PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Hampir Saja


__ADS_3

Di saat Elang berbincang membicarakan masalah kerjasamanya dengan klien tiba-tiba earphone di telinganya terdengar seperti ada perkelahian, dan juga barengan dengan Kamera pengawas yang terhubung di handponenya berubah menjadi tidak jelas.


"Harry hubungi bodygard yang mengawasi Ara."


"Baik tuan." dan tiba-tiba handpone Harry berbunyi.


"Maaf tuan, kami gagal menjaga istri tuan Elang, kami kalah jumlah tuan." salah satu body gard langsung memberi tahu Harry keadaan di sana.


"Saya akan mengirim beberapa orang untuk membantumu di sana, bertahanlah."


"Baik tuan." Harry langsung berjalan ke arah Elang.


"Maaf tuan, nona Ara dalam keadaan bahaya, dia di bawa oleh Alan."


"Alaan.!!!" umpat Elang kesal. wajahnya berubah menyeramkan setelah mendengar nama Alan. Alan ialah anak dari lawan bisnis mendiang papanya dulu yaitu Rendy Purnama. dulu Rendy juga teman baik papanya Elang, tapi persahabatan mereka berakhir setelah dirinya tidak di terima kerja sedangkan papa Elang di terima.


Lambat laun ternyata mereka semakin sukses, tapi keberhasilannya tidak sesukses papanya Elang dan hal itu membuatnya ingin menjatuhkan perusahaan yang sekarang di pegang oleh Elang. kedua keluarga itu saling membenci semakin mendalam. terlebih saat putri dari keluarga Rendy jatuh cinta pada Elang, dan Elang tidak menerimanya lalu gadis itu mati bunuh diri. hal itu membuat Rendy semakin ingin menghancurkan keluarga sahabatnya itu. Elang menolak karena hatinya dulu hanya untuk Angel dan dia juga tidak ingin menikah tanpa di dasari rasa cinta.


Tanpa pamit pada kliennya Elang langsung pergi dari sana, dan pergi ke tempat Ara. dan Harry yang langsung di tinggal atasannya langsung faham apa yang harus ia lakukan.


"Maaf tuan, sepertinya pertemuan ini sampai di sini dulu, ada hal yang harus kami selesaikan dulu, mohon pengertiannya." Harry mengakhiri pembicaraannya dan pamit sambil sedikit membungkukan punggungnya. dan langsung menghubungi para bodygarnya untuk menyusul Elang dan juga tidak lupa mencari tahu di mana Ara di bawa oleh Alan.


"Tuan non Ara di bawa ke hotel kamar VVIP nomor 388." tanpa menjawab Elang langsung ngebut mengarahkan mobilnya ke sana.


Martin yang menyadari Ara tidak ada di tempat duduknya langsung menarik Charoline untuk mancari keberadaan Ara. sedangkan Charoline sudah dalam keadaan mabuk dan sulit berjalan. Martin bingung harus bagaimana. saat dia keluar dari clubbing untuk membawa Charoline ke dalam mobil, dia melihat Elang keluar dari mobil dan langsung pergi meninggalkan area parkir dengan cepat.


"Pasti Elang bisa mengurus semuanya." dan tidak lama mobil Harry datang.


"Harry tolong jaga Charoline, aku akan membantu Elang, atau kamu bawa saja dia pulang, itu akan lebih aman buat dia."

__ADS_1


"Baik tuan." Harry langsung masuk ke dalam mobil dan Martin juga para body gardnya langsung naik lewat lift menuju lantai atas. semua para karyawan hotel bingung apa yang sedang terjadi. lalu seorang satpam menghampirinya


"Maaf tuan ini ada masalah apa?" tanpa menjawab Martin langsung mengelurkan kartu berwarna silver dan bapak satpam pun langsung mundur memberi jalan.


Setelah sampai lantai atas Elang melihat ada 6 bodygard menjaga kamar yang di tempati oleh Alan, dan tanpa rasa takut Elang terus saja berjalan


"Heyy siapa kamu." salah satu bodygard melihat Elang dan langsung menghadangnya. tanpa menjawab Elang langsung menyerang bodygard tersebut sampai tidak berdaya.


"Lang." Martin ada di belakang Elang.


"Kamu urus saja istrimu, biar aku yang mengurus tikus-tikus got ini." dengan sombong Martin memperlihatkan ketangguhannya.


Elang berjalan ke kamar Alan dan memencet bel pintunya.


"Siapa kau?" Alan mengamati wajah di kamera pintunya. dan nampak seorang pelayan membawa makanan. untung saja saat kejadian ada salah satu pelayan yang lewat di sana untuk mengantar makanan, dan Elang pun langsung punya inisiatif untuk menipu Alan.


"Bedebah kau." Alan menahan sakit karna tendangan Elang yang cukup kuat.


"Lama tidak berjumpa kawan." jawab Elang sambil tersenyum menyeringai.


"Bre****k." Alan berdiri dan membalas memyerang Elang. tapi karena Elang juga jago bela diri, satu pukuanpun tidak sampai mengenai tubuhnya, malahan Alanlah yang sering menerima pukulan Elang.


"Elang." Martin datang sambil tersenyum bahagia.


"Hayy pecundang, ehh Alan maksutku, lama tidak berjumpa kawan."


"Dasar breng**k." umpat Alan.


"Eitzzz tunggu dulu." Martin bertepuk tangan tiga kali dan para bodygardnya pun membawa bodygard Alan yang sudah babak belur ke hadapannya.

__ADS_1


"Yakin masih mau lanjut?" Alan sangat marah saat tahu orang-orangnya sudah babak belur.


Elang yang melihat Ara tertidur di ranjang langsung menghampirinya. dia bernafas lega saat melihat pakaian Ara masih dalam keadaan utuh, tapi jantungnya terasa di hujam saat dia berusaha membangunkan Ara yang tak kunjung sadarkan diri.


"Ra bangun." berkali-kali Elang menggoyangkan tubuh Ara, tapi Ara juga tidak bangun. lalu dia mengecek denyut nadi Ara dan ternyata masih normal. tanpa menunggu lama lagi, Elang langsung mengangkat tubuh Ara ke dalam gendongannya dan membawanya pulang ke rumah.


"Daaa Alaan." Martin meledek Alan yang tengah menahan amarah. kali ini rencana dia untuk menjatuhkan Elang gagal lagi.


"Bodoh.!, manusia tidak berguna." Alan memaki para bodygardnya yang gagal menjalankan tugas.


"Ma maaf tuan, kami kalah jumlah. dan juga mereka sangat pandai dalam bela diri terlebih Elang dan Martin." salah satu bodygard menjawab dengan gugup.


"Omong kosong.! saya tidak mau tahu, sampai hal seperti ini tejadi lagi, aku akan menghancurkan kalian semua!!." bentak Alan dan langsung pergi dari sana. semua kejadian tersebut di rahasiakan tanpa ada media tv yang tahu.


Setelah sampai di rumah Elang membaringkan Ara di kamarnya. dia berusaha berfikir keras untuk bisa melindungi Ara dari Alan.


"Bik ganti pakaian Ara."


"Baik tuan." Elang langsung mandi dan juga makan malam lalu kembali lagi ke kamar untuk menemani Ara.


"Ra Ara." tapi Ara blum juga bangun. dia sudah menghubungi dokternya dan bilang kalau itu tidak bahaya. Elang mengusap rambut Ara lalu berbaring di sisinya sambil memeluk Ara dengan erat. dan tiba-tiba di saat Elang memperhatikan wajah istrinya yang cantik, Ara membuka mata dan memajukan wajahnya lalu men***m b***r Elang dengan penuh hasrat.


"Ar raa." Elang benar-benar terkejut dengan perlakuan Ara yang secara tiba-tiba. terselip di fikirannya rasa benci yang amat dalam pada Alan. namun fikiran tersebut tidak mengubah perhatiannya pada Ara. Elang membalas c****n nya dengan penuh hasrat. dengan keahliannya di atas ranjang, dalam waktu yang tidak lama, ia mampu membuat nafas Ara terengah-engah. dia memagut b***r Ara dengan pelan, di h***p, di ce**p, lalu bergeser ke telinga, turun ke bawah sampai akhirnya dia sampai tepat di buah Ara.


Elang mencoba meraba buah yang terlihat sangat kenyal itu, dan Ara tidak menolak sama sekali. lama bermain di sana, Elang mencoba turun dan menyentuh bagian intinya, di sana juga tidak ada penolakan, malahan Ara me******g kenik****n.


Elang benar-benar marah mengetahui Ara yang tidak hanya di kasih obat tidur, tapi juga di berikan obat per******g. karena keinginannya untuk memiliki Ara seutuhnya sudah ia fikirkan matang-matang, Elang berencana akan menyatukan diri dengan Ara malam ini juga.


Hayyy readers terimakasih sudah setia mampir di novel aku, jangan lupa tinggalin jejak yaa 🤗🤗🤗😍🙏

__ADS_1


__ADS_2