
Setelah menemui pemilik perusahaan Elang mengajak Ara berkeliling menikmati keindahan kota di malam hari. membeli makan, camilan, foto bareng, bahkan saking senangnya, di sepanjang jalan Ara selalu benyanyi dan menari. hatinya sangat bahagia bisa jalan-jalan ke kota yang belum pernah ia datangi. karena selama ini dia belum pernah pergi ke luar kota yang jaraknya jauh.
"Kenapa kamu sebahagia itu?" hati Elang merasa tersentuh melihat Ara yang sangat bahagia hanya karena di ajak jalan-jalan.
"Iya lah, karena rasanya seperti liburan walaupun sambil bekerja." dengan menari Ara menjawab pertanyaan Elang.
"Apa dulu kamu nggak pernah liburan?"
"Tidak, hidup ku dulu tidak seindah ini, dari kecil aku sudah bekerja, jadi aku tidak pernah merasakan yang namanya liburan, ataupun bermain sama teman."
"Apa alasan yang membuat hidupmu sekarang lebih bahagia?"
"Ehhmm... sekarang Aku sudah bisa menghasilkan uang sendiri, membantu mencukupi kehidupan orang tua, bisa merasakan liburan, lelah tapi membuatku bahagia." sambil tertawa Ara berbalik badan menghadap ke Elang.
"Walaupun kamu harus menikah dengan cara seperti ini?"
"Iyaa, karna aku yakin Tuhan punya rencana terbaik di balik ini semua. Aku tidak fokus di sakitnya tapi aku lebih fokus melihat kehidupan orang tuaku sekarang yang jauh lebih baik dari pada yang dulu." dengan senyuman yang indah Ara menjawab mencurahkan isi hatinya.
"Kenapa dia terlihat sangat cantik." ucap Elang dalam hati. selama ini Elang tidak pernah bertemu dengan wanita yang sebaik dan setulus Ara. di usianya yang di bilang masih remaja, dia sudah menjadi orang yang pekerja keras, tahan banting dan selalu bahagia dalam keadaan apapun.
"Pak duduk di sini yukk."
"Baiklah." mereka menikmati angin malam di tepi pantai.
"Pak, Ara boleh tanya nggak?"
"Tanya saja."
"Kenapa hubungan pak Elang sama tante Susi tidak baik?"
"Hemm panjang ceritanya."
"Cerita saja pak, Ara siap mendengar semua keluh kesah hidup pak Elang."
"Ow yaa, benarkah?"
"Tapi terserah pak Elang juga mau cerita atau enggak."
"Mungkin nanti kalau sudah waktunya aku akan cerita, sekarang sudah malam ayo kita pulang."
"Ohh, iyaa pak." sesampainya di hotel Ara langsung membersihkan diri dan memasukan pakainnya ke dalam koper karena dia tidak ingin besoknya sampai telat ke bandara. setelah semua selesai barulah dia tidur. sekarang Elang yang ganti tidur di ranjang dan Ara tidur di sofa. tak membutuhkan waktu lama, Ara sudah tertidur sangat pulas. dia bisa tidur damanapun dia bedada, sedangkan Elang masih saja belum bisa memejamkan matanya. matanya masih memandangi tubuh Ara tanpa henti. sampai akhirnya dia bangun lalu memindahkan Ara ke tempat tidur dan berbaring di sampingnya sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat dan barulah Elang bisa tidur.
__ADS_1
Di pagi harinya saat Ara terbangun, dia mulai bingung kenapa bisa tidur di ranjang, karena tadi malam seingatnya tidur di sofa. dan saat menyadari Elang ada di sampingnya sambil memeluk tubuhnya dari belakang, dia langsung bangun, tapi Elang menahannya.
"Diamlah sebentar." Elang masih ingin menikmati aroma Ara yang membuat hatinya terasa tenang dan nyaman. sedangkan jantung Ara sudah mulai berdetak tidak karuan dan Elang menyadari hal itu.
"Aku tidak melakukan apa pun kepadamu, aku hanya tidur di sampingmu karena tadi malam aku tidak bisa tidur." imbuh Elang. Ara mengikuti kemauan suaminya dan Elang semakin merapatkan dirinya ke tubuh Ara.
"Pak sudah siang, nanti kita bisa telat." karena penerbangan pesawat mereka jam 7. setelah Ara mengingatkannya barulah Elang melepaskan tubuhnya dan mereka pun bergegas mandi.
Sesampainya di bandara kota J mereka berjalan keluar dan langsung masuk ke dalam mobil. di sepanjang jalan Ara hanya diam saja, dia masih teringat kejadian tadi pagi yang terjadi karena kesengajaan. ada rasa senang, takut dan juga gelisah, perasaannya bercampur aduk jadi satu. Harry yang melihat atasannya hanya diam saja memberanikan diri untuk memecahkan keheningan.
"Tuan, apa tuan langsung ingin pulang atau mampir dulu mencari makan?" Elang yang mendengar pertanyaan Harry langsung menoleh ke Ara, dan Harry pun juga ikut menoleh ke Ara.
"Kenapa kalian malah melihatku?" Ara yang tiba-tiba di perhatikan oleh mereka merasa tidak nyaman.
"Apa kamu ingin mampir ke suatu tempat?" tanya Elang.
"Tidak, aku mau langsung pulang saja."
"Baiklah, tapi nanti aku mau keluar dulu sama Harry untuk menemui klien." Ara yang mendengar ucapan suaminya menimang-nimang lagi keoutusannya. kalau dia pulang di rumah ada Susi yang bisa saja galak kepadanya, kalau ikut Elang dia merasa lelah dan pengen istirahat.
"Emm aku ikut denganmu saja, lagian di rumah juga bingung mau ngapain." jawab Ara dengan cepat.
"Baik tuan."
Saat sudah sampai tempat tujuan, Elang mau mengajak Ara untuk turun namun ternyata Ara malah ketiduran. melihat Ara yang sudah tidur dengan pulas Elang tidak tega membangunkannya. dia memilih meninggalkan istrinya di mobil dan dengan cepat menyelesaikan urusannya.
"Pak jaga istriku yaa." pinta Elang pada supir pribadinya. Harry yang melihat atasannya sangat perhatian pada Ara yang berstatus sebagai istri sementaranya, mulai curiga kalau Elang sudah jatuh cinta kepadanya.
"Siap tuan." Elang dan Harry langsung pergi menemui kliennya yang sudah menunggunya di dalam.
Setelah semua selesai Elang kembali ke mobil, dan Ara belum juga bangun bahkan sudah sampai di rumah pun Ara juga belum bangun. tanpa menunggu aba-aba Elang langsung menggendongnya masuk ke dalam rumah dan membawanya ke kamar.
"Elang kamu sudah pulang nak." ucap Susi yang melihat putranya menggendong wanita yang sangat dia benci.
"Sudah." tanpa menghiraukan mamanya Elang langsung naik membawa Ara ke kamarnya.
"Pak Elang, kenapa tidak membangunkanku saja, kan aku bisa jalan sendiri." saat Elang menyelimutinya ternyata Ara malah kebangun.
"Tadi tidurmu sangat pules, sudah kamu lanjut tidur lagi."
"Nggak ahh Ara mau mandi saja, udah magrib juga."
__ADS_1
"Ya sudah aku ke ruang kerjaku dulu."
"Iya pak."
"Lang," terdengar Susi memanggil putranya.
"Ya sudah aku menemui mama dulu."
"Iya pak." Elang langsung turun menemui mamanya.
"Ada apa ma?"
"Kenapa kamu tidak menemani Angel pulang sampai rumah, tapi kamu malah menemani wanita sialan itu."
"Jaga ucapan mama, dia istriku dan Angel bukan siapa-siapa Elang."
"Elang, kapan kamu akan sadar, dia hanya gadis miskin yang hanya menginginkan harta kamu saja."
"Cukup ma, hentikan semuanya."
"Kamu yang harus berhenti Lang, kamu harus meninggalkan wanita sialan itu dan menikah dengan Angel."
"Sampai kapan pun Elang tidak akan pernah meninggalkannya, istri Elang hanya Ara, Elang berharap mama bisa mengerti."
"Elang.!"
"Kalau mama masih mngganggu istri Elang, silahkan angkat kaki dari rumah ini." tanpa menjawab ucapan Susi lagi Elang langsung naik ke kamarnya dan menunggu istrinya selesai mandi.
"Maaf pak nunggu lama, tadi Ara berendam dulu di bath up" Ara mandi lama bukan karena berendam tapi karena tadi sempat nguping pembicaraan Elang dengan mamanya. bukan nguping sih tapi lebih tepatnya kedengeran karena tadi Susi bicaranya sangat lantang.
"Aku mandi dulu."
setelah mandi Elang pergi ke ruang kerjanya sedangkan Ara duduk di sofa makan camilan sambil lihat tv. dia masih kefikiran ucapan Elang yang tidak akan pernah meninggalkannya. Ara tahu kalau Susi tidak menyukainya, dia takut kalau hubungan kedua anak ibu itu akan semakin memburuk. lama berfikir akhirnya Ara ketiduran juga.
Elang yang sudah menyelesaikan pekerjaannya langsung pergi ke kamarnya. Ara sudah tertidur di sofa dan diapun juga langsung naik ke tempat tidur. tapi sudah sampai tengah malam, Elang masih belum bisa tidur, dia merasa ada yang kurang. lama melihat Ara yang sudah mendengkur, dia mulai berfikir untuk memindahkannya dan akhirnya pun Elang mmindahkan Ara ke ranjang dan seperti biasa dia selalu memeluknya dengan erat.
Hayyy readers terimakasih yaa sudah mau membaca karya pertama aku
selalu tinggalkan jejak yaa
terimakasih 🤗🤗🤗😍🙏🙏🙏
__ADS_1