
Elang masih tidak percaya kalau dirinya harus menjadikan gadis kecil itu sebagai kekasih palsunya. selama ini dia mencari wanita lain, namun tidak ada satupun di antara mereka yang bersedia. mereka semua tahu seperti apa sifat Angel. Angel akan melakukan apa pun yang dia inginkan. dan sekarang yang Elang fikirkan bagaimana cara menyikingkirkan Angel tanpa harus menjatuhkan karirnya sebagai model terkenal, karna bagaimanapun juga orang tua mereka dulu berteman sangat dekat.
"Martin bawa asistenmu ke ruanganku sekarang juga." Elang harus membicarakan masalah rencananya dengan Ara.
"Baik Tuan." Martin terkadang memanggil Elang dengan sebutan Pak terkadang juga Tuan.
"Nona Tuan Elang ingin bertemu dengan Anda, saya akan mengantarkan anda keruangannya." Martin juga harus memperlakukan Ara layaknya majikannya, agar karyawan yang lain mengira kalau Ara memang kekasih Elang yang baru saja datang dari luar negeri.
"Hmzzz kenapa pak Elang memanggil saya pak?" Ara masih tidak menyangka kalau dirinya berada di sekitar pria tampan namun memiliki kepribadiaan yang sangat dingin dan mengerikan di tambah lagi dengan pria yang sudah dia maki sebelumnya yang ternyata atasannya sendiri.
"Memang sudah sepantasnya nona menemui tuan Elang, karna tuang Elang itu atasan kita, bos besar dari perusahaan ini ." Martin menyadari kalau gadis kecil di sampingnya merasa ketakutan.
"Iyaa maksud saya emmzz ." Ara kawatir kalau atasannya akan mengeluarkannya dari perusahaan.
"Ya sudah mari pak." Ara berjalan di belakang Martin.
"Huuuhhh aku harus berani, kalau dia menyadari aku gadis yang memakinya tempo hari, aku harus segera meminta maaf, aku tidak boleh di pecat begitu saja." Ara berbicara di dalam hatinya. fikirannya kacau antara gelisah,menyesal dan ketakutan, tapi dia gadis yang tidak mudah menyerah.
Setelah memasuki ruangan, Martin langsung faham akan maksud dari atasannya. dia meninggalkan Ara berdua saja dengan Elang.
__ADS_1
"Selamat pagi pak saya Xabara Permata asisten baru pak Martin, saya akan bekerja keras dan memberikan yang terbaik." Ara memberanikan diri untuk menyapanya.
"Bukankah seharusnya kau meminta maaf terlebih dahulu, atas apa yang sudah kamu lakukan?" Elang menyeringai dengan senyuman ironis.
"Aduhhh kenapa dia harus mengingat wajahku." Ara terus saja berbicara dalam hatinya.
"Maafkan saya pak, tempo hari saya sedang banyak fikiran, dan saya sedang buru-buru, saya hilang kendali pak, maafkan saya pak, jangan pecat saya pak." Ara sudah berkeringat dingin. namun dia tetap mencoba untuk memberanikan diri.
"Bukankah seharusnya kau tetap sopan pada siapapun, tapi kau malah memakinya, haha hantu.! apa kamu fikir saya sudah mati,saya bisa saja memasukanmu dalam penjara karna sudah mengaggap orang hidup sudah mati." Elang terus saja berusaha memojokkan Ara.
"Jangan pak, Ara menjadi tulang punggung keluarga, jangan masukan Ara ke penjara pak." Ara menggigil ketakutan.
"Saya tidak akan melakukannya, tapi kamu harus melakukan sesuatu untuk saya. kamu tidak ingin di pecatkan?" dia menyadari kalau gadis kecil di depannya mulai gugup.
"Apa pun itu pasti akan saya lakukan pak, asalkan saya tidak di pecat." Ara masih harus mempertahankan pekerjaannya, karna tidak mudah baginya untuk bisa sampai di titik sekarang dan tentu saja itu juga demi orang tuanya.
"Maksud bapak saya harus bersikap baik layaknya kekasih bapak di depan semua orang begitu, supaya saya tidak kehilangan pekerjaan saya?" Ara mencoba mencerna ucapan dari atasannya barusan.
"Iyaaa lebih tepatnya seperti itu, dan saya juga akan memberi kamu gaji 3x4 dari gaji kamu yang sekarang." menawarkan banyak uang ialah keahlian elang.
Ara masih bengong memikirkan tawaran bosnya yang sangat menggiurkan. sekarang saja gaji Ara menjadi asisten sudah sebesar 7,5 juta kalau itu di lipatkan sebulan ara akan bisa mlunasi hutang bapaknya dengan cepat.
__ADS_1
"Lalu saya harus bagaimana pak, apa saya harus memeluk bapak, apa bahkan mencium bapak?" entah apa yang sudah dia fikirkan sampai berbicara hal mesum.
"Walaupun kecil ternyata otak kamu mesum juga. tentu saja tidak, kalau pelukan mungkin, kamu tidak perlu memikirkan hal itu, aku yang akan mengatur semuanya,kamu tinggal mengikuti semua aturanku." Elang menjelaskan yang harus Ara lakulan. dia tidak menyangka kalau gadis kecil di depannya bisa berfikir mesum.
"Beri saya waktu tiga hari pak, saya akan mempertimbangkan tawaran bapak." memang tawaran yang sangat menggiurkan namun Ara juga harus memikirkan masalah harga dirinya.
"Tidak akan lama hanya 1 sampai 3 bulan saja, saya juga akan menanggung semua kebutuhanmu, termasuk tempat tinggal kamu." Elang sudah tidak sabar ingin melihat Angel merasa sakit hati dan menyerah lalu meninggalkannya.
"Baik pak, saya akan mempertimbangkannya, saya permisi pak." Ara meninggalkan ruangan tanpa menatap wajah Elang, dia tidak berani selancang itu untuk menatap wajah atasannya. Ara kembali duduk di meja kerjanya dengan lemas tidak berdaya.
"Nona, sebaiknya sebelum anda mengambil keputusan jagalah sikap anda, tetaplah tegak,dan jangan sampai memperlihatkan sisi lemah anda." Ara yang sedari tadi melamun terkejut mendangar ucapan Martin.
"Kenapa dia juga tahu, apa ini rencana mereka berdua." Ara mengomel dalam hati.
"Dan juga jangan bilang pada siapapun, termasuk pada Anton, atau nona akan menyesal nantinya." Martin mengingatkan Ara untuk selalu menjaga rahasia atasannya.
"Ohh baiklah,maafkan saya kalau saya tadi sudah tidak tersenyum, dan saya juga akan merahasiakannya" Dia merasa kesal mendengar ucapan Martin dan sudah masuk dalam permainan mereka, bahkan Ara tidak di ijinkan untuk kelelahan.
"Kalau begitu saya akan langsung mengajari apa saja yang akan nona kerjakan sebagai asisten saya."
"Baiklah." Ara berdengus kasar, dia tidak suka dengan orang di sekitarnya tapi bagaimanapun juga Ara harus mendapatkan bekal untuk nantinya kalau sewaktu-waktu dia di pecat dari sana.
Martin mengajari Ara dengan sabar tanpa menggunakan kalimat yang kasar, bahkan sesekali dia keceplosan berbicara santai, karna Ara orang yang polos ,ceria dan banyak bicara, yang bisa memancing lawan bicaranya bersifat seperti anak kecil termasuk Martin.
__ADS_1
HAAAAAAAYYYYY READERS TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KE KARYAA NOVEL AKU, JANGAN LUPAAA TINGGALKAN JEJAKK KALIAN YAAAAAA 😉😉😉😉🙏🙏🙏🙏🙏