
Melihat ke seksian tubuh sang istri yang dulu hampir setiap malam ia rengkuh kenikmatannya. Kini Ashraf hanya bisa menelan ludah sendiri.
Ternyata seperti itu rasanya godaan itu. Seseorang yang bukan lagi menjadi miliknya ternyata memang terlihat menggiurkan.
Seperti halnya dulu saat ia masih menjadi suami Emily. Amanda pun juga terlihat menggiurkan dan menggairahkan.
Tapi setelah ia menikahi Amanda. Rasanya justru berbanding terbalik.
Rasanya kini Ashraf ingin berselingkuh dengan Emily.
Sungguh, semua hal itu membuat Ashraf menjadi sangat frustasi.
"Jangan kamu kira aku bersimpati terhadap dirimu mas. Setelah apa yang sudah kamu lakukan sama aku." ucap Emily tiba tiba bersuara. Saat ia tau, Ashraf sejak tadi memperhatikan dirinya.
"Bagaimana aku memahami dirimu saat ini sudah berubah. Semua perasaan yang pernah aku rasakan terhadapmu saat ini sudah benar-benar lenyap dan sudah luntur. Tergantikan rasa kecewa yang begitu mendalam." imbuh Emily lagi. Berucap dengan lirih. Agar sopir yang ada di depan tidak begitu mendengar perkataannya.
__ADS_1
"Jika kau tau dan andai kau tau Emily. Perasaan ku tidak berubah terhadap diri mu. Aku masih sama seperti dulu. Mencintai mu."
"Stop katakan cinta pada ku. Kamu tidak sadar. Kamu sekarang sudah punya Amanda. Dia istri mu sekarang. Kau bahagia kan." ucap Emily setengah bertanya.
"Tidak. Aku tidak bahagia Emily. Aku tidak bahagia." jawab Ashraf tegas.
"Lalu apa mau mu. Jangan kau pikir aku tidak risi dengan cara mu memandang aku Asharf. Sekarang kau orang lain bagi ku."
"Kau masih akan jadi Emily ku."
"Aku khilaf saat itu. Aku sudah mohon maaf sedalam dalamnya terhadap mu. Tapi sayangnya kamu tidak mau memaafkan aku. Padahal aku sangat ingin pernikahan kita tetap utuh Emily."
Dan tiba-tiba saja, air mata Emily kembali menetes. Pikirannya flashback ke masa lalu. Di saat ia mempergoki Ashraf dan juga Amanda untuk pertama kalinya berciuman dengan mesra di ruang tamu rumah Amanda. Dengan posisi Amanda duduk di pangkuan Ashraf.
Sebuah memori pahit yang tidak akan pernah Emily lupakan.
__ADS_1
Dan kedua kalinya. Emily kembali melihat Ashraf dan Amanda bercumbu di dalam mobil.
Adegan keduanya yang saling bermesraan itu pun munculkan rasa trauma yang dalam bagi Emily.
Itulah sebabnya ia tidak bisa dan tidak mampu untuk memaafkan penghianatan yang Ashraf lakukan terhadap pernikahan mereka.
Saat melihat sang mantan istri meneteskan air mata. Ashraf diliputi rasa sedih dan tidak tega untuk tidak menghibur sang mantan istri.
Sebab, air mata yang jatuh di pipi Emily karena perbuatan dirinya.
"Maafkan aku sayang." ujar Ashraf seraya hendak meremas tangan Emily.
"Jangan sentuh aku." reflek, Emily menarik tangannya saat Ashraf tadi sudah sekilas meremas tangan Emily.
"Jangan lancang. Kita sudah bukan suami istri lagi. Kita sudah masing-masing."
__ADS_1
Setelah mereka terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius. Kini, baik Emily dan juga Ashraf sama-sama saling terdiam.