Pernikahan 180 Hari

Pernikahan 180 Hari
Jangan Coba-Coba


__ADS_3

"Lucas, aku selalu puas kerjasama dengan mu. Kerjasama ini selalu memberikan keuntungan besar pada perusahaan ku," ucap seorang pria yang sedang duduk berhadapan dengan Lucas, dia adalah orang yang sama yang tadi tidak sengaja tabrakan dengan Jesslyn.


Lucas menuang wine ke dalam dua gelas kosong di depannya lalu memberikannya satu pada pria itu."Itulah kenapa banyak perusahaan dari luar negeri yang bersedia kerjasama dengan Qin Empire," jawabnya.


"Aku percaya. Bahkan kau benar-benar membuktikan pada dunia jika kau berhasil sukses di usia yang masih muda, 27 tahun. Bahkan aku yang sudah kepala tiga saja belum sampai ke titik itu, aku akui kau benar-benar hebat, Lu."


Pria itu memberikan pujiannya pada Lucas. Selain sebagai rekan bisnis, mereka juga pernah menjadi senior dan junior ketika kuliah dulu. Dia adalah teman kuliah Cris namun beda jurusan. Karena sering menginap di kediaman Qin, Lucas dan dia pun menjadi dekat dan akrab.


"Kau terlalu memuji, Ge." Ucap Lucas menimpali. Dia menutup matanya lalu meneguk wine-nya.


"Oya, Lu. Tadi sebelum masuk kemari, tanpa sengaja aku bertabrakan dengan seorang perempuan yang sangat cantik. Dia memiliki bola mata yang sangat indah dan warnanya Hazel, rambut panjangnya berwarna coklat terang, tubuhnya ramping dan kakinya jenjang. Dia sangat cantik sampai-sampai membuatku tidak berkedip. Ngomong-ngomong bisakah kau beritahu aku siapa namanya, dia kan bekerja di perusahaan mu dan pasti kau tahu namanya." Ujar pria itu, Jimmy.


Lucas memicingkan matanya. mendengar ciri-ciri yang disebutkan oleh Jimmy seketika dia terpikir pada satu orang. "Apa yang kau maksud adalah dia?" Lucas menunjuk Jesslyn, Dia memiliki keyakinan jika perempuan yang dibahas oleh Jimmy adalah istri kontraknya tersebut.


Jimmy menoleh. pria itu tersenyum lebar setelah melihat perempuan yang ditunjuk oleh Lucas. "Ya ya ya, benar sekali, Itu dia. Dia adalah orang yang aku maksud. Jadi dia adalah sekretaris mu, kalau begitu beritahu aku siapa namanya?" tanya Jimmy dengan begitu antusias.


"Jadi benar-benar dia?" Jimmy mengangguk."Ge, sebaiknya kau jangan macam-macam jika tidak ingin berakhir mengenaskan. Dia istriku, untuk itu jangan berani-berani menyentuhnya atau aku tidak akan segan-segan padamu!!" Ucap Lucas memperingatkan


Lucas memberikan peringatan keras pada Jimmy supaya tidak macam-macam pada Jesslyn. Meskipun Jesslyn hanyalah istri kontraknya, tetapi Lucas tidak terima Jika dia didekati oleh pria lain, setidaknya selama kontrak nikah mereka belum berakhir.


"A..apa aku tidak salah dengar? Dia istrimu, itu artinya kau sudah menikah?" seru Jimmy terkejut.

__ADS_1


Bagaimana tidak terkejut. Lucas yang selama ini terkenal dingin dan acuh pada lawan jenisnya, tiba-tiba memberitahu dirinya jika dia telah menikah dan membina rumah tangga. Bukankah itu sangatlah mustahil?


"Aku mengatakan yang sebenarnya, jika tidak percaya bisa kau bisa bertanya pada, Cris dan Kakek. Mereka berdua berani bersaksi untukku. Dan aku masih memiliki banyak bukti jika kau memang tidak mempercayainya." Ujar Lucas.


Bukan hanya Jimmy saja terkejut, tetapi teman-teman Lucas yang lain pun pasti akan berelasi sama dengan Jimmy setelah mendengar kabar jika Lucas telah menikah.


"Lalu kenapa kau tidak memberiku undangan pernikahanmu?" tanya Jimmy.


"Karena pernikahanku dan dia dilaksanakan dengan sederhana. Dia tidak ingin ada pesta yang meriah yang melibatkan ratusan bahkan ribuan tamu undangan. Keinginannya sangat sederhana, dia hanya ingin pernikahannya dihadiri oleh orang-orang terdekatnya saja." Ujar Lucas.


Jimmy mengangguk paham. Jimmy tidak berani maju lagi setelah mengetahui jika wanita itu adalah istri dari adik sahabatnya sendiri.


Tidak mungkin dia akan menikung Lucas apalagi dan menghancurkan hubungan baik antara mereka berdua. Jimmy masih waras, dan dia masih memiliki akal sehat, dia tidak ingin terkena masalah karena berani membangunkan seekor singa jantan yang sedang tidur.


Pandangan Lucas kemudian bergulir pada Jesslyn. Dia menulis pesan singkat lalu mengirimkan padanya. Lucas mengajaknya untuk pulang karena di luar sana sudah semakin gelap. Jesslyn pun mengiyakannya, lagipula Dia tidak memiliki alasan untuk tetap berada di kantor sementara para karyawan yang lain sudah pulang sejak tadi.


Alasan Jesslyn tidak segera pulang adalah untuk menunggu Lucas. Setelah insiden hari itu, Lucas tidak pernah meninggalkannya sendirian di kantor ataupun pulang tanpa dirinya. Hal itu Lucas lakukan semata-mata hanya untuk melindungi Jesslyn dari bahaya. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk sampai menimpanya.


.


.

__ADS_1


Gemerlap lampu dari gedung-gedung perkantoran dan rumah-rumah membuat suasana malam yang dingin ini menjadi cukup hangat. Terutama ketika Lucas melihat Jesslyn yang sedang tersenyum.


Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya. Mungkin dia memikirkan sesuatu hal yang lucu, atau bahagia? Mungkin suasana hati Jesslyn malam ini sangat baik. Atau mungkin dia memang sangat menyukai suasana dini hari ini. Lucas tidak tahu. Hanya saja, senyuman di wajah wanita itu membuatnya tak bisa mengontrol debar jantungnya yang tiba-tiba berdebar hebat.


"Lu, ayo kita ke sana."


Tiba-tiba, dia menggenggam tangan Lucas dan mengajaknya untuk berjalan ke puncak tertinggi bukit tempat mereka berada saat ini. Lucas melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangannya, rupanya sudah pukul 22.06 menit. Namun, rasa kantuk sama sekali tidak menyerang keduanya.


Yang bisa Lucas rasakan hanya merasakan tangan Jesslyn yang menggenggam tangannya dan dia bisa merasakan bahwa tangannya juga mulai kedinginan. Entahlah, mungkin ini karena suhu di pukul sepuluh malam ini sangat dingin.


"Kita pulang saja, aku tidak ingin kau sampai jatuh sakit karena kedinginan." Ucap Lucas. Dia mengajak Jesslyn untuk pulang sekarang, namun wanita itu malah menolaknya, dan Lucas tidak memiliki pilihan lain selain menurutinya.


Mereka berhenti setelah tiba di atas bukit. Dari sini mereka berdua bisa melihat kota dengan lampu-lampu yang menyala, yang terlihat seperti jutaan berlian yang bertaburan di kegelapan malam.


Suasana hening sesaat menyelimuti kebersamaan mereka berdua, tidak ada obrolan antara Jesslyn dan Lucas, mereka sama-sama sedang menikmati suasana yang hening namun menenangkan ini.


"Aku merasa Dejavu dengan tempat ini. Aku merasa sudah pernah berkali-kali datang kemari. Tapi sayangnya aku tidak ingat kapan itu, hanya saja aku merasa tepat ini sangat berkesan bagiku." Ucap Jesslyn mengakhiri keheningan.


Sontak Lucas menoleh. Entah kenapa dia merasa, semakin di lihat, Jesslyn malah terlihat mirip dengan seseorang yang berasal dari masa lalunya, lebih tepatnya cinta monyetnya. Tetapi Lucas tidak ingin berasumsi jika Jesslyn adalah gadis kecil itu.


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2