Pernikahan Kedua Mantan Suamiku

Pernikahan Kedua Mantan Suamiku
Kesedihan Amanda


__ADS_3

Semenjak Ashraf dan Emily menjalin kerjasama. Karena keduanya sama-sama ditugaskan oleh perusahaan. Kini komunikasi dan hubungan Ashraf dan Emily menjadi terbuka lagi.


Karena mau tidak mau, Emily dipaksakan untuk bisa berkomunikasi dengan Ashraf. Alhasil, mereka kini kembali bertukar nomor ponsel. Lebih tepatnya, Emily membuka block kontak nomor telepon Ashraf. Agar bisa berkomunikasi untuk urusan pekerjaan.


Meskipun mereka sekarang terhubung lagi soal komunikasi. Emily tidak sama sekali berkomunikasi dengan Ashraf untuk hal-hal yang bersifat pribadi.


Emily benar-benar sangat profesional menjalankan tugasnya sebagai salah satu petinggi perusahaan untuk menjalin komunikasi dengan Ashraf.


Ashraf juga bersikap profesional sebagaimana ia ditugaskan oleh perusahaan untuk mengurusi kerjasama bersama dengan Emily.


Ashraf tidak ingin kehilangan momentum kepercayaannya yang diberikan Emily. Ia tidak ingin mencampuradukkan antara urusan pribadi dengan urusan pekerjaan.


Jika Ashraf ingin bicara soal pribadi, Ashraf biasanya langsung bicara saja pada Emily. Itupun juga hanya membicarakan mengenai putri mereka Jasmine.


Terjalinnya komunikasi antara Emily dan Ashraf kini sudah tercium oleh Amanda.


Kala itu Amanda tidak sengaja mendengar percakapan Ashraf yang menyebut nama Emily saat sang suami sedang menelpon seseorang di rumah.


Lantas, Amanda kemudian mengecek ponsel milik Ashraf. Dan ia mendapati nomor ponsel bernamakan Emily tersimpan di kontak nomor telepon Ashraf.


Rasa cemas dan khawatir kini menyelimuti hati dan pikiran Amanda. Karena sang suami ternyata tidak hanya menjalin hubungan dengan anaknya. Tetapi juga menjalin hubungan kembali dengan sang mantan istri.


Pernah pada suatu kali Amanda bertanya kepada Ashraf perihal nomor ponsel Emily yang kini ada di kontak panggilan Ashraf.


Secara mengejutkan, Ashraf dengan santai menjawab jika Emily adalah relasi kerjanya saat ini.


Bagi Ashraf lebih baik berkata jujur kepada Amanda soal Emily, karena kenyataannya memang seperti itu.


Amanda pun paham dengan kejujuran sang suami. Tapi tetap saja, Amanda merasa khawatir dengan intensitas pertemuan sang suami dengan Emily.

__ADS_1


Amanda khawatir dan takut jika sang suami kembali menjalin hubungan dengan sang mantan istri.


Amanda yakin, sang suami masih menaruh perhatian terhadap mantan istrinya tersebut.


Sedangkan komunikasi Ashraf dan Amanda semakin hari semakin memburuk.


Ashraf makin cuek dengan dirinya. Dan Amanda semakin kesepian. Ashraf lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah daripada di rumah.


Selain mengurusi pekerjaan. Ashraf selalu beralasan jika ia sedang mencari uang tambahan saat ia tidak berada di rumah.


Sudah mencoba sabar dengan segala sikap Ashraf. Amanda malam itu ingin meluapkan keluh kesahnya terhadap sang suami tentang apa yang ia rasakan selama ini.


"Mas, aku mau ngomong sesuatu." ucap Amanda, saat Ashraf baru saja masuk kamar dan hendak berganti baju setelan malam itu ia baru pulang bekerja.


"Bicara saja Amanda. Ada apa?" tanya balik Ashraf santai sambil mengenakan bajunya.


Ashraf kemudian menoleh ke arah sang istri dengan tatapan bingung.


"Berubah bagaimana maksud mu?" tanya lagi Ashraf serius.


"Sikap kamu. Kamu sekarang seperti sudah tidak peduli sama aku. Kamu semakin tidak pernah anggap aku ada di sisi mu. Fungsi ku sebagai seorang istri pun tidak aku rasakan untuk mu. Padahal aku sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk mas. Aku tidak merasakan kamu telah memberikan cintai untuk ku. Aku tidak merasakan di cintai. Bahan kita pun jarang melakukan hubungan suami-istri. Suatu hal yang tidak normal untuk sebuah hubungan suami-istri." jelas Amanda, yang mencurahkan segenap isi hatinya pada Ashraf.


Ashraf yang di tuduh dengan semua hal yang Amanda katakan. Seolah tak bisa memungkiri. Jika apa yang di rasakan Amanda memang seperti itulah yang dirasakan oleh Ashraf.


Ashraf sendiri tidak merasa bergairah dengan Amanda.


"Kenapa mas. Katakan saja jika mas sudah tidak mencintai aku lagi. Agar aku tau alasan mas yang seolah menghindari ku."


Deg

__ADS_1


Pertanyaan Amanda seperti tepat sasaran. Itu memang benar.


Ashraf lebih ingin menyibukkan diri dengan pekerjaan dari pada berada di rumah tapi ia tidak bahagia.


Karena saat ia pulang, sosok istri yang ia damba adalah Emily. Tempat ia berpulang dengan penuh kebahagiaan.


Kini, wanita yang sudah memberikan dirinya satu anak itu sudah tidak lagi menjadi miliknya.


Dan dengan Amanda, Ashraf tidak merasa bergairah menjalani kehidupan rumah tangga sama sekali.


Perasaan suka pada wanita yang kini menjadi istri nya itu ternyata hanya ada pada saat dulu ia bermain api. Ketika masih berstatuskan sebagai suami dari Emily.


Sekarang perasaan itu hilang. Tidak ada rasa sama sekali pada Amanda.


"Mas, jangan diam. Jujur saja sama aku. Mas sudah tidak cinta lagi sama aku." tanya lagi Amanda yang sudah tidak sabaran. Kini, cairan bening sudah membasahi kedua pipi Amanda. Amanda merasa tidak kuat dengan perasaan sedihnya.


Sebagai seorang pria yang berhati lembut. Ashraf merasa tidak tega dengan kesedihan yang saat ini dialami oleh Amanda. Apalagi Amanda kini tengah mengandung anaknya.


Ashraf kemudian berjalan beberapa langkah mendekati Amanda. Kemudian ia meraih tubuh Amanda untuk ia peluk.


"Sudah jangan bersedih. Itu hanya perasaan mu saja." ujar Ashraf mencoba menenangkan Amanda yang seperti sedang sedih.


Dan Ashraf tau alasan kesedihan Amanda karena dirinya.


Maafkan aku Amanda. Apa yang kau katakan kepadaku itu benar. Aku memang tidak memiliki perasaan cinta pada dirimu.


Jika saat ini aku bersamamu. Itu hanya sebagai bentuk tanggung jawab. Apalagi saat ini kamu sedang mengandung anakku. Maaf jika aku menyakitimu.


Sedangkan Amanda sendiri yang saat ini berada diperlukan Ashraf. Justru semakin menjadi-jadi menangisnya.

__ADS_1


__ADS_2