
Sampai di rumah mereka berjalan bareng sambil bercerita sesuatu yang menyenangkan sehingga membuat Elang tertawa lepas.
"Apa yang membuatmu tertawa Lang?" tanya Susi yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Mama, ini lo ma Ara cerita masa kecilnya." jawab Elang.
"Benarkah, hemm sepertinya menantu mama berhasil merubah kepribadian anak kesayangan ini yang biasanya dingin sekarang bisa tertawa." ucap Susi walaupun sebenarnya dalam hatinya sangat kesal.
"Mama bisa aja, Aku ke kamar dulu ya ma."
"Iyaa, apa kalian sudah makan?"
"Sudah kok ma." jawab Ara lalu berucap lagi
"Ke kamar dulu ma."
"Iya selamat berisitirahat."
"Iyaa ma." Ara berjalan menaiki tangga menyusul Elang yang sudah meninggalkannya lebih dulu. saat Ara membuka pintu tiba-tiba Elang memeluknya dari belakang.
"Pak Elang, Ara mau mandi dulu." dia merasa geli saat Elang mulai menciumi lehernya.
"Mandi bareng ya." ledek Elang.
"Nggak, Ara gak mau."
"Ya sudah gini aja kalau gitu." sambil memeluk.
"Hmmm."
"Kita sudah 5 bulan menikah tapi aku belum tahu tanggal lahir kamu."
"Kenapa tiba-tiba pak Elang ingin tahu?"
"Kan kamu istriku."
"Emm 2 bulan lagi umurku genap 20 tahun tepatnya tanggal 20."
"Dasar anak kecil."
"Dasar om om."
"Kau ini yaa." Elang menggendong Ara dan membawanya ke ranjang.
"Elaaaang, aku mau mandi dulu."
"Nggak boleh." dan sekarang posisi Elang sudah ada di atasnya.
"Apa aku boleh melakukannya dengan dirimu yang masih kecil?"
"Sepertinya tidak haha." Ara tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Elang yang tengah berfikir.
"Haruskah aku menunggumu sampai umur 20 tahun dulu?"
"Iyaa harus haha." Ara masih saja tertawa melihat Elang berfikir keras.
"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sekarang."
"Pak Elang yakin?"
"Kenapa tidak." lalu mulai menyusuri leher Ara yang putih mulus dengan penuh nafsu.
"Araaa." di saat mereka sedang enakan bermesraan tiba-tiba ada yang memanggil.
"Sial." umpat Elang.
__ADS_1
"Aku buka dulu pintunya." Ara bangun dan merapikan bajunya.
"Charoline, kamu kenapa?"
"Raa." Charoline langsung memeluk Ara sambil menangis sesegukan.
"Kamu kenapa?"tanya Ara lalu Elang menghampiri mereka.
"Ada masalah apa, kenapa kamu menangis?" Elang yang melihat adik kesayangannya menangis langsung memperlihatkan wajah yang menyeramkan.
"Kak untuk malam ini saja, apa aku boleh tidur dengan Ara?"
"Tidak.!" dengan tegas Elang menolak keinginan adiknya itu.
"Tolonglah kak. aku butuh Ara please." dengan wajah memelas Chsroline memohon pada Elang agar di ijinkan untuk tidur bersama istrinya.
"Boleh yaa, cuman semalam kok," pinta Ara sambil memegang tangan Elang supaya Elang menginjinkannya.
"Huuuh." Elang bernafas dengan kasar lalu menyetujuinya.
"Tapi ingat, cuman satu malam saja."
"Iya makasih ya kak."
"Iyaa."
"Aku mandi dulu ya Char setelah itu aku akan ke kamarmu, cuman sebentar saja."
"Iyaa jangan lama-lama yaa."
"Iyaa." Ara langsung mandi dengan cepat dan pamit pada Elang.
"Tanyakan pada Charoline apa yang membuatnya menangis, kalau ternyata masalah pacarnya, aku akan membuat hidup kekasihnya berantakan."
"Ssstttt.! biar aku saja yang mengurus, aku ke sana dulu, daaa."
"Kamu belum tidur juga."
"Belum Ra, aku tidak bisa tidur, hikshikshiks." sambil menangis.
"Kenapa, ada masalah apa?"
"Ra aku benar-benar bodoh." Charoline menangis sejadi-jadinya.
"Menangislah sepuasmu sampai kau merasa tenang dan setelah itu ceritakan masalahmu padaku." Ara memeluk Charoline yang matanya sudah sembab karna menangis sejak tadi.
"Raa bagaimana ini."
"Tidak papa, jangan khawatir, santai dulu. tenangkan fikiranmu, dan coba ceritakan masalahnya."
"Ra, aku bodoh Ra, aku benar-benar bodoh."
"Jangan gitu, setiap masalah itu pasti ada solusinya dan di balik itu semua pasti ada hikmahnya, kamu kenapa?"
"Tapi kamu harus janji jangan ceritakan semuanya pada kak Elang."
"Iyaa aku janji."
"Gini Ra, aku sudah lama pacaran dengan Andre, sekitar 2 tahunan, kita berencana saling komitmen dan menjaga hubungan ini sampai menikah, dan.." Air mata Charoline jatuh begitu saja, menahan rasa pedih yang terasa menyesakkan di dadanya.
"Gak papa, aku di sini akan membantumu kok, tenang saja yaa."
"Dan kami melakukan hubungan terlarang itu, dia berjanji akan menikahiku, tapi ternyata dia meninggalkanku demi wanita lain." air mata Charoline terus saja keluar dari pelupuk matanya.
"Jadi kalian," Ara sangat terkejut mendengar penjelasan adik iparnya itu. dia masih tidak menyangka kalau Charoline akan melakukan hal itu.
__ADS_1
"Lalu, dia pergi begitu saja, tanpa meminta maaf sama kamu?"
"Sebelum pergi, dia juga minta maaf sama aku, aku jawab iya, tapi hatiku rasanya sakit banget Ra."
"Tapi kamu gak hamilkan?" tanya Ara yang was-was kalau Charoline sampai hamil.
"Enggak Ra, ini aja aku lagi datang bulan."
"Syukurlah."
"Aku harus bagaimana Ra, gimana masa depanku. gimana nanti suamiku, aku sangat frustasi Raa, aku sangat menyesal." Charoline semakin menangis dalam pelukan Ara.
"Tenang dulu Char, jangan mennagis, semua sudah terjadi, kamu tidak bisa menyesalinya, ingat di luar sana masih banyak gadis yang sudah merelakan kesucian mereka untuk orang yang dia sayangi."
"Tapi Raa. hikshikshiks."
"Jadikan semuanya sebagai pembelajaran, yang sudah biarkan terjadi, dan satu hal, jangan pernah kamu mengulangi kesalahan yang sama, perbaiki diri dan jangan mencintai orang yang salah."
"Araa."
"Sekarang kamu tidur istirahat, besok kita akan ke kantor, kamu bisa melampiaskan amarahmu dengan bekerja."
"Terimakasih Ra."
"Iyaa, tidurlah."
"Iyaa Raa."
Tidak lama kamar mereka sudah sunyi tanpa adanya suara tangisan atau pun obrolan mereka lagi. Charoline bisa tidur dengan nyenyak setelah menceritakan masalahnya, tapi tidak dengan Ara, dia masih belum bisa memejamkan matanya, fikirannya masih tertuju pada suaminya, Elang lalu dia bangun dan mengambil air minum di dapur.
"Haahhh segarnya." di saat Ara sedang menengguk minumannya yang terakhir tiba-tiba Elang datang turun dari tangga.
"Pak Elang."
"Ngapain kamu malam-malam di dapur?"
"Ambil minum." dan pergi meninggalkan Elang begitu saja namun Elang menahannya.
"Kamu tidak bisa pergi begitu saja."
"Lalu?" Ara menjawab dengan menantang dan Elang yang di perlakukan seperti itu langsung menarik tangan Ara lalu di mendudukkannya di dapur sebelah kompor.
"Kamu tidak bisa lari dariku." Elang langsung memajukan wajahnya namun Ara menahannya.
"Kamu mau apa, ini di dapur, nanti kalok ada orang gimana?"
"biarkan saja." Elang langsung men****i Ara tanpa ampun bahkan tangannya juga menjalar kemana-mana.
"Lang sudah."
"Lang? kamu memanggilku dengan sebutan Elang?"
"Tidak maksudku......" lagi-lagi Elang memotong ucapan Ara dengan c****n yang ganas sampai-sampai Ara kesusahan untuk bernafas.
Di tengah-tengah mereka saling berpautan dengan nafas yang sudah terengah-engah, tiba-tiba Susi datang ke dapur dan terkejut melihat pemandangan putra dan menantunya itu sedang asyik bermesraan.
"Mama." Ara melihat kehadiran Susi, namun Susi tidak menjawab dan langsung kembali lagi ke kamarnya.
"Pak Elang sih, sudah aku mau tidur sudah malam besok kerja."
"Selamat malam." ucap manis Elang sambil mencium kening Ara dan kembali lagi ke kamarnya.
Hayy readers makasuh yaa sudah setia mampir di novel aku
Bantu Author untuk terus berkarya yaa dengan cara like komen dan juga vote
__ADS_1
TERIMAKASIHJJJ 🙏🙏🤗🤗😍