
Matahari mulai terbangun dari peraduannya, memancarkan sinarnya yang menghapus titik-titik embun di dedaunan, menghangatkan tubuh dari udara dingin, dan membakar semangat baru di hari yang baru. Ara mulai membuka matanya dengan pelan, di lihatnya sekitar kamar, namun orang yang di cari tidak ada di sana.
"Huuaaaammm, Apa semalam dia tidak tidur di sini, kenapa tidak ada baju dia sehelaipun?" Ara bertanya-tanya dalam hati.
"Bodo amat lahh." Saat Ara mau mandi tiba-tiba ponselnya berdering.
"Assalamualaikum." sapa Ara.
"Waalaikumsalam, maaf nona kalau saya mengganggu anda, saya hanya ingin menyampaikan kalau tuan Elang sudah pergi ke kantor." jawab Harry, sekretaris lama Elang.
"Hmmm maaf dengam siapa yaa ini?"
"Saya Harry nona, sekretaris tuan Elang yang dulu, saya baru saja pindah ke sini kemarin lusa."
"Benarkah, emang Martin kemana, ?"
"Tuan Martin di tugaskan tuan Elang mengurus perusahaan di kota B nona,"
"Owh yaa sudah kalau begitu."
"Tuan Elang berpesan nanti siang akan menjemput nona untuk pulang ke rumah."
"Owh iyaa, terimakasih sudah memberitahu saya."
"Iyaa, kalau nona butuh sesuatu minta saja pada pelayan hotel."
"Baiklahh."
"Selamat beristirahat nona."
"Iyaaa terimakasih." Harry mengakhiri telfonnya dengan Ara.
"Mandi aja lah, terus abis itu makan." Ara berbicara sendiri di kamarnya.
Hari terasa begitu sangat cepat. Elang berjalan di loby hotel, dia memang sengaja menjemput Ara langsung ke kamarnya, karna dia ingin terlihat seperti pasangan suami istri sungguhan.
"Apa kamu sudah siap?" Elang langsung membuka pintu kamar hotel, di lihatnya Ara sedang asyik melihat film kartun sambil sesekali tertawa lepas.
"Sepertinya gadis itu sudah tidak sedih lagi" Batin Elang.
"Ara." panggil Elang sekali lagi.
"Ohh iyaa pak, maaf tadi saya tidak mendengar."
"Ayo kita pulang."
"Iyaa pak." Ara sangat terkejut dengam perlakuan Elang yang tiba-tiba menggandeng tangannya.
"Kita akan seperti ini di depan umum, karna kamu pasti tahu alasan apa saya menikahimu."
"Iyaa saya mengerti pak."
"Jadi mulai sekarang kamu harus membiasakannya, lakukan apa yang seharusnya di lakukan oleh seorang istri pada suaminya, tapi hanya di depan umum saja, kalau di rumah kau tidak harus melakukannya." Elang menjelaskannya.
"Baiklah, saya akan menuruti semua perintahmu." Ara menjawab dengan percaya diri. di pegangnya semakin erat lengan Elang.
"Kita lihat saja, siapa suruh bermain sama anak kecil." Batin Ara.
"Sayaang aku lelahh, aku mau di gendong." Ara merengek pada Elang seperti anak kecil, sontak semua orang yang ada di sana melihatnya. Elang terkejut dengan kelakuan Ara yang seperti itu, namun tidak ada cara lain selain menggendongnya.
"Kamu juga harus mengikuti caraku, dengan begitu kita akan sama adilnya." Ara berbisik lirih di telinga Elang, dengan senyuman puas.
"Diam." jawab Elang dengan pelan, kini yang dia rasakan sangat malu.
"Sayaang kenapa pipi kamu merah, apa kamu sakit?" Ara sengaja bertanya pada Elang dengan nada keras sampai orang yang ada di sana tertawa semua. bahkan Harry sekretaris Elang pun juga menahan tawa melihat atasannya yang biasanya dingin tanpa ekspresi bisa di kerjain oleh gadis kecil seperti Ara.
__ADS_1
"Masuklah."
"Sweet banget suamiku, terimakasih sayaang." Ara sambil tersenyum menyeringai namun Elang tidak menjawab dan langsung masuk dalam mobil.
Di perjalanan pulang tidak ada perdebatan sama sekali, semua hening tanpa bicara, begitupun juga dengan Harry sekretaris Elang, dia hanya diam saja melihat atasannya menahan amarah, namun tidak dengan Ara, dia ngemil sambil sesekali bernyanyi.
"Kamu pulang saja."
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu."
Para pelayan menyambut kedatangan mereka sambil menunduk.
"sudah jangan menunduk, mulai sekarang kalian tidak perlu melakukan hal seperti itu lagi, nanti punggung kalian bisa sakit, okee." ucap Ara.
"Tapi Nonaa."
"Sudah jangan membantah, apa kalian ingin melawan istri dari Tuan kalian?"
"Tentu saja tidak nona, kami semua tidak berani."
"Kalau begitu sekarang silahkan kembali bekerja lagi." Ara menyusul Elang yang masuk ke kamarnya.
"Permisi."
"Ada apa lagi, apa kamarmu tidak nyaman?" mereka tidak tidur satu kamar, Ara tidur di kamar tamu, di lantai bawah.
"Tidak, aku hanya ingin menanyakan suatu hal."
"Ada apa?"
"Apa aku boleh bekerja lagi di perusahaanmu?"
"Apa uang yang aku berikan kurang?"bukannya menjawab tapi Elang malah ganti bertanya.
"Aku hanya ingin mendapatkan uang dari hasil kerja kerasku sendiri, lagian kalau kita sudah bercerai aku harus punya pengalaman kerja di kantor, bolehkan? " Ara memohon pada Elang.
"Iyaa aku akan menjaga nama baik mu, aku janji tidak akan membuat masalah."
"Okee, tapi ada satu hal yang harus kamu tahu, ini rahasia terbesarku, jangan sampai kamu membocorkannya."
"Iyaa siap, Apa itu?" Ara mulai was-was.
"Apa kamu tahu orang yang bernama Angelia Undersone?"
"Enggak, emang siapa dia?"
"Dia mantan kekasihku, dan sampai sekarang dia masih mengejarku."
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Kamu cukup membuat dia pergi dari kehidupanku."
"Apa aku harus membunuhnya haha?"
"Apa kamu gila?"
"Tidak aku hanya becanda, okee aku akan melakukannya tapi dengan caraku sendiri, kamu tidak perlu urus campur."
"Baiklah. ingat jangan sampai namaku menjadi buruk di mata orang lain." Tegas Elang
"Siapp, berarti mulai besok aku boleh kerja lagi di kantormu?"
"Iya, aku akan bilang sama Harry untuk menyiapkan tempat kerjamu di ruanganku."
"Kenapa harus di ruanganmu?"
__ADS_1
"Apa kamu tidak punya otak, apa kamu fikir dengan kehadiranmu di kantor tidak akan mengambil perhatian orang lain, lalu orang akan berfikir seorang istri Airlangga Johnsone seorang gadis yang bodoh, begitu?" Elang tidak ingin karyawan lain melihat saat Harry mengajari Ara.
"Iyaa deh iyaa, jahatt banget."
"Kalau sudah selesai silahkan pergi." Elang mengusir Ara.
"Iyaa suamiku tersayang, haha." ledek Ara sambil tertawa meninggalkan kamar Elang.
"Membuatku gila saja." Gerutu Elang.
Elang berjalan menuruni tangga, dia hanya memakai kaos pendek dan celana panjang biasa.
"Haloo kaak." suara nyaring keluar dari dapur rumahnya.
"Kenapa kamu datang ke sini?" Elang penasaran apa yang membuat adiknya datang ke rumahnya.
"Kapan hari aku kan ngobrol sama Ara, dan ternyata dia pandai membuat kue, jadi aku meminta dia untuk mengajariku."
"Hah gadis bodoh itu, bisa membuat kue?" ledek Elang sambil tertawa.
"Iya kak, enak lho kuenya, kakak harus mencicipinya, aku ambilkan sebentar yaa, kakak duduk di sini dulu."
"Awas kalau tidak enak, Ara yang akan aku hukum." Ancam Elang
"Nih cobain kuenya." Charoline menyodorkan sendok yang berisi kue buatan Ara.
"Hemm lumayan, tidak terlalu buruk." Elang mengakui kalau kue Ara memang enak.
"Apa? cuman lumayan? " Ara berteriak.
"Iyaa lumayan walaupun sebenarnya sangat buruk rasanya."
"Hiiizzzz kamu ini." Ara mulai kesal pada Elang.
"Udah diam. gimana kalau Harry di suruh ke sini, kita makan kue bareng-bareng, sekalian pelayan suruh ke sini juga." Charoline memberi saran pada Ara.
"Kamu benar Char." Ara menyetujui.
"Tidak.! ini rumahku, aku tidak mengijinkannya.!" Elang membentak ke dua gadis yang sudah mau menghubungi Harry.
"Sekarang kamu pulang saja temani mama di rumah.!" Tanpa menjawab bukannya Charoline pulang tapi malah berlari pergi ke kamarnya.
"Kenapa kamu ke kamar, apa kamu tidak akan pulang?"
"Tidak, aku akan menginap di sini, wlekk" Charoline berlari sambil meledek kakaknya.
"Bagaimana ini?" Ara bertanya pada Elang.
"Masuklah ke kamarku." Elang tidak ingin adiknya tahu masalah pernikahan sandiwaranya.
"Baiklah." Ara langsung pergi ke kamar Elang di lantai atas dan tidak lama Elang juga menyusulnya.
"Siapa suruh kamu tidur di ranjangku?"
"Lalu kamu menyuruhku tidur di sofa?"
"Iyaa, ini kamarku."
"Hiizzzz dasarrr priaa kejam."
"Kamu bilang apa barusan?"
"Tidak, banyak nyamuk ini." sambil sesekali menepuk tangannya seolah-olah ada banyak nyamuk, dan padahal saja satu pun tidak ada nyamuk. Ara langsung pergi ke sofa dan tidak lama kamar mulai hening, mereka sudah tertidur pulas.
Hayyyyy readersss mulai sekarang akan up secara rutin, jangan lupa tiap baca tinggalin jejak kalian yaa, jangan lupa juga buat vote
__ADS_1
semoga menghiburrrr, hehe
Terimakasihhhh sudah mampir 🤗🤗🙏🙏🙏😍😍😍