PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Terjadi


__ADS_3

Malam semakin larut, sudah waktunya manusia untuk istirahat tapi tidak dengan dua manusia ini. suasana juga semakin sunyi hanya ada suara dentuman jam yang terdengar keras di telinga, seiring barengan dengan suara c****n mereka yang semakin panas dan meninggalkan tanda kemerahan di kulit putih Ara yang mulus. suara desahan dan nafas yang mulai terengah-engah menggema di lngit-langit kamar.


Namun aktifitas tidak berhenti sampai di situ saja, Elang yang sudah membulatkan tekadnya untuk memiliki Ara sepenuhnya, memberanikan diri untuk mulai ke bagian intinya.


Ara yang sudah tidak lagi memakai pakaian, membuat Elang langsung mengambil posisi di atas dan berusaha memperkuat tekanannya untuk menerobos penghalang yang sedari tadi tidak mengijinkan miliknya untuk masuk.


Sedikit demi sedikit Elang berusaha memasukkan miliknya sambil terus m******i b***r Ara yang mulai memerah karna hisapannya yang terlalu kuat.


Setelah berhasil menembus masuk sampai ke dalam barengan juga dengan air mata Ara yang keluar, Elang berhenti sejenak lalu melanjutkannya lagi dengan pelan dan lembut.


"Apakah masih sakit?" tanya Elang dengan pelan lalu Ara menganggukan kepala.


"Aku akan melakukannya dengan pelan." Elang mulai melakukannya dengan penuh kelembutan dan dia berhasil membuat Ara merasakan kenikmatan yang belum pernah Ara rasakan sebelumnya, sampai akhirnya mereka melakukan berkali-berkali dan karena kelelahan, Ara tertidur pulas di atas tubuh Elang.


Hari sudah pagi, tapi dua sejoli itu masih belum bangun juga. semua jadwal pertemuan dengan klien di tunda. Harry yang sedari pagi mencoba menghubungi Elang tidak mendapat jawaban.


"Bagaimana, apa Elang sudah ada kabar?" tanya Martin pada Harry.


"Belum, saya berencana akan pergi ke rumahnya untuk memastikan keadaannya."


"Tidak perlu, biar aku saja yang ke sana sekalian melihat keadaan Charoline."


"Aku ikut." Anton menyahuti jawaban Martin.


"Tidak, kamu tetap di kantor."


"Ayoo berangkat sekarang." Martin menemui klien nya sendirian begitupun juga dengan Harry. mereka berbagi tugas supaya pekerjaan tetap berjalan lancar.


Setelah meeting selesai Martin membeli oleh-oleh untuk Charoline dan tidak lupa dia juga menghubunginya terlebih dahulu.


"Char?"


"Iyaa, ada apa?"


"Bagaimana keadaanmu?"


"Aku baik-baik saja, hanya pusing aja kok."


"Lalu gimana dengan kakakmu, kemana saja dia?"


"Kakak? maksud kamu kak Elang?"


"Iyaa, hari ini dia tidak ngantor, Ara juga tidak ke kantor."


"Benarkah? aku tidak tahu, coba aku lihat dulu di kamarnya."


"Kamar, jam segini?"


"Iyaa, dari tadi sejak aku bangun, aku belum melihat mereka turun."


"Nggak usah Char, aku perjalanan ke rumahmu, bentar lagi nyampek."

__ADS_1


"Owhh iyaa." mereka mengakhiri percakapan dan Martin masih tidak mengerti.


"Tadi malam Ara posisi tidak sadarkan diri karena pengaruh obat tidur, lalu apakah Elang melakukannya, waahhhh kamu Lang wahhh kau benar-benar." Martin ngomel sendirian di mobil.


Ara menggerakan badannya yang terasa sakit, kepalanya juga terasa sangat berat. tapi di saat dia mencoba menggerakan tubuhnya, ada rasa aneh di bagian bawahnya. dia bergerak pelan dan terasa sangat sakit.


"Awwww." rintihannya membangunkan Elang.


"Kenapa?" suara Elang menyadarkan Ara kalau dirinya ada di atas tubuh suaminya.


"Pak Elang." Ara kebingungan dengan apa yang sedang ia alami.


"Aku akan membantumu." Elang sedikit memiringkan tubuhnya dan sangat terasa ada sesuatu yang terlepas dari bagian intinya Ara. Elang m*****m b***r Ara yang melongo.


"Kamu kenapa?" tanya Elang sambil memeluk Ara dengan erat.


"Pak kok kita .." Ara tidak melanjutkan ucapannya yang baginya memalukan.


"Kenapa? kamu kan istriku, sudah sewajarnya kita melakukannya kan?" jawab Elang sambil tersenyum menyeringai.


"Katanya nunggu aku umur 20 dulu, kenapa jadinya malah sekarang?" Ara memanyunkan bibirnya lalu bergerak cepat dari tempat tidurnya.


"Awwww sakit." Ara kesakitan saat berusaha meraih pakainnya yang tergeletak di lantai, matanya tertuju pada pakaian yang berserakan di lantai, bahkan dalemannya pun juga tergeletak di lantai. dia tidak bisa membayangkan seperti apa kejadian semalam. dengan malu Ara mengambil pakaiannya dan pergi membersihkan diri.


Elang melihat ada bercak darah di sprei ranjangnya, dia tersenyum puas dan bangga dengan dirinya sendiri. selama ini dia tidak pernah meniduri wanita yang masih perawan.


Selesai mandi Ara merapikan tempat tidur dan setelah semua selesai dia turun ke dapur untuk makan siang di susul dengan Elang di belakangnya yang baru selesai mandi.


"Kenapa kamu di sini, bukankah kantor sedang banyak kerjaan." suara Elang yang keras menyadarkan Martin dari bengongnya.


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, kamu kemana aja, di telfon dari tadi tidak menjawab?"


"Oh iyaa, gimana hasil pertemuannya dengan klien?" bukannya menjawab Elang malah mengalihkan pembicaraan.


"Hadehh, kebiasaan atasan. semua lancar, walaupun jadwal berubah jadi berantakan, tapi masih bisa diatasi."


"Oh iyaa, atur jadwal lagi, aku dan Ara akan liburan satu minggu, semua kerjaan kantor aku serahkan sama kamu dan Harry, jadi jangan sampai ada masalah." dengan santainya Elang berbicara.


"Dengan mendadak kayak gini, emang kamu mau kemana Lang?"


"Belum tahu yang jelas liburan berdua dengan istriku."


"Lang, sejak kapan kamu mau meninggalkan kantor?"


"Liburan? kemana? kenapa tiba-tiba liburan?" Ara yang mendengar ucapan suaminya langsung menyahutinya.


"Kita kan belum pernah honey moon, jadi aku berencana akan mengajakmu honey moon." mendengar ucapan suaminya pipi Ara langsung memerah.


"Aku ikut dong kak," pinta Charoline.


"Honey moon? emang di mana suamimu?"

__ADS_1


"Kak Elang apa an sih, kan aku belum menikah."


"Lalu kenpa mau ikut, kan sudah tahu ini acara untuk pasangan suami istri."


"Kak ayolahh pleasee."


"Kamu tetap di kantor saja, bantu Martin mengurus pekerjaan."


"Tenang Char, nanti kita liburan bareng." bisik Martin pada Charoline. Elang yang mendengar langsung menelisik Martin dengan melototkan matanya.


"Kau macam-macam awas saja." ancam Elang.


"Udah jangan bawel, kita makan siang dulu." Ajak Ara yang sudah menyiapkan makanannya di meja.


"Iyaa." jawab singkat Elang.


"Tidak bisa, kita harus ke kantor Lang."


"Kamu benar, maaf aku tidak makan siang di rumah, aku harus ke kantor dulu."


"Iya sudah aku siapkan dulu pakaian kerjamu."


"Tidak perlu, kamu makan saja dengan Charoline." Ara tersenyum dan menganggukan kepala dan Elang langsung bergegas ganti pakaian.


"Minum dulu, ini jus buah, enak lo." Ara menawarkan minuman pada Martin.


"Oke terimakasih, oh iya, Char jangan lupa besok kerja lagi."


"Iya bawel." jawab Charoline lalu Elang turun dari tangga sudah siap untuk pergi ke kantor.


"Aku berangkat yaa, nanti malam kamu tidur duluan saja, karna aku akan pulang telat." sambil mengecup dahi Ara.


Ara tersipu malu mendapat perlakuan Elang yang tiba-tiba. seolah-olah orang yang ada di sekitarnya hanya mengontrak.


"Ciyeee kalian benar-benar membuatku iri." Charoline meledek Ara yang pipinya sudah merah karena malu.


"Kuliah dulu, baru mikirin nikah."jawab Elang.


"Itu tidak adil, Ara bisa kenapa aku tidak bisa."


"Karena Ara mendapatkan pria yang bertanggung jawab seperti kakak."


"Hiliihhh dasarrr nyebelin."


"Ayoo Lang."


"Daaaa."


"Iyaaa." Ara mengantar Elang sampai depan rumah dan tidak lupa mencium tangan suaminya. Elang terkejut dengan perlakuan istrinya itu. hatinya terasa sangat bahagia.


Hayyy readers terimakasih sudah setia mampir di novel aku

__ADS_1


Jangan lupa selalu tinggalkan jejak yaa 😍😍🤗🤗🤗🙏🙏


__ADS_2