PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Indah Berakhir Tangisan


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam. namun Elang juga tak kunjung kembali. Ara yang masih setia menunggunya memilih memejamkan mata dan terbawa ke alam mimpi. hari ini Ara juga merasa sangat lelah. ya walaupun sebenarnya tiada hari tanpa rasa lelah.


Jam setengah satu malam, Elang baru kembali ke kamar. dia mendekat ke tepi ranjang. di lihatnya Ara yang sudah tertidur pulas. saat memandangi tubuh istrinya yang terbalut selimut sampai ke dada, Elang mulai melangkahkan kakinya naik ke ranjang. di sentuhnya pipi Ara yang mulus, sampai turun ke leher.


"Kenapa saat tidurpun kamu terlihat sangat cantik." Ucap Elang mengagumi wajah cantik Ara yang polos tanpa make up. sekarang jantungnya sudah mulai berdetak tidak karuan, dan juga ada rasa ingin mencium b***r Ara yang berwarna kemerahan jambu. tanpa berfikir panjang lagi, Elang mulai menciuminya, mulai dari kening,mata, pipi sampai saat tiba tepat di b***r, Elang hanya menggesekkannya lalu turun ke leher, di nikmatinya aroma wangi tubuh Ara yang menenangkan jiwanya. Ara mulai terganggu dengan kegiatan Elang dan menyuarakan suara.


"Heemm." rupanya sentuhan Elang yang lembut mampu menembus alam bawah sadar Ara. saat Ara mulai membuka mata, Elang menghentikan aksinya. sekarang hasrat yang ia rasakan sudah menggebu-nggebu tidak tertahankan. kini mata mereka saling bertatapan, Ara bisa melihat tatapan tajam mata Elang, dengan lampu sekitar yang hanya remang-remang. nafas mereka mulai tidak teratur, Elang memajukan wajahnya lagi untuk me****m pipi Ara, namun Ara memalingkan wajahnya, tapi yang di lakukannya justru mempermudah Elang untuk menelusuri lehernya. di c**m lembut, di gigit pelan sambil sesekali Elang memainkan lidahnya di sana. Ara hanya memejamkan mata, akalnya menolak tapi tubuhnya tidak bisa menolak, bahkan hati kecilnya menikmati permainan yang di lakukan oleh suaminya itu.


Elang yang tidak mendapat penolakan dari Ara mulai semakin liar. dia menyusuri leher istrinya bergantian kanan dan kiri, menyecap meninggalkan tanda kepemilikan lalu naik lagi ke telinga dan berbisik


"Aku sudah menahannya lama, dan sekarang aku tidak bisa menahannya lagi." nafas panas Elang terasa di permukaan telinga Ara yang sensitif.


"Ijinkan aku menyentuhmu, aku akan membayarmu dengan mahal." Ara langsung membelalakan mata, ingin mendorong tubuh Elang sekuat tenaga dan pergi dari sana, itu yang ada di fikirannya. tapi cengkraman Elang sangat kuat. bahkan sekarang posisi Elang sudah ada di atasnya.


"Lepaskan aku.! tubuhku bukan barang yang bisa kau beli dengan uang." tanpa sadar air matanya keluar membasahi pipinya. hatinya terasa sakit.


"Lalu aku harus bagaimana, katakan?" sambil mendekatkan wajahnya ke Ara dengan posisi dia masih di atas. hati Elang juga terasa sakit melihat air mata Ara yang keluar begitu saja.


"Katakan, aku ini suamimu, kita menikah secara sah, apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan hatimu?" Ara terbelalak mendengar ucapan Elang.


"maksud kamu apa, hati apa?" Ara mulai penasaran dengan maksud yang di ucapkan oleh Elang. tapi bukannya menjawab Elang malah langsung m*****m b***r Ara dengan paksa. sampai Ara tidak punya kesempatan untuk menolak,walaupun dia meronta-ronta, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga tubuh kekar Elang. sampai akhirnya dia pasrah dan menangis sesegukan.


"Janganlah menangis, kalau kau menurut, aku akan melakukannya dengan lembut." Elang berbisik lirih di telinga Ara. dan dengan berat hati Ara menjawab


"Ke kenapa kau memperlakukanku seperti ini, apa aku tidak ada artinya di mata kamu?." Ara berusaha menyuarakan isi hatinya


"Aku tidak tau apa yang terjadi pada diriku, jadi menurutlah, jangan menolakku." Saat Elang ingin melakukan aktifitasnya lagi, tiba-tiba bibir Ara keluar darah.


"Bibirmu terluka." Elang bangkit dari tempat tidur dan mengambil kotak P3k untuk mengobati bibir Ara.


"Apa sakit?" Elang menyalakan lampu dan mengobatinya namun Ara hanya diam saja sambil merapikan baju tidurnya.


"Awww." jerit Ara sambil menangis seperti anak kecil.


"Maafkan aku, tadi sudah kasar padamu." Sambil mengoleskan sebuah salep di bibir Ara lalu berucap lagi

__ADS_1


"Jangan marah padaku, aku hanya masih tidak tahu apa yang terjadi pada diriku,ku harao kau mengerti." Elang mengusap air mata Ara yang dari tadi tidak berhenti keluar.


"Sudah, jangan menangis, sekarang tidurlah, aku tidak akan mengganggumu." Elang menidurkan Ara dan menyelimutinya. dia merasa sudah menjadi manusia yang sangat jahat menyakiti gadis kecil yang tidak berdosa. bukannya menjaganya tapi malah menyakitinya.


Hari sudah pagi, Ara bangun dan membersihkan diri. bibirnya yang bengkak karena ulah Elang tadi malam masih terasa sakit. sejak dia bangun sampai selesai sarapan Elang tidak kunjung ke kamarnya.


"Kemana dia, kenapa tidak pamitan denganku." ucap Ara di depan cermin. tiba-tiba dia teringat kejadian semalam. yang awalnya terasa romantis berubah menjadi menyakitkan. Elang benar-benar sudah menyakitinya dengan memperlakukannya seperti wanita lain yang bisa di beli dengan uang.


"Halo, ada apa Harry?" saat menangis ponselnya berbunyi dan ternyata yang menghubunginya Harry.


"Maaf nona, tuan Elang ada urusan yang mengharuskannya segera berangkat ke Mexico tadi pagi. tuan berpesan pada nona untuk membantu Martin menghandle semua pekerjaan yang ada di kantor."


"Iyaa, aku tidak akan mengecawakan atasanmu."


"Terimakasih nona."


"Iyaa." Ara mengakhiri percakapannya dengan Harry. dia sangat kecewa dengan Elang. tadi malam sudah menyakitinya dan sekarang malah pergi ke luar negeri tanpa pamit. Elang benar-benar tidak bisa menghargainya sama sekali.


"Awww sakitt." jerit Ara kesakitan.


"Halo Ton." Anton menelfon nya.


"Kemana?"


"Terserah kamu saja, yang penting kamu bahagia."


"Terserah kamu saja lah Ton, aku mah ngikut aja."


"Oke, kalau gitu aku jemput ke rumah yaa."


"Iya Ton jemput aku di hotel M yaa, ." Ara langsung bergegas ganti pakain dan mengucir rambutnya karena hari ini cuaca terlihat sangat panas, Ara ingin menghibur diri jadi dia tidak ingin keinginannya gagal dan berantakan karna mood nya yang sedang tidak enak. dan tidak lama Anton sudah sampai di hotel M.


"Hayy Raa." Anton berjalan di lobby hotel menjemput Ara. mereka pun berangkat dan pergi ke mall.


"Ra apa kamu baik-baik saja?" tanya Anton yang melihat Ara lemas.

__ADS_1


"Aku nggk papa , hanya pusing aja,"


"Tapi kamu terlihat pucat Ra, apa kita ke rumah sakit saja?"


"Nggak perlu Ton, kita mau kemana?"


"Kita akan ke mall. aku ingin membelikanmu sesuatu yang sangat cantik."


"Sesuatu apa Ton?"


"Sudah kamu diam saja, nanti kamu juga tahu sendiri."


Mereka sudah sampai di maal, Anton langsung menarik tangan Ara untuk pergi ke tempat gaun yang mahal. di sana ada banyak gaun yang sangat indah.


"Kenapa kita ke tempat seperti ini sih."


"Sekarang kamu boleh pilih apa saja yang kamu inginkan."


"Anton..."


"Tidak. kali ini kamu harus menuruti kemauanku, aku carikan yaa." Anton mencari gaun yang sekiranya cocok untuk Ara.


"Emmmz mana yaa yang bagus." lama memilih Anton sudah membawa beberapa gaun untuk di coba oleh Ara. sebenarnya ada sesuatu yang sangat ingin Anton tanyakan, tapi di tahannya dulu dan menunggu waktu yang tepat.


"Sekarang coba gaun ini, biar aku yang menilai mana yang cocok."


"Anton."


"Sudah cepatlah." karena sudah bolak balik ganti gaun, akhirnya ada satu gaun yang menurut Anton terlihat pas di tubuh Ara. warnanya merah menyala dengan butiran permata yang indah.


"Sekarang kita akan pergi ke salon, aku mau malam ini kamu terlihat sangat cantik."


"Sebenarnya ada apa sih Ton?" Ara bingung apa yang sebenarnya sedang di rencanakan oleh Anton.


Hayyy readers tinggalin jejak kalian yaa

__ADS_1


Semoga menghibur


Terimakasih 🤗🤗🤗😍😍


__ADS_2