
Sepasang suami-istri mendatangi sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di jantung kota Seoul. Malam ini mereka akan kedatangan tamu, Lucas mengatakan pada Jesslyn jika dia mengundang teman lamanya untuk makan malam di rumah mereka.
Untuk hidangan mereka memutuskan memesan dari luar, mengingat bila Jesslyn tidak pandai memasak, mereka pergi hanya untuk membeli buah-buahan, minuman dan beberapa jenis makanan ringan.
Kebersamaan mereka hanya diisi keheningan. Tidak ada obrolan antara Lucas dan Jesslyn meskipun mereka berjalan beriringan. Karena mereka sama-sama bingung harus memulai dari mana obrolannya.
Tiba-tiba Jesslyn menghentikan langkahnya dan membuat Lucas ikut berhenti juga. Mereka berhenti di rak buah-buahan segar. "Buah apa yang hendak kau beli?" tanya Lucas mengakhiri keheningan.
Jesslyn menggeleng. "Entah, aku sendiri tidak tahu. Aku rasa jeruk, apel, anggur dan semangka. Menurutmu bagaimana?" Jesslyn menoleh dan mencoba meminta pendapat pada Lucas.
Pria itu mengangkat bahunya. "Aku sih terserah kau saja. Kau yang lebih tahu dan lebih paham dariku." Jawab Lucas.
Jesslyn menghela napas. Inilah yang dia benci dari laki-laki, mereka sulit untuk dimintai pendapat. Saat seorang perempuan mencoba meminta pendapat darinya, pasti mereka akan menjawab 'terserah'kata yang paling dibenci oleh perempuan. Jesslyn salah satunya.
"Ck, apa tidak ada jawaban lain selain terserah? Lagipula yang datang adalah temanmu bukan temanku, jadi kau yang lebih memahami mereka di bandingkan diriku!!" alhasil Lucas pun kena Omelan oleh Jesslyn. Dia benar-benar kesal setengah mati pada suaminya tersebut.
Tidak ingin membuat istri kontraknya itu semakin marah dan kesal padanya, akhirnya Lucas membantu Jesslyn menentukan buah apa saja yang harus mereka beli.
__ADS_1
"Selain buah-buahan yang kau sebutkan tadi, kita bisa menambahkan persimon karena temanku sangat menyukainya." Ucap Lucas.
Persimon?! Jesslyn merasa Dejavu dengan buah itu, mantan kekasihnya juga sangat menyukainya. Di antara semua buah yang ada, dia paling menyukai persimon. Jesslyn menggeleng dan mencoba menepis pikiran konyolnya, mungkin saja hanya kebetulan, lagipula di dunia ini tidak hanya satu orang saja yang menyukai buah persimon.
"Kenapa?" Lucas menatapnya dengan bingung.
Jesslyn menggeleng. "Tidak apa-apa, hanya sedikit Dejavu saja dengan buah persimon." Jawabnya sambil beranjak dari hadapan Lucas. Jesslyn sedang memilih-milih apel dan jeruk, dia memilih yang bagus dan mulus. Melihat perubahan sikap Jesslyn, membuat Lucas sangat yakin jika itu ada hubungannya dengan mantan kekasihnya.
"Bukankah kau sangat menyukai stroberi, bagaimana kalau kau membelinya juga?" usul Lucas sambil menunjukkan satu mika stroberi berukuran jumbo pada Jesslyn. Dia mencoba menghilangkan rasa canggung di antara mereka.
"Aku bosan yang merah, aku ingin makan yang putih tapi selalu kosong. Mungkin lain kali saja." Jawabnya. Lucas mengangguk. Kemudian mereka berpindah ke rak makanan ringan.
Dan setelah mendapatkan semua yang mereka butuhkan. Kemudian Lucas mendorong troli itu menuju kasir untuk di hitung. Mereka langsung pulang dan tidak pergi kemana pun lagi, ini sudah pukul lima sore dan mereka harus bergegas pulang.
xxx
Mia memagut dirinya di depan cermin. Tubuh rampingnya dalam balutan dress sepanjang mata kaki berwarna hitam dengan hiasan mutiara yang membuat penampilannya tampak sangat elegan. Sedangkan Nick terlihat tampan dalam balutan jas hitam yang senada dengan dress yang di pakai oleh Mia.
__ADS_1
Wanita itu menoleh saat melihat Nick keluar dari kamar mandi. "Nick, marilah sebentar dan bantu aku menaikkan resleting pada dress ini." pinta Mia dan dibalas anggukan oleh Nicholas. "Bagaimana menurutmu, aku cantik tidak dalam balutan gaun ini? Ini adalah dress yang kau berikan padaku tahun lalu, dan aku belum sempat memakainya sama sekali." Ujar Mia.
"Kau selalu cantik dengan balutan gaun apapun dan itu membuatku kagum." jawab Nicholas dan membuat rona merah seketika muncul di kedua pipi Jesslyn.
"Jangan mengatakan omong kosong. sebaiknya kita bergegas sekarang supaya tidak terlambat sampai di sana, tidak enak pada tuan rumah jika sampai datang terlambat, sementara mereka mengundang kita dengan sungguh-sungguh." Ujar Mia.
Nicholas mengangguk. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya lalu memberikannya pada Mia."Pakai ini, kalau ini akan semakin menyempurnakan kecantikanmu." Ucapnya sambil membantu Mia memakai kalung tersebut.
Mia pun merasa terharu dengan apa yang Nicholas berikan padanya. sampai-sampai dia tidak bisa menahan air matanya agar tidak menetes. "Ini sangat cantik, aku menyukainya." Ucap Mia dengan senyum penuh kebahagiaan.
Bagaimana Mia tidak merasa terharu dan bahagia. Nicholas memberinya hadiah yang begitu luar biasa dan spesial, Meskipun mereka sudah menikah dan hidup bersama, tetapi Nick jarang sekali memberinya hadiah seperti ini. Dia memang tidak pernah melarang Mia untuk membeli apapun yang dia inginkan, tetapi memberinya surprise hanya sesekali saja Nicholas melakukannya.
"Apa kau menyukainya?" tanya Nicholas memastikan.
Mia mengangguk. "Tentu saja aku sangat menyukainya. ini sangat cantik, benar-benar elegan. Nick, terimakasih." Ucap Mia sambil mengurai senyum lebar di bibirnya. Nicholas menganggukkan kepala.
"Ya, sama-sama."
__ADS_1
xxx
Bersambung