PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Kegundahan


__ADS_3

Ara mulai membuka matanya dengan pelan, dia melihat sekitar ruangan, yang pertama di lihat seorang pria yang duduk bersedekap di samping ranjang tidurnya dan yang dia rasakan kepalanya sangat sakit.


"Kenapa aku di sini,?" dia mencoba memulihkan ingatannya namun di saat mencoba mengingat semua yang sudah terjadi ,kepalanya terasa sangat sakit.


"Lebih baik kamu istirahat saja, setelah kamu sembuh ada hal penting yang harus kita bicarakan." Elang mencoba berbicara dengan tenang.


"Baiklah." Ara tertidur lagi dengan pulas, dia tidak ingin mengingat hal yang membuat kepalanya terasa sakit.


"Apa dia akan segera sembuh?" Elang menanyakan keadaan Ara pada dokter yang ada di sebelahnya.


"Dia akan pulih secepatnya,kami sudah memberikan obat yang akan mempercepat memulihkan lukanya,cukup biarkan dia istirahat dan jangan sampai dia memikirkan hal yang memberatkan fikirannya." dokter menjelaskan kondisi Ara.


"Kalau begitu saya permisi dulu,kalau ada sesuatu tinggal pencet saja tombolnya." pamit dokter.


"Iyaaa." Elang hanya menjawab dengan singkat.


"Martin, sekarang kamu selidiki di mana keluarganya, cari tahu apa saja yang di lakukan orang tuanya, laporkan padaku semuanya secara rinci, kalau perlu hal kecil yang mereka lakukan laporkan juga padaku." Elang memerintahkam Martin untuk menyelidiki keluarga Ara, karna dia sudah yakin kalau Ara akan menolak pernikahan yang dia rencanakan. dan untuk mencegah hal itu terjadi Elang harus mengancamnya dengan menghancurkan kedua orang tuanya kalau perlu membunuhnya sekaligus karena yang ada di fikirkan Elang hanya menjaga nama baik perusahaan papanya.


"Baik tuan." Martin langsung bergerak memerintahkan body gard nya untuk menyelidiki keluarga Ara.


Setelah tiga hari ara berbaring di rumah sakit, kini dia sudah merasa enakan, badannya lebih terasa segar di bandingkan sebelumnya.


"Ara apa kamu sudah sembuh, apa ada luka yang lain, kenapa kamu ceroboh sekali?" Anton memberi banyak pertanyaan pada Ara. Anton memang sengaja baru menjenguknya karena sebelumnya Ara tidak boleh di jenguk siapapun oleh Elang.


"Aku sudah lumayan sembuh pak, hanya luka sedikit di kepala Ara." Ara menjawab pertanyaan Anton sambil meringis


"Apa kamu masih syok?" Anton kini mulai menyinggung masalah yang sudah terjadi pada Ara dan sebenarnya Ara juga masih sangat ketakutan kalau mengingat kejadian disaat dirinya di tuduh merebut calon suami orang, tapi dia berusaha melupakannya.


"Kalau tahu akhirnya begini, pasti aku tidak akan mengijinkan kak Elang untuk menjadikanmu kekasih palsunya." imbuh Anton dengan penuh penyesalan.


"Maksud pak Anton?" Ara kebingungan mendengar ucapan Anton. kenapa dia juga mengetahui rencana Elang, apa kebaikan Anton selama ini ada kaitannya juga dengan Elang, kalau iya kenapa waktu itu Martin mengingatkan Ara untuk menjaga rahasia atasannya termasuk dari Anton, tapi kenapa Anton berbicara seperti itu. banyak sekali pertanyaan di fikiran Ara.


"Iyaaa, sebenarnya aku sudah tahu rencana kak Elang dan sekarang dia berencana akan ......" namun saat Anton ingin memberitahu rencana Elang selanjutnya, Elang sudah memasuki ruangan Ara terlebih dahulu.


"Jika sudah selesai bicaranya silahkan pergi." Elang langsung mengusir Anton dari sana.


"Baik kak, yaa sudah Ra aku pulang dulu, kamu cepet sembuh yaa" Anton berpamitan pada Ara. sebenarnya dia masih ingin berbicara banyak dengan Ara, tapi dia tahu apa yang akan terjadi kalau berani membantah perintah kakaknya.

__ADS_1


"Apa kamu sudah melihat artikel di internet atau mungkin di televisi?" Elang mencoba bertanya pada Ara masalah yang sudah dia bicarakan di tempo hari.


"Artikel? memangnya ada berita apa pak?" Ara penasaran dengan maksud Elang. dia langsung membuka internet di hpnya.


"Pasti kamu sudah mengerti rencana saya kedepannya." Ara sangat terkejut melihat berita dan video Elang saat di wawancarai beberapa wartawan.


"Maksud bapak segera menikah apa, calon istri siapa?" Ara tidak mengerti maksud ucapan Elang.


"Mau tidak mau kamu harus siap menikah dengan saya." ucap Elang dengan tegas.


"tidak, aku tidak mau." Ara langsung menolak permintaan Elang.


"Apa kamu ingin melihat keluargamu hancur tanpa sisa?" Elang langsung mengamcam Ara dengan memberikan beberapa foto keluarganya yang hidup di jalanan. rumah mereka sudah di sita oleh bank,dan Ara yang melihatnya langsung menangis tanpa henti.


"Bapak ibuk Rama kenapa kalian di jalan,apa yang sudah terjadi, maafkan Ara,maafkan Ara, hikshikshiks." hati Ara terasa sakit melihat orang tuanya klontang klantung hidup di jalanan.


"Kamu tidak punya pilihan lain selain menerima tawaranku, kamu pasti tidak ingin melihat orang yang kamu sayangi mati di depan mata kamu sendirikan?" Elang mendekatkan wajahnya pada Ara, kini wajah mereka hanya berjarak sekitar 5 cm saja. dia berbicara dengan pelan namun ucapannya sangat menyakitkan.


"Tidak, bapak tidak akan bisa melakukannya." Ara menggigil ketakutan,dia merasa tubuhnya di hujam dengan pisau yang tajam, dadanya terasa sesak mendengar ancaman Elang.


"Kamu hanya perlu menikah dengan saya selama 6 bulan,dan saya juga akan menanggung kebutuhan hidup orang tuamu bahkan melunasi hutang bapak kamu juga, dan setelahnya kita bisa bercerai, kamu bebas melakukan apapun." Elang memberikan tawaran yang sangat menarik tapi Ara masih memikirkan harga dirinya. dia tidak ingin menjadi janda muda.


"Fikirkan baik-baik tawaran saya, jangan sampai kau mengambil keputusan yang nantinya akan kau sesali." Ara hanya diam tanpa bicara. dia tidak tahu lagi harus berbuat apa, air matanya jatuh begitu saja.


"Tidurlah gadis kecil, jangan sampai di hari pernikahan kita, kamu tampak tidak sehat dan pertimbangkan ucapanku tadi." Elang menyelimuti tubuh ara dan meninggalkannya begitu saja.


Hati Ara terasa sakit setiap mengingat foto kedua orang tunya yang hidup di jalanan,apa lagi saat mengingat ancaman Elang yang akan membunuh orang tuanya di depan matanya sendiri. Ara tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. dia hanya bisa menangis tanpa henti.


"Elang memang sudah gila, apa dia lupa kalau Angel anak dari teman papanya sendiri." Susi terlihat kesal melihat kelakuan putranya, dia tidak menyangka kalau Elang akan melakukan hal seperti itu.


Angel memang putri dari teman baik papanya namun sifat Angel berbeda sangat jauh dengan Erik Underson yaitu papanya Angel. dulunya perusahaan MT group yang memegang Erik Underson, namun karna kecelakaan pesawat yang di tumpanginya, Erik mengalami kelumpuhan total, dia tidak bisa melakukan apapun, dan kini perusahaannya di pegang oleh Angel anak semata wayangnya.


"Mama aku keluar dulu yaa." terdengar suara Charoline menjerit di depan pintu.


"Kamu mau kemana?" tanya Susi


"Aku mau pergi ke kantor kak Elang, aku pergi dulu, assalamualaikum" Charoline berpamitan pada Susi dan langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


"Dasar anak tidak tahu di untung, kakak adik sama saja." Susi kesal dengan anak nya yang tidak mengerti kemauannya.


Telfon


"Haloo tante, bagaimana ini tan?" Angel berbicara sambil menangis.


"Halo Ngel, sudah kamu tidak perlu menangis, sekarang kita harus merencanakan sesuatu untuk menggagalkan pernikahan mereka." jawab Susi


"Tapi tan kalau gagal bagaimana, Angel sangat mencintai Elang, Angel tidak mau kehilangan Elang." Angel menjawab sambil menangis tersedu sedu.


Angel memang sangat pandai bersilat lidah.dulu menghianatinya dan sekarang malah mengejarnya.


"Kamu harus tenang, kita pasti berhasil membuat wanita itu pergi dari kehidupan Elang." Susi yakin kalau rencananya akan berhasil.


"Baiklah tan, Angel mengerti, Angel akan mengikuti semua rencana tante, asalkan Angel bisa bersama dengan Elang." imbuhnya Angel.


"Iyaa Ngel, lebih baik sekarang kamu istirahat, jangan sampai sakit yaa." Susi memang sangat baik pada Angel, dia sudah menganggap Angel seperti anaknya sendiri.


"Iyaa tante." mereka menyudahi pembicaraannya lewat telfon.


Di kantor


"Haloo kak Elang" Charoline menyapa Elang dari pintu ruangannya.


"Masuklah jangan berdiri di sana saja." Elang terlihat senang melihat kehadiran adik tersayangnya.


"Waaahhhhh kantor kakak besar banget, pantesan kakak betah kerja di sini terus." Charoline mengagumi ruangan kakaknya yang begitu luas.


"Kenapa, kamu mau menggantikan kakak di sini?" tanya Elang


"Tidak ahh, aku mau hidup bahagia tanpa beban, kakak nggak capek apa mengurus ini semua?" Charoline memang gadis yang sangat baik, dia tidak pernah tertarik memiliki perusahaan papanya.


"Tapi kalau bekerja di sini mungkin aku mau." imbuhnya sambil tertawa.


"dasar gadis bodoh." ucap Elang sambil tertawa meledek adeknya. mereka saling ngobrol dan menceritakan kisah hidup mereka masing masing.


Hayyyyyy readerssss makaAsihhh yaaa udah mau mampir, maaf kalau masih ada typo

__ADS_1


tapi jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa, semogaaaa menghibur,


terimakasihhh 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2