
Lucas menghampiri Jesslyn yang sedang menyisir rambutnya sambil membawa sebuah kotak kecil berlapis beludru merah lalu memberikannya pada wanita itu. Sontak Jesslyn mengangkat kepalanya dan menatap lelaki itu dengan bingung.
"Apa ini?" tanya Jesslyn ini sambil menatap Lucas penasaran.
"Kau bisa membukanya," jawab Lucas.
Dengan ragu, Jesslyn membuka kotak beludru tersebut dan menemukan sebuah kalung berlian yang sangat mewah di dalamnya. Kembali dia mengangkat kepalanya dan menatap Lucas dengan bingung.
"Apa kau memberikan kalung berlian ini untukku?" tanya Jesslyn memastikan.
Lucas mengangguk. "Berlian itu tadinya milik mendiang ibuku, dan itu merupakan perhiasan turun temurun keluarga ini. Sekarang kau adalah menantu keluarga Qin, untuk itu aku memberikan kalung ini padamu." jawab Lucas.
Jesslyn menutup kembali kotak tersebut lalu mengembalikannya pada Lucas. "Maaf, Lu. Tapi aku tidak bisa menerimanya, benda ini terlalu berharga untukku. Jadi ambil dan simpan kembali, benar-benar tidak bisa menerimanya." Jesslyn menggelengkan kepala. Dia menolak kalung tersebut.
"Kenapa?" Lucas menatap Jesslyn dengan bingung "Kau adalah menantu keluarga ini, dan sudah seharusnya kalung ini menjadi milikmu.
"Ya, aku tahu. Tapi masalahnya, pernikahan kita hanya sebatas kontrak saja. Maka dari itu, aku tidak berhak untuk menyimpan apalagi memilikinya. Jadi simpan kembali kalung ini dan berikan pada wanita yang kelak akan mendampingi hidupmu, bukan aku." ujar Jesslyn.
Lucas menghela napas. "Memangnya kenapa jika hanya pernikahan kontrak? Ada masalah dengan hal itu? Kau tidak bisa mengingkari fakta jika pernikahan kita tetap sah!! Selama kontrak belum berakhir, kau tetaplah istriku dan aku suamimu!! Yang artinya kau memiliki hal untuk memiliki dan menyimpan kalung ini. Ambil dan simpan baik-baik." Pinta Lucas menuntut.
"Tapi, Lu~" seru Jesslyn.
"Aku pergi dulu. Jangan lupa untuk siap-siap, ada tamu malam ini. Kakek, berencana untuk memperkenalkan mu pada seluruh keluarga Qin. Satu lagi, pakai kalung itu agar semua orang tahu jika kau adalah menantu keluarga ini." Lucas menyela ucapan Jesslyn dan pergi begitu saja.
Wanita itu menghela napas. Sepertinya tidak ada gunanya berdebat dengan Lucas yang sangat keras kepala. Meskipun tidak ingin, namun pada akhirnya Jesslyn tetap menyimpan kalung tersebut. Karena Lucas pasti tetap memaksanya meskipun dia menolak.
Setelah menyimpan kalung tersebut di tempat yang aman. Jesslyn bangkit dari duduknya dan melenggang pergi meninggalkan kamarnya. Masih ada waktu beberapa jam, ini masih jam tiga sore.
Dari lantai dua kediaman Qin, samar-samar Jesslyn mendengar dua orang sedang mengobrol. Suaranya terdengar familiar dan tidak asing di telinganya. Untuk memastikannya, Jesslyn melenggang turun guna memastikan apakah benar-benar orang itu atau bukan.
__ADS_1
xxx
Sebuah sedan hitam berhenti di halaman luas kediaman Qin. Seorang wanita cantik berambut sebahu terlihat keluar dari mobil tersebut. "Apa Lucas ada di dalam?" tanya wanita itu pada seorang tukang kebun.
"Ada, Nona. Tuan Muda, baru saja tiba." Jawabnya.
Dengan angkuh. Wanita itu melenggang memasuki kediaman Qin. Dan kedatangannya di sambut oleh Mantan Kepala Shin, Shin Anna. "Nona Amanda, apa Anda datang untuk bertemu dengan Tuan Muda?" tanya wanita itu dengan ramah.
"Ya, apa dia ada?" tanya Amanda.
Shin Anna mengangguk. "Ada, Tuan Muda baru saja pergi ke taman belakang. Nona, ingin menemuinya?" tanya Shin Anna.
"Tentu saja, karena aku datang untuk bertemu dengannya. Lalu di mana wanita itu? Apa dia tidak ada di rumah?" tanya Amanda mencari keberadaan Jesslyn.
"Wanita itu? Maksud Nona adalah wanita penyihir itu? Dia ada di kamarnya, untuk apa Nona mencarinya?" tanya Anna.
Amanda menggeleng. "Tidak apa-apa, aku hanya malas saja jika harus bertemu dengannya. Wanita itu seringkali membuatku kesal dan emosi," jawab Amanda menimpali.
"Yang anda katakan benar, Nona. Dan Karena Wanita itu, posisi saya sebagai Kepala Pelayan di cabut oleh Tuan Besar. Saya benar-benar sakit hati pada wanita itu, rasanya Saya ingin sekali menghabisinya." Ucap Anna sambil mengepalkan tangannya.
Amanda menatap Anna penuh selidik. "Kau tidak menyukai wanita itu?" tanyanya memastikan. Anna mengangguk. Membuat seringai di bibir Amanda mengembang lebar. "Bagus sekali. Bagaimana jika kita bekerja sama untuk menyingkirkannya?" ucap Amanda memberi usul.
"Memangnya siapa yang ingin kau singkirkan?" sahut seseorang dari belakang.
Sontak keduanya menoleh dan mendapati Jesslyn yang sedang menuruni tangga dan menghampiri mereka berdua. Seringai tampak terpatri di sudut bibirnya. Amanda dan Anna memberikan tatapan mematikan padanya, jelas sekali terlihat kebencian di mata mereka berdua.
"Kenapa kalian berdua diam saja? Ayo, cepat jawab pertanyaanku. Memangnya siapa yang ingin kalian singkirkan?" tanya Jesslyn, wanita itu menatap keduanya bergantian.
Namun tidak ada jawaban dari Amanda ataupun Anna. Mereka berdua sama-sama diam dan tidak ada yang ingin menjawab pertanyaan Jesslyn. Anna dan Amanda saling bertukar pandang. Seperti saling melempar kode melalui bahasa non verbal.
__ADS_1
"Ayo jawab, sampai kapan kalian akan diam saja? Aku tidak tuli sehingga bisa mendengar semua yang kalian bicarakan. Kalian ingin menyingkirkan ku, bermimpi saja!! Karena aku tidak mudah untuk disingkirkan!!" ucap Jesslyn menegaskan, dia menatap mereka berdua bergantian.
Mendengar suara ribut-ribut di dalam, Lucas pun bergegas masuk untuk melihat apa yang terjadi. Dari kejauhan Lucas melihat Jesslyn yang berhadapan dengan Amanda dan Anna.
"Ada apa ini?" tegur Lucas menengahi perdebatan ketiga wanita tersebut.
Ketiganya menoleh dengan kompak. Amanda menghampiri Lucas sambil memasang wajah sedih yang dibuat-buat, sedangkan Jesslyn terlihat memutar Jingga matanya melihat tingkah wanita itu.
"Lucas, berikan keadilan untukku. Istrimu menindas ku dengan keji. Tidak hanya itu saja, lihatlah wajahku yang dicakar olehnya. Lucas, dia menganiaya aku. Untuk itu tolong dan selamatkan aku darinya," pinta Amanda memohon.
Tidak ada tanggapan dari Lucas. Dia hanya menatap sekilas ke arah Amanda lalu melewatinya begitu saja. Dia menghampiri Jesslyn kemudian meraih tangan kanannya.
"Apa tanganmu baik-baik saja?" tanya Lucas memastikan. Jika kau ingin menghajarnya, baiknya jangan tanggung-tanggung. Jangan korbankan kuku mu yang cantik ini, pergi ke dapur dan ambil garpu.
Ucap Lucas memberi saran.
Sontak kedua pupil mata Amanda membulat sempurna mendengar apa yang baru saja Lucas katakan. "Lucas!!" teriaknya marah. "Apa maksud ucapanmu itu, di mana simpatimu padaku? Aku adalah korban dari keganasan istrimu, seharusnya kau bersimpatik padaku!!" bentak Amanda. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan Lucas.
Jesslyn menyeringai tajam. "Kau memberiku ide yang sangat brilian, sepertinya lain kali patut dicoba." Ucap Jesslyn sambil mengerlingkan matanya pada Lucas.
Seketika Amanda merinding sendiri melihat pasangan di depannya. Kalian benar-benar pasangan Psycho , kalian gila, kalian tidak waras!!" teriak Amanda dan pergi begitu saja.
Dia merinding sendiri mendengar apa yang dikatakan oleh Jesslyn dan Lucas. Dan untuk sekarang Amanda memilih mencari jalan aman, sedangkan Anna sudah menghilang sejak tadi.
Jesslyn menatap Lucas dan tertawa. Tidak disangka dia akan memberikan ide gila sekaligus menggelikan padanya, dan itu sangat berguna. Buktinya Amanda ketakutan kemudian pergi begitu saja.
"Dasar konyol," ucap Jesslyn dan pergi begitu saja.
Diam-diam Lucas menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis. Dia berbalik kemudian melenggang pergi. Semakin lama jarak antara Lucas dan Jesslyn semakin merenggang, dan tidak menutup kemungkinan jika akhirnya mereka akan saling jatuh cinta pada akhirnya.
__ADS_1
xxx
Bersambung