Pernikahan 180 Hari

Pernikahan 180 Hari
Penolakan Jesslyn


__ADS_3

Lucas kembali berkutat dengan pekerjaan melelahkan yang selalu menguras otaknya. Ia berulang-ulang melempar berkas-berkasnya ke atas meja dengan kasar, bahkan tak sekali dua kali tablet dalam genggamannya dia hentakkan diatas meja dengan kasar.


Lucas benar-benar muak dengan semua pekerjaan melelahkan ini. Rasanya dia ingin sekali kembali ke masa lalu dan menjadi anak kecil lagi, agar tidak ada beban apapun yang dia tanggung di pundaknya.


Seorang pria memasuki ruangan tersebut. Setelah membungkuk, ia menyerahkan sebuah map kepada Lucas, sang atasan.


"Presdir, Saya telah menjalankan sesuai perintah anda," Ucapnya. Mendengarnya Lucas sedikit bernapas lega.


"Baiklah, kau boleh keluar sekarang."


Pria itu membungkuk. "Baik Presdir, kalau begitu saya permisi dulu." Ucapnya lalu meninggalkan ruangan CEO.


Pandangan Lucas lalu bergulir pada Jesslyn yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Baru beberapa hari bekerja sebagai sekretaris barunya, tetapi Jesslyn sudah menunjukkan kemampuannya dan dia selalu bersikap profesional.


Dan diantara semua wanita yang pernah menjadi sekretarisnya, Jesslyn adalah satu-satunya orang yang tidak pernah menghalalkan segala cara hanya untuk menarik perhatiannya.


Lucas mengambil ponselnya lalu mengetik pesan singkat pada Jesslyn."Saat jam istirahat nanti, keluar denganku dan kita makan siang bersama." Kurang lebih begitulah isi pesan singkat yang Lucas tulis untuk Jesslyn.


Ting ..


Tidak sampai satu menit. Sudah ada pesan balasan yang masuk ke ponselnya. Lucas segera membuka pesan singkat tersebut Lalu membacanya.


"Tidak bisa, itu akan sangat mencolok. Bukannya aku tidak ingin semua orang tahu tentang hubungan kita, hanya saja aku tidak mau menjadi pusat perhatian. Aku harap kau bisa mengerti posisiku di kantor ini, apalagi banyak sekali karyawanmu yang tidak menyukaiku." Begitulah isi pesan balasan dari Jesslyn.


Lucas menghela napas. Dia mencoba memahami posisi dan kesulitan Jesslyn di perusahaannya. Ia pun segera mengirim pesan balasan untuknya.


"Aku mengerti. Kalau begitu aku akan meminta asistenku untuk memesankan makanan kesukaanmu di kantin. Kau bisa datang bersama temanku dan makan sepuasnya di sana, biar aku yang membayar semua makanan kalian." Kemudian Lucas menekan send dan mengirim pesan singkat itu pada Jesslyn.

__ADS_1


Ting...


Pesan balasan kembali masuk ke ponselnya. Kali ini hanya di baca tanpa ada niatan Lucas untuk membalasnya. Diletakkan kembali ponselnya ke tempat semula, Lucas melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


xxx


Tuan Valentino memijit pelipisnya. Kepalanya terasa pening akibat permasalahan yang terjadi di perusahaannya akhir-akhir ini. Banyak hal yang terjadi dan tidak bisa dia selesaikan dengan mudah, membuat kepalanya serasa ingin pecah.


Ada penghianat di perusahaannya, tapi sayangnya Tuan Valentino tidak bisa menemukannya karena tidak ada bukti sama sekali.


"Presdir, ada beberapa dokumen penting yang harus segera tandatangani." seseorang memasuki ruangan Tuan Valentino sambil membawa beberapa dokumen yang kemudian dia letakkan diatas meja.


"Kau keluarlah dulu. Biar aku periksa dulu dan tandatangani nanti." Jawab Hans Valentino.


Pria itu menggeleng. "Tidak bisa, Presdir. Dokumen-dokumen ini harus segera Anda tanda tangani secepatnya." pinta pria itu memaksa.


Diam-diam pria itu menarik sudut bibirnya dan menyeringai. Tinggal satu langkah lagi, dan rencananya akan berhasil. Belum sempat Hans Valentino menandatangani dokumen-dokumen tersebut, tiba-tiba ponselnya berdering yang menandakan ada panggilan masuk.


Dia meletakkan kembali bolpoin di tangannya dan beralih pada ponselnya. Kemudian Hans meminta pria itu agar meninggalkan ruangannya. "Kau keluarlah dulu, nanti kembali lagi." Pinta Hans dan kembali fokus pada ponselnya.


Pria itu mengepalkan tangannya. Dengan terpaksa dia meninggalkan ruangan atasannya tersebut. Padahal hanya tinggal satu langkah lagi, dan rencananya akan berhasil. Namun telepon sialan itu mengacaukan semuanya, dan dia harus menunggu lagi, lagi dan lagi.


"Maaf, Lu. Papa, harus mengganggumu. Bisakah kita bertemu sebentar, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu, tapi jangan bilang-bilang Jesslyn dan pastikan dia tidak tahu tentang pertemuan kita ini."


"Memangnya kapan Papa ingin bertemu denganku?"


"Kalau bisa secepatnya, karena lebih cepat lebih baik. Masalah ini benar-benar mendesak, kira-kira kapan kau bisanya?" tanya Tuan Valentino.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita bertemu sekarang saja, Pa? Ini sudah hampir waktunya makan siang, kita bertemu di Play Food cafe Saja."


"Baiklah kalau begitu. Kita bertemu di sana saja," Tuan Valentino mengakhiri panggilan itu begitu saja.


Dia harus segera membahas masalah perusahaannya dengan Lucas, mungkin saja dia memiliki solusi untuk mengatasi tentang masalah di perusahaannya. Dan Tuan Valentino sangat berharap Lucas bisa membantunya mengatasi permasalahan yang sedang terjadi.


xxx


Lucas meletakkan kembali ponselnya di tempat semula, setelah sambungan telepon yang sedang berlangsung itu telah berakhir.


Dia tidak tahu permasalahan apa yang sedang dialami oleh ayah mertuanya, sampai-sampai dia menghubunginya. Dari nada bicaranya terlihat jelas jika dia memang sedang ada masalah, lagi Tuan Valentino berpesan agar dia tidak memberitahu Jesslyn tentang pertemuan mereka berdua.


Lucas bangkit dari kursinya dan melenggang pergi meninggalkan ruangannya. Tidak lupa dia mengirim pesan singkat pada Jesslyn dan memberitahunya jika dia harus keluar karena ada urusan.


Setelah hampir 30 menit berkendara, akhirnya Lucas tiba di kafe tempat ia dan ayah mertuanya akan bertemu. Ternyata dia tiba lebih awal darinya. Paruh baya itu tampak melambaikan tangan padanya. Selanjutnya mereka berdua duduk saling berhadapan.


"Ada apa Papa mengajakku bertemu? Sepertinya ada hal penting yang ingin kau sampaikan padaku," tanya Lucas tanpa basa-basi. Lucas adalah orang yang sangat to the point, dia tidak suka mengulur-ulur waktu dengan membahas hal-hal yang tidak penting.


"Lu, perusahaan Papa sedang dalam masalah. Ada orang dalam yang berkhianat. Berapa masalah yang terjadi sangat sulit diatasi, proyek baru Valentino Corp setelah bocor dan di ambil alih perusahaan lain. Papa, benar-benar bingung, jika masalah ini sampai tidak menemui titik terang, sudah bisa dipastikan Valentino akan mengalami kebangkrutan. Menurutmu Papa harus bagaimana untuk mengatasi masalah ini, Apa kau memiliki solusi yang tepat?"


Ternyata Ayah mertuanya menghubunginya dan mengajaknya bertemu untuk memberitahukan tentang permasalahan perusahaannya, pantas saja dia memintanya untuk tutup mulut dan merahasiakannya dari Jesslyn, karena Tuhan Valentino tidak ingin putrinya itu sampai tahu jika perusahaan ayahnya mengalami masalah.


"Pertama-tama kita harus menyelidikinya terlebih dahulu. Kita temukan orang itu, dan aku sudah memiliki cara untuk menyelesaikan masalah ini. sebaiknya Papa ikuti rencanaku ini, dan aku pastikan kurang dari 24 jam kita sudah menemukan penghianat itu." Ujar Lucas dengan penuh keyakinan.


Tuan Valentino mengangguk. "Baiklah, Papa ikuti baiknya saja. Karena Papa yakin, jika rencanamu adalah yang terbaik."


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2