PERNIKAHAN DEMI UANG

PERNIKAHAN DEMI UANG
Di Rumah Ara


__ADS_3

Anton membukakan pintu mobil untuk Ara.


"Terimakasih pak sudah mengantarkan Ara pulang, terimakasih juga tadi sudah menraktir makan."


"Iyaa sama-sama Ra, saya pulang duluan ya."


"Iya pak hati-hati."


"Iya Raa." Anton melambikan tangan dan Ara pun membalas melambaikan tangan. setelah Anton sudah tidak lagi terlihat Ara masuk ke dalam rumah.


"Non Ara baru pulang?" salah satu pelayan bertanya pada Ara.


"Iyaa bik, tadi Ara mampir dulu ke restoran sama adik sepupunya pak Elang."


"Tuan tahu apa tidak Non?"


"Emm tidak bik, pak Elang juga belum pulang ya bik?"


"Belum non."


"Ya sudah kalau gitu, saya mandi dulu ya bik."


"Iyaa non."


"Lagian juga ngapain pak Elang harus tahu aku kemana, pasti dia juga tidak peduli." batin Ara.


Ara langsung mandi dan beristirahat, dan di saat dia mulai memejamkan mata,tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya. tok tok tok


"Iyaa sebentar."


"Pak Elang. ada apa pak?"


"Lihat ini." Elang memperlihatkan sebuah foto di handponenya.


"Ini kan Ara dan pak Anton tadi waktu di restoran, kenapa bisa di bapak?"


"Aku tidak tahu siapa yang mengirimnya, tapi sudah bisa di tebak, pasti Angel yang melakukan ini semua."


"Lalu bagaimana pak, apa akan menimbulkan masalah?"


"Kalau foto ini tersebar aku masih bisa atasi karna Anton adik sepupuku, tapi masalahnya mama mulai besok akan tinggal di sini, jadi mulai malam ini, sementara kamu tidur di kamarku."


"Astagaaa."

__ADS_1


"Sekarang kemasi semua barangmu dan bawa ke kamarku."


"Iya pak." Ara langsung mengemasi semua barangnya dan pindah ke kamar Elang. dia tidak menyangka akan jadi serumit itu. bahkan mama Elang yang biasanya tidak pernah tinggal di rumah anaknya, sekarang malah tinggal di sana.semua tidak sesuai dengan rencananya. setelah selesai menata pakaian Ara langsung tidur di di sofa.


"Kamu tidur di ranjang saja, biar saya yang tidur di sofa."


"Tidak pak, Ara saja yang di sofa, bapak kan tidak terbiasa tidur di sofa." Ara masih kekeh tidur di sofa dan tidak menunggu waktu lama Elang langsung menggendong Ara ke tempat tidur.


"Pak turunkan Ara pak."


"Saya kan sudah bilang, kamu tidur di ranjang bukan di sofa, turuti saja perintahku." Ara hanya diam saja, walaupun ucapan Elang sedikit kasar tapi hati Ara terasa senang karena baginya itu sebuah perhatian yang tidak langsung. jantungnya berdegup dengan kencang, pipi nya terasa panas.


"Ya ampun Ara kamu ini kenapa sih Raa," Ara berbicara sendiri di dalam selimut, dia juga bolak balik ke kamar mandi. entah kenapa hatinya merasa sangat bahagia. Elang yang sedari tadi belum bisa tidur mendengar gerakan Ara semakin membuatnya tidak bisa tidur. sampai akhirnya Elang mendengar dengkuran Ara.


"Gadis bodoh, kenapa tidurpun kamu masih sangat berisik." ucap Elang dengan kesal. dia menutup telinganya dengan bantal namun masih tetap saja terdengar, sampai akhirnya jam 4 pagi Elang baru bisa tidur.


Jam sudah menunjukan pukul 5 pagi, Ara bangun, mandi, sholat dan setelahnya membantu pelayan menyiapkan makanan. Ara selalu rutin setiap pagi membantu menyiapkan makanan kecuali di saat dia benar-benar lelah dan bangun kesiangan.


"Bik Ara lihat pak Elang dulu yaa." Biasanya Elang jam 7 sudah turun dari kamar dan sarapan, tapi sekarang sudah jam 7 lebih Elang belum turun juga.


"Pak Elang." Ara memanggil Elang dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Masuk saja Raa, saya juga butuh bantuanmu."


"Siapkan pakaian kerjaku dan bawakan makananku ke kantor, saya akan makan di kantor."


"Iyaa pak." Ara langsung menyiapkan pakaian kerja untuk Elang. dia tertegun saat membuka almari suaminya, di dalamnya sangat banyak pakaian,jam tangan dan juga sepatu. tapi semua kebanyakan hanya warna-warna yang gelap.


Sebelumnya Ara tidak pernah menyiapkan pakain untuk suaminya. karena tidak tahu selera suaminya seperti apa, Ara memilih warna kesukaannya yaitu Celana warna abu-abu, jaz abu-abu dan dasi warna hitam dengan motif dua garis abu-abu dan setelahnya menyiapkan bekal untuk Elang.


"Elang mama datang." Dan benar saja masih sangat pagi susi sudah sampai di rumah Elang.


"Mama." Ara yang melihat ibu mertuanya datang langsung menyambutnya dan mencium tangannya, tapi dengan cepat susi melepaskan tangan Ara.


"Nggak usah sok baik sama saya, jangan harap saya akan mengakui kamu sebagai menantuku, menantuku hanya Angel, wanita yang sangat cantik, pintar, dan juga kaya raya, tidak seperti kamu yang kumuh dan miskin." Susi memaki Ara.


"Hentikan, kalau mama ingin tinggal di sini, perlakukan istri Elang dengan baik." Elang membentak Susi yang baru datang sudah memaki istrinya.


"Elang."


"Ini rumah Elang, sudah sepantasnya mama mengikuti perintah Elang, kalau mama keberatan silahkan pergi dari rumah ini." jawab Elang dengan tegas.


"Kamar mama ada di pojok ruang tamu, kalau butuh sesuatu minta pada pelayan, Elang berangkat kerja dulu." Susi hanya diam tanpa bicara, demi impiannya menyatukan Elang dan Angel dia harus rela berada di sana untuk menjauhkan Ara dari putranya.

__ADS_1


"Apa kamu tersinggung dengan ucapan mamaku barusan?" Elang bertanya pada Ara yang sedari tadi hanya diam saja.


"Tidak pak, Ara tidak ingin bertengkar dengan tante Susi, karna bagaimanapun juga tante Susi itu ibu kandung pak Elang, jadi aku harus menghormatinya juga."


"Baguslah kalau begitu."


"Pak, Ara minta ijin yaa nanti pulang dari kantor, Ara pengen ke rumah bapak ibuku, palingan Ara cuman menginap satu malam saja."


"Apa kamu berniat menghindari mama?"


"Tentu saja tidak, tadi pagi adik Ara telfon lalu bilang kalau bapak dan ibu sangat rindu pada Ara, jadi aku ingin menemuinya, boleh kan pak?"


"Iya, aku juga akan ikut denganmu, masalah kantor biar Harry dan Martin yang handle."


"Benarkah, yesss , kalau memang pak Elang sibuk, Ara sendirian juga nggak papa kok pak."


"Aku sudah berjanji pada bapak kamu untuk menjagamu, jadi aku harus menepatinya."


"Terimakasih banyak pak."


"Iyaa."


Di rumah Ara


Sesampainya di rumah, orang tua Ara langsung menyambutnya dengan hangat. Elang di perlakukan seperti anaknya sendiri. bahkan untuk makan dan mandi saja semua di siapkan oleh ibunya dan di bantu Ara juga.


"Nak kamu tidur saja, sudah malam, pasti kamu kecapekan jauh-jauh datang ke sini." ucap ibu Ara


"Iya buk, terimakasih."


"Raa ajak suamimu tidur, sudah malam kamu juga harus istirahat."


"Iyaa buk." Ara mengajak Elang tidur ke kamarnya.


"Bapak tidur di ranjang saja, biar Ara yang tidur di sofa."


"Nggak perlu, kamu saja yang di tempat tidur, saya yang akan di sofa." Ara pun menyetujui permintaan suaminya. Elang langsung tidur di sofa dan tidak lama Elang sudah tertidur. tapi di tengah malam dia terbangun.


"Kenapa aku di sofa, huammm." dan tanpa sadar dia berjalan pindah ke tempat tidur dan langsung memeluk tubuh Ara yang di kiranya guling. Elang tidak terbiasa tidur di sofa, dan setiap dia tertidur di tempat lain, pasti dia akan kebangun dan pindah ke ranjang.


Hayyy para pembaca jangan lupa selalu tinggalin jejak kalian yaa


Semoga kalian semua di beri kelancaran di setiap urusannya

__ADS_1


semoga menghibur, terimakasihhh 🙏🙏🙏🙏🤗🤗😍


__ADS_2