PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Kesakitan dan Malu


__ADS_3

Elang mulai memberanikan diri untuk berbuat lebih, dia mulai membuka kancing baju tidur istrinya, namun Ara menahannya tapi perbuatan Ara tidak membuat Elang menyerah begitu saja, di tambah lagi permainan nya sampai yang awalnya Ara tidak membalas sama sekali, sekarang dia mulai membalas ciumannya, bahkan tangannya di kalungkan di leher suaminya sambil sesekali mengerang kenikmatan.


"ehmmm." Elang yang mendengarnya semakin semangat. nafas Ara mulai tidak beraturan, baru di permainkan bagian awalnya saja dia sudah terengah-engah.


"Sungguh wanita yang belum pernah tersentuh sama sekali." batin Elang yang masih bermain di leher Ara sambil meninggalkan tanda kepemilikan di berbagai tempat. Ada rasa bangga di hatinya bisa menyentuh wanita yang sudah jelas belum tersentuh oleh lelaki lain, bahkan cara ciuman Ara masih sangat kaku.


Setelah menyadari mata Ara mulai sayu dan waktu yang sudah semakin malam dengan hasrat yang juga sangat sulit di kendalikan, Elang mencoba lagi membuka kancing baju tidur Ara, sambil terus menc***mi b***r Ara yang semakin lama semakin mulai membengkak. saat tangannya sudah mulai menyentuh kacing bajunya,Ara tidak melarangnya lagi, dia sudah benar-benar berada di fase kenikmatan. setelah terlepas semua, buah Ara yang berisi terpampang dengan nyata di depan matanya. tangannya mulai bergerak bermain di kedua buah Ara yang empuk.


"Elang ehmm" Ara terus meracau memanggil namanya dan menikmati sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. satu persatu Elang melepas semua pakain Ara dan sekarang tubuhnya tidak tertutupi satu helai benangpun. Ara yang menyadari hal itu merasa malu, wajahnya memerah dan hal itu membuat Elang srmakin ingin bersatu. dia menyusuri setiap inci tubuh istrinya. men***m, men****u, memeluk, sampai tiba saatnya tangan Elang meraba mahkota Ara yang sudah sangat b***h. di mainkannya bola kecil itu sampai Ara men****h, meng*****g kenikmatan. setelah sudah merasa puas bermain, Elang mulai memajukan lolipopnya ke dalam mahkota Ara. dia berusaha menekannya namun tidak kunjung berhasil, bahkan sudah beberapa kali dia gagal, dan di saat dia berusaha memaksa menembusnya Ara mengerang kesakitan bahkan sampai meneteskan air mata. Elang yang melihatnya tidak tega. dia memilih mengurungkan niatnya.


"Tidurlah, maafkan aku." Elang membaringkan tubuhnya di sebelah Ara. ada rasa kecewa di hatinya, tapi dia akan lebih sakit hati kalau melihat Ara harus menahan sakit karena ulahnya. Ara tidak menjawab dan langsung memiringkan tubuhnya di susul dengan Elang yang memeluknya dari belakang. mereka tidur bersama tanpa menggunakan pakaian.


Hari sudah pagi, mereka harus segera bangun dan pergi ke kantor. Elang yang baru bangun merasa heran melihat Ara yang sibuk sendiri di depan cermin.


"Kamu ngapain?"


"Aku lagi berusaha menutup ini." Ara memperlihatkan banyaknya bekas ciuman Elang di leherya yang putih dan mulus.


"hahaha kamu lucu." bukannya merasa prihatin Elang malah menertawakannya.


"Pak Elang.!" dengan nada sinis dan tidak suka.


"Ya sudah aku mau mandi dulu."


"Terserah." Ara masih sibuk berusaha menutupi bekas kepemilikan Elang yang warnanya sampai keunguan.


"Kamu belum selesai juga." Elang sudah selesai mandi sekitar 15 menit, namun Ara masih sibuk mengoleskan kosmetik di lehernya. bahkan bibir Ara pun bengkak dan juga berwarna keunguan.


"Masih terlihat, kalau begini aku tidak akan berani pergi ke kantor." sambil memurungkan wajahnya. lalu Elang mengambil sebuah syal yang ada di almarinya.


"Pakailah , syal ini akan menutupinya." dan benar saja leher Ara tertutupi sepenuhnya, kecuali bibirnya.


"Hemmz." saat Elang memakaikan syal, lagi-lagi wajah Ara memerah, dan hal itu membuat Elang merasa gemas ingin menciumnya.


"Sudah, tunggu aku di mobil, aku akan segera turun." Selesai bersiap mereka berangkat ke kantor bersama.


Setibanya di kantor Harry menghampiri atasannya, begitupun juga dengan Martin.

__ADS_1


"Ara," panggil Martin.


"EHmm." dengan cuek Ara menjawab.


"Kamu kenapa, sakit yaa?"


"Enggak, aku hanya ngantuk saja."


"Kenapa kamu pakai syal?"


"Ehmm tidak papa, aku duluan daa." Ara langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Elang ,ada apa dengan istrimu. apa dia sakit,bibirnya juga terlihat bengkak kebiruan, kamu tidak memukulnya bukan?"


"Urusi saja pekerjaanmu." Harry dan Martin hanya saling bertukar pandang melihat atasannya yang salah tingkah di tanyai masalah istrinya. baru kali ini Elang bertingkah seperti itu.


"Undur meting kita pagi ini 1 jam lagi." lalu meninggalkan mereka berdua dan masuk ke ruangannya.


"Baik tuan." Harry dan Martin heran dengan tingkah atasannya. baru kali ini Elang menunda pekerjaan dengan alasan yang tidak masuk akal.


"Harry, sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka, apa mungkin Elang mencekik Ara sampai Ara memakai syal untuk menutupi bekas tangannya, lalu menamparnya sampai bibirnya bengkak?" Martin menolehkan wajahnya ke Harry.


"Harry nanti jam 3 sore ada pertemuan daengan klien dari kota K, tolong temani pak Elang yaa." dengan penuh permohonan.


"Apa tuan Elang sudah mengetahuinya?"


"Belum, badanku terasa tidak enak , tolong yaa"


"Iyaa nona." Ara bersyukur dan mulai bekerja lagi.


Ara berjalan ingin keluar mencari makan, tapi dari sebrang jauh terlihat ada seorang perempuan yang berjalan layaknya model yang tidak asing baginya.


"Ara." panggil Anton.


"Iyaa, ada apa Ton?" pandangannya teralihkan saat Anton memanggilnya.


"Mau cari makan yaa, ehh Raa bibirmu kenapa?" Anton panik melihat bibir Ara yang bengkak dan keunguan seperti habis di pukul.

__ADS_1


"Nggak papa, kemarin terjatuh. tapi aku baik-baik saja." semua orang yang bertatapan muka dengan Ara pasti menanyakan kondisi bibirnya dan itu membuat Ara salah tingkah.


"Hay Ton." sapa Angel.


"Ternyata beneran kamu."


"Kenapa? tidak suka dengan kedatanganku?" dengan sinis.


"Suka, silahkan, pasti kamu ke sini mau menemui suamiku bukan, silahkan saja, dia ada di ruangannya,baru selesai meeting." lalu meninggalkan Angel begitu saja.


"Duluan Ngel."


"Oh iyaa Ton." Anton menyusul Ara yang sudah pergi dan Angel juga langsung pergi ke ruangan Elang.


"Kamu kenapa Ra, kamu cemburu yaa,"


"Enggak, ngapain juga aku cemburu, biasa saja."


"Aku mau makan di kantor, makanannya di bungkus saja."


"Iyaa mbak." jawab pelayan.


"Lalu kenapa kamu jadi sewot gini?"


"Anton diam."


"Iya deh iyaa maaf." Anton sangat yakin kalau Ara memang cemburu tapi dia berharap yang di katakan Ara benar adanya.


"Aku duluan yaa."


"Hemm. hati-hati."


"Oke." Ara meninggalkan Anton makan di sana sendirian dan kembali lagi ke kantor. hatinya masih kesal melihat Angel yang masih saja berusaha mendekati suaminya.


"Awww sakiitttt." dengan reflek di lepasnya syal yang melingkar di lehernya dan membuangnya ke lantai. sekarang terlihat dengan jelas bekas ciuman yang merah keunguan. namun Ara tidak sempat memikirkan hal itu karena tadi ada sesuatu yang menggigit lehernya. setelah di cek tidak ada Ara mengambil lagi syal yang tergeletak di lantai, saat berdiri dia melihat Elang memperhatikannya yang tidak jauh darinya, dan barulah dia sadar dengan apa yang sudah dia lakukan. semua orang memperhatikannya begitupun juga dengan Elang, Harry dan Angel.


"Astagaaaa." Ara langsung buru-buru pergi dengan raut wajah yang merah karena menahan malu.

__ADS_1


Yuhuuyyyyyyy jangan lupa selalu tinggalin jejak yaa


Terimakasih sudah mau mampir 🤗🤗🤗🙏😍


__ADS_2