
Charoline memikirkan ide untuk mengerjai kakak nya yang super galak itu. karena ulahnya Ara meneteskan air mata. malam ini dia berencana untuk tidur lagi dengan kakak iparnya. walaupun Elang tidak menceritakan awal mula pernikahannya dengan Ara, tapi Charoline mengetahuinya dan sekarang dia juga tahu kalau ada benih-benih cinta di antara mereka.
"Araa." panggil Charoline sambil mengetuk pintu kamar Ara.
"Iya Char." di bukanya pintu kamarnya dan heran kenapa malam-malam Charoline datang ke kamarnya lagi.
"Turun yuk, lihat tv sama mama."
"Tumben Char, ada apa?"
"Udah ayoo." tanpa meminta ijin pada Elang Charoline langsung menarik lengan Ara dan mengajaknya turun ke bawah.
"Mama, tumben ma belum tidur." tanya Ara yang melihat Susi tengah asyik lihat tv.
"Duh ni anak, ngapain turun ke sini, ini pasti Charoline yang mengajaknya." batin Susi.
"Iya Ra, mama masih lihat tv, bentar lagi juga tidur." jawab Susi dengan senyuman yang manis.
Sebenarnya Ara masih merasa tidak enak bertemu dengan Susi. karena kemarin malam Susilah yang memergokinya di dapur saat bermesraan dengan Elang. tapi Susi juga hanya diam saja seolah-olah tidak ada hal yang terjadi.
"Ra nanti temani aku tidur ya." pinta Charoline.
"Hah kenapa, tumben banget, tapi gak papa, aku mau." awalnya Ara memikirkan Elang, tapi berhubung dia masih kesal, Ara meng iyakan ajakan adik iparnya itu.
"Yeeee asik, ayoo kalau gitu Ra, lihat tv di kamarku aja."
"Ayoo Char." tanpa ijin dari suaminya Ara langsung pergi ke kamar Charoline, dan tidak memikirkan kemarahan suaminya yang sangat menyeramkan. karena di saat Ara keluar, Elang di ruang kerjanya.
Dua sejoli wanita itu tengah asyik bercerita sedangkan Elang mulai khawatir saat melihat istrinya tidak ada di kamar.
"Kemana dia malam-malam seperti ini?" Elang menuruni tangga untuk melihatnya di dapur, karena biasanya Ara pergi ke dapur mengambil minuman. sampai di ruang santai Elang mendengarkan suara wanita yang sedang tertawa dengan keras. dan suara itu berasal dari kamar Charoline. dia mulai mendekat ke kamar adiknya itu sambil membuka pintu sedikit untuk mengintip. setelah tahu kalau Ara di sana dia langsung memanggilnya.
"Ara." dengan muka datar.
"Pak Elang."
"Kakak, kenapa kak?"
"Kembali ke kamar."
__ADS_1
"Kak, apa-apan sih, Ara mau tidur denganku."
"Dia istri kakak, dan kakak tidak mengijinkannya, cepat kembali ke kamar."
"Tidak mau." Ara menjawab dengan sewot. Elang yang di cuekin tanpa menunggu waktu lama langsung menggendong tubuh Ara dan membawanya ke kamar.
"Pak' turunkan aku." walaupun Ara memberontak Elang tetap tidak menurunkannya.
"Kakak kayak anak kecil deh, malu kak malu."
"Silahkan tidur sendiri."
"kakak.!" Elang tidak menggubris ucapan adiknya itu dan langsung ke kamar lalu membanting Ara di ranjang dan tidak lupa mengunci pintu.
"Kau anggap apa aku ini, kalau mau pergi minta ijin dulu sama aku."
"Iyaa maaf lagian kenapa juga sihh, masih serumah juga." sambil memanyunkan bibirnya dan mengambil bantal serta selimutnya di almari.
"Kamu mau kemana?" tanpa menjawab Ara langsung jalan dan membaringkan tubuhnya di sofa. Elang geram dengan kelakuannya, tapi karena hari sudah malam dan juga lelah dia tidak mau berdebat lagi dengan membiarkannya begitu saja.
Sudah tengah malam, Elang juga belum bisa tidur. sekarang kehadiran Ara di sampingnya, sudah seperti obat yang membantu ketenangannya. tapi karena egonya, dia tidak mau pindah tempat tidur ataupun memindahkan Ara ke ranjang. dia lebih memilih meminum obat tidur di laci meja sebelah ranjangnya.
Jam berputar begitu cepat, Ara bangun dan melakukan kegiatannya seperti biasa. dia melirik Elang yang masih tertidur dengan pulas. ada rasa ingin membangunkan tapi di tahannya karena kesalnya semakin bertambah. biasa nya Elang selalu ada di sampingnya, tapi semalam dia di biarkan tidur sendirian di sofa.
"Raa."
"Iya Char, ada apa?"
"Mbolos kerja yukk."
"Nggak ahh, nanti bisa di marahin sama kakak kamu."
"Tenang aja Ra, kalau sama aku aman, kita jalan-jalan, jangan kerja mulu, nanti kamu bisa setres lho."
"Ehmmm gimana yaa" Ara memikirkan tawaran Charoline karena selama ini dia juga jarang sekali pergi keluar untuk refreshing.
"Nanti kalok kakak kamu marah gimana?" Tanya Ara yang masih fikir-fikir.
"Nggak bakalan, kakak sangat menyayangiku, jadi dia tidak akan marah, kalaupun kakak marah sama kamu, aku yang akan bertanggung jawab."
__ADS_1
"Tapi Char."
"Sudah ayoo." tanpa menunggu persetujuan Ara, Charoline langsung menariknya begitu saja, dan tanpa pamit juga dengan Elang.
Di sisi lain Elang yang baru bangun langsung mandi dan sarapan. melihat Ara yang tidak ada di ruang makan Elang menanyakannya pada Susi.
"Ma Ara kemana?"
"Emangnya dia tadi tidak ijin sama kamu?"
"Emang dia kemana ma?"
"Dia pergi pagi-pagi tadi, sama Charoline."
"Kemana ma?"
"Mama tidak tahu, lagian juga dia istri kamu masak nggak minta ijin sama suaminya dulu kalau mau pergi." ucap Susi sedikit menjelekkan Ara dan berharap Elang terpancing ucapannya tapi ternyata, bukannya menjawab ,Elang malah pergi begitu saja meninggalkannya.
"Elang kamu mau kemana?"
"Elang Lang." panggil Susi yang tidak di gubris oleh Elang.
"Anak itu benar-benar tidak mempedulikanku." ucapnya dengan penuh kekesalan di hatinya.
Elang berjalan dengan cepat, lalu menghubungi Harry untuk mencari tahu di mana Ara berada. karena sejak tadi handpone adiknya tidak bisa di hubungi, begitupun juga dengan Ara. di tambah lagi mereka mengendarai mobil sendiri tanpa supir ataupun bodygard. hal itu membuat Elang tambah semakin khawatir. melihat lawan bisnisnya yang akan melakukan apapun demi menjatuhkannya.
"Harry cari tahu di mana Ara dan adiku berada, mereka tidak bisa di hubungi."
"Tadi mereka ke sini tuan memberikan dokumen pada saya, saya sudah tidak mengijinkannya untuk pergi, tapi adik tuan memaksa, dan bilang kalau sudah minta ijin pada tuan, bahkan mereka juga bilang kalau ada beberapa body gard yang menjaga mereka, tapi ternyata mereka berbojing, tapi tuan tenang saja, saya sudah memastikan mereka akan baik-baik saja tuan."
"Kenapa kau tidak menghubungiku lebih dulu?"
"Sudah tuan, saya sudah menghubungi tuan berkali-kali tapi tuan tidak menjawab." Elang yang mendengar langsung ngecek handponenya dan benar, kalau Harry sudah menghubunginya berkaki-kali.
"Pastikan mereka dalam keadaan aman."
"Baik tuan." Harry pun langsung menjalankan tugas dari atasannya dan Elangpun juga langsung berangkat ke kantor. di perjalanan dia tidak tenang sama sekali. dia berfikir apa yang bisa dia lakukan supaya bisa tetap bekerja dan mengawasi dua wanita yang sangat penting dalam hidupnya. lalu dia teringat dengan kamera yang bisa di hubungkan langsung ke handponenya.
"Berikan mereka masing-masing kamera."
__ADS_1
"Baik tuan." Harry sangat heran dengan tingkah atasannya itu, padahal baginya sudah lebih dari cukup di jaga oleh bodygardnya, tapi ternyata hal itu tidak cukup untuk Elang.
Hayyy readers terimakasih ya sudah setia membaca novel aku, jangan lupa tinggalin jejak yaa.🤗🤗🤗🙏🙏