PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Hari Terpuruk


__ADS_3

Bangun tidur Ara selalu melakukan kegiatan seperti biasanya, mandi, sholat dan membantu pelayannya menyiapkan makanan untuk suaminya. walaupun sudah di larang Elang berkali-kali Ara tetap kekeh melakukannya. baginya itu sudah kewajibannya sebagai seorang istri.


"Apa kakimu sudah sembuh?" Elang memperhatikan jalan Ara yang masih pincang dan mondar mandir menyiapkan makanan membuatnya risih dan ingin bertanya.


"Sudah mendingan kok, nggak terlalu sakit." Ara akan tahu akibatnya kalau dia menjawab yang sebenarannya.


"Owh syukurlah, hari ini kamu libur saja, nggak usah ke kantor dulu." melihat kaki istrinya yang masih lumayan bengkak Elang memintanya untuk tetap di rumah.


"Kalau aku di rumah tidak kerja, bagaimana dengan kerjaanku, kasihan Harry kalau harus mengerjakan kerjaanku juga." Ara masih tetap ingin pergi ke kantor.


"Kan kamu bisa mengerjakannya di rumah."


"Bosen tauk. di rumah kerja sendirian."


"Yang ada kalau kamu pergi ke kantor hanya akan merepotkanku saja."


"Udah kamu nggak perlu khawatir, aku nggak akan merepotkanmu. okeee?" Ara tersenyum pada Elang sambil mengedipkan salah satu matanya.


"Terserah. ayoo berangkat nanti bisa telat." Elang tidak tahan melihat tingkah Ara yang membuat pipinya merah merona karna malu.


"Ayooo." Ara tersenyum geli melihat pipi suaminya merah.


Sesampainya di kantor Elang membantu Ara berjalan dengan membopongnya. semua orang yang ada di sana tersenyum melihat atasannya bisa sweet seperti itu, dan saat itu Anton juga menyaksikannya. hatinya terasa sakit melihat wanita yang dia inginkan di sentuh oleh lelaki lain. dia sangat ingin membantu Ara tapi itu tidaklah mungkin, dia sadar akan posisinya.


"Tuan kemarin saya mendapat kabar dari Martin kalau masalah yang ada di sana sudah selesai. dia ingin kembali bekerja di sini lagi tuan." Harry berjalan di samping Elang yang membopong Ara.


"Kenapa dia tidak menelfonku,?"


"Dia sudah menghubungi tuan berkali-kali. tapi tuan tidak menjawabnya."


"Bilang sama dia, untuk menghubungiku sekarang juga."


"Baik tuan."


"Sudah kamu duduk di sini saja, jangan kemana-mana, kalau butuh sesuatu panggil Harry saja."


"Iyaa baweel, terimakasih suamiku hehe." Ara sangat suka melihat pipi Elang merah merona.


"Sama sekali tidak lucu gadis bodoh." Elang duduk di kursi kerjanya dan mulai menyalakan laptop dan terdengar dia sedang menelfon seseorang, da pasti saja itu Martin.


Saat Ara melihat Elang tidak ada di mejanya, dia berfikir Harrypun pasti juga sibuk, padahal saja perutnya sudah keroncongan minta di isi makanan. Akhirnya dia terpaksa berjalan keluar membeli makanan di kantin. dan entah ada angin apa tiba-tiba Angel juga ada di sana. mereka berpapasan tepat setelah Ara mengambil makan dan berjalan untuk duduk di kursi. Angel yang melihat Ara kesusahan berjalan langsung punya inisiatif untuk menyakiti Ara. tanpa berfikir lama dia langsung menabrak tubuh Ara sampai terjatuh dan ketumpahan banyak makanan.


"Awww sakit." Ara kesakitan setelah di tabrak oleh Angel. tubuhnya terhuyung mengenai meja makan dan kakinya yang masih sakit berusaha menopang tubuhnya supaya tidak terjatuh tapi ternyata dorongan Angel terlalu kuat sampai Ara terjatuh ke lantai. semua orang yang ada di sana terkejut melihat Ara kesakitan.


"Maafkan aku Raa aku tidak sengaja, bagaimana ini, tolong tolong." Angel berpura-pura peduli pada Ara padahal dalam hatinya, dia sangat bahagia melihat wanita yang ada di depannya kesakitan.


"Tolong tolong bantu saya, bawa dia ke rumah sakit sekarang, dia kesakitan." Ara sudah tidak menghiraukan Angel karena kakinya sudah terasa sagat sakit.


"Bukankah itu model terkenal, sekaligus pemilik perusahaan MT GROUP,?"ucap salah satu karyawan yang ada di sana.

__ADS_1


"Iyaa, kamu harus cepat menghubungi Pak Harry, cepetan."


"Iyaa aku akan segera menelfonnya." karyawan tersebut langsung memencet kontak di hp nya bernama Harry.


"Halo pak maaf mengganggu."


"Iyaa ada apa?"


"Begini pak, mbak Ara istri pak Elang jatuh dan sekarang di bawa ke rumah sakit."


"Ceritakan semua secara detail setelah ini, saya akan mengabari tuan Elang terlebih dahulu." Harry langsung mengakhiri telfonnya dan memberitahu keadaan Ara pada Elang.


"Maaf tuan, non Ara jatuh dan sekarang di bawa ke rumah sakit." Harry berbisik pada Elang karna saat itu Elang sedang memimpin rapat.


"Suruh Martin datang ke kantor sekarang." Martin sudah datang ke kota J sejam yang lalu. dia langsung mengatur penerbangannya setelah di ijinkan pulang oleh Elang.


"Baik tuan." Harry melanjutkan tugas Elang dan Elang langsung pergi ke rumah sakit.


"Elang." sapa Angel dari kejauhan.


"Bagaimana dok keadaan istri saya?" bukannya menjawab panggilan Angel, Elang malah bertanya pada dokter yang baru saja keluar dari ruangan Ara.


"Istri tuan tidak papa, kakinya harus di gip sampai sembuh. karna sebelumnya kondisi kakinya sudah sakit dan ketambahan terbentur benda yang keras, jadi itu yang menyebabkan istri tuan kesakitan." Dokter tersebut menjelaskan kondisi Ara.


"Cukup dia istirahat, dan jangan terlalu banyak bergerak." imbuh dokter tersebut.


"Apa kakimu masih terasa sakit?" Elang bertanya pada Ara dengan pelan.


"Ahh pak Elang." Ara menyadari ternyata di belakang suaminya ada Angel.


"Sayaang sini, kakiku masih sakit." Ara langsung berubah manja pada Elang.


"Owh mbak Angel ada di sini." dia pura-pura baru mneyadari kalau Angel ada di sana juga.


"Raa maaf yaa, aku tidak sengaja, tadi aku buru-buru sampai tidak melihatmu." Angel sangat pandai dalam berakting.


"Dasar nenek sihir peyot, emangnya kamu fikir aku tidak tau apa, awass sajaaa nanti." Batin Ara sambil mengulas senyum pada Angel.


"Nggak papa mbak, aku tahu kalau mbak Angel itu model terkenal,jadi aku sengaja menjatuhkan badanku, karna kalau tidak, nanti kulit mbak Angel bisa terluka. Andai mbak Angel bukan model sudah pasti kulit mbak Angel sekarang akan melepuh terkena tumpahan makananku yang panas." Ara tersenyum puas melihat Angel yang mulai emosi dan Elang yang melihatnya,kagum dengan keberanian istrinya.


"Benarkah, baik sekali hatimu Raa, mengorbankan badan kamu untuk melindungiku." Angel harus menahan emosi demi menjaga nama baiknya di depan Elang.


"Iyaa mbak, mbak nggak perlu repot-repot ada di sini juga, mbak boleh pergi kok, saya tahu mbak orang yang sangat sibuk." Ara mengusir Angel dengan halus, hatinya terasa puas sudah mematik api pada Angel.


"Iyaa ini saya juga mau pamit, semoga kamu cepat sembuh yaa. Elang aku pulang dulu yaa, jaga diri kamu baik-baik." Angel juga berpamitan pada Elang,namun sebelum Elang menjawab Ara sudah mulai bermanja lagi pada suaminya.


"Sayang aku mau makan buah itu dong, tolong ambilkan dan kupaskan yaa." Ara berbicara pada Elang seperti anak kecil yang merengek pada ibunya dan Angel yang melihatnya tidak tahan dan langsung keluar.


"Dasar wanita gilaa, kita lihat saja, sejauh mana kamu bisa bertahan di sisi Elang." Angel kesal melihat Ara nempel terus dengan pria yang dia cintai. dan sekarang dia akan menyusun rencana untuk membuat Ara enyah dari kehidupan Elang.

__ADS_1


"Pak Elang." Ara memulai memecahkan keheningan di kamarnya.


"Ada apa?"


"Apa pak Elang tidak capek harus bersandiwara terus seperti ini?"


"Tentu saja tidak, selama ini untuk menjaga nama baik perusahaan papaku apa pun itu akan aku lakukan."


"Hemm begitu yaa."


"Jangan pernah berharap kamu bisa melarikan diri dari saya, sebelum saya menceraikanmu."


"Tidak, Ara sudah sadar, mungkin ini memang jalan kehidupan Ara. Pak Elang juga baik sama aku, sama keluarga aku juga, jadi aku tidak merasa di rugikan."


"Kalau begitu kamu cerdas juga." Elang tahu kalau Ara sebenarnya masih terpaksa menikah dengannya.


"Bagaimana kalau kita berteman." Ajak Ara


"Berteman?"


"Iyaa berteman, aku lelah harus bertengkar terus sama pak Elang, kita kan bisa saling membantu, di rumah nanti Ara juga tidak akan kesepian, kita bisa ngobrol apa saja."


"Sudah diam saja, jangan banyak bicara."


"Hiizzz pak Elang nyebelin, jawab doong."


"Akan aku fikirkan."


"Gitu aja masih mau di fikirkan, gilaaa nih orang."


"Apaa?! kamu tahu sendirikan aku ini siapa, jadi aku harus hati-hati dalam memilih teman."


"Astagaa, pak Elang kan tahu kalau aku orangnya baik lagi pula Ara juga tidak punya teman di sini." Ara memurungkan wajahnya.


"Sebentar aku mau angkat telfon dulu."


"Hiizzz dasarrr. huuuhhh." Ara menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia tidak menyangka akan tinggal serumah dengan orang yang menurutnya sangat rumit dan orang itupun sekarang menjadi suaminya.


lama berfikir hal yang tidak baik untuk kesehantannya, dia mulai melihat buah yang sudah di kupaskan oleh suaminya. pandangannya langsung terfokus pada makanan, dan tanpa membuang waktu lama lagi, Ara langsung melahap buahnya sampai habis.


Hayyy para Readers


Jangan lupa untuk selalu tinggalin jejak kalian yaa, bantu Author untuk terus berkarya


dan Author sangat berterimakasih untuk kalian yang selalu mendukung.


semoga kalian semua selalu di lancarkan urusannya,baik di dunia maupun di akhirat. amiin 🤗🤗🤗


Terimakasihhh semuanyaaaa semogaa menghibur 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🙏🙏💪💪😍💞

__ADS_1


__ADS_2