
Sudah tiga hari Ara memikirkan tawaran atasannya namun tidak ada cara lain selain menerimanya ,para karyawan sudah terlanjur berfikir kalau dia kekasih Elang, dan kalau dia menolak dia akan kehilangan pekerjaannya dan yang lebih parah lagi dia tidak akan bisa bekerja di perusahaan manapun. Ara tidak menyangka akan terjebak dalam permainan atasannya.
"Baiklahh, kamu pasti bisa melakukannya ,demi bapak ibuk kamu Ra, kamu harus kuat, harus bisa." Ara memberi semangat pada dirinya sendiri, dengan cara berbicara di depan cermin.
Ara masih berangkat kerja dari kosnya karna Elang belum memberikan tempat tinggal dan juga Ara belum memberikan jawaban. Angel sendiripun juga belum mengetahui keberadaan Ara di kantor Elang, karena sampai sekarang Angel belum bertindak apa pun. setelah sampai di kantor Ara langsung menunggu kedatangan Elang.
"Sepertinya rencana kita berhasil pak boss." Martin tersenyum licik melihat gadis kecil berdiri di depan ruangan Elang. kalau Ara menolak sudah pasti dia akan melarikan diri bukan datang lagi ke kantor.
"Kita akan memulai permainannya, siapkan apartemen sekaligus mobil dan juga semua kebutuhan dia." Elang tersenyum penuh kelicikan dan kemenangn.
"Pagi pak" Ara menyapa Elang dan Martin penuh semangat, dia sudah memikirkan matang-matang keputusannya.
"Iyaa pagii." namun yang menjawab sapaan Ara hanya Martin saja.
"Masuklah." Elang memerintahkan Ara untuk masuk ke ruangannya.
"Bagaimana Ara apa kamu sudah memikirkannya?"
"Sudah pak, tapi saya juga akan mengajukan beberapa persyaratan." Ara sudah memikirkan persyaratan yang tidak akan membuatnya rugi.
"Baiklah katakan apa itu?" Elang mulai penasaran apa yang di inginkan gadis kecil yang berdiri depannya.
"Saya bersedia menerima tawaran bapak, tapi pak Elang tidak boleh melakukan hal yang tidak baik, seperti mencium saya, meniduri saya, dan juga menginap di rumah bapak." Ara menjelaskan keinginannya
"Tentu saja tidak gadis bodoh. apa kamu fikir saya akan meniduri gadis kecil sepertimu. haha." Elang tertawa geli melihat Ara berfikir sekotor itu.
__ADS_1
"Saya hanya memastikan sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. bapak harus ingat itu." Ara hanya memberi peringatan pada atasannya. karna dia tahu model pacaran anak zaman sekarang.
"Baiklah, kita sepakat untuk bekerja sama, tidak akan ada pihak yang di rugikan,dan selama kamu menjadi kekasihku kamu tidak di ijinkan untuk berkencan dangan pria lain."
"Baiklah saya akan mengikuti aturan bapak."
"Dan mulai hari ini kamu akan tinggal di apartemen, nanti saya yang akan mengantarkan kamu ke sana dan juga persiapkan diri untuk besok ,saya akan mengumumkan kalau kekasihku sudah pulang dari luar negeri." Ara harus hidup di tempat yang bersih dan bagus, agar Angel percaya dengan permainan Elang.
"Tapi pakaian dan juga barang saya gimana pak?
"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu, Martin yang akan mengurus semuanya."
"Okee baiklahh, " mereka berjabat tangan menyetujui tawaran yang sudah mereka sepakati. Semua karyawan terkejut melihat adegan romantis bosnya. Elang mendekap bahu Ara dan berjalan berdampingan. terlihat sangat cocok walaupun sebenarnya umur mereka berbeda sangat jauh. tapi ketampanan Elang memang tidak bisa di pungkiri, dia masih terlihat sangat muda.
"Benarkan yang aku duga, dia itu kekasih pak Elang,"
"Iyaa sudah jelaslah, lihat pakaiannya saja bagus,bermerk semua." dan padahal saja Ara mempunyai baju bagus karna di belikan oleh Anton. semua karyawan saling bergosip dan saling tukar pandang, bahkan ada juga orang luar yang mengambil foto kemesraan mereka.
"Silahkan nona." Martin membukakan pintu mobil untuk Ara.
"Iya pak terimakasih." Elang juga nyusul masuk ke dalam mobil.
"Kamu harus membiasakan diri untuk di perlakukan seperti tuan putri, dan juga kamu harus bersiap kalau ada orang yang memakimu. jangan pernah menundukkan kepala, apa lagi membiarkan orang sampai menyentuhmu, buat mereka diam dan tidak bisa melakukan apapun." Elang mengajari Ara untuk menghadapi orang yang akan dia temui, karna bagaimanapun juga Ara sudah berhubungan dengan pemilik perusahaan terbesar dan terkenal di kota J. mau tidak mau Ara harus membiasakan itu semua.
"Lalu kalau ada yang melukai ku bagaimana?" Ara mulai kawatir membayangkan hal yang buruk bisa saja terjadi kepadanya.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, saya akan menyiapkan beberapa bodygard untuk menjaga dan mengantarkan kemanapun kamu ingin pergi, dan juga kamu tidak harus setiap hari datang ke kantor, mana mungkin seorang Airlangga Johnson membiarkan wanitanya bekerja di bawah naungannya." Elang berbicara dengan angkuhnya, memperlihatkan betapa berkuasanya dia.
"Baiklah saya akan mengikuti aturan bapak." Ara lebih memilih untuk menyetujuinya,dari pada harus berdebat dengan atasannya karena dia sudah merasa kelelahan dengan pekerjaannya di kantor tadi siang.
"Masuklah, sekarang tempat tinggalmu di sini."
"Iya pak terimakasih." Elang langsung pulang ke rumahnya sendiri.
Sesampainya di apartemen Ara sangat terkejut melihat tempat tinggal barunya. walaupun hanya apartemen tapi terlihat seperti rumah yang sangat megah. di sana sudah lengkap dengan pakaian dan juga make up ara, bahkan semua sudah tersedia sesuai dengan kebiasaan hidupnya. hanya saja barang nya lebih bagus dan bermerk. di suatu ruangan dia juga terkagum melihat gaun pendek berwarna silver bermotif mutiara di tambah dengan sepatu hak yang warnanya senada dan juga Tas yang mungil dengan motif mutiara. terlihat sangat anggun dan elegannya saat di pakai.
"Selamat datang nona" seorang pelayan menyadarkan lamunan Ara yang sedang memandangi gaun tersebut.
"Astagaaa, kaget aku, owhh iyaa buk ." Elang juga memberikan beberapa pelayan untuk mempersiapkan kebutuhan Ara.
"Nona bisa memanggil saya bibik, kalau butuh sesuatu tinggal bilang pada saya."
"Ohh baiklah bik."
"Itu gaun yang akan di pakai nona di acara besok, tadi pak Elang sudah berpesan pada saya. silahkan mencobanya non, kalau nona tidak menyukainya nanti bisa di ganti yang lebih bagus lagi. saya akan membantu nona untuk melepaskannya dari patung." pelayan tersebut langsung melepaskan gaun tadi dari patungnya dan memberikannya pada Ara.
"Ohh baiklahhh." Ara pun langsung mencobanya. dia sangat terkejut melihat dirinya di cermin terlihat sangat cantik. gaunnya yang pendek selutut memperlihatkan betapa putih dan mulusnya kaki Ara, di tambah lagi dengan gaunnya yang sebahu memperlihatkan kulit putihnya yang menggoda. gaunnya sangat pas di tubuh Ara, seperti sudah di sengaja di buat untuknya. bahkan sepatunya juga pas di ukuran kaki ara.
"Wahhh nonaa cantiikkk sekaliii." bahkan para pelayan terkagum melihat kecantikan Ara.
"Hehe terimakasih bik." Ara tidak menyangka kalau bosnya akan membuang banyak uang hanya karna hal yang menurutnya sepele.
__ADS_1
HAAAAAAYYYYY READERS MAKASIHHHH YAAA SUDAHH MAU MAMPIR KE NOVEL AKU.
JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK KALIAN YAAA, 😉😉👌👌👌👌