
Waktu tidak terasa berlalu begitu cepat, dan sekarang sudah menunjukan pukul 5 sore, Ara yang sudah selesai memilih gaun, perawatan sekaligus make up, sudah siap untuk berangkat ke pesta. Anton sengaja tidak memberitahu Ara kalau dirinya akan di ajak ke pesta ulang tahun Angel, wanita yang sangat menginginkan suaminya. karena itu semua juga Harry yang menyuruhnya.
"Wahh mbak nya sangat cantik yaa." puji para beautycion yang ada di sana. tapi ada salah satu seorang beautycion yang merasa risih melihat bekas tanda kepemilikan Elang yang merah keungungan di beberapa tempat di bagian belakang leher Ara.
"hemm iya mbak terimakasih." ucap Ara dengan sopan, lalu berjalan ke ruang tunggu untuk menemui Anton.
"Di mana Anton, kenapa dia nggak ada, handponnya nggak aktif lagi." cari Ara yang tidak melihat Anton di ruang tunggu.
"Mbak nya mencari mas yang tadi di sini yaa, orang nya putih pakai jaket hitam?" tanya seorang recepcionis yang melihat Ara tengak tengok m3ncaru seseorang.
"Iya mbak, dia kemana yaa?"
"Tadi cuman bilang kalau mbak di suruh nunggu di sini."
"Owhh iya sudah. makasih mbak."
"Iya mbak." dan tak lama Anton sudah sampai di sana lagi, dan juga sudah berganti pakaian lebih formal.
"Wahh tuan putri sangat cantikk." puji Anton
"Jangan begitu. aku malu nih. kita mau kemana sih sebenarnya?"
"Kita akan datang ke pesta ulang tahun Angel, dan kita juga di tunjuk sebagai perwakilan perusahaan kita untuk menghadiri acaranya."
"Kenapa Harry tidak memberitahuku."
"Entahlah. ayoo nanti kita bisa terlambat."
"Ayooo." Anton menggandeng tangan Ara layaknya pasangannya.
Setelah perjalanan lama dan macet akhirnya mereka sudah sampai. sekarang posisi Ara sudah menjadi istri dari pemilik perusahaan terbesar di sana dan menjadi orang yang sangat di hormati. semua kamera mulai tersorot padanya. dia berjalan penuh percaya diri dengan lenggang lenggong layaknya model papan atas. namun karena banyaknya mata yang tajam. ada yang memperhatikan leher Ara yang kemerahan, dan mereka pun saling berbisik. Anton yang menyadari akan hal itu langsung memakaikan jas pada Ara.
"Maaf." ucap Anton pelan.
"Kenapa?"
"Lehermu." jawab Anton dan seketika Ara langsung teringat kejadian semalam.
"Ini gara-gara pak Elang, tapi tak apa ini akan menjadi pelajaran untuk wanita penyihir itu." Batin Ara sambil tersenyum. sekarang dirinya sudah mulai berani di usianya yang hampir 20 tahun itu.
"Ara." panggil Susi yang melihat menantunya berdiri menjadi sorotan kamera.
__ADS_1
"Mama, ternyata mama sudah sampai duluan."
"Iyaa nak, tadi mama duluan bareng sama Charoline."
"Ara." panggil Charoline dari kejauhan.
"Charoline, heyy, sejak kapan kamu pulang. kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu."
"Kamu sibuk terus sih."
"Iya maaf. ya sudah aku tinggal dulu ya. menemui tuan rumah dulu."
"Owh, iyaa Ra, hati-hati." ucap Charoline sambil tersenyum geli.
"Kamu bisa aja." sambil meninggalkan Charoline dan mamanya.
"Selamat ulang tahun ya Ngel." sambil berpelukan dan cipika cipiki.
"Iya Ra terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk datang kesini."
"Iya pasti itu, bagaimana mungkin saya tidak menghadiri rekan kerja suami saya, sekaligus teman baiknya, bukan begitu Angel." ucap Ara penuh percaya diri di depan teman bisnis Elang.
"Iyaa, kalau begitu silahkan nikmati acaranya." dengan marah Angel meninggalkan Ara di sana.
"Bapak bisa saja, semua karena kehendak yang di atas, karena bagaimanapun itu juga menjadi keberuntungan bagi saya bukan." tawa Ara puas.
"Wahh kamu bisa saja." sahut salah satu rekan bisnisnya. mereka saling mengobrol dengan banyak hal sampai akhirnya acara potong kue di lakukan.
"Untuk pemotongan kue pertama akan saya berikan kepada orang yang sangat di hormati di sini. dari perwakilan perusahaan Word Group silahkan." semua orang bertepuk tangan dan memberikan jalan untuk Ara.
"Di sini saya selagi istri dari tuan Airlangga Johnsone pemilik perusahaan Word Group, mewakili semua rekan bisnis yang ada di sini, mengucapkan selamat ulang tahun untuk Angelia Undersone pemilik perusahaan MT Group yang sudah memberikan waktu untuk kita bisa berkumpul dan bersenang-senang di sini dan juga terimakasih untuk potongan kue pertamanya." dengan penuh percaya diri Ara menyuarakan isi pemikirannya dan semua orang tepuk tangan penuh kagum.
"Satu lagi, pasti di antara kalian semua ada yang melihat tanda merah di leher saya bukan, mohon di maklumi itu ulah dari suami tercinta saya." semua orang tertawa mendengar pernyataannya.
"Biasa pengantin belum lama."
"Iya tuh. masih mesra-mesranya." mereka saling bersahutan dan tertawa bahagia. namun tidak dengan Angel dan Susi. mereka sangat panas mendengar ucapan Ara yang dengan percaya dirinya menyombongkan kedudukannya sebagai istri Elang.
"Dasar wanita J***ng." umpat Angel kesal. dirinya merasa di permalukan oleh Ara gadis kecil yang jauh lebih muda darinya.
"Ara, kamu keren sekali"
__ADS_1
"Biasa aja Char, ini kan juga berkat kakak kamu."
"Tapi beneran. tadi tuh kamu keren banget, aku aja yang satu tahun lebih tua darimu belum pernah melakukan hal itu."
"Benarkah, berarti kamu harus banyak belajar dariku. haha."
"Ogah, belajar gimana caranya buat anak aja. haha." jawab Charoline sambil tertawa.
"Dasar kamu ini."
"Becanda aku. ayo makan Ra."
"Ayoo, oh iya mama di mana?"
"Nggak tahu, tadi sih katanya ke toilet."
"Owh begitu." mereka pun mengambil makanan untuk di nikmati, dan sesekali Anton juga mengambilkan menu makanan yang di inginkan oleh Ara. sedangkan Susi yang sudah di tunggu lama oleh mereka tak kunjung datang juga.
"Kok mama lama banget ya."
"Nggak tahu Ra, biar aku cari dulu."
"Nggak usah Char biar aku saja."
"Okee." Ara pun mencari ibu mertuanya ke kamar mandi, namun Susi tidak ada di sana. dia punya feeling kalau Susi menemui Angel yang sudah menahan amarah di ambang batas. dan yang benar saja, ternyata Susi memang lagi berbicara serius dengan Angel. keduanya terlihat sangat akrab , bahkan dengan santainya Angel memeluk Susi. seperti ibunya sendiri.
"Jadi begini rencana kalian. kita lihat saja nanti." batin Ara.
Elang Prov
Harry berjalan dari lift menuju kamar tuannya yang sedang beristirahat. dengan cepat Harry mengetuk pintunya.
"Masuk." jawab Elang
"Tuan, hari ini non Ara menghadiri pesta ulang tahun Angel dengan Anton. kalau tuan ingin melihat acranya saya mempunyai videonya."
"Taruh di meja." tanpa melirik, Elang melanjutkan lagi bekerjanya. sampai akhirnya selesai dan membuka video yang di maksud Harry.
"Apa juga ini." Elang merasa bosen melihat awal acara, sampai akhirnya nampaklah istrinya yang turun dari mobil mengenakan gaun mewah yang sangat cantik dan elegan. di pandanginya video tersebut sambil tersenyum sendiri.
"Gadis bodoh." Jantungnya mulai berdetak tidak karuan saat mendengar ucapan Ara yang mampu menembus relung hatinya yang paling, sekarang dia sudah tidak tahan ingin segera pulang menemui istri kecilnya.
__ADS_1
Hayyy readers jangan lupa selalu tinggalkan jejak yaa semoga menghibur
Terimakasihh 😍😍😍🤗