
Dengan gugup Ara pun mendekat, aroma wangi tubuh Elang pun menembus indra penciumannya. dari kedekatan wajah Elang terlihat lebih tampan. Ara yang memperhatikan ketampanan suaminya terkejut saat Elang mencoba mendekatkan wajahnya sampai jaraknya hanya tinggal sekitar 5 cm saja, dengan reflek Ara memundurkan diri namun dengan sigap Elang langsung menarik lengan Ara dan membuatnya terjatuh tepat di pangkuannya. sekarang jantung Ara sudah berdegup tidak karuan, bahkan wajahnya juga merah merona. dan dengan guggup Ara mengeluarkan suara.
"A apa yang ingin pak Elang lakukan?"
"Aku menyadari tatapanmu memperhatikan wajahku, kalau begini kan kamu lebih bebas melihat wajah tampanku."
"Pak Elang." dengan cepat Ara berdiri dan terlepas dari dekapan Elang.
"Siapa juga yang melihat, aku hanya, hanya tadi mengawasi kalau pak Elang salah tanda tangan. itu aja kok."
"Terserah." Elang merasa puas mengerjai istrinya yang masih kecil dan polos.
"Sudahkan. kalau sudah aku akan keluar."
"Silahkan." sambil tersenyum menyeringai.
"Permisi." dengan cepat Ara keluar dari ruangan suaminya. detak jantungnya sudah sangat sulit dia kendalikan. Harry yang melihat Ara ngos-ngosan berdiri di depan pintu tuannya penasaran dan mulai bertanya
"Ada apa nona, kenapa wajah non Ara sangat merah, apa terjadi sesuatu?"
"Tidak,nggak ada apa-apa kok." sambil memegangi pipinya yang terasa sangat panas.
Ara tidak pernah melakukan kontak fisik seintim itu dengan pria sebelumnya. walaupun dia pernah menjalin hubungan, tapi Ara tidak pernah melakukan hal itu seperti pasangan lain, dan itu pun juga hanya hubungan sebentar. karena tiap harinya selalu sibuk tidak punya waktu untuk berkencan seperti teman lainnya dan sampai akhirnya lebih memilih mengakhiri hubungannya.
"Kenapa aku harus deg-degan sih." omel Ara di meja kerjanya.
"Kalau gini kan aku jadi malu, gimana kalau dia berfikir yang tidak-tidak. haaah " dengan kesal Ara menyenderkan kepalanya di kursi tempat duduknya sambil memutar kursinya.
Hari sudah sore, sudah waktunya semua orang untuk kembali lagi ke rumahnya dan menemui keluarga yang selalu setia menunggunya di rumah. Ara mengambil tas dan handpone nya di meja kerja. hari ini mereka pulang bareng karena Elang sedang tidak ada meeting dengan klien di luar.
"Kamu mau langsung pulang atau tidak?" tanya Elang pada Ara yang berjalan di sampingnya.
__ADS_1
"Iyaa, aku lelah mau istirahat."
"Apa kamu tidak ingin shooping, bukankah semenjak kita menikah kamu belum membeli baju satu pun?"
"Tidak, aku hanya ingin pulang dan istirahat."
"Oke, Harry, kamu langsung pulang saja."
"Baik tuan." Harry pun menunggu tuannya masuk dalam mobil terlebih dulu,dan barulah dia pulang.
Di sepanjang jalan, mereka hanya diam saja. Ara merasa sangat canggung ingat dengan kejadian siang tadi. dia masih tidak percaya kalau lelaki dewasa yang ada di sampingnya melakukan hal tersebut. baginya itu sudah suatu hal yang luar biasa.
"Pak ke hotel M yaa. tapi mampir dulu ke restoran X." Elang menyuruh supirnya untuk membawanya ke hotel M, salah satu hotel miliknya. setelah selesai makan malam mereka langsung lanjut pergi ke hotel M untuk bermalam di sana.
"Kenapa tiba-tiba ke sana, apa ada masalah?" tanya Ara, yang sedari tadi hanya diam.
"Aku bosen tidur di rumah, aku mau tidur di hotel. sekalian mau melihat keadaan di sana."
"Hemm." Ara hanya menganggukan kepala. dan tidak lama mereka sudah memasuki area parkir yang menuju ke lantai paling atas.
"Sudah." setelah mobil berhenti Elang dan Ara keluar dari mobil, dan berjalan di lobby hotel menuju kamar pribadi mereka. tempat kamar Elang terletak di lantai paling atas, dan kalau malam pemandangan lampu malam terlihat sangat indahh.
"Wahhh indahh banget." Ara membuka tirai jendela dan menikmati pemandangan kota di malam hari.
"Aku mau mandi dulu, siapkan baju tidurku."
"Iyaa pak." Ara hanya menoleh sekilas lalu kembali lagi menikmati pemandangam yang ada di depan matanya. sambil sesekali selfi.
Setelah puas melihat banyaknya lampu Ara menyiapkan baju untuk suaminya dan juga untuk dirinya sendiri. kerena hotel di sana hanya untuk orang yang berkelas, jadi baju tidur atau keperluan mandi sudah di sediakan oleh pihak hotel. dan saat membuka almari betapa terkejutnya Ara, di sana hanya ada piyama tidur yang sangat minim dan terbuka. Ara mengambil pakaian itu dan mencoba menempelkan di badannya dengan ekpresi wajah tidak suka. Elang yang keluar selesai mandi merasa geli melihat tingkah istrinya.
"Di sini hanya ada itu, kalau kau tidak mau memakai nya kau boleh saja telanjang."
__ADS_1
"Hih apa an sih, apa aku boleh meminta baju sama pelayan hotel?"
"Apa kamu tidak malu, mereka kan tahu kalau kita pasangan suami istri, lagian juga gak ada salahnya kau memakai pakaian itu."
"Hemmm." Ara menimang-nimang baju yang ada di tangannya, dia tidak ingin memakainya, tapi baju kerjanya juga sudah kotor.
"Ini terlalu terbuka." Ara sangat ingin pergi keluar dan membeli pakaian tapi tidaklah mungkin. karena hari juga sudah malam.
"Tidak usah lebay, aku sudah sering melihat wanita berpakaian seperti itu." Elang bersuara lagi, melihat Ara yang tidak kunjung pergi ke kamar mandi. tanpa menunggu lama lagi Elang langsung memakai baju yang sudah di siapkan oleh Ara. saat Elang ingin melepas handuk yang melilit di pinggangnya Ara menghentikannya.
"Stop.! jangan dulu dong, aku masih di sini nih, aku masuk dulu ke kamar mandi." dengan cepat Ara membawa pakainnya masuk ke kamar mandi.
"Dasar gadis aneh." gerutu Elang dan mulai membaringkan badannya di ranjang sambil memainkan ponselnya. lama tak kunjung selesai mandi Elang memanggil Ara, takut kalau terjadi sesuatu.
"Raa?"
"Iyaa pak, ada apa?"
"Ya udah nggak jadi."
"Apa an sih." Ara masih memperhatikan tubuhnya di cermin. kulitnya yang jarang terlihat karena sering terbungkus celana dan baju panjang,sekarang terekspos dengan jelas, betapa putih dan mulusnya kulit Ara. namun karena dia tidak pernah memakai pakaian seperti itu, Ara marasa risih. namun karna tidak punya pilihan lain Ara memakainya dan keluar dari kamar mandi. dengan pelan Ara berjalan ke tepi ranjang. Elang yang sekilas melihat keindahan tubuh Ara terasa kagum. biasanya setiap kali dia melihat wanita memakai pakaian seperti itu biasa saja, tapi kali ini ada hal yang berbeda. tiba-tiba hasratnya naik, badan nya mulai memanas, apa lagi di saat Ara mulai naik ke ranjang dan membaringkan tubuhnya di ranjang, sungguh sangat semakin sulit hasrat yang ia kendalikan.
"Pak Elang mau kemana?"
"Aku mau minum, apa kamu mau ikut?" Elang lebih memilih pergi dari sana sampai menunggu gadis kecil itu tidur untuk mengurangi hasratnya, karena setiap gerakan Ara membuat hasratnya naik.
"Tidak aku mau tidur capek."
"Ya sudah." dengan cepat Elang pergi meninggalkan Ara sendirian di kamar.
Hayyy readers selalu tinggalkan jejak yaaa
__ADS_1
semoga kita semua selalu berada di dalam lindungannya ππππ€π€
terimakasihhhππππ€π