Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Semua tak sama


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan menuju kantor. Bayangan wajah Amanda saat kini sedang hamil, dan bayangan wajah Emily di saat pertama kalinya ia hamil Jasmine menjadi bersahut-sahutan di pikiran Ashraf.


Dua wanita itu kini saling berkecamuk di dalam benaknya.


Dan hal itu menarik kesimpulan bahwa hidup bersama dengan seorang wanita yang benar-benar kita cintai adalah kebahagiaan.


Akan tetapi, hidup bersama wanita yang hanya karena nafsu sesaat adalah kehancuran kebahagiaannya sendiri.


Dan itulah yang saat ini Ashraf rasakan


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Pak Ashraf, anda disuruh pak Daniel untuk ke ruangannya. Segera ya pak." ucap salah seorang office boy, yang saat itu mendatangi ruang kerja Ashraf.


"Oh, ya terima kasih. Aku akan temui pak Daniel sekarang." jawab Ashraf, yang kemudian ia segera berdiri untuk menuju ruang direktur.


Sampai di ruang direktur, Ashraf langsung di persilahkan duduk oleh Daniel. Daniel adalah atasan Ashraf.


"Ashraf, tolong berikan berkas-berkas ini ke kantor Inti land Corp. Kita sedang menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan itu sekarang ini. Ini adalah dokumen penting yang harus kamu serahkan pada manajer perusahaan Inti Land Corp. Temui Bu Emily, dia sudah tau tentang isi kerja sama antara dua perusahaan." tutur Daniel pada Ashraf.


Deg......


Saat Daniel menyebutkan nama perusahaan itu. Ashraf sudah tahu, jika mantan istrinya masih bekerja di perusahaan tersebut.


Dan jabatan Emily tenyata sudah naik menjadi manajer.


Dan sekarang, Ashraf harus bertemu dengan Emily.


Bagaimana ia bisa menghindar. Jika perusahaan sudah memerintahkannya.


"Baik pak." jawab Ashraf.


"Kamu harus berikan berkas ini kepada Bu Emily. Dan lakukan meeting dengannya untuk membahas kerjasama antara perusahaan. Karena dialah yang menangani proyek ini. Bagaimana hasil diskusinya, nanti laporkan kepada saya. Saya ada urusan penting hari ini. Jadi tidak bisa meeting ke sana." imbuh Daniel.

__ADS_1


"Siap pak." jawab Ashraf patuh.


Kini, jantung Ashraf menjadi bertalu-talu. Karena masalahnya, dia harus mendatangi perusahaan tempat Emily bekerja dan ia harus meeting juga dengan Emily.


Bagaimana aku bisa melakukan ini. Guman Ashraf sedikit bingung.


Jabatan Emily tenyata tidak main main di perusahaannya.


Ia sangat dipercaya oleh perusahaannya untuk menjadi seorang manajer.


Dan kini, Ashraf harus berhadapan dengan sang mantan istri untuk membicarakan soal pekerjaan.


Karena itu adalah tuntutan perusahaan. Mau tidak mau Ashraf pun harus menjalankan tugasnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sesampainya di sana gedung perkantoran tempat Emily bekerja. Ashraf langsung bergegas menuju resepsionis untuk memberi tau jika ia akan bertemu dengan Emily.


Petugas resepsionis pun kemudian mengarahkan Ashraf untuk langsung ke ruang meeting. Karena pada saat itu meeting telah di mulai.


Sesampainya di ruang meeting. Benar saja, beberapa orang dari perusahaan tempat Emily bekerja sudah berada di sana, termasuk Emily.


Ashraf kemudian langsung masuk dan memperkenalkan diri kepada beberapa orang yang sedang meeting saat itu.


Karena mereka sudah tahu, mereka pun mempersilakan Ashraf untuk duduk dan bergabung mengikuti meeting.


Emily terlihat sangat profesional saat ia berada satu ruangan dengan Ashraf.


Ia tetap percaya diri dan fokus dalam menjalankan tugasnya.


Kala itu Emily, berdiri di depan sebuah proyektor dan menjelaskan tentang beberapa hal penting menyangkut meeting siang itu.


Sedangkan Ashraf sebagai karyawan yang di tugaskan oleh perusahaannya ikut fokus menyimak apa yang di sampaikan oleh Emily.

__ADS_1


Justru hal itu membuat Ashraf sedikit senang. Pasalnya ia bisa memandangi sang mantan istri yang makin terlihat segar dan cantik.


Saat meeting sudah selesai. Beberapa orang yang ada di ruangan satu persatu meninggalkan ruang meeting. Begitu pula dengan Emily.


Tanpa memandang sedikitpun kearah Ashraf. Emily melenggang begitu saja dari ruang meeting.


Ashraf yang saat itu juga hendak keluar. Seketika ia buru-buru ikut keluar ruangan dan ia mengejar Emily yang masih berjalan di sebuah koridor gedung.


"Aku tidak menyangka jika ternyata perusahaan ku bekerja sama dengan perusahaan mu. Dan sekarang mereka menyuruhku untuk mengurusi masalah ini. Dan mungkin kita akan lebih sering bertemu ke depannya." ujar Ashraf, mencoba berjalan mengimbangi langkah pajang Emily.


"Kita di sini untuk bekerja. Bukan untuk mengobrol yang tidak penting. Tolong jaga sikap. Pisahkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. Aku tidak ingin dua hal itu dicampur adukkan. Cobalah profesional, jangan mengajak ku biasa jika bukan soal pekerjaan. Permisi, aku harus kembali ke ruang kerjaku." ujar Emily, kemudian ia berbelok ke sebuah lorong dan langsung masuk ke dalam lift. Ia meninggalkan Ashraf begitu saja.


Ashraf yang saat itu masih berdiri di tempatnya. Hanya bisa menghela nafas berat. Karena sang mantan istri benar-benar cuek terhadap dirinya. Dan bahkan sangat sulit untuk di dekati.


Padahal, Ashraf tadi hanya berniat berbasa-basi.


Selain itu, ia juga ingin kembali mendekatkan diri kepada Emily.


Meskipun mereka sudah tidak lagi menjadi sepasang suami istri. Tetapi Ashraf ingin sekali bisa berkomunikasi dengan baik dengan Emily sebagai teman.


Akan tetapi, Emily sepertinya telah menutup celah berdamai dengannya.


Di dalam lift yang membawanya dirinya naik ke lantai 10. Keruangan kerjanya. Emily kembali merasakan kesakitan itu.


Sebenarnya saat ini ia masih berjuang untuk menghapus perasaan cintanya terhadap sang mantan suami.


Kebersamaan yang mereka lalui tidak semerta-merta mudah bagi Emily untuk bisa menghapus perasaan cintanya kepada Ashraf.


Meskipun perasaan cintanya saat ini masih tersisa. Perasaan itu juga berlawanan dengan rasa sakit hati yang begitu besar yang Emily rasakan pada sang mantan suami.


Sebuah penghianatan sadis yang tidak pernah Emily pikirkan bisa di lakukan sang suami kala itu yang selalu bilang bahwa ia sangat mencintainya.


Dan yang lebih memukul hati Emily adalah. Ashraf saat itu berselingkuh dengan Amanda.

__ADS_1


Yang tidak lagi dulu adalah tetangga barunya.


__ADS_2