
Dekorasi Ruangan di rancang sesuai dengan keinginan Elang,ada banyak nuansa lampu dan bunga-bunga yang indah, setiap orang yang masuk kagum melihat betapa megahh dan mewahnya acara tersebut dan tentu yang di undang hanya orang tertentu dari kalangan atas termasuk ada Angel dan Susi mamanya Elang juga.
"Kakak." nampak dari kejauhan seorang gadis mengenakan dress pendek selutut berwana pink, memperlihatkan jenjang kakinya yang putih mulus dengan butiran mutiara di bagian dadanya, terlihat begitu pas dan anggun di tubuhnya yang ideal seperti model papan atas.
"Aku sangat merindukanmu kak, kenapa kakak tidak ada di rumah?" Charoline memeluk kakaknya dengan erat, dia begitu merindukan kakaknya. Charoline Johnson dia adalah adik Airlangga Johnson, dia baru saja pulang dari luar negeri menyelesaikan kuliahnya.
"Kenapa sudah pulang, kenapa tidak menetap di sana saja." Elang hanya menjawab dengan cuek pada adiknya tapi sebenarnya Elang juga sangat merindukan adiknya.
"Iihh kakak jahatnya, nanti aku ikut pulang ke rumah kakak yaa?" Charoline merengek layaknya anak kecil yang sedang meminta mainan baru.
"Terserah kamu, kakak mau pergi dulu banyak tamu yang menunggu kalau kau butuh sesuatu kau bisa mengandalkan Martin." Elang meninggalkan adiknya begitu saja tanpa menyapa mamanya yang dari tadi di sana juga.
"Siapp kak." Charoline mengajak mamanya untuk masuk dan menikmati pestanya.
"Martin kamu siap dengan permainan kita." Elang merencanakan sesuatu dengan Martin, ia ingin mengumumkan sesuatu yang sangat penting baginya.
"Siapp pak boss, pasti semuanya akan berjalan lancar." Martin menyahuti pertanyaan Elang, mereka tersenyum penuh kemisteriusan. Angel yang melihat percakapan mereka dengan serius dia merasa kawatir akan terjadi hal yang tidak di inginkan.
Tidak lama kemudian Elang menaiki panggung. semua orang fokus melihatnya. dia memakai jas yang sangat pas di tubuhnya yang tinggi semampai, cocok dengan kulitnya yang putih, mata hazelnya yang mampu menghipnotis semua wanita, rambut yang tertata dengan rapi,dan juga otagnya yang sangat jenius, membuatnya terpampang begitu nyata betapa tampannya Elang. semua wanita yang melihatnya pasti akan tergila-gila padanya.
Setelah Elang berbicara sangat banyak dan juga sudah mengumumkan kenaikan jabatan karyawannya dia mulai membicarakan rencananya.
"Selain itu saya juga akan mengumumkan kalau saya sudah memiliki pasangan. dan sekarang dia masih di luar negeri." semua orang yang mendengarkan pernyataan Elang terkejut, terlebih keluarga Angel dan mamanya Elang. Angel tidak menyangka kalau Elang akan senekad itu berbohong pada semua orang.
"Saya akan memperkenalkan pada kalian semua saat dia sudah pulang dari luar negeri." Elang menyudahi ucapannya dan tidak lupa berterimakasih kepada semua tamu yang sudah hadir di acaranya.
"Elang apa maksud kamu tadi, kamu hanya berbohongkan?" Angel merasa hatinya tersayat mendengar pengakuan Elang yang sudah memiliki kekasih lagi.
"Apa kamu tidak mendengar ucapanku tadi, aku sudah mempunyai kekasih dan itu kebenarannya, jadi lebih baik kamu pergi dari kehidupanku.!" Elang sudah tidak tahan dengan kelakuan angel.
__ADS_1
"Tidak.! aku tidak akan pernah pergi dari kehidupanmu, aku akan mendapatkan kamu bagaimana pun caranya,kamu hanya milikku." Angel sudah kehilangan akalnya. dia masih tetap saja menginginkan Elang walaupun sudah di tolak berkali-kali.
Ara masih tetap menunggu ibunya di rumah sakit, walaupun ibunya sudah di oprasi dia masih tidak tega kalau harus meninggalkan ibunya. telfon ara berdering dan tertera nomor baru yang masuk.
"Assalamualaikum" Ara menjawab telefon,dia bingung siapa yang menelfonnya.
"Waalaikumsalam, ini saya raa Anton." Ara terkejut mendengarnya.
"Ya ampun pak Anton, ada apa pak?" Ara mencoba menetralkan fikirannya yang masih terkejut.
"Selamat Ra kamu naik jabatan, dan entah ada keberuntungan apa yang memihak kamu, kamu naik jabatan menjadi asisten sekretaris CEO dari perusahaan kita." Anton menjelaskan maksud dia menelfonnya.
"Raa apa kamu masih di situ, kok diam?" Anton memanggil Ara yang sedari tadi tidak menjawab ucapannya.
"Ohh iyaa pak,masih, Ara masih terkejut pak, Ara tidak menyangka sama sekali pak." terdengar isakan Ara yang menangis.
"Iyaa pak saya mengerti, lalu kapan pak saya bisa memulai bekerja?" Ara merasakan itu semua hanya mimpi namun dia bingung harus berbuat apa.
"Dan Ara harus bekerja gimana pak, dan harus berpakaian seperti apa juga pak?" Ara memberanikan diri untuk bertanya.
"Mulai kerja kamu hari senin depan dan masalah baju kamu tidak perlu kawatir, dan juga nanti kamu pasti akan di ajarin harus bagaimana." Anton menjelaskan dengan penuh perhatian dengan tutur kata yang sopan dan lembut.
"Ohh baik pak, terimakasih pak sudah memberitahu saya." Ara sangat bersyukur atas apa yang dia dapatkan,
"Iyaa raa,semoga ibu kamu cepet sembuh yaa, dan cepat kembali ke sini, nanti kita akan sering bertemu." Anton ikut bahagia dengan apa yang sudah di raih oleh Ara.
"Iyaa pak pasti." mereka menyudahi pembicaraan di telfon dan melanjutkan kegiatannya.
"Hemm hemm Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nih." ucap Martin yang melihat Anton tersenyum sendiri.
__ADS_1
"Enggak kak, tadi aku ngasih tahu Ara kalau dia naik jabatan jadi asisten kakak, dan dia sangat bahagia."
"Baguslah kalau sudah memberitahunya, tapi sepertinya kamu menyukai gadis itu." Martin penasaran seperti apa perasaan Anton pada Ara.
"Nggak tahu kak, Anton hanya senang saja setiap kali melihat Ara bahagia, dia gadis yang sangat berbeda dari yang lain."
"Benarkah?"
"Iyaa kak, Ara gadis yang sangat polos, dia sangat baik."
"Lalu apa kamu berniat untuk memacarinya?"
"Anton tidak tahu kak, dia masih terlalu kecil untuk Anton."
"Kan cinta tidak mempermasalahkan umur."
"Tapi Anton tidak tahu perasaan Ara seperti apa kak."
"Owh, nanti kalau sudah waktunya tiba, Elang akan memberitahumu masalah sesuatu."
"Masalah apa kak?"
"Sudah tunggu saja, aku kembali bekerja lagi ya."
"Iya kak." Anton juga melanjutkan perkejaannya lagi, tanpa memikirkan ucapan Martin tadi.
H**ayyyyyyy readers semoga kali ini menghibur kalian yaaaaa, jangan lupa untuk meninggalkan jejak yaa 🙏🙏🙏🙏**
__ADS_1