PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Libur


__ADS_3

Ara dan Charoline berjalan sambil makan ice cream di genggaman tangannya. mereka berjalan kesana kemari sambil melihat orang-orang yang tengah naik wahana yang bercampur dengan suara teriakan bahagia, bahkan ada juga yang sampai menangis.


"Ra gimana kalau kita naik wahana itu?"


"Ayokk, asyikk kayaknya." Ara menerima ajakan adik iparnya itu. mereka segera membeli tiket dan menaiki wahana roller coaster yang lebih menantang.


"Char jangan lupa berdoa."


"Iyaa Ra." sabuk pengaman pun di pasang, mereka saling berpegangan tangan dan menarik nafas dalam-dalam saat roller coaster mulai berjalan pelan lalu


"Kyaaaaaaa." jeritan semua orang terdengar sangat keras.


"Kyaaa Raaa huuuuuu." teriakan dan rasa bahagia terpancar dari wajah mereka berdua.


Wahana demi wahana sudah mereka naiki, bahkan makanan pun juga sudah banyak yang mereka lahap. sampai-sampai tidak sadar hari sudah mulai sore.


"Char, Pulang yuk." Ara sudah mulai khawatir kalau Elang akan sangat marah pada dirinya dan juga Charoline.


"Bentar Ra, santai napa, kamu tuh kayak gak pernah muda aja, jalan-jalan tuh kayak gini, jangan pulang mulu, pulangnya nanti malam aja yaa."


"Char nanti kakak kamu bisa marah lho."


"Enggak tenang saja."


"Chaaar." di saat sedang menikmati makanan, Charoline mempunyai ide dan ingin mengajak Ara ke tempat clubbing yang tidak jauh dari sana. lagian Charoline juga sudah lama tidak clubbing.


"Ra ayoo ikut aku, aku akan mengajakmu ke suatu tempat."


"Kemana lagi Char?"


"Ayoo, di sana kita akan senang-senang." Charoline langsung menancap gas menuju ke sana. dan mereka juga tidak sadar kalau sudah di buntuti beberapa bodygard yang menyamar untuk menjaga dan memantau apa saja yang sudah mereka lakukan. para bodygard pun langsung mengabari Harry kalau Ara dan Charoline pergi ke clubbing.


"Pak' sekarang Non Ara dan non Charoline pergi ke clubbing."


"Baik, awasi mereka, dan selalu pastikan mereka dalam keadaan baik-baik saja."


"Baik pak'." Harry pun langsung memberitahu Elang kalau istrinya pergi ke clubbing. namun di saat Harry membuka pintu ruangan atasannya, dia melihat raut wajah Elang yang sedang khawatir memikirkan sesuatu.


"Permisi pak'."


"Ehhmm."


"Pak' saya mau bilang kalau non Ara dan...." belum selesai bicara Elang langsung menjawabnya.


"Saya sudah tahu, pastikan anak buahmu bisa menjaga mereka dari bahaya sekecilpun."


"Baik tuan." dan tiba-tiba Martin datang ke ruangannya.


"Kenapa, kok tegang gini sih suasananya."sambil memberikan dokumen di meja Elang.


"Permisi tuan." Harry langsung pamit, dan pergi dari sana.


"Kenapa Lang, ada masalah?" tanya Martin dan Martin melihat handpone Elang yang di sana nampak ada Charoline yang tengah asyik berjoget dan Ara yang hanya berdiri di sampingnya.


"Woow bukankah itu istri dan adik kamu, mereka lagi clubbing?"


"Iyaa, makanya aku lagi khawatir,kamu tahu sendiri apa yang sudah aku ceritakan sama kamu."


"Iyaa wajar kok, aku faham." Martin menganggukan kepala.


Flashback On


Elang bingung dengan apa yang dia rasakan. dengan umur mereka yang terpaut sangat jauh membuatnya tidak yakin kalau yang dia rasakan itu cinta. karena fikirannya yang kalut dia lebih memilih pergi ke bar. saat dia meneguk minumannya tiba-tiba Martin duduk di sampingnya.


"Kenapa lho, tumben minum sendirian."


"Nggak usah ngledek, tiap minum juga aku sendirian."


"Haha iya aku tahu, tapi ini beda, ada masalah apa Lang?"

__ADS_1


"Nggak ada."


"Udahlah, aku kenal kamu dari kecil, jadi aku tahu kalau kamu sedang banyak fikiran."


"Nggak ada."


"Terserah kalau tidak mau bicara, tapi aku tahu."


"Tahu apa?"


"Ini masalah Ara kan?"


"Hemm."


"Kenapa. bukankah hubungan kalian baik-baik saja?"


"Hemm."


"Udahlah, kalau suka ya suka, jangan mempersulit keadaanmu sendiri Lang."


"Maksud kamu apa?"


"Kalau kamu menyukai Ara ya jangan kamu tahan, langsung bilang saja sama dia. ingat Lang, cinta itu anugrah, dan manusia tidak bisa menolak atau menentukan kita bisa mencintai siapa." ucap Martin memberi saran pada Elang. namun Elang hanya diam saja.


"Sudahlah jangan kamu fikirkan Lang, biarkan semua berjalan sesuai takdir yang sudah di tentukan."


"Kamu tidak tahu apa yang aku rasakan." jawab Elang singkat.


"Aku tahu, kamu menahan perasaanmu sendiri karna umur kalian yang berbeda jauhkan?"


"Hemm." Elang menganggukan kepala lalu berucap lagi


"Aku tidak tahu perasaanku seperti apa."


"Saranku ikuti kata hatimu Lang, maka kamu akan bahagia."


"Lang, jauh sebelum itu kamu sudah membahayakan nyawa Ara sendiri, kamu sudah mengancam akan membunuhnya, dan sebelum kamu menikahinya tanpa sadar kamu sudah membawa Ara ke duniamu, jadi lebih baik lindungi dia dengan kekuasaanmu." mendengar ucapan Martin Elang merasa bersalah dan menyesal, karena demi melindungi perusahaan papanya supaya tidak mengalami kerugian dia sudah mengorbankan gadis kecil tanpa dosa. tapi semua sudah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur, yang bisa ia lakukan sekarang hanya melindungi Ara dengan sepenuh jiwa dan raganya.


"Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri, emang kamu sudah punya kekasih, atau mungkin masih sama saja seperti dulu?"


"Tentu saja tidak Lang, aku sudah berubah, walaupun masih proses,haha" Martin mempunyai kebiasaan jelek yaitu bermain dengan para wanita bahkan mengencani para model papan atas dan meninggalkannya begitu saja.


"Haha sama saja, kamu akan menjadi Martin yang playboy."


"Itu dulu Lang, sekarang tidak, aku sudah mulai berubah."


"Benarkah haha." tawa Elang pecah saat mengingat kejadian lama tentang kisah muda mereka. setelah selesai, mereka kembali lagi ke tempat mereka masing-masing.


Flashback off


"Aku ingin menjaga mereka tapi nanti masih ada pertemuan dengan klien."


"Kalau gitu aku saja yang akan ke sana." jawab Martin dengan cepat.


"Apa kamu bisa di andalkan?"


"Tenang saja, aku akan menculik adik kamu haha." Martin meledek sahabatnya yang lagi posesif itu.


"Martin.!" namun Martin langsung lari dan tidak menoleh sama sekali.


Tidak lama Martin sampai di tempat Ara dan Charolin clubbing. mereka terlihat sedang asyik berjoget, bahkan Charoline sudah dalam keadaan mabuk. Ara yang tidak pernah minum minuman beralkohol jadi ikutan minum karena Charoline.


"Raa Char." panggil Martin.


"Heyy sini, ayo kita bersenang-senang." jawab Charoline.


"Ayo Char kesana."


"Nggak Ar, kamu aja."

__ADS_1


"Ya udah aku ke sana dulu ya."


"Iyaa Ra." lalu Ara pun pergi meninggalkan Charoline yang tengah asyik berjoget.


"Kok kamu bisa di sini?"


"Ini tempat clubbing Ra, siapa pun bebas datang ke sini."


"Owh gitu, okeyy."


"Ra, aku nyusul Charoline dulu yaa."


"Iyaa." Ara meminum seteguk air putih sambil mainan handpone dan tiba-tiba ada seorang pria yang mendekat duduk di sampingnya.


"Hay cantik." sapanya.


"Ehmm." Ara menjawabnya dengan cuek.


"Kok sendirian saja, bolehkah aku duduk di sini?"


"Silahkan. nggak, temanku ada di sana." masih asyik bermain handpone.


"Owh, sudah kerja kah?"


"Sudah."


"Owh iyaa perkenalkan namaku Alan, kamu siapa?"


"Ehmm," Ara berfikir haruskah ia memberi tahu namanya atau tidak.


"Tenang saja, aku bukan orang jahat kok."


"Owhh aku Xabara, biasa di panggil Ara."


"Wow nama yang cantik secantik orangnya."


"Terimakasih."


"Aku akan mentraktirmu minum."


"Tidak terimakasih."


"Sudah santai saja, kamu mau minum apa?"


"Ehmm juice orange saja."


"Oke, sebentar yaa." Alan meninggalkan Ara untuk memesan minuman, dan tiba-tiba dia menarik sesuatu dari sakunya dan memasukkannya ke minuman Ara.


"Minumlah, owh iya sepertinya kamu masih sangat muda."


"Terimakasih, iyaa umurku masih 19 tahun."


"Wahhh, tapi kamu sangat berani ya datang ke sini."


"Ehm temanku yang mengajak ke sini" Ara meminum juice nya sedikit demi sedikit, sedangkan Charoline masih saja asyik dengan Martin.


"Char, itu siapa yang lagi sama Ara?"


"Palingan juga orang tidak di kenal, biasa, ini kan tempat clubbing."


"Ehmm." Martin memantau keadaan Ara yang masih ngobrol dengan Alan. dia mencari-cari bodygard yang di suruh Harry untuk mengawasi Ara, tapi di antara mereka tidak ada satupun yang terlihat. dia merasa aneh. Martin ingin menghampiri Ara, tapi tidak tega meninggalkan Charoline yang tengah mabuk sendirian.


"Palingan juga Elang bakalan datang ke sini." Batin Martin.


Tak lama kepala Ara terasa pusing dan tiba-tiba semua gelap gulita. dia sudah kehilangan kesadaran. dan dengan cepat Alan langsung membawa Ara ke kamar hotel lantai paling atas sendiri, yang masih satu gedung dengan clubbing tersebut.


Hayy reader terimakasih sudah setia membaca novel aku😍😍😍🤗


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 😍😍🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2