
Suara nyaring ayam jago di rumah Ara mampu menembus alam bawah sadar Elang. dia terbangun, dan mulai menghirup aroma yang terasa asing. tapi aroma itu membuatnya sangat nyaman. karena di kira guling, di peluknya semakin erat. namun ada hal yang terasa aneh, seperti ada rambut,kulit manusia dan bahkan tangannya menyentuh sesuatu yang terasa empuk. Elang langsung membuka matanya dengan lebar dan tersadar sepenuhnya.
"Haaah apa yang sedang kamu lakukan?" Ara yang mendengar Elang menjerit terbangun dan membuka matanya.
"Ada apa, lohh pak Elang kok tidur di ranjang?" Ara menarik selimut sampai ke dada dengan maksud benteng pertahanan melindungi dirinya.
"Tadi malam aku pindah kaena di sofa sangat tidak nyaman." Elang mencoba mengingat kejadian semalam, dia ingat kalau dirinya pindah dari sofa ke ranjang. dia mencari alasan supaya Ara tidak curiga dan berfikiran negatif.
"Aku hanya pindah dan tidur di ranjang,udah itu aja, aku juga tidak menyentuhmu, aku terkejut karena tadi aku mengira kalau kamu hantu, karena biasanya aku tidur sendirian."
"Iyaa juga sih, lagian kalau pak Elang melakukan sesuatu, pasti aku merasakannya, tapi ini aku tidak papa." batin Ara sambil menggrayangi tubuhnya.
"Ya kan, kamu nggak papa, aku hanya tidur saja, tidak melakukan apa pun."
"Tapi apa yaa yang sudah aku sentuh tadi, apa kah buahnya itu." Elang melirik dada Ara yang naik turun karna nafasnya.
"Ahhh sudah, tidak tahu." sambil menggelengkan kepala.
"Pak Elang kenapa, ahh sudahlah Ara mau bangun dulu, pak Elang juga cepet bangun dan sholat subuh."
"Iyaa." Elang merasa malu karna sudah menyentuh buah Ara yang tidak seharusnya dia sentuh. karena selama ini Elang tidak pernah menyentuh wanita yang masih kecil, dia selalu menjamah wanita yang sudah dewasa. dan Arapun juga tidak berfikir negatif, karena dia juga tidak merasakan ada hal yang aneh di tubuhnya.
"Kamu sudah bangun Ra?"
"Iyaa sudah buk."
"Apa suami kamu juga sudah bangun?"
"Sudah buk, habis sholat dia olahraga lari di depan, palingan bentar lagi juga pulang."
"Ya sudah, masak kesukaan suami kamu, jangan bikin ibu malu yaa."
"Iyaa buk." Ara langsung memasak kesukaan Elang dengan di bantu ibunya.
"Kak Ara nggak kerja yaa?" Rama berjalan mendekat ke arah Ara
"Iya nanti kerja Ram, habis sarapan kakak berangkat."
"Owh, ya udah Rama mandi dulu ya kak."
"Iyaa Ram." Selesai masak Ara menghidangkan makanannya di meja makan, lalu menyiapkan baju kerja untuk suaminya dan setelahnya pergi mandi. Elang yang baru pulang habis lari pagi masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Kenapa dia mandinya sangat lama." omel Elang. Tidak lama kemudian Ara berjalan keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang di lilitkan di badannya. Elang yang melihat Ara hanya memakai handuk dengan rambut yang basah melototkan matanya.
"Pak Elang kenapa di sini sih." saat Ara menyadari Elang ada di kamarnya dia berlari lagi masuk ke dalam kamar mandi. Elang berfikir mencari alasan untuk menetralkan suasana yang terasa memalukan.
"Kenapa, kamu malu, apa kamu kira aku bakalan nafsu sama gadis kecil seperti kamu, tentu saja tidak." padahal saja dalam hatinya, Elang mengakui kalau tubuh Ara memang menggoda, tapi dia menyembunyikan rasa inginnya supaya kedepannya mereka tidak merasa canggung.
"Tolong dong pak, ambilkan baju Ara di almari."
__ADS_1
"Aku tidak tahu baju yang mana, keluarlah, aku juga mau mandi, sudah jam 7." Ara yang mendengar ucapan suaminya langsung keluar dan Elangpun juga langsung masuk ke kamar mandi.
"Makan yang banyak nak." ibu Ara mengambilkan nasi untuk Elang.
"Iyaa terimakasih."
"Rencana kalian selanjutnya apa?" tanya bapak Ara.
"Ya bekerjalah pak, kan Ara juga harus kerja lebih giat lagi."
"Maksud bapak bukan itu Ra, kan kalian sudah menikah, apa kalian belum memikirkan untuk punya anak?" Elang yang mendengar ucapan ibunya tersedak.
"Uhuuuk uhuuukkk." dia langsung mengambil air minum yang ada di sampingnya.
"Ihh ibu ini, Ara nggak mau, Ara masih kecil, lagian Ara juga belum berani melakukan hubungan suami istri."
"Jadi kalian selama ini belum pernah melakukannya, kan kalian sudah suami istri, itu juga kewajiban kamu melayani suami Ra." Ibu Ara tidak menyangka kalau putrinya sepolos itu. dan Elang yang mendengar percakapan mereka hanya diam saja.
"Apa an sih ibuk ini, udah ahh, jangan bahas gituan." untung saja saat ini Rama tidak ada, dia sudah berangkat sekolah pagi tadi.
"Raa sudah sewajarnya orang menikah itu melakukannya."
Elang yang mendengar hanya tersenyum.
"Iya maksud Ara nanti, kalau Ara sudah dewasa." Elang memegang tangan Ara, memberitahunya untuk diam.
"Iyaa maksud Ara belum waktunya memiliki anak, karena Elang sendiri juga masih sibuk mengurus perusahaan, jadi kami sepakat untuk menundanya." jawab Elang dengan tenang.
"Tapi lebih baik di percepat, karena anak itu rezeki dari Allah."
"Iyaa nanti akan saya pertimbangkan." imbuh Elang.
"Ya sudah buk Ara berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Ara bersalaman dengan bapak ibunya begitupun juga dengan Elang.
"Waalaikum salam, jaga Ara yaa nak." ucap bapak Ara.
"Iyaa, pasti akan saya jaga putri kesayangan bapak."jawab Elang.
"Iyaa, hati-hati."
"Iya pak." Elang melajukan mobilnya dan berangkat ke kantor. di sepanjang jalan mereka hanya diam saja. Elang masih terbayang tubuh Ara yang terbalut handuk. ada rasa ingin menyentuh yang luar biasa. selama ini dia tidak pernah merasakan hal itu pada wanita lain, semuanya terasa hambar. dan ini setiap kali teringat saat memeluk, melihat wajah Ara yang malu, hatinya terasa senang, tapi juga ada rasa gelisah yang tidak bisa di ungkapkan.
"Pak, hanponenya bunyi."
"Oh iyaaa."
"Kenapa sih dia, apa ada masalah." Batin Ara
"Iya ada apa?"
__ADS_1
"Ada masalah tuan, Non Angel akan membatalkan kontrak kerja dengan klien yang dari B kalau kita tidak menuruti keinginannya." jawab Harry
"Apa yang dia inginkan?"
"Non Angel minta pemotretan di London, dan dia minta tuan Elang yang mengurus semuanya."
"Martin dimana?"
"Dia masih menyiapkan berkasnya tuan."
"Siapkan rapat, kita cari jalan tengahnya, untuk menemui klien dari M tunda sampai 30 menit, 10 menit lagi aku akan sampai di kantor."
"Baik tuan." Elang menginjak gas dan melajukan mobilnya dengan cepat.
"Pak jangan ngebut."
"Kita harus mengejar waktu." dan benar saja, dalam waktu 10 menit Elang sudah sampai di kantor. dia langsung bergerak cepat ke ruangan rapat, sedangakn Ara masih berjalan sempoyongan sambil menutup mulut karena menahan muntah.
"Ra apa kamu baik-baik saja?" sapa Anton.
"Pak Anton, aku tidak papa, hanya saja sedikit mual, karena tadi pak Elang membawa mobilnya ngebut banget."
"Apa nggak sebaiknya kamu istirahat saja?"
"Tidak, aku masih kuat kok." Anton dan Ara barengan masuk ke ruang rapat.
"Karena semua sudah ada di sini, saya akan mulai rapatnya."
"Silahkan." Elang mulai menjelaskan semua masalahnya dan karna tidak punya pilihan lain, dan mungkin ini juga kesempatannya untuk menghentikan kegilaan Angel, dia bersedia menjadi rekan kerjanya. Elang dan Harry yang akan pergi ke London sedangkan Ara akan mengurus pekerjaan di kota M dengan Anton, dan Martin tetap di kantor. karena kalau semua di kirim ke luar tidak akan ada yang menghandle kerjaan yang ada di kantor. padahal saja awalnya Martin dan Anton yang akan ke London tapi semua berubah karena menuruti keinginan Angel dan juga menghindari kerugian pada perusahaan.
"Saya kira semua sudah jelas, silahkan kembali bekerja."
"Iyaa pak." jawab serentak para karyawan.
"Tuan klien dari M sudah menyetujui semuanya, dan mereka meminta secepatnya." ucap Harry.
"Bagaimana Ra apa kamu siap?" Elang bertanya pada Ara, dan Ara melihat ke Anton, Anton mengangguk tanda menyetujui.
"Siap pak, berangkat besok pun saya siap."
"Ya sudah, silahkan siapkan semua berkasnya, dan jangan sampai ada yang ketinggalan."
"Baik pak, kalau begitu saya permisi." pamit Ara.
"Aku juga kak." imbuh Anton.
"Silahkan." Ada rasa aneh yang menyelimuti hati Elang, tapi di abaikannya begitu saja. dia berfikir mungkin efek karena akan menjadi rekan kerja Angel berhari-hari di London.
Hayy readers terimakasih yaa sudah mau mampir, terimakasih juga sudah selalu tinggalkan jejak, semoga kita semua selalu di jauhkan dari mara bahaya,
__ADS_1
semoga menghibur terimakasih 😍😍🤗🙏🙏🙏🙏