PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Kebahagiaan


__ADS_3

Β 


Alarm Ara sudah berbunyi, menandakan kalau dia harus bangun. walaupun matanya masih sangat lengket dan badannya terasa lelah, itu semua tak mengurungkan niatnya. Ara langsung bangun, mandi dan sholat subuh lalu bersiap-siap untuk berangkat ke kantor Word Group. Ara hanya berjalan kaki menuju kantornya, karena hanya berjarak sekitar 100m. di perjalanan, ara menikmati sejuknya angin pagi sambil melihat orang yang berjalan di trotoar dan tanpa di sengaja ara melihat sebuah mobil melaju di jalan dengan pelan,dan orang tersebut hanya melihat ara tanpa ekspresi.


"hiizzzz dasar cowok nyebelin,di senyumin malah acuh kayak gitu, sombong bangettt." umpat Ara dalam hati dengan kesal karena tadi Ara sempat tersenyum menyapa namun pria tersebut malah membuang muka. Sesampainya di kantor Ara langsung menuju ke ruangan interview.


Di sisi lain Elang yang sudah sampai kantor langsung menuju ruangannya.


"Selamat pagi pak." sapa para karyawan namun elang hanya diam saja.


"Martin keruanganku sekarang." perintah Elang.


"Baik pak" jawab Martin yang langsung berjalan di belakang atasannya.


"Gimana hasil dari meeting dengan klien kemarin,apa mereka mau bekerja sama dengan perusahaan kita?" elang bertanya kepada Martin,karena kemarin tugasnya di serahkan kepada sekretarisnya.


"Tentu saja pak, justru mereka sudah menanda tangani kontraknya,perfect bukan, namun kemarin ada sedikit masalah hemm." tutur Martin.


"Masalah apa?" Elang bertanya penasaran.


"Aku bertemu dengan tante Susi, dia menanyakan kabar pak Elang dan saya menjawab kalau bapak baik-baik saja." jawab Martin, Susi adalah ibunya Elang.


"Lalu di mana letak masalahnya?" Elang semakin penasaran tentang masalah apa yang sudah membuat Martin gugup untuk berbicara.

__ADS_1


"Aku mendengar percakapan tante Susi dengan teman-temannya,tante Susi berencana akan menjodohkan pak bos dengan Angelia Undersone putri dari pemilik perusahaan MT Group teman dari papa pabos." Martin menjelaskan panjang lebar.


"Mama memang tidak pernah berubah, dari dulu selalu saja menggangguku." Elang merasa kesal dengan mamanya. Susi tidak pernah berubah setelah kematian suaminya.


"Mungkin mama pabos sudah menginginkan cicit hehe." Martin mencoba meledek bosnya yang terlihat sedang menahan amarah.


"Tutup mulutmu, aku akan segera menghilangkan keinginan mama jauh-jauh." Elang sudah merasa sangat kesal dengan sifat mamanya. dia masih tidak percaya kalau mamanya masih saja nekad menjodohkan nya dengan putri MT group, walaupun Elang dengan Angel dulunya pernah berteman bahkan menjalin hubungan tanpa sepengetahuan siapapun. dan sekarang Elang hanya menganggap Angel sebatas teman yang tidak begitu penting, karena penyebab berakhirnya hubungan mereka Angel selingkuh dengan pria lain.


Β Xabara sangat senang di terima kerja di Word Group. sesampainya di kos dia langsung menghubungi orang tuanya.


"Assalamualaikum buk." Ara sudah tidak sabar untuk memberitahu kabar baik kepada orang tuanya di kampung .


"Waalaikumsalam nak." ibu Ara sangat senang menjawab telpon dari anaknya.


"Alhamdulillah nak, do'a ibuk terkabul." ibunya menjawab dengan penuh syukur.


"Iya buk, terimakasih buk, Ara sangat bahagia, dan ara janji akan ngumpulin uang buat pengobatan ibuk supaya ibuk cepet sembuh,pokok nya ibuk harus berusaha untuk sembuh,okeee?" Ara memberi semangat untuk ibunya.


"Iyaa sayaang,ibuk sangat bersyukur punya anak yang baik,cantik, dan pengertian seperti kamu dan Rama, pokok nya kamu dan Rama anak kesayangan ibuk." Ara memang gadis yang sangat baik,dia mandiri dan tidak manja. keadaan yang seperti itulah yang membuatnya tumbuh menjadi gadis yang kuat.


"Iyaa ibu ku sayang, Rama gimana buk sekolahnya, dia masih rajin masuk sekolah kan?"


"Iya Ra, Rama sudah rutin masuk sekolah, dia sudah tidak bolos sekolah lagi."

__ADS_1


"Aku kasihan buk sama Rama, dia bolos sekolah untuk membantu bapak mencari uang, Ara janji buk, Ara akan mencari uang yang banyak, demi ibuk bapak dan juga Rama hikshikshiks." Ara menangis mengingat adiknya yang masih kecil harus hidup seperti dirinya dulu untuk mencari makan.


"Iyaa Ra, ibu juga sangat merasa bersalah, karna ibuk kalian jadi seperti ini. hikshiks." ibu Ara ikut menangis.


"Ini bukan salah ibuk, ini sudah takdir kehidupan kita buk, yang penting ibuk harus sembuh dulu."


"Iya nak, ibuk janji akan segera sembuh, dan membantu kalian mencari uang."


"Iyaa buk, udah dulu ya buk Ara mau istirahat dulu, ibuk juga harus banyak isitirahat, titip salam buat bapak sama Rama ya buk." pinta Ara


"Iyaa nak nanti ibuk sampaikan, Assalamualaikum nak."


"Waalaikumsalam buk." Ara menyudahi telepon dengan ibunya, dia masih tidak percaya di terima bekerja, karena Dengan latar belakangnya yang hanya lulusan menengah atas dari kampung sungguh tidak memungkinkan untuk bisa bekerja di perusahaan terbesar dan terkenal di kota J. namun ternyata Tuhan berkehendak, dan hal itu sungguh membuatnya sangat bersyukur. setelah lama melamun dan berkhayal akhirnya Ara terbawa ke alam mimpinya.


Β 


Ara sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayanginya, bahkan adiknya cowo yang bernama Rama juga selalu memuji kakak kesayangnnya itu. Rama masih duduk di kelas 1 smp, dia tumbuh menjadi anak yang baik dan terkadang ia juga membantu bapaknya mencari nafkah, walaupun sesekali harus membolos sekolah. dia sadar dengan kondisi ekonomi keluarganya sekarang dan hanya kakaknya yang bisa di andalkan karena bapaknya hanya bekerja serabutan sedangkan ibunya sakit parah.


Β 


untuk para readers terimakasih sudah mau mampir untuk membaca karya pertamaku


maaf kalau masih banyak typo, jangan lupa untuk meninggalkan jejak yaa, jangan lupa like komen dan vote nya, okeeeee,??? terimakasih semoga menghibur kalian semua πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™

__ADS_1


__ADS_2