PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Memikirkan Istri


__ADS_3

Elang dan Ara menyiapakan segala sesuatu yang di butuhkan saat bekerja jauh dari rumah. Ara sudah menyiapkan satu koper miliknya yang akan di bawa dan setelahnya membantu Elang menyiapkan kebutuhannya.


"Apa semua berkas sudah kamu masukkan ke dalam tas kerjaku?" Elang tidak ingin ada kekurangan sedikitpun.


"Sudah, aku sudah memasukkan semuanya, laptop pak Elang juga sudah."


"Apa milikmu juga sudah siap semua?"


"kalau itu nggak perlu di tanya, Ara kan selalu cekatan, jadi pak elang nggak perlu kawatir."


"Ya sudah kita berangkat sekarang."


"Iya pak." mereka bergegas berangkat ke bandara dengan di antarkan sopir pribadi Elang. semua masih terasa biasa saja, kecuali Elang, dia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, tapi di abaikan begitu saja. dan tidak lama mereka sudah sampai di bandara. Elang dan Harry langsung menuju ke tempat loket, begitupun juga dengan Ara dan Anton.


Setelah sampai di London Elang langsung pergi ke hotel untuk membersihkan diri dan juga beristirahat. Angel yang sudah tidak sabar ingin menemui Elang mondar mandir sendiri di kamarnya. dia sangat ingin memeluk dan melepaskan kerinduannya yang sudah terpendam sangat lama. karena acaranya masih besok, Angel berencana mengajak Elang untuk minum di bar yang terletak di lantai paling atas.


"Elang." Angel masuk ke kamar Elang tanpa permisi.


"Ada apa?" Elang menjawab dengan ketus.


"Apa kamu mau minum, mumpung masih ada waktu Luang."


"Tidak, aku mau istirahat, kembalilah ke kamarmu." dan tak lama Harry mengetuk pintu kamar Elang.


"Permisi tuan, Mr. Jack menunggu anda di perjamuan malam, di ruang vvip di bar lantai atas."


"Iyaa." karena di sini Angel juga berperan dalam pekerjaan, dia mengikuti Elang untuk menemui Mr. Jack.


"Welcome to London Mr. Elang Mrs. Angel , nice to meet you." Mr. Jack menyapa Elang dengan ramah.


"Thanks Mr. Jack, nice to meet you too and thank you for being willing to work with us."


"Oke, Please sit down Mr. Elang." Mereka mulai menikmati setiap tegukan campuran minuman bir dan soju. bahkan Angel dengan santainya meminum lebih banyak dari yang lain, tapi tidak sampai kehilangan kesadaran. dia memang kuat dalam hal minuman beralkohol. setelah lama berbincang, tertawa lepas dan minum sepuasnya mereka kembali lagi ke kamar untuk istirahat.


"Selamat istirahat tuan." Elang hanya menganggukan kepala dan masuk ke kamarnya.


"Lang temani aku tidur." Angel memasuki kamar Elang yang belum di kunci.


"Jaga sikap kamu."


"Lang aku sangat merindukanmu." Di saat Elang mengusir Angel untuk pergi, Angel malah memeluknya.


"Tolong Lang, kali ini saja, ijinkan aku bermalam denganmu,aku sangat merindukanmu." Tanpa menunggu lama Elang langsung membawa Angel keluar dari kamarnya.


"Cihh dasar wanita ******, kenapa aku harus di sini dengannya." umpat Elang dengan kesal.


Hari demi hari sudah di lewati, semua pekerjaannya sudah selesai dan besoknya sudah bisa kembali lagi ke Indonesia. selama di London Elang sangat sibuk sampai tidak punya waktu untuk menghubungi Ara, hanya sesekali Harry yang menghubunginya, untuk menanyakan masalah pekerjaan.


"Tuan Non Ara besok belum bisa pulang, dia harus menunggu pemilik perusahaan memberikan tanda tangannya, dan masih sekitar tiga hari lagi."

__ADS_1


"Apa mereka tidak punya pekerjaan lain sampai harus menunggu nya?"


"Masalahnya pemilik perusahaan masih sangat sibuk tuan."


"Suruh dia menelfonku sekarang."


"Baik tuan." Harry kembali lagi ke kamarnya begitupun juga dengan Elang dan tidak lama Ara menghubunginya.


"Ada apa pak?"


"Bagaimana kerjaanmu?"


"Semua sudah beres pak, cuman pemilik perusahaannya belum ada waktu, tinggal tanda tangan saja, mungkin sekitar 3 hari lagi baru dia ada waktu."


"Bilang kalau kamu utusanku."


"Sudah pak, tapi tetap saja."


Angel membuka pintu kamar Elang dengan pelan, dia menguping siapa yang sedang di telfonnya. setelah tahu kalau itu Ara, dia berinisiatif untuk menggoda Elang.


"Elang sayaang." Angel masuk dan langsung memeluk Elang dari belakang.


"Pak kalau lagi ena-ena bilang, biar aku tidak mengganggu." Ara langsung mematikan telfonnya.


"Apa yang kamu lakukan.!" Elang mendorong tubuh Angel, tapi Angel tetep kekeh memeluknya, malah sekarang semakin erat.


"Di mana otak kamu, aku sudah beristri dan aku sudah menikah." bentak Elang.


"Aku tidak peduli." dengan cepat Angel m***** b**** Elang, dan m******nya penuh gairah. mendapat perlakuan Angel yang tiba-tiba, Elang terkejut, tapi dia hanya diam saja dan tidak membalas ciuman Angel. semakin lama dalam berciuman tubuh Elang mulai memanas. Angel memang ahli dalam membangun gairah seorang laki-laki. dan sekarang dia tambah menggila, di dorongnya tubuh Elang telentang di ranjang, lalu di bukanya kancing kemejanya satu persatu sampai terlepas dan di buang ke lantai. di r***nya d*** Elang yang bidang. saat Angel m******i tubuhnya tanpa ampun tiba-tiba terlintas tubuh mungil Ara di fikiran Elang. yang awalnya dia juga menikmati permainan Angel kini hatinya berubah menjadi gelisah. di balasnya permainan Angel sama ganasnya, m*****m b****nya, lalu turun ke leher dan ke telinganya, tapi hatinya masih saja tetap gelisah.


"Dasar wanita j****g, m****an.!" Elang berbisik pelan di telinga Angel.


"Aku tidak peduli ucapanmu, sekarang yang terpenting kita bersenang-senang dulu, dan lupakan istrimu itu." Angel mulai m******i b***r Elang lagi sampai akhirnya Elang mendorong tubuh Angel dan pergi meninggalkannya.


"Elang tunggu, jangan tinggalkan aku." namun Elang tetap berjalan dan tidak menggubris panggilan Angel.


"Ganti penerbanganku sekarang ke kota M." Harry yang melihat Elang tiba-tiba masuk ke kamarnya dengan aura yang sangat menyeramkan membuatnya bertanya-tanya apa yang sudah terjadi.


"Kenapa harus sekarang tuan, ini sudah malam, seharusnya tuan beristirahat saja." Harry bingung kenapa Elang mengubah penerbangannya sekarang dan bukannya pulang malah pergi ke kota M.


"Sudah lakukan saja, bilang juga pada pemilik perusahaan kalau besok aku akan sampai di sana."


"Baik tuan." Harry tidak bertanya lagi alasan atasannya kenapa menyusul istrinya, padahal saja di sana juga sudah ada Anton.


"Biarkan aku sendiri yang ke sana."


"Tapi tuan."


"Jangan membantah, kamu temani saja Angel, pastikan dia selamat sampai rumah, dan tanyakan pada Ara, di hotel mana dia tinggal."

__ADS_1


"Satu lagi, suruh Anton pulang sekarang saja." imbuh Elang.


"Baik tuan." Harry langsung bergerak cepat melakukan tugas dari atasannya.


Pov Ara


Ara bangun tidur lalu membuka pintu kamarnya yang mengarah ke balkon. setiap pagi dia menikmati udara sejuk dan menikmati pemandangan kota yang masih sepi. saat Ara melihat ke bawah, dia melihat seorang pria mengenakan baju hem berwarna hitam dan juga memakai kaca mata hitam.


"Kenapa pria itu mirip dengan pak Elang, apa mungkin itu pak Elang."


"Ahh tidak mungkin pak Elang kan di London dan hari ini dia baru akan pulang, lagian juga tidak mungkin dia ke sini." Ara melanjutkan lagi menikmati pemandangan kota M dan tidak lama bel kamarnya berbunyi.


"Iyaa sebentar." Ara langsung berlari dan membukakan pintu, dia mengira yang datang ialah pelayan hotel yang mengantarkan makanan di setiap paginya.


"Astagaa pak Elang." Ara terkejut melihat kedatangan suaminya. tanpa menjawab Elang langsung masuk ke kamar dan merebahkan badannya di kasur.


"Kenapa pak Elang datang ke sini."


"Sudah diam, siapkan berkas yang akan di tanda tangani, nanti siang kita akan menemuinya."


"Waahh berarti besok kita sudah bisa pulang, asyikkkkk."


"Tidak, nanti sore pulangnya."


"Yeahh jangan dong pak, besok aja yaa, nanti malam jalan-jalan, please lahh."


"Emang selama kamu di sini tidak pernah keluar apa?"


"Tidak, cuman makan di luar dengan Anton."


"Anton? sejak kapan kamu memanggil Anton dengan sebutan seperti itu?"


"Tadi malam, dia memintaku memanggilnya seperti itu, dia juga sudah pulang tadi malam, tapi dia tidak bilang kalau pak Elang akan ke sini."


"Iyaa aku yang menyuruhnya pulang, dia juga tidak tahu kalau aku akan ke sini."


"Ohh begitu."


"Kamar kamu enak juga, aku mau istirahat dulu, dan jangan lupa siapkan berkasnya sekalian baju kerjaku."


"Hizzz dasarrrr nyebelin." Ara langsung bergegas menyiapkan semua berkasnya dan juga menyiapkan baju kerja untuk suaminya.


Hayy readears makasih yaa sudah luangin waktu buat baca karya pertamaku ini


jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk mendukung Author terus berkarya


semoga kita semua terjauhkan dari mara bahaya


terimakasihh 🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2