
Pernikahan adalah kata sakral bagi wanita. Ya, siapa sih yang tak ingin menikah? Tak ada yang ingin hidup sendirian hingga akhir hayat tanpa pendamping. Karena merupakan suatu peristiwa penting dalam kehidupan seorang wanita maka acara pernikahan menjadi sangat diagungkan.
Selain menandai bahwa ia tak lagi lajang, Pernikahan juga sebagai moment bahwa si wanita akan memasuki babak baru kehidupan. Oleh karena itu, dalam pernikahan segala sesuatunya haruslah direncanakan matang dan tak boleh sembarangan. Sebagai hal yang sangat diimpikan semua wanita, namun berbeda dengan Ara, walaupun pernikahannya sakral tapi tetap saja hanya sebuah pernikahan dalam balutan semata.
"Haloo Raa." sapa Charoline di balik pintu yang melihat Ara memandang ke arah cermin dengan tatapan kosong. namun ternyata panggilannya tidak menyadarkan lamunan Ara.
"Raa apa kamu baik-baik saja?" Charoline mendekati Ara dan menepuk bahunya.
"Ohh, iyaaa maaf tadi aku tidak mendengar panggilanmu. apa kamu Charoline adiknya pak Elang?" Ara sangat terkejut dengan kahadiran Charoline, yang sebentar lagi akan menjadi adik sepupunya.
"Iyaa nggak papa kok, iyaa aku adiknya kak Elang, kenapa Raa apa ada masalah,?" tanya Charoline.
"Tidak ada, hanya saja aku masih sedikit lemas dan juga belum terbiasa di rumah ini." memang setelah pulang dari rumah sakit, Ara langsung di bawa ke rumah Elang.
"Hemm begitu, anggap saja rumah sendiri, kak Elang baik kok, lagian sebentar lagi kan kamu akan jadi istrinya."
"Iyaa nanti juga aku bakalan terbiasa. terimakasih yaa."
"Iyaa sama-sama. ya sudah Ra kita turun sekarang, udah di tunggu sama pak penghulu."
"Iyaa Char." Ara berjalan sempoyongan di gandeng dengan Charoline menuju tempat ijab qobulnya. dia masih tidak menyangka hidupnya akan berakhir seperti itu.
"Ra lihat tuh, kak Elang melihat kecantikanmu sampai bengong kayak gitu." Charoline mencoba membuat Ara tidak tegang. namun memang benar Elang memandang Ara penuh dengan takjub, bahkan semua orang yang ada di sana juga sangat terkagum melihat kecantikan Ara.
"Jangan gitu dong, aku malu nih." Ara yang menyadarinya tersipu malu, jantungnya semakin berdebar tidak karuan.
"Duduklahh." perintah Elang.
"Iy iyaa Pak." jawab Ara
"Saaaahhhhhh." kata itu lah yang terdengar keras di telinga Ara, tanpa di sadari air matanya jatuh begitu saja. hatinya terasa sakit tidak tertahankan, namaun dia sadar kalau itu semua demi kebaikan orang tuanya.
Di hari pernikahannya, keluarga Ara yang datang hanya bapaknya saja, itu pun sebagai walinya, dan setelah acara selesai bapaknya pulang lagi ke kampung.
"Selamat yaa nak, jaga diri baik-baik, maaf karna ibu dan adik kamu tidak datang, kamu tau sendiri seperti apa keadaannya, ibu kamu belum pulih sepenuhnya." tutur bapaknya Ara.
"Iiyaa pak, nggak papa, bapak juga, jaga diri baik-baik, doain Ara ya pak." air mata Ara sudah tidak bisa di tahan lagi, dia menangis di pelukan bapaknya.
"Iyaa naak, jadi istri yang baik yang selalu menjaga amanah dari suami, bapak hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu nak." bapak Ara membalas pelukan anaknya yang semakin erat.
"Ya sudah bapak pulang dulu yaa, ingat pesan bapak."
"Iyaa pak, Ara akan mengingat semua pesan bapak, titip salam buat ibuk yaa pak." Ara berusaha tegar di depan bapaknya, dia tidak ingin bapaknya ikut bersedih.
"Nak elang , bapak titip anak bapak yaa, tolong jaga dia baik-baik, dan juga terimakasih sudah membantu bapak." Bapak Ara juga berpamitan dengan Elang.
" Iyaa sama-sama pak, saya akan menjaga Ara." jawab Elang.
"Asalamualaikum."
"Waalaikumsalam." jawab Elang dan Ara.
Di hal lain hati Angel terasa sakit menyaksikan pernikahan mantan kekasihnya itu, dadanya terasa sangat sesak.
__ADS_1
"Kak Angeel." sapa Charoline
"Ohh haiii Char, kamu cantikk sekalii." puji Angel.
"Kenapa kak, kakak tidak suka yaa melihat pernikahan kak Elang." Charoline tidak menggubris pujian Angel.
"Kenapa kamu berfikir seperti itu, tentu saja kakak ikut bahagia Char, akhirnya Elang bisa move on dari kakak." dengan percaya dirinya.
"tapi kita lihat saja, aku akan membuat Elang jatuh di pelukanku lagi." batin Angel dalam hatinya sambil tersenyum menyeringai.
"Oh benarkah, syukurlah, aku kira kak angel akan menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya." ledek Charoline
"*D*asar anak nakal, kalau kamu bukan adik dari pria yang aku cintai, pasti sudah aku cakar wajah kamu." omel Angel dalam hatinya.
"Tentu saja tidak Char, kakak sudah melupakan kakak kamu, dan kakak sudah menganggap kakak kamu seperti saudara kakak sendiri."
"Wahhh benarkahh, pasti kak Elang bangga punya bekas pacar yang sangat baik seperti kak Angel." Charoline tersenyum puas.
"Hahaha iyaa, kamu pintar sekali gadis kecil."
"Char Ngel kalian di sini ternyata." Sapa Susi yang menghampiri mereka.
"Iyaa maah, aku ngobrol sama kak Angel, asyik banget ngobrol sama kak Angel, serasa Charoline punya teman baru lagi." jawab Charoline
"Benarkah, kak Angel memang orang yang sang...."
"Mahh aku mau ikut kak Elang dulu, nemenin kak Ara juga." Charoline memotong omongan Susi yang belum selesai dan pergi begitu saja, tanpa pamit pada Angel.
"Charr.!!" panggil Susi, namun anaknya tidak menggubris panggilan mamanya.
"Iyaa tante, nggak papa, Angel tahu kok."
"Kamu itu memang menantu idaman tante."
"Hmm, iyaa tan Angel juga sudah tidak sabar melihat Elang meninggalkan gadis bodoh itu dengan sendirinya."
"Kamu tenang saja Ngel,tante akan membantumu mendapatkan Elang lagi."
"Iyaa tante."
"Yaa udah ayoo kita pulang saja, nanti malam kita datang lagi ke acara pernikahannya."
"Ayo tan." Semua orang juga pergi meninggalkan acara tersebut, karna perayaan pesta pernikahannya akan diadakan di hotel X di malam hari.
"Bawa Ara ke kamarnya, biar dia istirahat dulu, karna nanti malam acaranya pasti akan lama." perintah Elang pada adiknya.
"Kenapa nggak kakak aja yang membawa Ara ke kamarnya, kan dia sudah jadi istri kakak, itung-itung buat nyicil nanti malam,hehe wlekkk" ledek Charoline
"Dasar otak mesum, sudah bawa dia ke kamarnya."
"Iyaa kak iyaa, galakk bangett, udah kebelet yaa." Charoline meledek kakanya lagi tanpa tahu malu.
"Nggak papa, aku bisa ke kamar sendiri kok." Ara tersipu malu mendengarkan ucapan adiknya itu, yang umurnya terpaut satu tahun lebih tua darinya, namun tanpa tahu malu adiknya berbicara hal seperti itu di depannya.
__ADS_1
"Yaa udah aku antar deh kak, ayoo Ra."
"Iyaaa."
"Apa luka di kepalamu sudah tidak sakit lagi?" tanya Charoline
"Sedikit Char, nggak sakit banget kok."
"Ya udah bawa istirahat dulu aja Ra, bentar lagi juga kamu akan ke hotel X, kamu kan harus persiapan di sana untuk acara nanti malam."
"Apa kamu juga akan ikut Char?"
"Tentu saja, aku juga harus di make up yang cantik nanti hehe."
"Syukurlah, aku tidak sendirian di sana,ada orang yang aku kenal."
"Iyaa, ya sudah kamu istirahat dulu, aku keluar dulu yaa."
"Iyaa Char."
Di pesta
Tangan Ara menyusuri gaun putih yang hanya sedada, memperlihatkan kulitnya yang putih mulus tanpa noda, dan dengan model A-line yang jatuh sempurna di badannya, seakan memang di buat khusus untuknya. Satinnya terasa sangat halus, tulle dengan bordiran mawar yang menghiasi gaun itu pun sangat cantik dan membuatnya terlihat seperti pengantin wanita dengan aura klasik yang elegan.
"Wahhh kamu cantikk sekali" puji Charoline melihat kecantikan Ara.
"Kamu bisa aja." Ara tersipu malu mendengar pujian adiknya.
"Ya sudah, ayoo semua tamu sudah menunggu, kak Elang juga sudah menunggu di luar."
"Ayoo Char." Jantung Ara berdebar sangat kencang, apa lagi saat bertemu dengan Elang di depan kamar hotel, dengan di kawal banyak bodygard, rasanya seperti akan terjun ke tempat peperangan saja.
"Kau sudah siap?" tanya Elang.
"Sudah." jawab Ara dengan singkat. Ara berjalan di sebelah Elang. semua tamu undangan mulai memandangi pasangan pengantin yang berjalan bersandingan. tak henti-henti semua wanita memuji ketampanan pria yang berjalan dengan gagahnya. Elang memakai toksodo yang warnanya senada dengan gaun Ara. semuanya terlihat pas dan sangat menawan di tubuh jenjangnya. Ara yang melihatnya, baru menyadari betapa tampannya pria yang kini sudah berstatus menjadi suaminya. entah kenapa jantung Ara tiba-tiba berdebar.
"Wahh pak Elang tampan sekali."
"Iyyaaa tampan banget, jadi istri ke duapun aku relaa."
"Tampan sekali," para tamu wanita saling bersahutan memuji ketampanan Elang.
Setelah acara selesai semua tamu undangan bersalaman mengucapkan selamat pada Elang, dan setelahnya berhambur satu persatu pergi meninggalkan acara tersebut. kini semuanya terasa sunyi. Ara berjalan mengikuti Elang di belakangnya. mereka harus pergi ke kamar yang sudah di sediakan oleh hotel yaitu kamar kusus untuk pengantin baru.
"Wahhh." Ara mengagumi keindahan kamarnya, yang terbalut kain sprei putih dengan aroma yang sangat wangi dengan taburan bunga mawar merah di atasnya. di tambah lagi dengan pemandangan kota yang sangat indah dari lantai atas kamar nya.
"Kamu mandi dulu saja, aku masih ada urusan."
"Iyyaa, nanti pak Elang datang lagi jam berapa, apa perlu aku siapkan pakaian tidur untuk bapak?"
"Tidak perlu, kamu mandi saja dan istirahat."
"Iyyaa pak." Elang meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
"Dasar omm jelekk, udah tua, udah berumur, yaa walaupun sebenarnya memang tampan sih." omel Ara sendirian. dia langsung melepas pakaiannya dan bergegas mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Hayyyyy readersss terimakasihh sudahh mampir, jangan lupa tinggalin jejak kalian yaaa, semogaa menghiburrr, terimakasihh 🙏🙏🙏🤗🤗🤗