
Pagi harinya Elang, Ara dan Charoline berencana berangkat ke kantor bersama, tapi melihat Harry yang sudah berdiri di depan rumahnya rapi dengan pakaian jasnya, pasti ada suatu hal yang sangat penting yang harus mereka selesaikan.
"Kenapa Harry di sini kak?" tanya Charoline yang tidak biasanya melihat Harry menjemput Elang.
"Kakak ada meeting dengan klien pagi ini, jadi kakak tidak bisa berangkat ke kantor bareng kalian, biar sopir yang mengantar kslian ke kantor."
"Iya pak', ayo Char keburu siang."
"Ayo Ra."
"Oh iyaa jangan lupa suruh Martin menyiapkan meeting jam 9."
"Iya pak'."
Ara dan Charoline berangkat ke kantor dia antar supir dan begitupun juga dengan Elang. Elang berangkat dengan Harry. di sepanjang jalan mereka hanya bercanda, tertawa bahkan saling mendorong saking asyiknya bercerita hal yang lucu.
"Ayo turun Char."
"Ayo Ra."
"Raa.." seseorang memanggilnya, dan Ara membalikkan badannya.
"Anton." ternyata orang yang memanggilnya ialah Anton yang selama ini memendam perasaan pada Ara.
"Heyy, Char kamu di sini juga,"
"Iyaa Ton." Charoline tidak begitu suka dengan Anton, karena Ayahnya yang sudah di curigai berencana mengambil alih perusahaan kakaknya. tanpa basa-basi dia langsung ngajak Ara untuk pergi.
"Ayo Ra."
"Iyaa, duluan ya Ton."
"Bareng saja, aku juga mau ke ruanganku." dengan santainya Anton berjalan di samping Ara sambil menaruh tangannya di pundak Ara dan Charoline yang melihat merasa tidak nyaman, dia memilih berjalan di belakang Ara.
"Pagi Char, tumben ke kantor." sapa Martin yang tiba-tiba nongol di sampingnya.
"Ehh Martin, iyaa, bosen di rumah."
"Kamu kenapa, kok ngelihatin mereka berdua sampai segitunya."
"Lihat, ngapain juga Anton pakai acara meluk segala, bukannya dia sudah tahu kalau Ara suda menikah."
"Namanya juga bucin."
"Maksud kamu apa?"
"Iya, Anton itu sebenarnya suka sama Ara."
"Haah gilaa.!" Charoline terkejut dengan perkataan Martin, dan dari sebrang terdengar seorang wanita yang sedang memaki Ara bahkan mendorongnya.
__ADS_1
"Ara.!" panggil Charoline yang melihat Ara di dorong oleh Angel tapi untung saja Anton menangkapnya.
"Angel.!, apa urusanmu dengan Ara, kenapa kamu kasar sekali." bentak Charoline pada Angel.
"Wahh ternyata adiknya di sini, apa kamu tidak melihat perbuatan kakak ipar kamu ini di belakang kakak kamu?"
"Apa maksud kamu?"
"Tanya saja pada kakak ipar kesayanganmu ini, apa yang sudah dia lakukan dengan pria di sebelahnya." memang jarak Ara berjalan dengan Charoline lumayan jauh,dan karena asyik ngobrol dengan Martin, dia tidak sempat memperhatikan Ara.
"Aku tidak mempercayai ucapanmu.!"
"Charoline sudah, jangan kau ladeni ucapan Angel, karena juga tidak akan ada gunanya, kita pergi saja." ajak Ara lalu berucap lagi pada Angel.
"Maaf kami tidak punya waktu meladeni tuduhanmu itu, semua orang di sini tahu siapa aku dan siapa Anton, dan Anton itu adik sepupu Elang."
"Wahhh sombong sekali, sekarang kamu mulai berani yaa sama aku." mengambil nafas dalam-dalam lalu berucap lagi
"Okee mungkin saya salah lihat dan semoga saja Elang segera mengetahuinya." dengan senyuman yang sinis.
"Kamu lihat saja, cepat atau lambat kamu juga akan mengetahui kebusukannya." imbuhnya lagi lalu pergi dari sana penuh dengan keangkuhan dan tanpa rasa bersalah.
"Kamu nggak papa Ra?" tanya Charoline
"Enggak kok, ayoo, kalian bisa langsung ke ruangan masing-masing." ternyata di sana yang masih pagi sudah banyak karyawan yang berdatangan dan bahkan menyaksikan kejadian tersebut.
"Kamu nggak kenapa-napa Ra?" tanya Martin yang sedari tadi hanya diam.
"Angel tidak akan berubah, dia akan semakin menggila dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan kak Elang." Ucap Anton yang berjalan di samping Ara.
"Tapi kamu tenang saja Ra, Elang orang yang setia, dan pasti dia akan melindungimu."imbuh Martin lalu berjalan duluan dan langsung ke ruangannya. dia langsung menyiapkan semua berkas yang akan jadi bahan pembahasan di saat meeting nanti. begitupun juga dengan Ara.
"Char bisa bantu aku?"
"Bisa banget, ada apa Ra?"
"Tolong kamu cek semua dokumen ini yaa, aku mau ngecek ruangan meeting dulu, sebentar lagi kakakmu pasti akan datang."
"Iyaa Ra." dan benar saja, belum ada jam 9 Elang sudah sampai duluan dan langsung menuju ke ruangan meeting. dia memang orang yang sangat on time, baginya waktu adalah uang yang sangat berharga.
"Langsung saja kita mulai meetingnya ......" dia memimpin rapat dengan di bantu Ara di sebelahnya karena Harry gantian menyiapkan dokumen untuk menemui klien selanjutnya. selama meeting Elang memperhatikan lengan Ara yang lebam kebiruan, dia sangat ingin bertanya namun karena sedang rapat, Elang tidak menanyakannya langsung.
Selesai meeting semua kembali ke meja kerja dan mengerjakan tugas mereka masing-masing. di saat Ara merapikan map yang ada di meja, Elang memanggilnya.
"Ra biar Charoline yang merapikan, kamu ikut denganku."
"Iya pak', tolong ya Char."
"Iya Ra."
__ADS_1
"Aku bantu bawa Char." Martin membantu membawakan tumpukan map yang di bawa Charoline.
"Kamu nggak kuliah Char?" tanya Martin
"Enggak, aku masih libur,bentar lagi juga selesai kuliahku."
"Waahhh bentar lagi mau nikah dong haha." ledek Martin.
"Enggaklah, lagian juga mau nikah sama siapa."
"Emang kamu nggak punya pacar Char?"
"Enggak aku baru saja putus, kamu tuh seharusnya yang cepetan nikah, keburu tua kayak kak Elang, untung aja Ara mau nikah sama dia, udah galakk,cuekk, haaah ."
"Bentar lah masih nyari yang cocok dulu."
"Ternyata kamu juga jomblo yaa, hahaha kasihaan." ledek Charoline yang langsung lari meninggalkan Martin sendirian. sedangkan di sisi lain Elang bertanya pada Ara dengan aura kemarahan
"Lenganmu kenapa, siapa yang sudah menyakitimu, kenapa kau biarkan orang lain menyakitimu, apa aku mengajarkanmu untuk menjadi orang yang di tindas?" Elang membrondong banyak pertanyaan pada Ara.
"Tadi aku jatuh, kepleset."
"Bohong.! apa orang tuamu mengajarkanmu untuk berbohong pada suamimu sendiri?"
"Tidak, aku tidak bermaksud membohingimu."
"Lalu, kenapa kau hanya diam saat dia memakimu?"
"kenapa kamu bisa tahu?"
"Jawab pertanyaanku.!"
"Aku capek meladeni semua omelannya, jadi aku membiarkannya memamkiku?"
"Apa dengan diam, dia bisa berhenti memakimu? apa dengan diam hatimu tidak terluka?"
"Aku hanya manusia biasa Lang, aku bukan robot, aku juga ada rasa lelah harus meladeni semua makian Angel terus menerus, tidak semua orang sama denganmu Lang." Tidak terasa Ara meneteskan air mata.
"Berhenti menangis, aku tidak ingin melihatmu di tindas lagi oleh siapa pun dia, apa kamu mengerti?" Elang marah karena dia juga tahu kalau Anton mendekati Ara lagi dan kalau Ara bersifat seperti itu Anton akan semakin ingin memilikinya.
"Iyaa." dan langsung meninggalkan ruangan Elang begitu saja. Charoline yang melihat Ara keluar dari ruangan kakaknya dengan mata sembab langsung bertanya apa yang sudah terjadi.
"Ra ,kamu kenapa, kamu habis nangis yaa"
"Tidak Char, tadi kelilipan mataku." tapi Charoline tetap tidak percaya dengan apa yang sudah di ucapkan oleh Ara.
"Ini pasti ulah kak Elang, awas saja nanti." batinnya Charoline.
Hayyy readers terimakasih sudah setia mampir dan meninggalkan jejak, semoga menghibur dan
__ADS_1
Semoga kalian semua terlindungi dari mara bahaya Amiin
terimakasihhh****🤗🤗🤗🤗🤗😍😍🙏