Pernikahan 180 Hari

Pernikahan 180 Hari
Tidak Layak


__ADS_3

Kabar tentang pernikahan Lucas dan Jesslyn telah tersebar sampai ke pelosok negeri. Sang pewaris Qin Empire yang telah menikah dan memiliki istri menjadi berita besar yang menggemparkan.


Bagaimanapun tidak ... Lucas yang tidak pernah terlihat dekat dengan siapapun dan wanita manapun tiba-tiba membuat kehebohan dengan mengatakan jika dirinya telah menikah. Sontak saja beritanya langsung meledak dan kini dirinya menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial.


"Sial sial sial, kenapa dia harus mengumumkan pernikahannya di depan umum? Apakah dia benar-benar sengaja melakukannya supaya semua orang tahu jika wanita itu adalah istrinya?! Kenapa harus orang lain, kenapa bukan aku? Memangnya apa hebatnya dia dibandingkan diriku? kenapa Lucas lebih menikahinya dibandingkan harus menikah denganku? KENAPA...?!" Amanda tidak bisa menahan amarahnya setelah melihat berita yang baru saja di tayangkan di televisi.


Amanda marah, kesal dan cemburu karena Lucas lebih memilih wanita lain di bandingkan dirinya. Dia menolak mentah-mentah ketika Kakek Qin hendak menjodohkan mereka. Namun tidak lama berselang Amanda malah mendapatkan kabar jika Lucas menikahi wanita lain.


"Amanda, apa-apaan kau ini? Kenapa kau memberantakkan kamarmu sendiri?" Nyonya Sarah menghampiri Amanda dan menatapnya dengan marah.


"Ma, katakan padaku. Sebenarnya kurang apa aku ini? Kenapa Lucas lebih memilih wanita itu dibandingkan harus menikah denganku?! Ma, aku tidak terima penolakan dan aku ingin dia bercerai dari wanita itu!!" teriak Amanda dengan emosi.


"Cukup, Manda!! Kau pikir dengan sikapmu yang seperti ini, dia akan menyukaimu?! Jangan bermimpi, dia justru akan jijik dan semakin tidak suka padamu."


"Kau harus mencari cara yang tepat untuk membuat dia terikat padamu. Kau tidak perlu cinta ataupun hatinya, cukup status saja. Karena jika kau berhasil menikah dengannya, bukan hanya kau yang untung. Namun keluarga ini juga, derajat keluarga kita akan terangkat dan kau akan di segani seluruh negeri." Tutur Nyonya Sarah panjang lebar.


"Tapi bagaimana caranya, Ma? Kau kan tahu sendiri jika Lucas sangat sulit didekati," ucap Amanda dengan frustasi.


Nyonya Sarah menyeringai. "Mudah saja, kau hanya butuh sebutir obat untuk mendapatkannya." Jawab Nyonya Sarah dengan seringai yang sama.


Amanda tersenyum miring saat paham arah pembicaraan ibunya. Sepertinya memang hanya dengan cara itu dia bisa mendapatkan pria itu, dan tentu saja Amanda akan mengambil jalan pintas untuk mendapatkan Lucas.


"Baiklah, aku ikuti saran Mama. Pokoknya memang Mama yang paling the best." Ucap Amanda memberi pujiannya.

__ADS_1


Jika memang itu satu-satunya cara untuk mendapatkan Lucas, maka Amanda akan melakukannya. Karena tidak ada yang boleh memilikinya selain dirinya, dia yang lebih pantas.


xxx


Jesslyn sedang bersantai di taman sambil menikmati angin musim semi saat seorang wanita setengah baya menghampirinya. Tatapan tidak suka jelas sekali ia tunjukkan pada Jesslyn, dan kedatangan wanita itu sedikit menyita perhatiannya.


Wanita itu mengangkat wajahnya dan netra Hazel-nya langsung bersirobok dengan sepasang mata hitam wanita paruh baya tersebut.


"Jangan hanya karena Anda seorang Nyonya di rumah ini, maka bisa bersantai tanpa melakukan apapun. Di dapur begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan, sebagai seorang istri seharusnya Anda turut membantu dan meringankan pekerjaan kami para pelayan. Jika tidak, Anda tidak perlu ikut makan malam di rumah!!" Ujar wanita itu yang tak lain dan tidak bukan adalah Kepala Pelayan Shin.


Jesslyn menutup novelnya dan kembali menatap Kepala Pelayan Shin dengan pandangan datar."Bukankah kalian di gaji memang untuk bekerja? Jika aku turun tangan dan ikut membantu di dapur takutnya kalian nantinya hanya akan memakan gaji buta!! Ups.." Jawab Jesslyn.


Buru-buru dia menutup mulutnya dengan jari-jari lentiknya sambil menyeringai sinis. "Satu hal lagi, kau melarang ku untuk makan di rumah bagiku itu tidak masalah karena aku masih bisa makan malam di luar. Itu tidak sulit,"


Jesslyn kembali mengukir senyum sinis di sudut bibirnya mendengar perkataan wanita itu. "Kenapa aku harus melakukannya? Apa hanya boleh yang Muda saja yang menghormati yang Tua? Sementara yang Tua tidak boleh, begitu? Lucu sekali. Aku tegaskan padamu, aku hanya akan hormat dan menghormati orang yang bisa menghormati ku!! Jika sikapmu masih seperti ini padaku, jangan harap aku akan hormat dan menghargai dirimu sebagai orang yang lebih tua dariku!!" ujar Jesslyn dengan tegas.


Dia tidak akan tunduk pada orang yang tidak bisa menghargai dan menghormatinya hanya karena perbedaan usia. Karena hanya akan menghormati orang yang memang pantas dan layak untuk dihormati. Bukan orang yang gila kehormatan seperti Kepala Pelayan Shin.


Tanpa mengatakan satu kalimat pun. Wanita itu bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Meninggalkan Kepala Pelayan Shin sendirian di taman.


Kepala Pelayan Shin mengepalkan tangannya dan menatap kepergian Jesslyn dengan marah. Baru kali ini ada orang yang berani menolak perintahnya, tentu saja hal itu mencoreng dan menodai harga dirinya sebagai seorang kepala pelayan senior.


"Jesslyn Valentino, kau pikir dirimu siapa bisa mempermalukan aku seperti ini?! Lihat dan tunggu saja bagaimana aku akan membalas dan mempermalukan dirimu!!"

__ADS_1


xxx


"Jesslyn, kau mau kemana?" tegur Lucas yang baru saja tiba di rumah. Dia melihat Jesslyn yang telah rapi dan bersiap untuk pergi.


"Aku akan makan malam di luar. Kepala Pelayan Shin melarang aku untuk makan malam di rumah karena tidak membantu." Jawabnya. Jesslyn mengatakan yang sebenarnya tanpa di tambah-tambah ataupun di kurangi.


Lucas memicingkan matanya. "Kepala Pelayan Shin?" ucapnya dan di balas anggukan oleh Jesslyn.


"Ya,"


"Apakah wanita itu menyulitkan mu lagi?" tanya Lucas memastikan.


Lagi-lagi Jesslyn menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Lucas. "Ya, sepertinya dia sangat-sangat tidak menyukaiku, padahal aku tidak merasa telah membuat masalah ataupun memiliki masalah dengannya.Tapi dengan terang-terangan dia menunjukkan sikap sinis." Ujar Jesslyn.


Kakek Qin menghampiri keduanya. "Jangan di masukkan ke hati, Nak. Masalah sia biar Kakek saja yang mengurusnya. Tidak masalah jika kau memang ingin makan malam di luar, biarkan Lucas pergi bersamamu."


Jesslyn menggeleng. "Aku rasa itu tidak perlu, Kek. Aku bisa pergi sendiri. Lagipula Lucas pasti lelah setelah seharian bekerja. Biarkan dia makan malam di rumah saja." Tutur Jesslyn. Dia tidak enak jika harus mengajak Lucas untuk pergi bersamanya.


"Aku tidak masalah. Ya, sudah ayo pergi sekarang." Ucap Lucas dan di balas anggukan oleh Jesslyn. Keduanya kemudian meninggalkan kediaman Qin.


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2