Pernikahan 180 Hari

Pernikahan 180 Hari
Tidak Saling Mengenal


__ADS_3

Malam telah tiba. Tepat pukul 18.45 Jesslyn dan Lucas selesai menyiapkan jamuan makan malam. Tamu yang mereka tunggu-tunggu belum tiba, teman Lucas menghubunginya dan mengatakan akan datang sedikit terlambat karena terjebak macet. Sedikitnya ada sepuluh menu berbeda yang mereka pesan dari luar, bukan dari cafe biasa melainkan makanan hotel bintang lima.


Jesslyn menoleh. Menatap Lucas dengan pandangan bertanya. "Apa mereka masih lama sampainya?" tanya Jesslyn memastikan.


Lucas menggelengkan kepala. "Aku sendiri tidak tahu, mungkin sebentar lagi, jadi kita tunggu saja." Ucapnya dan di balas anggukan Jesslyn.


Sambil menunggu. Jesslyn memutuskan untuk mengganti pakaiannya. Setelah berpamitan pada Lucas, Jesslyn pergi begitu saja. Dia merasa kurang nyaman dengan pakaian yang ia kenakan sekarang, dan Jesslyn berencana mengganti dress itu dengan derasnya yang lain.


Tidak lama setelah kepergian Jesslyn, tamu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Lucas menyambut mereka berdua dan mempersilahkan keduanya untuk masuk. Lucas dan Nicholas saling melepas rindu dengan berpelukan, ini adalah pertemuan mereka setelah dua tahun.


"Maaf, kami datang terlambat." Ucap Nicholas penuh sesal.


Lucas menggeleng. "Tidak apa-apa. Ayo masuk, kita langsung ke meja makan saja. Mengobrolnya bisa kita lanjutkan nanti setelah makan malam,"


"Ngomong-ngomong di mana istrimu? Aku benar-benar penasaran dengan wanita yang berhasil mencairkan es mu yang sudah lama beku. Oya Lu, kenalkan... ini adalah Mia, istriku." Nicholas memperkenalkan Mia pada Lucas.


Mereka berjabat tangan sebentar tanpa ada perbincangan. Baik Mia maupun Lucas sama-sama bingung harus berkata apa, apalagi Lucas bukanlah tipe pria yang suka basa-basi, dia selalu to the point.


Dan kedatangan Jesslyn menginterupsi obrolan mereka bertiga. Lucas tersenyum lebar melihat kedatangan istrinya.


"Itu dia. Jess, kemari lah tamu kita sudah tiba." Seru Lucas.


Tubuh Jesslyn mendadak kaku ketika melihat punggung lebar itu. Meskipun posisi orang itu memunggungi, namun dia dapat mengenalinya dengan mudah. Dengan langkah berat, Jesslyn menghampiri mereka bertiga, jantungnya lebih cepat dari sebelumnya, ada rasa sesak menghimpit dadanya. Dia terus bertanya-tanya apakah benar-benar orang itu atau hanya sekedar mirip saja?

__ADS_1


Sontak Nick menoleh dan membuat dua pasang mata berbeda warna itu saling bertemu dan bersirobok. Tubuh Nicholas seketika menegang saat melihat siapa wanita yang sedang menuruni tangga.


"Jesslyn," dia bergumam lirih, sangat lirih namun suaranya masih bisa didengar jelas oleh Mia. Mia menoleh dan menatap sang suami dengan tatapan tak terartikan.


"Nick, Apa kau mengenalnya?" tanya Mia memastikan. Perasaannya mulai tidak enak. "Apa dia mantan kekasih, Nick, dan juga orang yang dia cintai sampai detik ini?" gumam Mia membatin.


Nick menggeleng. "Tidak, aku tidak mengenalnya." Jawab Nick sambil tersenyum ke arah Mia. meyakinkan padanya jika iya benar-benar tidak mengenal Jesslyn, meskipun pada kenyataannya Nicholas mengenalnya dengan sangat baik. Dia hanya berusaha untuk menjaga perasaan Mia, Nick tidak ingin melukai perasaan wanita yang sudah sangat tulus padanya.


Dan jawaban Nicholas di dengar jelas oleh Jesslyn. Wanita itu tidak bereaksi sama sekali. Dia terlihat tidak peduli dengan apa yang baru saja di katakan oleh Nicholas. Jesslyn menghampiri Lucas sambil tersenyum lebar, membuat pria itu ikut tersenyum juga.


"Jess, aku ingin mengenalkan mereka padamu. Dia Nicholas dan ini istrinya, Mia.",


Jesslyn tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya pada Nicholas dan Mia. "Aku Jesslyn, istri Lucas. Kami sudah menunggu kalian dari tadi. Ayo, kita makan malam sekarang." Ucap Mia. Dia mengajak Nicholas dan Mia untuk pergi ke meja makan. Jesslyn dan Nicholas bersikap layaknya orang asing yang tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Alasan mereka hanya satu, yakni menjaga perasaan pasangan masing-masing.


.


.


"Lu, kau hebat sekali karena bisa mendapatkan istri yang sangat cantik. Sepertinya kekhawatiran ku sudah tidak berarti lagi, karena kau mendapatkan pasangan yang sempurna. Beri tahu aku, Bagaimana awalnya kalian bisa bertemu kemudian mengenal dan memutuskan untuk menikah? Sedikit berbagi kisah denganku, sahabatmu!!" pinta Nicholas, dia sangat penasaran bagaimana Lucas dan Jesslyn bisa saling mengenal dan akhirnya jatuh cinta.


"Panjang ceritanya. Intinya kami berdua memiliki banyak kesamaan, dari rasa nyaman akhirnya aku dan dia memutuskan untuk menikah." Jawab Lucas.


Nicholas sedikit terkejut mendengar jawaban Lucas. Apa mungkin mereka menikah tanpa cinta? Dia bertanya-tanya. "Apa kau dan dia tidak saling mencintai?" tanya Nicholas memastikan.

__ADS_1


"Cinta?" Lucas menggumamkan kata tersebut. Cinta, apakah dia dan Jesslyn saling mencintai? Lucas bertanya-tanya dalam hati, dan jawabannya adalah tidak, karena pernikahan mereka bukan dilandasi oleh cinta. "Ya, aku dan dia saling mencintai." Jawab Lucas berdusta.


Nicholas tersenyum. "Kau membuatku jantungan saja, aku pikir kau tidak mencintainya. Karena sangat aneh jika kau tidak mencintai istrimu sendiri yang secantik itu." Ucapnya sambil tersenyum simpul.


Lucas menatap Nicholas dengan penasaran. Dia memicingkan matanya dan bertanya-tanya kenapa Nicholas sangat tertarik untuk mengetahui perihal rumah tangganya dengan Jesslyn? Tiba-tiba Lucas terdiam saat teringat sesuatu. Mungkinkah Nicholas adalah mantan kekasih Jesslyn? Gumamnya membatin.


Sementara itu. Masih di tempat yang sama namun di lokasi berbeda. Dua wanita tampak asik dan larut dalam obrolan. Siapa lagi jika bukan Jesslyn dan Mia. Mereka membahas tentang Nicholas. Jesslyn sedikit tertarik dengan hubungan mereka berdua.


"Kenapa kau dan dia bisa menikah jika tidak saling mencintai?" tanya Jesslyn penasaran.


"Mungkin karena Nicholas merasa kasihan padaku. Dia masih mencintai mantan kekasihnya sampai detik ini dan belum bisa melupakannya. Selama ini aku selalu berusaha untuk mendapatkan hatinya, namun sulit, karena hari dan cintanya hanya untuk orang itu." Ujar Mia dengan mata berkaca-kaca.


"Orang itu siapa?" tanya Jesslyn penasaran.


"Mantan kekasihnya." Jawab Mia.


Jesslyn tiba-tiba diam setelah mendengar apa yang Mia katakan. Mungkinkah yang Mia maksud adalah dirinya? Apakah orang yang dicintai oleh Nicholas sampai detik ini adalah Dirinya? Jesslyn menggeleng, tidak mungkin. Jikapun benar, Jesslyn tidak mau peduli. Lagipula mereka telah memiliki kehidupan masing-masing.


"Kalau begitu kau harus lebih berusaha lagi,buktikan padanya jika kau memang layak mendapatkan hati dan cintanya. Karena jika bukan dirimu, lalu siapa lagi? Jangan biarkan orang lain memiliki hatinya, buat dia mencintaimu bagaimana pun caranya, hanya mencintaimu seorang." Jesslyn memberikan nasehat pada Mia supaya dia lebih berusaha lagi.


Mia tersenyum dan mengangguk. "Tentu, aku sudah berjalan sejauh ini jadi tidak akan menyerah begitu saja. Terimakasih sudah memberikan nasihat padaku." Ucapnya sambil tersenyum lebar.


"Sama-sama,"

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2