
Di pagi hari yang cerah dengan warna langit yang biru tanpa adanya mendung, dengan sinar matahari yang mulai naik menyinari kulit Elang yang putih bersih, dan juga angin yang semilir berhembus tenang mengayunkan rambutnya yang tertata rapi, memperlihatkan ketampanannya bagaikan bak para oppa yang siap menjemput wanita yang sangat di cintai. hari ini dia sengaja menaiki mobil sportnya sendiri untuk menjemput Ara namun para bodygardnya tetap mengikutinya dari belakang.
"Waahhhh nona cantik sekaliiiii." Ara terlihat ,sangat cantik, di balut dengan gaunnya yang pas di tubuhnya, dengan rambut yang di urai terkepang rapi di atas telinga memperlihatkan betapa anggun dan elegannya dia. sudah pasti orang yang melihatnya tidak akan mudah mengenalinya.
"Aahhh bibik bisa aja, jangan gitu dong bik Ara malu nih." Ara tidak pernah memakai baju sebagus itu namun hari ini dia bisa memakainya dan semua itu terasa mimpi baginya.
"Nona, Tuan muda sudah datang, nona sudah di tunggu di depan." ucap salah satu pelayan yang baru datang di ruangannya.
"Baiklah bik, saya akan segera kesana." ucap Ara. Hari ini Elang akan mengadakan jumpa pers di salah satu restoran terbesar di kota J untuk mengumumkan kalau kekasih tercintanya sudah datang dari luar negeri. dengan begitu Elang berharap Angel akan pergi meninggalkannya. Elang sudah merasa risih dengan sifat Angel yang selalu mengejarnya tanpa henti, bahkan Angel pernah menjebaknya dengan memasukkan obat tidur di minumannya. namun untung saja minumannya tidak di habiskan semua jadi Elang masih memiliki kesadaran. entah caranya ini berhasil atau tidak dia harus tetap mencobanya.
"Selamat pagi pak." Ara menyapa semua body gard Elang dengan sopan.
"Silahkan masuk nona." salah satu dari bodygard membukakan pintu mobil untuk Ara.
"Iyaa terimakasih." Ara tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih pada siapapun yang sudah membantunya.
"Pagi pak." Ara menyapa Elang.
"Ternyata kamu cantik juga, tidak kalah cantiknya dengan model papan atas." Elang memuji kecantikan Ara.
"Ohh terimakasih pak." Ara merasa malu di puji atasannya.
"Dan juga mulai sekarang panggil saja Elang jangan pak." perintah Elang.
"Tapi pak, " Ara merasa tidak nyaman harus memanggil atasannya seperti itu.
__ADS_1
"Apa kamu ingin menghancurkan semua rencana yang sudah saya rancang selama ini, dan yang pasti kamu juga sudah tau kalau saya yang akan lebih dulu menghancurkanmu tanpa sisa." belum di mulai saja Elang sudah mengancamnya dengan kejam kalau saja Ara tidak melakukan perintahnya.
"Ohh tidak pak, ehh Elang maksud saya, saya akan menuruti perintahmu." Ara masih sangat canggung.
"Kamu harus membiasakannya mulai sekarang." Elang mengingatkannya lagi.
"Iyaaaa Elang, siapp." Ara hanya bisa pasrah mengikuti kemauan atasannya, demi orang tuanya.
Di sisi lain
Angel sudah sangat marah mendengar berita kalau kekasih Elang sudah datang, namun dia tidak akan tinggal diam.
"Elang kita lihat saja,aku akan membuatmu bertekuk lutut di kakiku, kalau aku tidak bisa memilikimu berarti tidak boleh satupun wanita di dunia ini untuk memilikimu." Angel kesal melihat berita yang di siarkan di tv tadi.
"Haloo tante hikshikshiks." Angel menelfon Susi sambil menangis.
"Elang tante, Elang, dia benar-benar memiliki wanita lain." Angel mengadu pada Susi.
"Tenang saja Ngel, tante punya rencana. kita harus datang ke acara jumpa pers terlebih dahulu sebelum elang datang atau semuanya akan terlambat." Susi merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan Ara.
"Baik tante." mereka mengakhiri telfonnya dan Angel langsung berangkat ke acara jumpa pers. saat Susi sudah sampai di tempat jumpa pers semua kamera menuju padanya, para wartawan memberi banyak pertanyaan tentang kekasih Elang.
"Sebenarnya kekasih putra saya Elang adalah wanita yang berdiri di samping saya Angelia Underson penerus perusahaan MT group putri dari teman baik almarhum suami saya." ucap Susi dengan tegas dan Angel yang di sebelahnya hanya menangis.
"Namun tiba-tiba ada wanita lain yang menggoda putra saya, dia wanita yang tidak tahu diri merebut calon suami orang." tambahnya Susi dengan ekspresi yang sangat marah.
__ADS_1
Dan tidak lama kemudian Elang datang turun dari mobilnya. namun orang yang di sana tidak menyambutnya dengan baik, mereka semua melempari makanan busuk, telur dan saos ke arah Ara, Elang yang melihatnya reflek memeluknya dengan maksud melindunginya dan tanpa sepengetahuannya ada seseorang yang melempar batu mengenai kepala Ara dan Ara jatuh pingsan.
"Bawa Ara ke rumah sakit sekarang." Elang menyuruh salah satu bodygardnya untuk membawa Ara ke rumah sakit dan yang lain melindungi Elang di sana.
"Apa ucapan ibu tuan benar ada nya?" semua wartawan berbondong-bondong bertanya masalah wanita yang menggodanya.
"Itu sama sekali tidak benar, saya dan Angel hanya di jodohkan, kami berdua tidak memiliki hubungan, dan saya juga sudah menolaknya dengan baik-baik." ucap Elang dengan tegas.
"Lalu siapa wanita yang bapak sebut sebagai kekasih, kenapa bapak baru mengenalkannya ke publik sekarang, apa bapak tidak sungguhan menjalin hubungan." semua tidak sesuai dengan rencananya, dia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
"Semua itu tidak benar, saya diam karna saya hanya ingin memberi kejutan pada semua orang, dan sebentar lagi kami juga akan menikah, tapi saya tidak menyangka kalian memperlakukan calon istri saya layaknya sampah." imbuhnya Elang dengan nada marah. semua yang mendengarnya terkejut termasuk mamanya dan juga Angel. Elang langsung pergi meninggalkan semua wartawan yang masih terus memanggil dan mengejarnya untuk bertanya lebih banyak lagi, namun Elang tidak menghiraukan panggilan wartawan tersebut.
"Martin antarkan saya ke rumah sakit." Elang memikirkan kondisi Ara, karna bagaimanapun juga ini ulah mamanya.
"Baik tuan." Martin langsung membawa Elang ke mobil dan mengantarkannya ke rumah sakit.
"Lalu apa rencana pabos sekarang, apa pabos akan menikahi Ara?" Martin bertanya pada Elang yang dari tadi hanya diam saja.
"Apa menurutmu ada cara lain untuk menjaga nama baik perusahaan?" Elang ganti bertanya pada Martin
"Hemmm tidak ada pabos, menurut saya semua sudah terlanjur." ucap Martin
"Jalan satu-satunya untuk menjaga nama baik perusahaan dengan menikahi gadis kecil itu, paksa dia bagaimanapun caranya, kalau dia tetap menolak jadikan keluarganya sebagai umpan." Elang sekarang sudah sangat marah, yang dia fikirkan hanya bagaimana cara menjaga nama baik perusahaan papanya tetap berdiri tegak. sebenarnya dia sangat ingin memusnahkan Angel tapi dia tidak ingin menyakiti anak dari teman baik papanya dulu. dia sudah tidak memiliki cara lain selain menikahi Ara.
Haaaayy readersss terimakasih sudah mampir ke novelku, maaf yaaa kalau masih ada typo
__ADS_1
semoga menghibur kalian semuaa
jangan lupa tinggalin jejak kalian yaa, 😉😉🙏🙏🙏🙏🙏