
"Lucas?!!"
Tuan Valentino terkejut dengan kedatangan Lucas di kantornya. Entah angin segar apa yang membawanya datang menemuinya di jam kerja seperti ini. Tidak mungkin untuk membahas masalah pekerjaan, karena saat ini perusahaan mereka sedang tidak melakukan kerjasama.
"Lucas, duduklah." Pinta Hans Valentino mempersilahkan. "Ada hal penting apa sampai-sampai membawamu datang kemari?" tanya Tuan Valentino setelah duduk berhadapan dengan menantunya tersebut.
"Ada hal penting yang ingin aku tanyakan pada Papa, dan ini mengenai Jesslyn."
Tuan Valentino semakin di buat penasaran oleh Lucas. "Ya, tanyakan saja. Memangnya hal penting apa yang ingin kau tanyakan padaku tentangnya?Sebisa mungkin Papa lapas akan menjawabnya." Ucap Tuan Valentino.
"Pa, apa Jesslyn pernah mengalami kecelakaan yang kemudian memuatnya amnesia?" dan pertanyaan itu sedikit mengejutkan Hans Valentino. Hal tersebut terlihat jelas dari ekspresi wajahnya.
"Lu, bagaimana kau bisa tahu jika Jesslyn pernah mengalami kecelakaan dan hilang ingatan?" tanya Tuan Valentino dengan penasaran.
"Jadi benar? Dia pernah mengalami kecelakaan dan hilang ingatan?" bukannya sebuah jawaban, Lucas malah balik bertanya dan memastikannya.
Tuan Valentino mengangguk. "Ya," dan memberikan jawaban singkat.
Kedua matanya tampak berkaca-kaca, mengingat kejadian hari itu. Lelaki paruh baya itu mendongak dan mencoba menghalau agar cairan bening itu tidak sampai menetes.
Mengingat peristiwa pahit yang di alami Jesslyn alami saat itu benar-benar membuat hati Tuan Valentino berdenyut sakit. Terutama saat putrinya sendiri tidak mengenali dirinya lagi, kejadian hari itu benar-benar menjadi mimpi buruk yang tidak mungkin bisa dia lupakan sepanjang hidupnya. Dia merasa bukan ayah yang baik karena tidak bisa melindungi putrinya.
"Putriku yang malang itu. Dia begitu menderita dalam hidupnya. Melihatnya bangkit dari kematian dan hidup dengan normal seperti saat ini saja adalah sebuah keajaiban. Jangankan untuk mengenali orang lain, bahkan untuk mengenali dirinya sendiri saja dia tidak bisa." Ucap Tuan Valentino sambil menatap gamang ke depan.
"Apa yang sebanenya terjadi saat itu, Pa? Kecelakaan mengerikan seperti apa yang telah dia alami sampai-sampai membuatnya harus hilang ingatan?" tanya Lucas sambil menatap Tuan Valentino penuh tanya.
"Sangat mengerikan. Bahkan aku tidak.owrnah berpikir jika dia akan bertahan hidup dan melewati masa-masa kritisnya, padahal Dokter sendiri mengatakan sudah tidak ada harapan untuk dia bangun lagi. Tapi nyatanya keajaiban itu benar-benar datang." Tutur Tuan Valentino.
Lucas tertegun setelah mendengar cerita Ayah mertuanya, dia merasakan dadanya sesak dan nafasnya tercekat. Lidahnya terasa keluh hingga Ia tidak bisa berkata-kata, selain air matanya yang bicara. Sedangkan Tuan Valentino tidak tahu kenapa alasan Lucas ingin tahu tentang apa yang pernah Jesslyn alami di masa lalu.
__ADS_1
"Bagaimana semua itu bisa terjadi? Memangnya apa yang terjadi padanya?" tanya Lucas penasaran.
"Semua itu berawal dari..."
FLASHBACK:
"Pa, apa gaun ini cocok untukku?" Seorang gadis kecil berlari menghampiri sang ayah yang sedang membaca koran di ruang keluarga. Sedangkan sang ibu hanya memperhatikan mereka dari dapur sambil tersenyum.
Sang ayah yang mendengar suara ceria putrinya segera menghentikan kesibukannya. Lantas dia menoleh dan menatap putrinya yang saat ini berdiri di depannya dengan penasaran.
"Sangat cantik, seperti yang memakainya. Memangnya putri Papa yang cantik ini mau pergi ke mana? Sampai-sampai kau memakai gaun secantik itu? Apa kau mau menghadiri pesta ulang tahun temanmu?"
Alih-alih membalas pertanyaan ayahnya, gadis kecil itu malah tersenyum sendiri seperti orang bodoh. Ia tersipu dan wajahnya memerah, membuat sang ayah semakin bertanya-tanya.
"Papa, bertanya padamu. Jadi cepat jawab dan jangan membuat Papamu ini penasaran, Nak." pinta sang ayah.
Tuan Valentino tersedak kopi yang baru masuk ke dalam mulutnya setelah mendengar jawaban putrinya."Apa kau bilang, pengantin-pengantinan?!" kaget Tuan Valentino dengan mata membelalak sempurna.
Jesslyn berdecak sebal melihat ekspresi berlebihan dari ayahnya itu. "Oya, Pa. Supaya terlihat seperti acara pernikahan beneran bagaimana kalau kau ikut dan menjadi waliku?" usul Jesslyn.
Tuan Valentino menggeleng. "Papa, tidak mau. Kau pergi saja dengan teman-temanmu. Masa iya Papa harus ikut ke sana juga?" ujarnya.
Gadis kecil itu mengangkat bahunya dengan acuh."Ya sudah kalau tidak mau. Kalau begitu aku pergi dulu. Ma,aku pergi main, ya." Teriak Jesslyn pada sang ibu yang sedang menyiapkan makan siang di dapur.
"Hati-hati dan jangan bermain di jalan." Nasehat sang ibu dengan suara agak meninggi.
"Oke, Ma. Aku mengerti." Jawab Jesslyn.
Tuan dan Nyonya Valentino saling bertukar pandang dan menghela napas. Mereka sama-sama menggeleng melihat kelakuan putri kecilnya yang ada-ada saja tingkahnya.
__ADS_1
CKIIIITTTT ,,, !!! ,,,
BRAKKKK ,,, !!! ,,,
Keduanya menoleh seketika setelah mendengar suara mobil yang seperti mengerem tiba-tiba. Suara benturan yang cukup keras membuat mereka berdua perasaan. Perasaan mereka berdua pun menjadi tidak tenang, tanpa mengulur banyak waktu, merek segara berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Nyonya Valentino menjatuhkan spatula yang masih dia genggam di tangannya saat Ia melihat seorang gadis kecil dengan balutan gaun putih mirip gaun pengantin yang kini telah berubah menjadi warnah merah terkapar di jalan. Darahh segar menggenangii tubuh gadis kecil itu.
"JESSLYN...."
FLASHBACK END:
"Dia sempat mengalami koma selama tiga bulan sepuluh hari, Dokter mengatakan sudah tidak ada harapan untuk dia tetap hidup. Bahkan kami berdua sudah pasrah dengan keadaannya. Namun miracle datang, tepat di hari ke 100 Ia tidak sadarkan diri. Jesslyn sadar dari komanya, namun tidak bisa mengingat apa-apa." Tutur Tuan Valentino panjang lebar.
Berkali-kali dia menghapus air matanya saat menceritakan apa yang telah terjadi pada putrinya itu. Lagi-lagi Lucas hanya mampu terdiam, pria itu tidak bisa berkata-kata. Dia menunduk dalam posisi duduknya.
Semua pertanyaan yang selama ini memenuhi fikirannya kini terjawab sudah, satu fakta yang sangat menyakitkan. Jesslyn-nya tidak bisa mengingat dirinya bukan karena sengaja, namun karena sebuah kecelakaan yang merenggut semua ingatannya.
"Apa Dokter tidak mengatakan jika masih ada harapan untuk dia bisa mengingat semuanya?" Tanya Lucas,
Tuan Valentino menggeleng. "Dokter, bilang ada pembekuan di ottaknya akibat kecelakaan yang dia alami, dan menyarankan agar dia tidak berfikir terlalu keras. Karena jika itu terjadi, itu akan berpengaruh pada mentalnya, tim medis tidak berani mengambil tindakan lebih jauh karena itu bisa berakibat fatal bagi keselamatan Jesslyn. Dia bisa saja kehilangan nyawanya saat di meja operasi." Tutur Tuan Valentino.
Lucas mendongak menatap langit yang gelap dan berkabut, hatinya seperti di iris-iris mengetahui peristiwa buruk yang telah menimpa istri kontraknya tersebut.
Pantas saja Lucas merasa sejak pertemuan mereka bila Jesslyn sangat tidak asing baginya. Dan ternyata benar, dia benar-benar orang yang berasal dari masa lalunya. Seseorang yang telah melupakan dirinya akibat sebuah kecelakaan tragis yang nyaris merenggut nyawanya.
xxx
Bersambung
__ADS_1