
Angin sore berhembus pelan. Menggoyangkan dedaunan dan bunga-bunga yang tumbuh di Taman. Harum semerbak bunga-bunga yang telah bermekaran mengundang kawanan kumbang untuk datang mendekat. Berbagai bunga cantik tumbuh dengan subur di taman tersebut. Salah satunya adalah Juliet Rose.
Juliet Rose sendiri menjadi salah satu bunga termahal di dunia dengan harga per tangkainya yang mencapai Rp 57 miliar. Itulah kenapa tidak semua orang dapat menanam bunga cantik tersebut karena harganya yang selangit, hanya mereka yang berdompet tebal yang mampu membeli dan menanamnya.
"Bunga-bunga itu dulunya Ibuku yang menanamnya. Tapi semenjak dia tiada, bunga-bunga itu diambil alih oleh kepala pelayan." seseorang tiba-tiba muncul di belakang Jesslyn, perempuan itu lantas menoleh dan mendapati Lucas berjalan menghampirinya.
"Bunga-bunga ini terawat dengan sangat baik. Sepertinya mendiang ibumu sangat menyukai mawar, aku melihat banyak sekali mawar yang tumbuh di taman ini." Ucap Jesslyn sambil menatap lelaki yang berdiri di sebelahnya.
Lucas mengangguk. "Ya, bahkan dia rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit hanya untuk mendapatkan Juliet Rose." Lucas beranjak dari samping Jesslyn untuk memetik satu tangkai mawar lalu menyerahkannya pada Jesslyn.
"Mawar ini sangat cantik dan indah. Tidak salah jika dia memiliki harga yang sangat fantastis, aromanya juga sangat harum," Jesslyn menutup matanya lalu menghirup dalam-dalam aromanya.
Lucas menoleh dan menatap sisi wajah Jesslyn. Gadis itu sedang menutup mata menikmati aroma mawar yang semerbak. "Kau menyukai bunga?" sebuah pertanyaan kembali meluncur dari bibir Lucas.
Jesslyn menatap sekilas lelaki itu. "Ya," dan mengangguk. "Berbagai jenis mawar tumbuh di taman milikku, salah satunya adalah mawar ungu dan biru. Entah dari mana Mama mendapatkannya, dia menghadiahkannya saat ulang tahunku yang ke dua puluh."
"Itu artinya tidak keberatan jika aku memintamu untuk merawat bunga-bunga di taman ini?" tanya Lucas.
Sontak Jesslyn menoleh. "Sungguh?" dan menatapnya tak percaya. Lucas menganggukkan kepala. "Tentu saja tidak. Tapi bagaimana dengan Kepala pelayan Shin, apa dia mengijinkannya? Aku tidak enak , apalagi yang merawatnya selama ini adalah dia." Ucap Jesslyn.
Lucas menggeleng. "Aku rasa dia tidak akan mempermasalahkannya. Lagi pula tidak ada yang bisa menentang keputusanku, termasuk Kakek."
__ADS_1
"Kenapa begitu?" Jesslyn menatap Lucas penasaran.
"Karena seluruh aset kekayaan Qin adalah milikku. Ayahku adalah putra tunggal keluarga Qin, dan aku juga satu-satunya Tuan Muda di keluarga ini. Kakek, membalikkan semua harta Keluarga Qin atas namaku. Karena dia tidak ingin saat tiada nanti Kakaknya tiba-tiba datang dan ingin mengambil harta Kakek." Jelas Lucas panjang lebar.
Jesslyn melihat jam yang melingkari pergelangan tangan kirinya dan waktu sudah menunjuk pukul 17.00 petang. "Aku masuk dulu," ucap Jesslyn dan di balas anggukan oleh Lucas.
Gadis itu terus menciumi bunga yang berada di genggamannya. Aromanya lebih harus dari mawar biasa, tidak salah jika parfumnya saja memiliki harga selangit.
"Siapa yang memberimu ijin untuk memetik bunga itu?!" seru seorang wanita setengah baya menghentikan langkah Jesslyn. "Lancang sekali kau, apa kau tidak tahu jika bunga itu adalah bunga yang sambat mahal?!"
"Aku tidak memetiknya, tapi Tuan Muda-mu yang memetiknya untukku." Jawab Jesslyn menanggapi. Dia tidak mau di salahkan hanya karena satu tangkai bunga.
Wanita itu menghampiri Jesslyn dan menatapnya dengan pandangan kurang bersahabat. "Sebenarnya kau ini siapa? Kenapa kau lancang sekali , apa kau tidak tahu jika rumah ini tidak bisa sembarangan dimasuki oleh orang luar!!" ucap wanita paruh baya itu tidak bersahabat.
"Kau yang lancang!!" sahut Lucas dari arah belakang. Keduanya lantas menoleh dan mendapati Lucas menghampiri mereka berdua.
Wanita itu kemudian membungkuk melihat kedatangan Lucas. "Tuan Muda," ucapnya menyapa.
"Lain kali hati-hati kalau bicara. Dia bukan orang luar. Namanya Jesslyn, dan dia adalah Istriku. Jangan coba-coba untuk mempersulitnya atau kau akan tanggung akibatnya." Ucap Lucas mengingatkan.
Pandangan Lucas bergulir pada Jesslyn. "Kau adalah Nyonya di rumah ini. Mulai hari ini kau harus tegas dan jangan biarkan siapapun menindas mu, ingat baik-baik yang aku katakan ini." Ucapnya yang kemudian di balas anggukan oleh Jesslyn.
__ADS_1
Meskipun pernikahan mereka hanyalah sebatas pernikahan kontrak, namun Jesslyn memiliki hak paten atas rumah beserta isinya selama dia dan Lucas masih berstatus sebagai suami istri. Lucas hanya memberikan apa yang menjadi hal Jesslyn sebagai istrinya.
"Siapkan makan malam, jangan ada daun seledri ataupun taburan bawang putih karena Jesslyn tidak suka. Ayo pergi,"
Diam-diam wanita itu mengepalkan tangannya. Hampir 30 tahun dia bekerja di kediaman Qin baru kali ini di perlakukan seperti ini. Apalagi Lucas bersikap demikian hanya karena orang baru yang baru masuk ke dalam keluarga Qin.
Dengan memendam emosi, wanita itu berbalik lalu pergi ke dapur. Dia harus menghandle semua pelayan yang menyiapkan makan malam.
xxx
Sammy mendatangi ruangan ayahnya dengan ekspresi datar tanpa ekspresi. Dan kedatangannya adalah untuk mendesak ayahnya supaya mengusahakan agar dirinya bisa mendekati Jesslyn, wanita yang menjadi incarannya selama ini.
"Jika kau datang hanya untuk membahas wanita itu, sebaiknya pergi saja karena Papa tetap tidak akan membantumu." Ucap lelaki setengah baya itu yang seolah-olah mengetahui maksud dan tujuan kedatangan putranya.
"Kenapa Papa tidak mendukung ku untuk mendekatinya? Apa karena Tuan Muda dari keluarga Qin tersebut? Memangnya apa sih hebatnya dia sampai-sampai semua orang begitu menghormatinya, bahkan untuk bertemu dengannya saja harus membuat janji terlebih dulu. Apa dia sehebat itu?!" Sammy menatap ayahnya dengan sebal. Lagi-lagi dia menolak untuk membantunya.
Lelaki paruh baya itu menatap Sammy dan menghela napas. "Jangan keras kepala, Sammy. Bisa saja Papa menuruti keinginanmu, tapi coba kau pikir dengan logika. Jika Papa membantumu, kemudian Tuan Qin membatalkan semua kontrak kerjasamanya dengan perusahaan kita dan menarik semua dana yang dia investasikan di perusahaan ini. Bukan hanya perusahaan yang terancam bangkrut, namun ribuan karyawan akan kehilangan pekerjaan mereka. Jadi berhenti mementingkan egomu sendiri!!" ujar Tuan Lim panjang lebar.
Sammy mengepalkan tangannya. Tanpa mengatakan apapun dia beranjak dari ruangan sang ayah dan pergi begitu saja. Sammy pasti akan menemukan cara untuk mendekati Jesslyn tanpa meminta bantuan dari ayahnya.
Tuan Lim menghela napas panjang. Kenapa harus serumit ini? Dia mengenal betul bagaimana sifat putranya. Sammy pasti tidak akan berhenti apalagi menyerah untuk mendapatkan gadis itu.
__ADS_1
xxx
Bersambung