PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Api Cemburu


__ADS_3

Sesampai di rumah Ara merebahkan badannya di ranjang. saat masuk ke kamar dia juga tidak menyapa Susi. hari ini waktu terasa berjalan begitu lambat, dan melelahkan. setelah mandi dan makan malam, dia mengambil hanphone di atas meja sebelah ranjangnya dan mencari nama bernama ibuk.


"Assalamualaikum buk."


"Waalaikumsalam Ra, tumben menelfon"


"Iya buk, Ara sudah kangen."


"Sama Ra ibuk juga, gimana kerjaanmu, apa semua lancar?"


"Alhamdulillah lancar kok buk,"


Di pertengahan percakapan Ara dan ibunya Elang masuk ke dalam kamar. dia duduk melepaskan sepatu dan setelahnya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ya sudah buk, sudah malam, pak Elang juga sudah pulang."


"Iya Ra, titip salam untuk nak Elang ya."


"Iya buk, nanti aku sampein, assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


Mereka menyudahi pembicaraannya dan tak lama Elang keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggang. Ara yang melihat pemandangan seperti itu langsung memalingkan wajah. baru kali ini dia melihat Elang keluar tanpa busana, karens biasanya memakai piyama. Ara yang sudah memalingkan wajah langsung menarik selimut dan memejamkan matanya. namun Elang tak tinggal diam, di susulnya Ara masuk ke dalam selimut dan berbaring di sampingnya sambil memeluk tubuh Ara dari belakang. Ara yang mendapat perlakuan suaminya, merasa seperti tersengat listrik yang membuatnya menegang tanpa gerak.


"Kamu kenapa,?


"Tidak, Ara tidak papa."


"Rileks saja, aku hanya ingin tidur, aku tidak akan berbuat hal yang mesum kepadamu."


"Ohh iya pak." melihat suaminya sangat kelelahan, Ara tidak tega untuk menolaknya, walaupun dalam hatinya ingin sekali berteriak dan pergi tidur di sofa. sekarang jantungnya sudah mulai berdetak tidak karuan bahkan sudah tengah malampun Ara belum bisa memejamkan mata,sampai akhirnya dia bangun dari tempat tidur untuk melepaskan diri dari Elang, tapi alhasil sia-sia, Elang menariknya lagi kedalam pelukannya, dan sekarang justru posisi Ara menghadap ke arahnya.


"Kamu mau pergi kemana?"


"Tidak, aku nggak pergi pak hanya saja, tadi posisi tidurku tidak enak."


"Sudah, tidurlah, ini sudah malam."


"Iyaa pak." Ara berusaha memejamkan matanya, tapi tetap saja tidak bisa tidur. Elang memeluknya sangat erat bahkan Ara sampai bisa mendengar jantung Elang yang berdetak sangat kencang. jam sudah menunjukan pukul 2 malam, tapi Ara tak kunjung bisa tidur, sampai akhirnya di jam 3 dia baru bisa tidur dengan lelap.


"Ra, Bangunlah." Ara mendengar ada seseorang memanggilnya.


"Sudah siang, apa kamu tidak pergi bekerja?"


"Huahhhh jam berapa ini?"


"Jam 7."


"Apaa!" mendengar jawaban Elang, Ara yang awalnya masih ngntuk langsung duduk dan lari ke kamar mandi. Elang yang melihat istrinya panik mengulas senyum. selama ini belum ada orang yang membuatnya tersenyum,karena hal kecil, bahkan dengan temannya si Martin, orang yang sangat receh, Elang tetap saja sangat susah untuk tersenyum.


"Kamu nggak mandi?"


"Tidak, mandi di kantor saja, nanti bisa telat," dengan cepat Ara mengambil baju kerjanya dan langsung di pakai. Ara hanya sikat gigi saja dan membasuh mukanya.

__ADS_1


"Aku tunggu di mobil."


"Iya pak." Ara langsung cepat-cepat menyisir rambut dan memakai lipstik tipis, supaya tidak terlihat pucat, setelahnya menyusul suaminya yang sudah menunggu di mobil. tanpa basa basi Elang menyuruh sopirnya untuk melajukan mobilnya. Susi yang melihat keakraban mereka mulai khawatir, dia takut kalau rencananya akan gagal.


"Bagaimana ini, kalau Elang tidak menikah dengan Angel, aku tidak bisa menguasai perusahaan papanya Angel." omel Susi di depan rumah. ternyata selama ini Susi menyayangi Angel karena ada maksud tertentu.


"Halo Ngel"


"Halo tan, ada apa tan?"


"Kenapa kamu bisa gagal,"


"Aku yakin pasti ini gara-gara wanita sialan itu tan, aku dan Elang hampir saja kurang sedikit, tapi tiba-tiba dia marah dan meninggalkanku."


"Okee kalau begitu sekarang guliranku, aku akan membuat gadis itu tidak betah di sini."


"Tante tidak akan menyiksanya kan,?"


"Tentu saja tidak, kalau tante melakukannya, sudah pasti Elang akan mengusir tante dari sini."


"Lalu apa rencana tante?"


"Kau lihat saja nanti, tante sudah punya rencana."


"Oke, ya sudah tan, aku juga mau pergi ke kantor Elang, aku akan membuat istrinya terbakar api cemburu."


"Iya Ngel." mereka menyudahi pembicaraannya. setelah selesai make up dan memakai baju sexy, Angel langsung turun dan mengendarai mobilnya untuk pergi ke kantor Elang.


"Hay Ton, abis dari mana kamu, kok arahnya dari sana."


"Iyaa tadi ada urusan penting sama temanku."


"Ouwhh begitu, kamu baik-baik saja kan?"


"Tentu saja aku baik-baik saja."jawab Anton yang terlihat gugup.


"Hay selamat pagi." di saat Ara dan anton asyik ngobrol tiba-tiba Angel datang menghampirinya. namun Ara hanya menyapa dengan menganggukan kepala.


"Elang di ruangannya ya?"


"Ada keperluan apa yaa, saya di sini selaku sebagai sekretarisnya nggak ada jadwal tamu yang bernama Angel." Ara menanggapi dengan ketus.


"Apakah aku harus membuat jadwal terlebih dahulu untuk menemuinya?" Angel mengulas senyum licik lalu berucap


"Apa Elang menyembunyikannya darimu?"


"Kalau kau ingin menemuinya, silahkan tunggu pak Elang di luar, karena dia masih meeting." jawab Ara


"Baiklah, dengan senang hati, oh iyaa jangan di masukkin ke hati ucapanku tadi, tapi memang bener-bener nagihin, sangat memuaskan." Angel memang sengaja ingin membuat Ara merasa cemburu tapi Ara sama sekali tidak terlihat marah.


"Kalau begitu saya tinggal dulu ya, masih banyak kerjaan yang harus ku selesaikan." dengan mengulas senyuman manis Ara meninggalkan Angel dan kembali lagi ke meja kerjanya.


"Ra kamu nggak marah ya?" tanya Anton yang sedari tadi hanya diam saja.

__ADS_1


"Nggak, ngapain marah."


"Kalau yang di ucapkan Angel benar gimana?"


"Bodo amat, aku tidak peduli." tapi sebenarnya ada rasa sakit di dalam hatinya.


"Baguslah, aku pergi dulu Ra ,fighthing."


"Iyaa Ton." Ara kembali fokus bekerja di depan komputernya, sambil menunggu kedatangan Elang dan Harry. setelah lama menunggu Angel berpamitan pada Ara.


"Ra aku pergi dulu ya, ada urusan penting, nanti sampikan salamku pada Elang yaa."


"Iyaa"


Angel meninggalkan kantor Elang tanpa menemui pujaan hatinya, dia memang sengaja tidak akan menunggu Elang sampai selesai meeting, karena dia tidak ingin rencananya sampai gagal. dia datang ke kantor hanya ingin membuat Ara merasa cemburu lalu bertengkar dengan Elang.


"Apa semua sudah selesai?"


"Sudah tuan, semua selesai tepat waktu."


"Ya sudah." Elang langsung pergi ke ruangan kerjanya.


"Harry." panggil Ara.


"Boleh aku tanya sesuatu?"


"Silahkan nona."


"Ahh nggak jadi, biar aku tanya sendiri saja." Ara langsung pergi ke ruangan suaminya.


"Tadi kekasihmu datang ke sini." tanpa mengetuk pintu Ara langsung masuk dan duduk di sofa.


"Dia juga titip salam buat kamu."


"Kekasih? siapa?" Elang tidak terlalu merespon ucapan Ara, dia hanya menjawab dengan singkat.


"Angel."


"Kamu menganggap Angel sebagai kekasihku?"


"Iyaa."


"Ya sudah." Elang lagi tidak ingin berdebat, dia tetap fokus di depan komputer.


"Dasar, berarti benar, terus apa maksudnya coba tiap malam tidur satu ranjang, pakai acara meluk lagi." omel Ara dengan bicara lirih lalu meninggalkan ruangan suaminya sedangkan Elang hanya diam saja tidak menanggapi.


Hayyy readersss selalu tinggalkan jejak yaa


biar Author semangat terus dalam berkarya


semoga kita semua selalu berada dalam lindungannya


terimakasih 🙏🙏🤗🤗🤗😍

__ADS_1


__ADS_2