Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Kalutnya Pikiran Amanda.


__ADS_3

Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut Amanda. Ketika Ashraf malam itu membawa Amanda pulang dengan menumpangi taksi.


Ashraf, berpikir. Tidak mungkin malam-malam seperti itu ia membawa pulang Amanda dengan mengendarai motornya.


Jadi malam itu, Ashraf sengaja meninggalkan motornya diparkiran restoran dan membawa pulang Amanda dengan menumpangi taksi online.


Di sepanjang perjalanan menuju pulang ke rumah. Tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir Amanda.


Bahkan saat itu Amanda yang duduk di kursi penumpang bagian belakang. Duduk berjauhan dengan Ashraf.


Mereka saling duduk di dekat jendela mobil.


Ashraf tahu, saat itu Amanda pasti memikirkan kata-kata yang sudah ia ucapkan terhadap Emily. Saat ia tadi sedang berbicara dengan Emily di toilet. Dan Ashraf pikir, Amanda telah mendengar semuanya.


Tetapi yang ada di pikiran Ashraf saat ini hanyalah. Jika Amanda bertanya kepada dirinya tentang kebenaran kata-katanya pada Emily. Maka Ashraf akan menjawab dengan sejujurnya.


Jika semuanya itu adalah benar.


Karena bagi Ashraf. Ia sudah tidak kuat lagi untuk untuk memanipulasi perasaannya terhadap Amanda.


Dan Amanda pun juga membutuhkan kepastian dan kejujuran perasaan Ashraf yang sesungguhnya, pikir Ashraf.


Karena sudah tertangkap basah. Ashraf pikir inilah waktu yang tepat untuk berterus terang. Tentang perasaan dirinya yang sesungguhnya terhadap Amanda.


Sedangkan bagi Amanda sendiri. Saat ini, perasaan dan hatinya tengah hancur lebur.


Bagaimana tidak. Sudah delapan bulan ia hidup bersama orang yang sangat ia cintai yaitu Ashraf.

__ADS_1


Yang memang pada awal hubungan antara diri dan juga Ashraf di mulai. Hubungan itu terjalin dari sebuah hubungan perselingkuhan.


Amanda pun paham itu. Tapi di saat Emily akhirnya menyudahi pernikahannya dengan Ashraf. Yang memang itu ada andil dirinya yang bersalah. Amanda pun juga memahami itu.


Padahal di awal awal Amanda menjalin hubungan dengan Ashraf. Ia hanya merasa nyaman. Dan tidak punya niatan untuk merebut Ashraf dari Emily.


Tapi karena tenyata. Pernikahan Ashraf dan Emily tidak bisa lagi di perbaiki dan di pertahankan. Ananda muncul lagi di tengah tengah kehancuran hati Ashraf dan meminta untuk di nikahin. Dengan dalih, Ashraf sudah mendapatkan keuntungan dari menyentuhnya.


Dari sana Amanda merasa menang. Menang telah bisa memiliki Ashraf. Meski jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam. Amanda sadar ia telah menjadi penghancur rumah tangga orang.


Amanda senang karena pada akhirnya dia mendapatkan pria yang ia cintai.


Jika saja saat itu Ashraf dan Emily bisa memperbaiki hubungan mereka. Tentunya Amanda tidak akan memaksakan dirinya untuk menjadi orang ketiga pada hubungan Ashraf dan Emily.


Tetapi karena hubungan mereka ternyata telah rusak. Dan tidak bisa diperbaiki. Amanda kembali mendekati Ashraf dan minta untuk di nikahi.


Ia ingin menjadi istri yang baik dan penurut bagi Ashraf. Dan sejauh ini ia sudah melakukan itu.


Amanda sangat tahu sebesar apa cinta Ashraf suaminya terhadap Emily.


Dan saat itu Amanda memberikan waktu pada Ashraf untuk bisa melupakan mantan istri. Dan Amanda berharap ia bisa mendapatkan cinta Ashraf.


Tapi ternyata semuanya tidak berjalan sesuai yang Amanda harapkan.


Ternyata keinginan Amanda atas diri Asraf tidaklah berjalan mulus seperti apa yang dia perkirakan.


Dan pada saat di lorong menuju toilet tadi. Saat ia mempergoki suaminya bicara serius dengan Emily. Ia baru tau. Jika ternyata Ashraf masih sangat mencintai mantan istrinya yaitu Emily.

__ADS_1


Bahkan di hadapan dirinya, Amanda sudah mendengar semua pengakuan Ashraf yang masih sangat mencintai Emily. Dan ingin kembali membangun rumah tangga bersama Emily.


Dari sana Amanda tahu dan merasa, ternyata dirinya tidaklah berharga di hati dan mata Ashraf.


Itulah yang kini membuat perasaan Amanda jadi hancur. Dan ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan setelah ini.


Karena yang Amanda rasa. Ashraf sendiri tidak punya usaha keras untuk bisa menerima dirinya. Bahkan Ashraf terlebih menjaga jarak.


Selama ia hamil pun Ashraf hanya memikirkan keselamatan anaknya. Bayi yang Amanda kandung. Ia tidak benar-benar memikirkan Amanda.


Sesampainya di rumah. Amanda langsung keluar dari mobil dan langsung bergegas menuju ke teras untuk membuka pintu rumahnya. Setelah pintu terbuka, ia langsung berjalan masuk rumah dan segera berlalu menuju kamar.


Setelah membayar tagihan taksi. Ashraf juga langsung bergegas untuk menuju ke dalam rumah.


Di kamar, Amanda kembali menumpahkan tangisnya.


Tidur miring di atas tempat tidur. Perasaan Amanda begitu hancur lebur dan sakit.


Apalagi saat itu Amanda juga melihat Ashraf mencium dengan paksa bibir Emily. Dan mengatakan bahwa ia masih mencintai mantan istri itu.


Ungkapan perasaan Ashraf yang begitu murni dan jelas yang Ashraf katakan pada Emily sungguh mengoreskan luka di hatinya. Tidak hanya itu. Amanda juga mendengar bahwa Ashraf punya keinginan untuk menceraikan dirinya.


Dari sana Amanda berpikir. Bagaimana dengan nasibnya. Setelah anak yang ia kandung lahir. Jika benar Ashraf ingin bercerai darinya.


Bagaimana dengan nasib anaknya nanti. Apakah anaknya yang akan tumbuh tanpa kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya.


Amanda semakin kalut memikirkan itu.

__ADS_1


__ADS_2