Pernikahan 180 Hari

Pernikahan 180 Hari
Jamuan Makan Malam


__ADS_3

Sebuah Lamborghini Veneno berhenti di depan sebuah boutique mewah yang memiliki dua lantai. Seorang lelaki tampan dan perempuan cantik keluar dari mobil sport mewah tersebut. Mereka berdua berdiri berdampingan menatap bangunan dua lantai tersebut.


"Jadi boutique ini milik keluargamu?" tanya si lelaki pada perempuan di sampingnya.


Perempuan itu yang pastinya adalah Jesslyn menganggukkan kepala. "Ya," dan menjawab singkat.


"Kenapa harus tutup? Bukankah boutique ini selalu ramai. Aku sering lewat sini dan melihat boutique ini tidak pernah sepi dan selalu full pengunjung." Tanya Lucas penasaran.


"Sejak Mama tiada, aku memutuskan untuk menutup detik ini sementara. Dan aku berencana untuk membukanya kembali awal bulan nanti," jawab Jesslyn.


Hampir setiap hari Jesslyn selalu di teror oleh pelanggan tetap Boutique milik mendiang Ibunya. Mereka selalu bertanya Kapan Boutique akan buka kembali dan Jesslyn tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Mereka mendesak supaya Jesslyn membukanya kembali


Karena semenjak Boutique tutup, mereka bingung harus pergi ke mana ketika hendak menghadiri acara-acara penting perusahaan suami masing-masing. Karena mereka selalu mempercayakan gaunnya pada JS Boutique.


"Terus terang saja aku sangat tertarik untuk bekerja sama dan menanam investasi besar di boutique ini. Itupun jika kau tidak keberatan, aku juga bisa membantumu menghadirkan para desainer ternama luar negeri untuk bekerja di sini supaya boutique ini jauh lebih maju dari sebelumnya." Ujar Lucas.


"Aku rasa tidak ada masalah dengan hal itu. Jika kau serius ingin bekerja sama dan menanam saham di Boutique ini, dengan senang hati aku akan menerimanya. Dan kita bisa membicarakannya lagi nanti," sahut Jesslyn berujar.


Lucas menganggukkan kepala. "Ayo, acaranya di mulai 30 menit lagi. Kita tidak boleh terlambat tiba di sana," ucap Lucas dan dibalas anggukan oleh Jesslyn.


Mereka hendak pergi menghadiri jamuan makan yang diadakan oleh salah satu rekan bisnis Lucas. Dia mengajak Jesslyn untuk ikut bersamanya supaya semua orang tahu jika dia sekarang sudah menikah dan memiliki istri. Agar tidak ada wanita genit yang mencoba untuk mengejar dan menggodanya.


.


.

__ADS_1


Setelah lima belas menit berkendara, mereka tiba di tempat acara. Banyak mobil mewah yang terparkir dan berjajar di halaman sebuah hotel berbintang 5 di mana acara dilangsungkan.


Bisa dilihat dari semua mobil para tamu undangan. Sudah bisa dipastikan jika yang datang adalah mereka yang berasal dari kalangan atas. Termasuk Lucas salah satunya.


"Ayo," Lucas mengulurkan tangannya pada Jesslyn yang kemudian di sambut dengan senang hati olehnya. Keduanya berjalan beriringan memasuki hotel tempat jamuan makan malam itu di langsungkan.


Kedatangan Lucas dan Jesslyn seketika menyita perhatian puluhan pasang mata yang ada di sana. Orang-orang saling berbisik-bisik membicarakan mereka berdua. Lebih tepatnya sosok jelita yang berjalan di samping Kevin, bukan karena mereka tidak tahu siapa perempuan itu.


Nama Jesslyn cukup terkenal di dunia perbisnisan. Mereka yang bekerja sama dengan Valentino Group pasti mengenal Siapa gadis itu. Hampir semua orang tahu jika perempuan yang datang bersama Lucas adalah putri dari pemilik Valentino Group. Yang menjadi pertanyaannya adalah, hubungan mereka berdua.


Jesslyn menggenggam lengan Lucas dengan erat. Dia berbisik pelan di telinga kanannya. "Kenapa semua orang melihat kita seperti itu? Apa mungkin ada yang salah di mukaku?" ucap Jesslyn setengah berbisik. Dia benar-benar merasa tidak nyaman dengan tatapan orang-orang yang ada di sekelilingnya.


Lantas Lucas menoleh dan menatap gadis itu dengan seurai senyum tipis. "Mungkin Karena Kau terlalu cantik, makanya mereka terpesona padamu."


Semburan merah muncul di kedua pipi Jesslyn setelah mendengar apa yang baru saja Lucas katakan. Apa telinganya sedang bermasalah atau dia yang salah dengar, Lucas menyebutnya cantik? Konyol, emangnya harusnya seorang istri yang dikontrak menyebut cantik istri kontraknya?


Langkah mereka terhenti. Seseorang menyapa Lucas mempertanyakan tentang perempuan yang datang bersamanya. Dan dengan gamblannya, Lucas mengatakan pada orang itu jika Jesslyn adalah istrinya.


"Jadi berita itu benar, Anda benar-benar sudah menikah? Selamat untuk pernikahan Anda, Tuan Muda Qin. Anda memiliki istri yang sangat cantik. Halo Nona, perkenalkan saya Harry Lee, dan saya adalah rekan bisnis suami Anda." selain memberikan pujiannya atas kecantikan Jesslyn, Harry juga memperkenalkan dirinya pada wanita itu.


Jesslyn membungkuk. Membalasnya dengan senyum tipis tanpa mengatakan apapun pada lelaki tersebut. Dia tidak perlu banyak cara karena Lucas sudah pasti memperkenalkan dirinya.


Satu persatu kolega Lucas menghampiri mereka berdua dan mengucapkan selamat padanya.


Meskipun pernikahan Lucas dan Jesslyn di lakukan secara tertutup, namun beritanya begitu cepat tersebar. Dan orang-orang ini mengetahui tentang pernikahan Lucas dan Jesslyn dari mulut ke mulut.

__ADS_1


Dan sementara itu. Ada sepasang mata yang menatap mereka tidak suka. Dia adalah Sammy Lim, Sammy juga menghadiri acara jamuan makan ini.


Awalnya dia begitu antusias saat melihat Jesslyn juga datang ke acara malam ini. Namun ketika melihat interaksi antara Jesslyn dan Lucas membuat Sammy menjadi sangat kesal.


"Sammy, jangan macam-macam kau apalagi membuat malu, Papa," bisik Tuan Lim memperingatkan. Dia melihat Sammy menghempaskan tangannya dan menatap tidak suka mereka berdua.


"Memangnya Apa hebatnya dia sampai-sampai orang-orang bodoh itu begitu berlebihan padanya." Ucap Sammy sambil menatap Lucas tajam. Dan melihat sikap mereka yang terlalu berlebihan membuat Sammy semakin tidak menyukainya.


"Karena dia hebat. Dia berhasil membawa perusahannya masuk ke dalam tiga besar sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia. Padahal dia menjabat CEO baru satu tahun," jawab Tuan Lim.


Sammy mendecih. "Cih, begitu saja sudah di bilang hebat. Benar-benar menyebalkan." Ucapnya sinis.


Rasa kesal yang Sammy rasakan sedikit terobati oleh senyum yang tersungging di bibir Jesslyn. Meskipun senyum itu bukan untuk dirinya namun senyum itulah yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Sepertinya aku memang perlu memberikan ucapan selamat pada mereka berdua." Ucap Sammy. Dia mengukir seringai misterius di sudut bibirnya, tentu saja sebuah rencana licik muncul di benaknya.


Tanpa menghiraukan sang ayah. Sammy menghampiri mereka berdua. Bukan ucapan selamat melainkan sebuah ajakan dansa pada Jesslyn.


"Halo, Nona. Sebentar lagi acara Dansa akan segera di mulai, maukah Anda berdansa dengan saya?" ucap Sammy sambil mengulurkan tangannya pada Jesslyn.


Tentu saja yang Sammy lakukan membuat Jesslyn sedikit terkejut. Perempuan itu menggelengkan kepala. "Maaf, silahkan cari pasangan lain saja karena aku sudah bersuami." Ucap Jesslyn sambil memeluk lengan Lucas. Membuat kontak mata diantara mereka tidak terhindarkan.


"Kau sudah mendengar jawabannya bukan. Silahkan pergi,"


Sammy mengepalkan tangannya. Dia menahan diri supaya tidak terpancing emosi. Sammy tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri di depan semua orang-orang ini. Akhirnya memilih mengalah dan pergi dari hadapan mereka berdua.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2