Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Hukuman


__ADS_3

Operasi caesar yang dilakukan oleh tim dokter terhadap Amanda telah berhasil dilakukan.


Sang bayi dengan selamat berhasil dikeluarkan dari kandungan Amanda. Meski sebenarnya, bayi itu belum waktunya untuk lahir.


Tapi karena keadaan yang begitu mendesak dan situasi yang buruk. Tidak ada pilihan lain, selain harus segera di keluarkan bayi tersebut dari kandungan Amanda.


Meskipun operasi itu sudah berhasil di lakukan. Tapi kondisi sang bayi saat ini cukup memperihatinkan. Karena ia lahir prematur.


Tidak hanya terlahir prematur. Bayi itu juga mengalami gangguan pernafasan yang cukup serius.


Tidak hanya di isolasi dalam inkubator. Tapi bayi tersebut juga di pasangkan alat di hidungnya untuk membantu ia bernafas.


Tidak henti-hentinya air mata Ashraf mengalir. Dikala ia melihat dari kejauhan. Benihnya, anak dari hubungannya bersama Amanda yang saat itu tergeletak lemah dan tidak berdaya di ruang bayi.


Bayi itu terlihat begitu lemah dan begitu ringkih dengan alat bantu yang melekatkan di sekujur tubuhnya.


Jika semua orang melihatnya, pasti mereka akan merasakan sedih dengan hati yang tersayat-sayat. Kala melihat seorang bayi yang tak berdosa harus merasa pesakitan itu.


Perasaan sedih dan menyesal kini menyelimuti hati Ashraf.


Ia menyadari, betapa ia saat itu tidak terlalu memperhatikan Amanda. Semasa Amanda mengandung.

__ADS_1


Ia malah lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan. Meskipun ia memperhatikan Amanda. Ia tidak benar-benar begitu memperhatikan istrinya tersebut.


Ashraf teringat saat itu, kala Amanda memprotes dirinya. Karena ia tidak pernah memberikan kasih sayang kepada bayi yang ia kandung. Dengan tidak pernah menyentuhnya, tidak pernah mengelus-elusnya perutnya dan tidak pernah begitu memperhatikan secara seksama perkembangan bayi yang dikandung oleh Amanda.


Dan kini Ashraf baru menyadari. Jika untuk memperbaiki semua sudah terlambat.


Saat bayinya yang di kandung Amanda terlahir secara prematur. Dan bayinya juga mengalami gangguan pernafasan akut.


Meski saat ini bayi itu hidup. Bayinya saat ini juga sedang berjuang untuk tetap bertahan hidup dengan segala kondisi yang ada.


Hal itulah yakini sedang diratapi oleh Ashraf. Betapa hidupnya sangat miris sekali.


"Ya Tuhan, hukuman apa yang engkau berikan kepadaku. Kenapa harus anakku yang harus menerima akibat dari.kesalahanku. Kenapa tidak engkau hukum saja aku ya Tuhan. Berikan anak ku kekuatan dan mukjizat Mu. Berikan dia kesempatan untuk hidup ya Tuhan. Selamatkan dia, dan berikan dia kekuatan untuk bertahan hidup. Aku berjanji, aku tidak akan melalaikan dia lagi. Aku janji akan menjadi seorang ayah yang baik untuknya. Tuhan, berikanlah dia kehidupan, aku mohon." ucap Ashraf dalam hati. Yang saat ini ia sedang meratapi semua kesalahan dan dosa-dosanya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Masih terbaring dengan kondisi lemah. Saat ini Amanda masih dipasangkan selang infus agar kondisinya membaik.


Duduk di samping Amanda dengan wajah yang lesu. Dan tidak bersemangat. Perasaan bersalah itu masih mendera hati Ashraf. Ketika ia melihat Amanda tergeletak lemah di hadapannya.


"Maafkan aku Amanda. Karena selama ini aku telah mengabaikan mu. Aku tidak benar-benar memperhatikan dirimu. Dan kejadian jatuhnya kamu di kamar mandi itu juga karena salahku. Aku ikut bertanggung jawab atas musibah yang kau alami." ucap Ashraf, kemudian ia meraih tangan Amanda dan menggenggamnya dengan erat.

__ADS_1


Saat digenggam erat tangannya oleh Ashraf. Amanda yang merasakan ada kehangatan di tangannya perlahan-lahan mulai mulai membuka mata. Setelah beberapa saat tadi ia tidur.


Begitu Amanda membuka matanya, dan melihat Ashraf sudah duduk di sampingnya. Amanda langsung menanyakan bayinya.


"Bagaimana dengan anak kita mas. Apa dia baik-baik saja. Seperti apa wajahnya. Dia sehat kan?" Amanda seketika langsung memberondong Ashraf dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak mampu ia langsung jawab.


"Mas, kenapa mas malah diam."


"Sabar Amanda. Dia baik-baik saja. Dia sedang ada di inkubator. Dia kan lahir sebelum waktunya." jawab Ashraf. Yang tidak bisa menjelaskan secara detail jika bayinya mengalami banyak masalah setelah ia lahir.


Ashraf tidak tega menyampaikan kabar sedih tentang kondisi anak mereka pada Amanda yang sebenarnya.


Apalagi kondisi Amanda saat ini masih dalam pemulihan.


"Aku ingin melihatnya mas. Aku ingin melihat wajahnya."


"Nanti kamu juga akan melihat dia. Tunggu sampai keadaan mu sehat."


"Aku tidak apa apa. Aku bisa berjalan. Aku hanya ingin menemui bayiku. Aku ingin memeluknya dan aku ingin minta maaf. Karena sudah terjatuh di kamar mandi dan membuatnya terluka. Aku sudah membuat dia harus terpaksa lahir sebelum waktunya." ucap Amanda, yang juga merasa bersalah. Karena ia tidak hati-hati saat berada di kamar mandi.


Cairan bening itu kini kembali menetes dari mata Ashraf. Karena ia juga merasa bersalah atas insiden itu.

__ADS_1


__ADS_2