Pernikahan 180 Hari

Pernikahan 180 Hari
Kita Buka Lembaran Baru


__ADS_3

Lucas memarkirkan mobilnya setibanya dia di perusahaan. CEO muda itu bergegas meninggalkan parkiran dan melenggang memasuki gedung bertingkat tersebut. Dia ingin segera bertemu dengan Jesslyn. Kebenaran yang baru dia ketahui membuatnya menyadari jika sebenarnya Jesslyn adalah orang yang dia cari-cari selama ini.


Pantas saja hari itu dia bisa memainkan lagu yang dia tulis, dan satu-satunya orang yang mengetahui tentang lagu tersebut hanyalah 'Maomao' panggilan sayang Lucas untuk Jesslyn ketika mereka sama-sama masih kecil dulu.


Beberapa karyawan membungkuk ketika Lucas melintas di depan mereka. Bahkan ada yang sampai berdiri dari kursinya ketika pria itu datang. Namun tak ada reaksi, Lucas hanya berjalan lurus ke depan tanpa membalas sapaan mereka. Bukan karena dia sombong atau tidak menghargai karyawannya, tetapi karena Lucas sedang terburu-buru.


Bukan ruangannya, tetapi ruangan sekretaris yang ia datangi. Dan kedatangan Lucas membuat Jesslyn yang sedang bekerja terkejut bukan main. Wanita itu mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan bingung.


"Ada apa?" dia menatap Lucas dengan pandangan bertanya.


Pupil mata Hazel-nya langsung membulat sempurna ketika Lucas menarik lengannya dan membawanya bukan pria itu. Dan apa yang Lucas lakukan membuat semua orang terkejut termasuk Jesslyn sendiri. Mereka bahkan ada yang berteriak, ada juga yang wig dan gigi palsunya sampai terlepas gara-gara reaksi berlebihan dari rekan-rekannya.


Jesslyn yang kebingungan berusaha melepaskan pelukan itu, namun tidak bisa karena pelukan terlalu terlalu erat. "Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku, Apa kau tidak sadar jika kita sedang menjadi pusat perhatian?" ujar Jesslyn berbisik.


"Aku tidak peduli. Aku hanya ingin memelukmu seperti ini, jadi diamlah dan jangan banyak protes." Jawab Lucas.


Lucas menutup matanya rapat-rapat dan semakin mengeratkan pelukannya pada Jesslyn. Meskipun awalnya dia menolak pelukan itu, namun pada akhirnya Jesslyn tetap menerimanya dan membalas pelukan Lucas.


"Ada apa? Apa kau baru saja menang lotre sampai-sampai ingin memelukku seperti ini?" tanya Jesslyn. Dia benar-benar tidak tahu alasan Lucas memeluknya.


Pria itu mengangguk. "Ya, dan lotre itu lebih berharga daripada uang dan berlian sekalipun." Jawabnya.

__ADS_1


"Lalu apa?" Jesslyn mengangkat kepalanya dan menatap Lucas penasaran. Dia benar-benar pemasaran lotre apa yang Lucas dapatkan sampai-sampai dia mengatakan lebih berharga dari uang dan berlian?


Lucas tersenyum tipis, bukannya sebuah jawaban yang dia terima melainkan ciuman pada bibirnya. Ya, Lucas menciumnya dan tepat di bibirnya. Dan hal tersebut membuat Jesslyn terkejut bukan main, dia benar-benar tidak menduga jika Lucas akan menciumnya.


Beruntung Lucas melakukannya dengan cara mencondongkan tubuh Jesslyn ke dinding sehingga tidak ada yang melihatnya. Baru melihat dirinya memeluk Jesslyn saja mereka sudah pada heboh, lalu bagaimana jika sampai melihat Lucas menciumnya? Bisa tambah gempar seisi kantor.


"Lu..Lucas, ke...kenapa kau mencium ku? bukankah itu melanggar perjanjian di dalam kontrak?"


"Ya, sesuai yang tertulis di dalam kontrak nikah itu. Kontrak itu akan batal jika salah satu diantara kita ada yang melanggar janji, dan ternyata aku sendiri yang melanggarnya. Jesslyn, mari kita mulai semuanya dari awal. Aku benar-benar ingin serius denganmu, sebagai suami-istri yang sebenarnya bukan hanya sekedar pasangan di dalam surat kontrak saja. Apa kau bersedia menua bersamaku?" Lucas melintas sambil mengunci sepasang Hazel milik Jesslyn.


Jesslyn tidak langsung menjawab. Dia sendiri bingung harus menjawab apa. Tidak bisa Jesslyn pungkiri jika sebanenya dirinya mulai merasa nyaman berada disisi Lucas, dan terbesit keinginan di hatinya untuk tidak berpisah dengannya. Jesslyn tersenyum, dengan mantap dia menganggukkan kepala.


"Ya, aku berjanji." jawabnya dan kembali membawa Jesslyn ke pelukannya, memeluknya seperti tadi.


Jesslyn tersenyum lebar. Dia mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Lucas. Air mata tampak mengalir dari sudut matanya, dan inilah ending yang dia inginkan dalam pernikahannya dengan Lucas. Dan akhirnya Tuhan mengabulkan harapan serta keinginan di dalam hati kecilnya.


Lucas melepaskan pelukannya. Jari-jarinya menghapus lelehan bening yang mengalir dari pelupuk mata Jesslyn, sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk lengkungan indah di wajah tampannya.


"Ya, sudah aku kembali ke ruanganku dulu. Nanti kita pulang sama-sama," ucap Lucas dan dibalas anggukan oleh Jesslyn. Pria itu menepuk kepala berhelaian coklat milik Jesslyn lalu beranjak dan meninggalkannya.


Wanita itu tersenyum lebar. Dia meletakkan kedua tangannya di depan dada. Jantungnya tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat dari sebelumnya, senyum kembali terukir di sudut bibirnya. Rasanya masih seperti mimpi dia dan Lucas akhirnya benar-benar bersama.

__ADS_1


xxx


Menjadi jomblo selama bertahun-tahun lama-lama membuat Cris merasa kesepian. Melihat Lucas yang telah memiliki istri membuatnya ingin menikah juga, meskipun dia tahu pernikahan adiknya hanya sebatas pernikahan kontrak saja, namun tetap saja dia ingin memilki istri juga.


Cris menghampiri sang kakek di ruangannya. Dan kedatangannya mengalihkan perhatian pria tua itu dari bukunya. "Kakek," panggil Cris.


"Ada apa, Cris?" tanya Kakek Qin.


"Kakek, carikan jodoh untukku juga. Aku akan ingin menikah dan memiliki pasangan juga seperti, Lucas. Kakek, bantu aku menemukan jodohku. Kau tidak inginkan, jika cucu tersayang mu ini menjadi perjaka tua yang tidak laku-laku?" ucap Cris memohon.


Kakek Qin menghela napas. "Akhirnya ada pencerahan juga untukmu. Baiklah, itu sangat mudah dan tidak sulit untuk menemukan jodohmu. Tapi Cris, kau ingin tipe wanita yang seperti apa?" tanya Kakek Qin. Dia tidak ingin salah memilihkan jodoh untuk Cuci sulungnya tersebut.


Cris tampak berpikir. "Em, seperti apa ya? Sebenarnya tidak muluk-muluk kok, Kakek. Tidak perlu yang cantik, tapi yang berkulit putih bersih, berambut panjang dan bertubuh ramping. Tinggi harus diatas 160 dan berat badan di bawah 50 diatas 30. Dia tidak perlu cantik, tapi cukup wangi saja. Rambutnya harus lurus tidak boleh keriting. Matanya harus coklat dan indah seperti mata milik Jesslyn. Itu saja cukup, Kakek." Tutur Cris panjang lebar.


Alhasil sebuah buku mendarat mulus di kepala Cris. Kakek Qin menatapnya dengan horor. "Dasar edan, jelas-jelas itu bukan muluk-muluk lagi, tapi berlebihan. Jika yang kau cari seperti itu, nikahi saja Mannequin. Dasar cucu siinting." Kakek Qin bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja.


Cris mengusap kepalanya sambil tersenyum konyol. Benar juga yang kakeknya katakan. Jika ingin yang sempurna, maka dia harus menikah dengan Mannequin, bukan manusia.


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2