PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Tak Terduga


__ADS_3

Ara sudah ada di kota J. dia sengaja datang lebih awal untuk mempersiapkan semuanya mulai dari mempersiapkan pakaian, dan juga memperlajari tugas dari seorang asisten sekretaris. walaupun dulunya dia mengambil jurusan perkantoran, namun untuk mengenai tugas menjadi seorang asisten sekretaris Ara belum mengerti sepenuhnya.  


"Assalamualaikum, ada apa Pak Anton" dia terkejut pak anton menghubunginya lagi.


"Waalaikumsalam Raa, kamu lagi sibuk nggak?" entah kenapa Anton merasa sangat rindu pada Ara.


"Enggak pak, ada apa yaa?," Ara penasaran kenapa pak Anton begitu baik padanya.


"1 jam lagi aku akan sampai di kos kamu, kamu siap-siap yaa, kita akan makan siang di luar" sepertinya Anton sudah jatuh cinta dengan gadis comel tersebut.


"Pak kok mendadak, apa tidak merepotkan pak Anton?" Ara merasa tidak enak,karna Anton selalu baik kepadanya.


"Tentu saja tidak,cepat ganti baju dan siap-siap,aku tutup telfonnya." Anton sudah tidak sabar ingin ketemu dengan Ara.


"Pak pak haloo pak." sudah tidak ada jawaban lagi, anton sudah mematikan telfonnya. Ara langsung bergegas berganti pakaian.


"Ayoo Raa cepat" Anton memanggil Ara untuk segera keluar. dia terkejut melihat Ara yang memakai dres warna hijau army panjangnya selutut, dengan rambut yang di urai, dan make up yang tipis, terlihat begitu sangat cantikk natural.


"Pak nggak jalan sekarang?" Ara mencoba menyadarkan Anton yang dari tadi bengong melihatnya.


"Ohh iyaa Ra maaf." akhirnya Anton tersadar dari lamunannya.


"Kenapa pak apa ada yang salah dengan saya?"


"Tidak Raa, kamu terlihat sangat cantik."


"Hah apa pak, saya kurang mendengar ucapan bapak tadi?"


"Ohh tidakk Ra, tadi ada kupu yang terlihat cantik."


"Emang kupunya mana pak?"


"Tadi ada di sebelah kamu, sekarang sudah terbang jauh."


Mereka mengobrol di sepanjang perjalanan. Anton mengajak Ara pergi ke mall bahkan dia juga membelikan baju kerja yang mahal dan bermerk untuk Ara, setelah usai berbelanja mereka makan bersama.


"Kamu pesen apa Raa?"


"Terserah bapak aja, apa saja pasti saya makan pak."


"Baiklah kalau begitu."

__ADS_1


"Saya pesan steak daging 2 sama minumnya wine cabernet franch yang ini." Anton memesan makanan yang sama.


"Baik pak, di tunggu sebentar yaa." pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.


"Pak sepertinya ini berlebihan, tidak seharusnya bapak membelikan baju sebanyak ini."


"Kenapa tidak seharusnya, apa kamu tidak menyukai bajunya?"


"Bukan begitu pak, ini kebanyakan pak, dan harganya juga sangat mahal."


"Anggap saja itu hadiah atas kerja kerasmu selama ini."


"Tapi pak, ini berlebihan, ya udah kalau begitu saya akan membayar ini semua setiap bulan,tapi setelah saya gajian nanti pak kalau sekarang saya tidak punya uang hehe."


"Sudahlah terserah kamu, ayoo kita makan."


"Oh iyaa pak, terimakasih."


"Ini minuman apa pak, kok gini rasanya."


"Ini wine merah, dibuat dari fermentasi buah, khususnya anggur. Anggur dihancurkan, lalu dicampur dengan variasi yeast untuk mengubah kadar gula menjadi alkohol. Dengan variasi spesies anggur dan yeast, produk wine yang dihasilkan pun akan berbeda."


"Iya aku tahu, karena papaku punya perusahaan wine juga."


"Berarti pak Anton sangat kaya."


"Tidak juga, dulu perusahaan papaku hampir bangkrut, tapi berkat kak Elang pemilik perusahaan yang kita tempati sekarang ini, perusahaan orang tuaku selamat, dan sekarang semakin maju."


"Tapi kenapa pak Anton tidak bekerja di perusahaan pak Anton sendiri?"


"Aku ingin banyak belajar dari Kak Elang, biar nanti aku bisa kuat dan pintar ddalam dunia bisnis."


"Sepertinya dia sangat jenius."


"Benar Ra, tidak ada orang yang sejenius kak Elang."


"Ada, pak Anton juga jenius. hahaha"


"Kamu bisa aja Ra. haha."


"Ya sudah pak, cepat habiskan makanannya."

__ADS_1


"Iya Ra, makan yang banyak biar kamu gendut."


"Hiizz pak Anton."


Selesai makan Anton mengantarkan Ara pulang. dia merasa kasihan melihat Ara sangat kelelahan.


Di kantor


"Araaa." Anton melihat Ara yang sedang kebingungan langsung menghampirinya.


"Pak Anton." Ara senang melihat Anton sudah datang di kantor, dia tidak kebingungan lagi mencari ruangannya.


"Pasti kamu bingung yaa di mana ruanganmu." Anton terkagum akan kecantikan Ara, saat di pagi hari ternyata kecantikannya luar biasa, di tambah lagi dengan aroma parfumnya yang manis, begitu sangat memabukkan.


"Iyaaa pak, saya bingung harus kemana." lagi-lagi Anton memandangnya dengan pandangan berbeda,hal tersebut membuat Ara merasa malu.


"Kalau begitu ayoo aku akan mengantarkanmu."


Mereka mengobrol di perjalanan menuju ruangan Elang. para karyawan yang melihatnya berfikir kalau wanita yang bersama dengan Anton adalah kekasih atasannya. karna mereka tahu kalau Anton adik sepupu Elang. dan ternyata sebelumnya semua sudah di rencanakan oleh Elang kalau Ara yang akan menjadi asisten sekretarisnya. bahkan Elang juga sudah menyelidiki latar belakang Ara. saat pertama kali mereka bertemu Elang merasa tertantang untuk menjadikan Ara sebagai kekasih palsunya. dengan keberanian Ara yang sudah memakinya di waktu itu, sudah pasti kalau Ara bisa membuat Angel tidak berkutik. itu yang ada di dalam fikiran Elang.


"Selamat pagi nona perkenalkan nama saya Martin Poltra, biasa di panggil Martin, saya yang akan mengajarkan masalah pekerjaan yang akan kita kerjakan bersama." Martin menjelaskan dengan nada yang tegas.


"Ohh iyaa pak perkenalkan nama saya Xabara Permata biasa di panggil Ara." dia masih tertegun kenapa di kantornya banyak sekali pria tampan.


"Selamat pagi Tuan." sapa Martin kepada Elang yang baru saja datang di kantornya. Ara juga membungkuk memberi salam pada Elang.


"Sepertinya aku pernah melihat pria itu, tapi di mana yaa, haaaah sepertinya dia pria yang menabrakku waktu itu." Ara berbicara dalam hatinya.


"Pagii kaak" sapa Anton pada Elang. Ara yang mendengarnya reflek langsung berdiri tegak dengan ekspresi terkejut.


"Pagii, yaa sudah cepat sana pergi ke ruanganmu, kamu harus lebih semangat lagi dalam bekerja."


"Iyaaa kak siapppp, fighthing Raa." Anton sempat memberi semangat pada Ara namun Ara hanya tersenyum, dia sudah merasakan lemas tidak punya tenaga.


hayyu readerrssssss terimakasih yang sudah mau mampir ke karya pertamaku, maaf yaa kalau masih belepotan,


semoga bisa menghibur kalian semuaaaa


jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaaa,


terimakasihhh 😊😊😊😊🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2