
"Mulai hari ini sampai 6 bulan ke depan. Kamar ini adalah kamar kita, kau dan aku akan berbagi tempat tidur." Ucap Lucas setibanya mereka tiba di kamar pengantin mereka.
Tidak ada yang istimewa pada kamar ini. Terlihat seperti kamar pada umumnya hanya lebih mewah. Dan bagaimana tidak mewah mengingat jika ini adalah kamar seorang Tuan Muda. Tidak ada taburan kelopak mawar yang disebar di lantai ataupun yang di bentuk membentuk hati seperti kamar pengantin pada umumnya. Lantainya terlihat polos tanpa hiasan apapun , begitupun dengan tempat tidurnya.
"Kenapa kau diam saja? Apa kau kecewa karena aku tidak mendesain kamar ini seperti kamar pengantin pada umumnya?" tanya Lucas melihat Jesslyn tiba-tiba diam dan berhenti di ambang pintu masuk.
Gadis itu menggelengkan kepala. "Mana ada." Ucap Jesslyn lalu melangkahkan kakinya memasuki kamar Lucas. "Apa hanya ada satu tempat tidur? Jangan bilang jika mulai malam ini sampai 6 bulan ke depan selain berbagi kamar, kita juga akan berbagi tempat tidur?" tebak Jesslyn 100% benar.
Lucas, menganggukkan kepala. "Ya," dan menjawab singkat. "Kenapa, apa kau keberatan dengan hal ini?" tanya Lucas sambil menatap biner Hazel milik Jesslyn yang jernih. Gadis itu tidak memberikan jawaban, Jesslyn memilih untuk diam.
"Kalau begitu aku akan tidur di sofa," ucap Jesslyn. Dia mengambil bantal lalu membawanya ke sofa yang ada di sudut ruangan.
"Tunggu," Lucas menghentikan langkah gadis itu dengan menahan pergelangan tangan Jesslyn. "Jika kau tidur di sofa badanmu bisa sakit semua. Sebaiknya kau tidur di ranjang, biar aku saja yang tidur di sofa." ucap Lucas sambil mengambil alih bantal tersebut dari tangan Jesslyn.
Dan tindakan Lucas membuat gadis itu diam terpaku.
Lucas memicingkan mata dan menatap gadis itu dengan bingung. "Ada apa? Kenapa kau diam saja? Sebaiknya ganti gaunmu dan segera istirahat, pasti kalau lelah." Ucap Lucas sambil membaringkan badannya di sofa.
Gadis itu melangkahkan kakinya menghampiri Lucas. "Jangan membuatku merasa tidak enak padamu. Bagaimanapun juga kau adalah Tuan rumah dan aku orang baru, tidak seharusnya kau mengalah padaku." Ujar Jesslyn.
"Karena aku adalah Tuan rumah. Jadi aku bebas melakukan apapun di sini, termasuk tidur di sofa. Aku lelah dan malas jika harus berdebat denganmu. Sebaiknya kau segera tidur. Aku juga mau tidur," Ucap Lucas menimpali.
Lucas segera menutup matanya melihat Jesslyn hendak membuka bibirnya. Dia tahu jika gadis itu hendak melayangkan protesnya, itulah kenapa Lucas buru-buru menutup matanya.
Jesslyn menghela napas, dia beranjak dari hadapan Lucas dan kembali ke tempat tidur. Sepertinya tidak ada gunanya berdebat dengannya, Lucas sangat keras kepala dan suka mengambil keputusan seenak jidatnya. Lebih baik dia tidur sekarang, Jesslyn benar-benar sangat lelah dan ingin segara beristirahat.
__ADS_1
xxx
Kabar tentang pernikahan Lucas telah sampai ke telinga Amanda. Mendengar berita besar itu membuatnya sangat marah. Bagaimana tidak, Lucas berkali-kali menolaknya dan sekarang dia malah menikahi wanita lain. Apakah itu pantas?
Dengan mengendarai mobil sport kesayangannya. Amanda meluncur menuju kediaman Qin untuk membuat perhitungan, dia juga hendak memberikan peringatan keras pada wanita yang sekarang telah berstatus sebagai istri Kevin.
Dua puluh menit berkendara, Amanda tiba di mansion mewah milik keluarga Qin. Dia bergegas turun dan melenggang masuk ke dalam. "Wanita jallang, keluar kau!!" teriak Amanda dengan suara menggelegar. Wanita itu berteriak seolah-olah dia berada di rumahnya sendiri.
Mendengar ada suara keributan di luar. Kakek Qin pun buru-buru keluar kamar, begitupun dengan Lucas dan Jesslyn. Kakek Qin menghampiri Amanda dan menegurnya.
"Amanda, apa-apaan kau ini? Kenapa pagi-pagi sudah membuat keributan di sini?!" ucap Kakek Qin marah.
"Kakek, aku ingin membuat perhitungan denganmu. maksudmu apa menikahkan Lucas dengan wanita lain? Jelas-jelas aku yang lebih dulu mengejarnya?!" ujar Amanda. Dia melayangkan protesnya pada Kakek Qin.
"Jangan bersikap bodoh seperti orang yang tidak terpelajar, Amanda. Apa kau sadar dengan yang kau lakukan ini? Kau tidak hanya mempermalukan dirimu sendiri, tapi juga keluargamu!!" sahut Lucas. Terlihat dia menuruni tangga dengan Jesslyn.
Sontak Amanda menoleh. "Lucas, kenapa kau harus berbicara dengan nada setajam itu padaku?!" ucap Amanda sambil menatap Lucas dengan pandangan terluka.
"Sebaiknya kau pergi dari sini. Lucas, sudah menikah dan memiliki istri!! Mulai sekarang jangan pernah mengganggunya lagi!!" imbuh Jesslyn menimpali.
Perhatian Amanda, Lucas dan Kakek Qin bergulir pada Jesslyn. Baik Lucas maupun Kakek Qin sama-sama tidak memperkirakan bila Jesslyn akan beraksi demikian.
"Kau, siapa yang memintamu untuk ikut bicara?!" teriak Amanda sambil mengangkat tangannya dan melayangkan tamparan pada wajah Jesslyn.
Jesslyn menahan tangan Amanda sebelum menyentuh wajahnya. Sebuah tamparan yang cukup keras justru mendarat mulus di wajah Amanda, siapa lagi pelakunya jika bukan Jesslyn. Saling kerasnya tamparan itu sampai-sampai membuat wajah Amanda menoleh ke sampingnya.
__ADS_1
"Yakk!! Berani sekali kau menamparku?!" bentak Amanda dengan emosi.
Jesslyn melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Amanda dengan sinis.
"Kau tadi meneriaki ku sebagai wanita jallang. Apa tidak terbalik? Jelas-jelas yang jallang di sini adalah dirimu. Karena tidak ada wanita baik-baik yang berusaha menggoda laki-laki yang sudah beristri. Jadi mulai sekarang berhenti mengganggunya dan mengusik kehidupannya. Aku tidak peduli seberapa besar cinta yang kau miliki untuknya , tapi Lucas adalah suamiku dan aku tidak akan berbagi dia dengan siapapun termasuk dirimu!!" ujar Jesslyn menegaskan.
Amanda mengepalkan tangannya dan menatap Jesslyn dengan tajam. Baru kali ini ada orang yang berani bersikap kurang ajar padanya. Amanda tidak akan tinggal diam, dia tidak terima dirinya di permalukan seperti ini.
"Kali ini kau boleh menang. Tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan dia. Dan jangan pernah panggil Amanda jika tidak bisa mendapatkannya!!" ucap Amanda dan pergi begitu saja.
Pandangan Jesslyn bergulir pada Lucas yang juga menatapnya. Sudut bibir Lucas tertarik keatas membentuk lengkungan tipis di wajah tampannya. Jesslyn tidak tahu apa maksud dari senyum itu, tapi sepertinya Lucas merasa bangga padanya, entahlah ... Jesslyn tidak ingin terlalu memikirkannya.
"Nak, kau sangat pemberani. Kau membuat kami bangga," ucap Kakek Qin memberi pujiannya.
Jessica tersenyum tipis. "Kakek, terlalu berlebihan. Hari ini aku akan ke rumah sakit untuk menemani, Papa. Dia pasti kesepian sendirian di rumah sakit."
"Kalau begitu aku akan mengantarmu. Kebetulan rumah sakit dan kantor satu arah," sahut Lucas dan di balas anggukan oleh Jesslyn.
"Baiklah,"
Sementara itu. Kakek Qin buru-buru pergi ke kamarnya. Dia harus menghubungi Hans Valentino dan memberitahunya jika Jesslyn akan datang menemaninya. Bisa kacau semuanya jika dia sampai tahu Hans tidak benar-benar sakit, dia hanya bersandiwara.
xxx
Bersambung.
__ADS_1