PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Terbiasa


__ADS_3

Sudah sebulan tidak terasa Ara berstatus sebagai istri Elang. dia sudah mulai membiasakan semua yang di perintahkan oleh suaminya, menjadi istri idaman yang manja di depan umum dan seolah tidak saling mengenal saat mereka sudah pulang ke rumah. Ara juga sudah banyak belajar menjadi asistant sekretaris dengan baik, bahkan sesekali dia sendiri yang menemui klien untuk membicarakan masalah pekerjaan dengan hasil yang memuaskan tanpa ada masalah satu pun.


"Aduhh kaki ku sakit sekali." kaki ara lecet terkena sepatu heelsnya. dia belum terbiasa memakai heels yang berhak tinggi di tambah lagi seharian tadi dia tanpa istirahat keluar masuk kantor membantu harry mengurus proyek barunya Elang yang hampir selesai.


"Bik apa pak Elang tidak makan malam?" Ara pergi ke meja makan untuk makan malam namun suaminya tidak ada di sana.


"Tidak nona, tadi tuan hanya minum susu lalu kembali lagi ke kamarnya." jawab salah satu pelayan Ara.


"Owh ya sudah biik."


"Iyaa non."


Selesai makan Ara langsung pergi ke kamarnya untuk tidur tanpa melihat keadaan suaminya di kamar, karena sebelumnya Elang juga sering tidak makan malam.


"Apa kakimu sakit?" Elang melihat Ara berjalan pincang dan tidak mengenakan sepatu.


"Iyaa kaki ku lecet karna kemarin aku keluar masuk kantor terus, buat nyiapin berkas pertemuan klien nanti siang. oh yaa Jangan lupa nanti jam makan siang menemui klien dari M." jawab Ara


"Kenapa nggak kamu sendiri saja yang menemuinya, aku lihat kerja kamu bagus juga, bnyak di antara mereka yang menerima tawaranmu." Ara memang sudah pandai dalam menemui klien dengan komunikasinya yang baik bisa menghipnotis para klien yang di temuinya.


"Kakiku sakit, apa kamu ingin melihat mereka kecewa?"


"Kenapa harus kecewa, mereka tidak melihat kakimu, tapi wajahmu, cara bicaramu yang bisa membuat mereka menerima tawaranmu dan kamu kan juga bisa memakai sepatu, tidak harus memakai heels."


"Kenapa dari awal tidak bilang."


"Kamu kan tidak bertanya."


"owhh iyaa kemarin aku bertemu Angel, mantan kamu."


"Lalu, apa dia memakimu?"


"Tidak, dia hanya tersenyum lalu pergi begitu saja."


"owh syukurlah, kita berangkat sekarang, nanti bisa telat."


"Iyaa."


Sesampainya di kantor mereka langsung memasuki ruangan, mereka berjalan bersandingan layaknya pengantin baru yang bahagia dan sesekali Elang juga mencium tangan Ara.


Perfect bukan sandiwara mereka wkwkwkwk


"Raa tolong ambilkan saya minum." perintah Elang.


"Iyaaa."


"Ini, minumlah." namun tanpa sengaja Ara menumpahkan airnya pada baju Elang.


"Sialll, jalan pakai mata." Elang langsung pindah duduk di sofa dan melepaskan kemejanya.


"Maaf aku tidak sengaja."


"Ambilkan tisu itu."


"Iyaa." Namun tiba-tiba di saat Ara memberikan tissue pada Elang, Dia tersandung karpet dan langsung jatuh tepat di badannya Elang. dan di saat waktu itu juga ada salah satu karyawan yang masuk.


"Owhh maaf pak saya tidak melihat, mata saya terpejam, saya akan keluar, maaf menganggu pak." Karyawan tersebut langsung lari meninggalkan ruangan Elang dengan gugup. Harry yang melihat tingkah laku bawahannya bingung apa yang sudah terjadi di rungan atasannya. tanpa berfikir panjang Harry langsung membuka pintu ruangan Elang, takut kalau ada hal yang tak di inginkan terjadi.


"Maafkan saya tuan." saat Harry membuka pintu Ara masih merapikan bajunya karna tadi habis jatuh dan Elang masih telanjang dada.


"Jangan berfikiran yang tidak-tidak, ambilkan kemejaku di almari sana." Elang tahu apa yang tengah di fikirkan oleh sekretarisnya.


"Baik Tuan."


"Awww kaki ku sakit." rintih Ara karna saat jatuh tadi kakinya terkilir.


"Itu karna ulah kamu sendiri yang ceroboh."


"Aku kan tidak sengaja, lagian kamu sudah di tolong bukannya terimakasih tapi malah marah-marah nggak jelas." gerutu Ara

__ADS_1


"Apa kamu tidak punya otak, apa kepala kamu sebasar kepala ayam?"


"Apa kamu bilang, Ayam?! heh manusia tidak punya hati nurani, bisa nya cuman memaki orang saja."


"Kamu itu bodoh tidak punya otak, dan sekarang mereka akan berfikir kalau saya bos yang tidak tau tempat untuk menjamah istrinya."


"Haah apa,menjamahh?." tiba-tiba Ara membayangkan hal yang mesum di otaknya, dan pipinya langsung merah merona.


"Jangan bilang sekarang kamu berfikiran hal yang kotor." Elang bisa menebak apa yang membuat pipi istrinya merona.


"Tentu saja tidak, aku tidak semesum itu." jawab Ara dengan ketus.


"Maaf Tuan, maaf Nona, sepertinya hal seperti itu tidak perlu di permasalahkan, mereka juga tidak akan berani bergosip tentang atasannya sendiri, justru ini akan menguntungkan bagi pak Elang." Harry yang dari tadi hanya diam melihat pertengkaran atasannya, akhirnya berhasil menyuarakan isi pemikirannya.


"Benar juga, mungkin di kantor sini ada yang mematai masalah hubungan pernikahanku, dan kalau hal ini terdengar sampai di telinga Angel, pasti dia akan merasakan sakit hati." jawab Elang dengan senyuman menyeringai.


"Benar tuan."


"Sudah cukup yaa, tidak perlu membahas Angel di sini, sekarang udah waktunya pak boss menemui klien, dan kamu Harry tolong gantikan saya dulu yaa, kaki ku sakit, susah untuk berjalan. okeyyyy." dengan percaya dirinya Ara memerintah Harry tanpa meminta persetujuan dari Elang.


"Apa perlu ke rumah sakit?"


"Tidak usah, aku bawa ke tukang pijit aja."


"Kamu pulang saja sekarang."


"Iyaaa."


"Mari tuan." Haryy terkejut mendengar ucapan atasannya barusan, biasanya Elang selalu kompeten dan tidak suka melihat bawahannya mengubah sesuatu yang sudah di sepakati begitu saja dan ini tiba-tiba Elang menyetujui tanpa berfikir panjang.


"Apa tuan muda sudah jatuh cinta pada nona kecil, bukankah itu sangat mustahil." batin Harry.


Awan mulai mendung, angin berhembus kencang, dan sesekali ada petir yang menyambar. Ara yang belum sampai rumah harus berteduh di halte tempat pemberhentian bus dan tadi dia juga tidak di antarkan oleh supirnya.


"Aduhh hanphonku lowbat, hujan nya deras banget lagi." Ara kawatir kalau hujannya akan lama di tambah lagi tidak bisa menghubungi supirnya karna hanphonnya sudah mati.


"Pak Anton, iyaa pak tadi Ara habis dari tukang pijit karna tadi kakiku terkilir, saat mau pulang ehh ternyata hujan."


"Aku antar pulang yaa, sudah sore belum tentu ada bus juga"


"Emmm apa nggak merepotkan pak?"


"Tentu saja tidak Raa, ayoo cepetan masuk mobil."


"Iyaa pak." Anton membukakan pintu mobil untuk Ara dan dengan cepat dia juga masuk ke dalam mobil takut kalau bajunya akan basah.


"Pak Anton baru pulang yaa?"


"Iyaa Raa, tadi ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu, kenapa tadi nggak di antar supir?"


"Tidak pak, tadi Ara rindu naik bus."


"hahahahaha kamu tuh lucu yaa, di rumah banyak mobil. tapi kamu malah pengen naik bus."


"Ya kan Ara udah terbiasa naik bus pak, jadi yaa wajarlah."


"Iyaa juga sih, emm gimana Raa pernikahanmu, apa kamu bahagia?"


"Emm tentu saja pak, kan pak Elang baik."


"Kamu tidak perlu menyembunyikannya dariku Raa, aku tahu semuanya."


"Emmm maksud pak Anton?"


"Yaaa aku tahu semuanya, aku tahu pernikahan sandiwaramu dengan kak Elang." mendengar ucapan Anton Ara merasakan tubuhnya panas, dan di ikuti dengan buliran air matanya yang jatuh begitu saja. melihat Ara yang menangis Anton meminggirkan mobilnya di tepi jalan.


"Menangislah, menangislah sepuasmu Raa." Anton memeluk Ara yang mulai menangis sejadi jadinya.


"Aku tahu apa yang kamu rasakan." hati Anton terasa sakit melihat Ara yang menangis tanpa henti. di pegangnya kedua pipi Ara.

__ADS_1


"Heii lihat aku, kamu wanita yang sangat tangguh, wanita yang rela berkorban demi kebahagiaan orang tuanya, kamu wanita yang sangat kuat Raa, kamu kuat." Anton mencoba menguatkan Ara yang selama ini selalu menyembunyikan kesedihan hatinya.


"Sekarang berhentilah menangis, aku akan selalu ada di sisimu, kamu boleh bercerita apa pun padaku, dan aku janji tidak akan bilang pada siapapun." Dan tiba-tiba Anton mencium kening Ara, Ara yang merasakan ciuman Anton sontak langsung mendorong tubuh Anton.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu." Anton merasa menyesal sudah mencium kening Ara.


"Tidak seharusnya pak Anton melakukan itu, walaupun saya hanya menjadi istri sementara pak Elang tapi tetap saja aku istri sahnya, aku tidak ingin ada gosip yang tidak baik, yang pada akhirnya nanti akan memperburuk semuanya."


"Iyaa Raa maafkan aku, karna sudah lancang menciummu." di perjalanan mereka hanya saling diam tanpa bicara.


"Apa Ara belum pulang juga?" Tanya Elang pada pelayan rumahnya.


"Belum tuan, non Ara belum pulang."


"kenapa hanphonnya tidak bisa di hubungi." Elang mulai khawatir pada Ara. dan tidak lama kemudian terdengar suara mobil di depan rumahnya.


"Tuan Non Ara tidak bisa berjalan." salah satu pelayan memberi tahu Elang setelah melihat Ara tidak bisa menapakkan kakinya karna bengkak dan Elang langsung pergi melihat keadaan istrinya.


"Anton."


"Iyaa kak, tadi aku melihat Ara di pinggir jalan,dan karena hujan sangat lebat, aku mengantarkannya untuk pulang."


"Iyaa terimakasih, kau boleh pergi sekarang."


"Apa kamu tidak bisa berjalan?"tanya Elang pada Ara


"Iyaa tadi aku mau menggendongnya tapi istrimu yang keras kepala ini menolaknya. jadi aku memberi tahu pelayanmu untuk memanggilmu." tutur Anton


"Aku bisa berjalan kok, aku tidak papa." namun belum mulai berjalan Ara sudah terjatuh, Elang yang melihatnya langsung menggendong Ara dan Anton juga langsung pulang.


"Gantilah pakaian dulu, aku akan mengambilkan air hangat untuk merendam kakimu yang sakit."


"Iyaa, tolong ambilkan baju tidurku di almari sana yaa, hehe."


"Ini, tunggu di sini, aku akan mengambil air hangat dulu."


"Iyaa." tidak lama kemudian Elang membawa air hangat di waskom.


"Masukkan kakimu di sini."


"Terimakasih pak, sudah membantuku."


"Lain kali kalau keluar suruh sopir mengantarmu, jangan keluar sendirian."


"Iyyaa pak, maaf Ara sudah merepotkanmu."


"Apa kamu lapar?"


"Iyyaa Pak, hehe."


"Ya sudah aku akan meminta pelayan untuk mengantarkan makananmu ke sini, ada kerjaan yang harus ku selesaikan dulu."


"Iyya pak."


Elang pergi meninggalkan Ara di kamarnya sendirian. dan Ara yang sudah sangat kelaparan langsung menyantap makanannya tanpa sisa, dia tidak tanggung-tanggung kalau masalah makanan, tapi tubuhnya tetap saja kecil. selesai makan Ara langsung merebahkan badannya dengan di bantu pelayan.


"Terimakasih bik."


"Sama-sama non, selamat beristirahat non."


"Iyaa bik." dan tidak membutuhkan waktu lama Ara sudah terbawa ke Alam mimpinya.


Hayyy para pembaca Author mengucapkan terimakasih sudah mau mampir dan selalu meninggalkan jejak


Supaya Author tetap semangat dalam berkarya,bantu Author dengan cara like komen dan juga vote ya


semoga menghibur, dan semoga selalu di beri kesehatan dan juga di lancarkan rizki nya


amiin, 🤗🤗🤗🤗😍🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2