
"Nicholas!!"
Jesslyn terkejut bukan main saat tiba-tiba Nicholas muncul dan menghentikan pria-pria itu yang hendak melecehkan dirinya. Diwaktu bersamaan, Mia juga muncul dan menghampirinya.
"Jess, kau tidak apa-apa kan?" tanya Mia memastikan dan membantunya untuk berdiri.
Jesslyn menggeleng meyakinkan pada wanita itu jika dirinya baik-baik saja. "Aku tidak apa-apa. untungnya kalian berdua datang Dengan tepat waktu, jika kau dan Nicholas tidak datang, entah bagaimana nasibku? Mungkin saja aku berakhir mengenaskan." Ujar Jesslyn.
"Suamimu yang menghubungi Nicholas dan meminta kami untuk datang kemari. Lucas, tiba-tiba merasakan firasat buruk. Takut sesuatu yang buruk terjadi padamu, makanya dia meminta kami untuk menjemputmu di sini. Sebenarnya dia sendiri yang ingin menjemputmu, tapi tidak bisa." Jelas Mia.
Jesslyn terdiam. Pantas saja mereka tiba-tiba muncul di perusahaan. Bukan karena kebetulan, melainkan atas permintaan Lucas. Diam-diam Jesslyn menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis, Lucas begitu memperhatikan dirinya, dan sikapnya membuat hatinya menghangat.
Nicholas berhasil melumpuhkan mereka semua, dan pria-pria itu digiring ke kantor polisi untuk di proses. Kemudian dia menghampiri istri dan mantan kekasihnya tersebut.
"Ayo pulang." Ajak Nick dan dibalas anggukan oleh mereka berdua. Mereka kemudian meninggalkan gedung perkantoran tersebut dan menuju parkiran. Mereka berdua akan mengantarkan Jesslyn pulang ke rumahnya.
xxx
Kabar kurang menyenangkan yang dialami oleh Jesslyn telah sampai ke telinga Lucas. Dia marah besar saat mendengar apa yang menimpa istri kontraknya tersebut. Para pelaku di jebloskan ke penjara sedangkan Roona sudah pasti akan di pecat dari pekerjaannya.
Setelah berkendara kurang dari tiga puluh menit. Lucas tiba di rumahnya. Ia pun segara turun dari mobilnya dan masuk ke dalam.
Tanpa menghiraukan pasangan suami istri tersebut Lucas menghampiri Jesslyn untuk memastikan keadaan. "Kau tidak apa-apa kan? Apa mereka melukaimu?" tanya Lucas memastikan, panik terlihat dari kedua matanya.
Jesslyn menggeleng. "Aku tidak apa-apa dan baik-baik saja, untungnya mereka berdua datang tepat waktu sehingga peristiwa mengerikan tidak sampai terjadi padaku." Jawabnya meyakinkan.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu. "Mulai besok aku ingin kau berhenti bekerja, Aku tidak ingin hal semacam ini terjadi lagi padamu." Lucas minta Jesslyn untuk berhenti bekerja dia masih trauma dengan apa yang nyaris menimpa istri kontraknya tersebut.
Namun sayangnya permintaan itu ditolak oleh Jesslyn. "Tidak, jika aku berhenti berhenti bekerja maka aku tidak memiliki kesibukan lagi. Aku bosan jika hanya berdiam diri tanpa ada kesibukan. Jadi aku akan tetap bekerja." Tandasnya.
Lucas menghela napas. Dia paling benci dibantah, dan keputusannya adalah hal mutlak yang harus dilakukan dan tanpa terkecuali. "Keputusanku sudah bulat dan kau di pecat!!"
Pupil mata Jesslyn membulat sempurna setelah mendengar apa yang Lucas katakan. "Mana bisa begitu? Kau tidak bisa memecat ku dengan seenak jidatmu. Ayolah Lucas, kau jangan keterlaluan." Rengek Jesslyn memohon, dia benar-benar tidak ingin berhenti bekerja.
Lucas menggeleng. "Sekali tidak tetap tidak, dan keputusanku sudah final!!" ucap Lucas menegaskan. Jesslyn merengut kesal mendengar jawaban suami kontraknya tersebut.
"Dasar menyebalkan!!" sambil menghentakkan kakinya, Jesslyn meninggalkan Lucas begitu saja dan pergi ke kamar mereka di lantai dua. Lucas menghela napas. Ternyata Jesslyn lebih keras kepala dari yang dia bayangkan.
.
.
Lagi-lagi Lucas menghela napas. Kemudian dia menghampiri wanita itu kemudian duduk berhadapan dengannya.
"Kau pasti marah dan kesal padaku, kan? Jesslyn, mengertilah... Apa yang aku lakukan ini demi kebaikanmu, aku benar-benar tidak ingin hal serupa terulang kembali padamu. Aku tidak selalu bisa berada di sisimu, untuk melindungimu. Jadi mengertilah, semua yang aku lakukan semata-mata demi kebaikanmu sendiri." Ujar Lucas mencoba meyakinkan Jesslyn.
Jesslyn menghela napas. "Aku tahu, Lu. Aku juga masih trauma dengan apa yang menimpaku. Tapi berdiam diri selama sehari penuh tanpa ada kesibukan itu rasanya sangat membosankan, untuk itu mengertilah. Aku janji padamu untuk menjaga diriku sendiri dengan baik, tidak akan aku biarkan hal serupa terjadi kembali padaku. Tapi aku mohon padamu jangan pecat aku, biarkan aku tetap bekerja." pinta Jesslyn memohon.
Lucas menghela napas. Sepertinya Dia tidak memiliki pilihan lain selain tetap mengijinkan Jesslyn untuk bekerja di kantornya. Dia sangat keras kepala dan sulit bicara dengannya.
"Baiklah, kau bisa tetap bekerja." Ucap Lucas pada akhirnya.
__ADS_1
Jesslyn tersenyum lebar mendengar apa yang baru saja Lucas katakan. Akhirnya dia mengijinkannya untuk tetap bekerja. Sungguh Lucas tidak pernah membayangkan dengan Respon yang Jesslyn berikan, wanita itu berhambur ke dalam pelukannya sambil mengucapkan terima kasih.
Lucas mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Jesslyn. "Sama-sama."
xxx
Mia menghampiri Nicholas sambil membawa es batu untuk mengompres sudut bibirnya yang membiru akibat pukulan salah satu dari pria-pria itu. Untungnya tidak ada luka fatal yang dia alami.
"Pasti sakit, ya." Ucap Mia melihat ekspresi Nicholas ketika es batu berlapis kain itu menyentuh luka memar di sudut bibirnya.
Nicholas mengangguk. "Sedikit," dan menjawab singkat.
Mia memberikan perhatian yang begitu besar padanya ketika sang suami dalam keadaan yang kurang baik. Dan perhatian Mia dan ketulusannya perlahan-lahan mengetuk pintu hati Nicholas untuk beralih padanya. Perlahan-lahan Nicholas merasakan getaran-getaran aneh ketika menatap matanya atau saat Mia tersenyum.
"Untung saja kita tiba tepat waktu, jika kita terlambat 1 detik saja entah apa yang akan menimpanya. Mungkin Jesslyn akan merasakan trauma yang berkepanjangan." Ujar Mia. Nicholas mengangguk. "Aku tidak bisa membayangkan jika aku yang berada di posisinya tadi. Itu benar-benar menakutkan."
"Jangan di bayangkan. Aku tidak ingin kau sampai membebani pikiranmu sendiri dengan sesuatu mengerikan seperti itu. Ini sudah malam , sebaiknya setelah ini pergi tidur. Jangan sampai kau begadang dan jatuh sakit. Aku tidak mau kau merepotkan ku lagi karena harus menjagamu sepanjang malam." Ujar Nicholas.
Bukannya tersinggung mendengar ucapan pria itu, mia malah terkekeh geli. Seketika dia ingat mata panda Nicholas akibat begadang semalaman hanya untuk menjaga dan menemaninya yang sedang mengalami demam akibat kehujanan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan tidur sekarang." Ucap Mia lalu bangkit dari duduknya. Tidak lupa dia membereskan wadah es batu dan salep yang dia gunakan untuk mengobati luka memar di sudut bibir Nicholas.
Nicholas menoleh dan menatap punggung Mia dengan Tatapan yang sulit dijelaskan. Nicholas menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis, bukan Jesslyn seharusnya yang dia pikirkan dan dia ingat-ingat, tetapi Mia. Karena wanita itu rela menahan sakit hanya untuk bersanding dengannya.
"Mia, aku berjanji pasti akan membahagiakanmu."
__ADS_1
xxx
Bersambung