
Setelah bertemu degan ayah mertuanya. Lucas kembali ke kantornya. Tidak lupa dia membawakan sesuatu untuk Jesslyn, yakni berupa jus buah segar kesukaannya. Tidak meminta bantuan pada orang lain, Lucas memberikannya sendiri padanya.
"Aku belikan jus segar untukmu. Sebaiknya kau minum dulu," dia meletakkan jus itu di meja Jesslyn dan pergi begitu saja.
Dan apa yang Lucas lakukan untuk Jesslyn langsung menarik perhatian para karyawannya, membuat mereka bertanya-tanya mengenai hubungan yang Jesslyn miliki dengan atasannya.
Seorang karyawan menghampiri Jesslyn untuk bertanya. "Aku lihat Presdir sangat perhatian padamu. Jangan-jangan kau dan dia memiliki hubungan spesial. Selama aku bekerja di perusahaan ini, baru kali ini kami melihatnya memberi perhatian pada orang lain. Apa kalian berdua sepasang kekasih?" tanya karyawan itu penasaran.
Alih-alih menjawab. Jesslyn malah memasukkan sepotong dark coklat ke dalam mulutnya. "Sebaiknya kau kembali ke meja kerjamu dan selesaikan pekerjaanmu jika tidak ingin lembur malam ini." Pinta Jesslyn, dia tidak ingin memberikan penjelasan apapun. Jesslyn tidak ingin jika pengakuannya malah membuat heboh seisi kantor.
Karyawan itu mendengus dan menatap Jesslyn dengan sebal. "Dasar menyebalkan!! Kenapa kau harus main rahasia-rahasiaan denganku, aku ini kan teman baikmu. Tenang saja aku tidak akan memberitahu siapapun tentang hubungan kalian berdua, ayolah beritahu aku ya."Rengek karyawan itu memohon.
Jesslyn mengambil nafas panjang dan menghilangnya. Dia paling benci dengan orang pemaksa seperti ini. Dia juga tidak bisa mempercayainya begitu saja, apalagi ini adalah hari kedua mereka saling mengenal.
"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan, Presdir. Sungguh, aku tidak berbohong. Aku sendiri tidak tahu kenapa dia begitu perhatian padaku, mungkin supaya aku betah bekerja di sini." Ujarnya.
Karyawan itu mengangkat bahunya. "Ya, mungkin saja. Tapi kau sangat beruntung karena bisa mendapatkan perhatian dari m, Presdir. Kau benar-benar membuat kami semua iri. Ya, sudah aku pergi dulu." Karyawan itu kemudian beranjak dari hadapan Jesslyn dan pergi begitu saja.
Lagi-lagi Jesslyn menghela napas untuk kesekian kalinya. Sepertinya dia harus melayangkan protesnya pada Lucas, agar tidak menunjukkan perhatian apapun padanya. Karena hal itu bisa mengundang kecurigaan orang-orang mengenai hubungan mereka berdua.
Tidak terlalu ingin ambil pusing. Jesslyn segera melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Karena lebih cepat selesai maka lebih baik, dengan begitu dia bisa pulang lebih cepat dan tidak perlu lembur.
Tiba-tiba Roona menghampirinya, sepertinya dia berniat mencari masalah dengan Jesslyn. "Ada apa? Jika kau kemari hanya untuk mencari masalah denganku, sebaiknya pergi saja karena aku tidak memiliki waktu untuk meneladani mu. Pekerjaanku masih banyak jadi Jangan menggangguku." Pinta Jesslyn tanpa menatap lawan bicaranya.
__ADS_1
"Kenapa kau sombong sekali?! Jangan mentang-mentang Posisimu di sini lebih tinggi dariku, maka kau bisa bersikap seenaknya padaku. Ingat, Jesslyn. Bagaimanapun juga Aku tetaplah senior di sini, jadi sebagai anak baru seharusnya kau bisa lebih menghargai ku." Ujar Roona.
Kemudian Jesslyn meletakkan kedua tangannya diatas meja dan menatap Roona dengan pandangan meremehkan. "Memangnya berapa harga mu? Supaya aku bisa menghargainya," ucapnya dengan seringnya yang sama.
"Kau~"
"Ini adalah jam kerja. Sebaiknya kembali ke bilik mu dan selesaikan pekerjaanmu jika kau tidak ingin mendapatkan masalah dari, Presdir. Aku yakin kau tahu betul dia orang yang seperti apa, jadi jangan macam-macam apalagi sampai membuatnya marah!!" ujar Jesslyn.
Sambil menghentakkan kakinya dengan kesal. Roona meninggalkan ruangan Jesslyn dan kembali ke biliknya. Lagi-lagi Jesslyn membuatnya kesal setengah mati.
"Tunggu dan lihat saja bagaimana aku akan membalas mu!!" Roona menggepalkan tangannya. Dia sedang menyusun rencana jahat untuk Jesslyn.
Sementara itu. Lucas terus mengawasi Jesslyn dari ruangannya. Selama Jesslyn masih bisa mengatasi permasalahannya, dia tidak perlu turun tangan langsung untuk membantunya. Lucas akan mengawasi semua karyawan yang selalu menyulitkan istrinya, Roona terutama. Jika dia sampai melewati batasnya, maka Lucas tidak akan segan-segan untuk memencetnya.
.
.
Di ruangannya, Jesslyn sedang siap-siap untuk pulang. Hanya tersisa dia sendirian, Jesslyn baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Hari ini dia harus pulang sendirian karena Lucas sedang pergi bertemu dengan clien-nya di luar.
Dan baru saja dia hendak meninggalkan ruangannya, tiba-tiba ada beberapa pria asing menghampirinya. Jesslyn tidak tahu siapa mereka dan apa tujuannya menghampirinya. "Kau yang bernama, Jesslyn!" tanya salah satu dari keempat pria itu.
Jesslyn mengangguk. "Ya," dan menjawab singkat.
__ADS_1
"Oh, jadi kalau orangnya. Ternyata kau cantik juga, pantas saja jika adikku Merasa tersaingi olehmu. Aku tidak akan melakukan sesuatu padamu, tapi tinggalkan perusahaan ini dan jangan pernah kembali lagi." Pinta pria itu menuntut.
Jesslyn menatapnya dengan tajam. "Jika aku menolaknya bagaimana? Memangnya kau itu siapa bisa seenaknya mengaturku, memangnya siapa adikmu? Aku ingin tahu siapa pengecut itu yang hanya berani bersembunyi di balik punggung kakaknya!!" ujar Jesslyn. Dia tidak terlihat takut sedikit pun meskipun yang di hadapannya adalah orang-orang berbahaya.
"Oh, ternyata kau sangat berani, ya. Jika kau tidak mau, maka jangan salahkan aku jika tidak segan-segan padamu!! Roona, dia adikku dan kau berani membuatnya tidak nyaman bekerja di sini!!" ujar pria itu.
Jesslyn tertawa meremehkan setelah mendengar jawaban pria itu. "Oh, pantas saja. Aku pikir siapa. Beritahu padanya, jika dia bukan seorang pengecut maka suruh menghadapiku sendirian, bukannya malah mengirim orang lain untuk menyingkirkan ku. Benar-benar memalukan!!"
Mendengar setiap kata yang keluar dari bibir Jesslyn membuat pria itu menjadi emosi. Dia yang mulai hilang kesabaran segera memerintahkan anak buahnya untuk memegangi Jesslyn, dia Berencana untuk memberikan pelajaran padanya.
"Pegang i dia, biar aku beri dia pelajaran!!" perintah pria itu pada anak buahnya.
Jesslyn meronta dan mencoba melepaskan diri dari dua orang yang memeganginya. Dia berteriak dan memakai mereka dengan kata-kata kasar. Tubuhnya gemetar hebat ketika Kakak Roona membuka celananya dan berusaha untuk mellecehkannya.
"Buka pakaiannya dan jangan lupa untuk merekam, agar semua orang tahu dan melihatnya, supaya tidak ada yang berani macam-macam pada, Roona!!"
"Baik, Bos!!"
"Yakk!! Lepaskan aku, kalian sudah bosan hidup, ya?! Lepaskan atau aku akan berteriak!!" Jesslyn terus meronta mencoba melepaskan cengkraman pada pergelangan tangannya, namun sulit mengingat jika tenaganya dan pria-pria itu tidak seimbang.
Tiba-tiba seseorang menarik dan mematahkan lengan pria yang hendak membuka pakaian Jesslyn. Teriakan kesakitan menggema di seluruh penjuru ruangan yang kosong itu. Sontak Jesslyn menoleh, pupil matanya membulat sempurna melihat siapa yang datang.
"Nicholas?!"
__ADS_1
xxx
Bersambung