
Di hari pertamanya kerja, Ara melakukan tugasnya dengan baik, bahkan dia yang menjual produk paling banyak dari sekian banyak temannya.
"Ra kamu nggak capek ya, dari tadi keliling mulu?". Ara memang melakukan pekerjaannya dengan penuh semangat.
"Ya capek sih Tan, tapi aku harus ngumpulin banyak uang buat pengobatan ibuku dan membayar hutang bapakku. ekonomi keluargaku bisa di bilang cukup, tapi ya begitulah untuk bertahan hidup bapakku harus berhutang ke rentenir dan adiku juga masih sekolah jadi aku harus benar-benar bekerja keras." Ara menjelaskan kisah hidupnya kepada Tania teman barunya.
"Emamg ibu kamu sakit apa ra?" Tania merasa prihatin dengan kisah hidup Ara.
"Ibuku sakit kanker dan harus di oprasi, dan bapakku meminjam uang ke banyak rentenir buat pengobatan ibuku sebelumnya dan juga buat keperluan sehari-hari karna bapakq kerja serabutan jadi hasil uangnya tidak menentu. penyakit ibuku juga belum sembuh walaupun sudah terapi, jadi dokter menyarankan untuk segera oprasi." Ara menjelaskan kehidupannya pada Tania. dia merasa sedih saat mengingat ibunya dulu hampir meninggal dan saat itu juga banyak rentenir yang menagih hutang ke rumahnya.
"Sabar yaa bebebku, aku yakin pasti ibu kamu bakalan sembuh, dan nanti hidup kamu bakalan bahagia bersama pangeran penolongmu." Tania mencoba menghiburnya saat menyadari mata Ara mulai berkaca-kaca.
"Yeaahh ni orang siang bolong gini sudah haluu muluu, tapi buat doanya terimakasih ya semoga terkabul,amiin, kamu juga harus semangat, jangan baru jalan dikit aja sudah ngajakin istirahat." Ara mencoba memberi semangat kepada temannya juga.
"Udah yukk kerja lagi, kalau lama aku tinggal nih." Ara mulai berjalan lagi menawarkan produknya namun Tania masih duduk bersantai.
"Kyaaaaa.! Raa tunggu, jangan di tinggal dong." Tania merengek seperti anak kecil yang di tinggal ibunya.
"Ayoo cepat kalau lama aku tinggal beneran nih,aku hitung sampai 3 ya, 1 2 ...." Tania langsung bangkit dan berlari menyusul Ara, mereka berjalan sambil tertawa bahagia dan melanjutkan menawarkan produknya kepada semua orang yang ada di sana.
Di kantor
__ADS_1
Di saat Elang sedang sibuk bekerja, dia di kagetkan dengan suara keributan di depan ruangannya.
"Nyonya maaf, tuan Elang sedang tidak bisa di ganggu." Martin mencoba menahan Susi yang berusaha memaksa masuk ke ruangan anaknya.
"Kamu tidak dengar yaa, saya mau menemui putraku Elang dan ini Angel calon istrinya Elang." Susi masih bersikeras memaksa untuk masuk. dan para karyawan yang ada di sana sangat terkejut mendengar ucapan Susi, mereka tidak menyangka kalau bosnya sudah memiliki calon istri.
"Ini kantor peninggalan suamiku, dan kamu tidak berhak melarang saya untuk masuk menemui putraku.!" Susi memaki Martin yang dari tadi masih kekeh menghalanginya untuk masuk ke ruangan Elang.
"Tante sudah ya, jangan berteriak nanti Elang mendengar, nanti dia bisa marah." Angel mencoba menenangkan Susi namun usahanya hanya sia-sia.
"Pllaaakkkkkkk.!" suara tamparan mendarat di pipi Martin dan di saat itu pula Elang menyaksikan semuanya.
"Elang pecat sekretarismu yang tidak tau diri ini, dia sudah menghina mama." Susi langsung bersandiwara di depan Elang, seolah dia yang menjadi korban, namun Elang hanya diam saja tanpa ekspresi.
"Bawa mamaku pergi dari sini,sebelum aku berbuat sesuatu yang tidak baik." Elang menyuruh Angel membawa mamanya pergi dari sana. ingatan pertengkaran kedua orang tuanya di kantor saat mamanya kepergok memeluk pria lain yang tak lain sahabat papanya sendiri. saat itu papanya sangat frustasi dan akhirnya pergi ke luar kota lalu pesawat yang di tumpanginya jatuh dan merenggut nyawanya. dan belum lama meninggal Susi sudah membawa pria lain lagi ke rumahnya. hal itu membuat Elang sakit hati dan tidak bisa memaafkannya.
"Elang, Elang berhenti." Susi mencoba memanggil putranya berkali kali namun Elang sama sekali tidak menghiraukannya, dia tetap berjalan meninggalkan mamanya yang sudah kelewatan memperlakukan sekretaris sekaligus teman baiknya. dulu setiap Susi datang ke kantor, Elang selalu berusaha baik, namun saat dia mengetahui kalau Susi juga mencoba menjodohkannya dengan Angel untuk tujuannya yang tidak baik membuat Elang sangat marah. di tambah lagi Susi sudah bilang ke semua orang kalau Angel calon istrinya.
"Sudah tante ayo kita pulang." Angel mengajak susi pergi dari sana.
Setelah sebulan kemudian perusahaan Elang mendapat keuntungan yang sangat besar.
"Rapat hari ini saya akan membahas tentang kenaikan laba perusahaan dan rencana kita selanjutnya, dan juga untuk imbalan dari kerja keras kalian, saya akan memberikan penghargaan berupa bonus uang sekaligus menaikan jabatan kalian yang berperan penting dalam penjualan produk kita." Elang menjelaskan panjang lebar tentang rencana selanjutnya dan persiapan untuk acara minggu depan yaitu acara kenaikan jabatan.
__ADS_1
"Untuk rapat hari ini saya kira semua sudah jelas, dan pastikan tidak ada masalah sedikitpun,sekarang kalian bisa kembali bekerja dan beristirahat." Elang menyudahi rapatnya dengan berbicara sangat keras dan penuh peringatan.
"Martin pastikan semua berjalan dengan lancar." Elang menyerahkan tugas tersebut kepada Martin, karna hanya Martin yang menurutnya sangat bisa di andalkan.
"Baik pak." Elang dan Martin meninggalkan ruangan rapat dan kembali ke ruangannya.
Di saat sampai di depan ruangannya, Elang mendengar seseorang memanggilnya.
"Elang" nampak seorang wanita yang telah menunggunya duduk di kursi dengan menggunakan pakaian yang sangat sexy.
"Bawa dia masuk ke ruanganku." Elang tidak menjawab panggilan Angel dia hanya berbicara pada Martin untuk membawa Angel ke ruangannya.
"Mari nona saya antar ke ruangan Tuan Elang." martin mengantar Angel ke ruangan Elang dengan angkuh.
"Martin kamu kenapa sih, bicara se formal itu sama aku?" Angel merasa tidak nyaman melihat Martin yang memperlakukannya seperti orang asing.
"Silahkan masuk nona, Tuan Martin menunggu anda di dalam." Martin tidak menjawab pertanyaan Angel. dulu mereka juga berteman baik namun setelah Martin juga memergoki Angel berselingkuh dengan pria lain di hotel, dia merasa jijik, karena pada saat itu Martin tau kalau Angel menjalin hubungan diam-diam dengan Elang dan Angel malah menghianatinya.
HAI READERS ,TERIMAKASIH YAA
SUDAH MAU MEMBACA KARYA PERTAMAKU ,MAAF KALAU BANYAK TYPO,
AKU MASIH BELAJAR JADI PENULIS JADI MOHON BIMBINGAN NYA ,TAPI DENGAN KATA YANG SOPAN YAAA, JANGAN MENGHUJAT
__ADS_1
OHH IYAAA, JANGAN LUPA MENINGGALKAM JEJAK YAA, SEMOGAAA KALIANN SUKAA 🙏🙏🙏🙏🙏