di saat yang sama pula mantan suami Ayu berkunjung. hingga terjadi sebuah insiden pemukulan dari kakak Ayu, yang saat itu sangat emosi dengan kedatangan mantan suami Ayu. dan di situ lah tanpa sengaja saya mendengar fakta tentang Ayu, bahkan saya juga sempat menanyakan pada salah satu tetangga Ayu. dan ternyata apa yang di katakan kakak Ayu semua itu adalah kebenaran." kali ini dengan panjang lebar Rifky menjelaskan pada abang nya itu.


" Lalu apa yang di lakukan Ayu pada mantan suami nya itu ?."


" Itu mengapa saya meyakini bahwa Ayu adalah wanita sholehah. karna dengan begitu mudah nya, diri nya memaafkan mantan suami nya yang brengsek itu. saya saja yang tidak merasakan seperti apa yang Ayu rasakan, tidak akan mudah memberikan maaf. akan tetapi Ayu, diri nya sungguh merupakan wanita pilihan. yang sengaja Allah uji keimanan dan ketakwaan nya, dengan ujian yang sangat tidak mudah."


Mendengar apa yang di katakan Rifky membuat ustadz Ahmad sedikit penasaran seperti apa wanita yang menjadi pilihan almarhumah sang istri. bahkan Rifky saja sebagai lelaki mengakui bahwa Ayu adalah wanita kuat, hebat ,dan sholehah.


" Bagaimana jika abang tidak menjalankan amanah dari kakak mu?." setelah terdiam beberapa saat, kembali ustadz Ahmad membuka suaranya.


" Itu terserah abang, karna itu adalah hak abang. saya hanya sekedar menyampaikan amanah dari kak Dijah, tapi jika bang Ahmad tidak ingin menjalankan amanah kak Dijah. maka biar saya saja yang menggantikan nya."


" Maksud mu ?." dengan mengerutkan kening bingung.


" Saya yang akan menikahi Ayu bang." ujar Rifky dengan tegas.


" Apa maksud mu dengan menikahi Ayu ? apa kamu ingin saya merasa bersalah selama nya dengan almarhumah istri saya ..!" kali ini nada suara ustadz Ahmad naik satu oktaf.


" Bukan nya abang bilang tadi tidak ingin menjalankan amanah dari kak Dijah ?." kali ini justru Rifky yang bingung dengan perkataan abang nya itu.


" Abang minta pendapat kamu, bukan menyuruh kamu menikahi wanita itu ..! lagian abang juga butuh waktu untuk memikirkan nya."


" Terserah abang lah, tapi ingat ..! jika dalam satu bulan abang belum memutuskan untuk datang menemui Ayu. maka jangan salahkan saya, kalo saya yang akan menemui nya. "


Mendengar perkataan Rifky sebulan yang lalu, maka hari ini ustadz Ahmad memutuskan untuk datang menemui Ayu di kediaman nya dengan di temani oleh Rifky.


Setelah melakukan beberapa jam perjalanan, kini sampai lah ustadz Ahmad dan Rifky di kediaman Ayu di kampung nya. rumah yang terlihat sederhana namun dengan nuansa yang nyaman, sebab banyak pepohonan yang mengelilingi kediaman Ayu.

__ADS_1


Sedangkan Ayu yang saat itu telah selesai melaksanakan sholat zuhur, tampak terkejut dengan kedatangan dua pria yang bertamu di rumah nya. dan satu pria merupakan pria yang satu bulan yang lalu menjadi tamu di rumahnya, apa kah dia ustadz Ahmad ? batin Ayu bertanya.


***


__ADS_2