
Maafkan aku Amanda. Apa yang kau katakan kepadaku itu benar. Aku memang tidak memiliki perasaan cinta pada dirimu.
Jika saat ini aku bersamamu. Itu hanya sebagai bentuk tanggung jawab.
Apalagi saat ini kamu sedang mengandung anakku. Maaf jika aku menyakitimu.
Sedangkan Amanda sendiri yang saat ini berada diperlukan Ashraf. Justru semakin menjadi-jadi menangisnya.
Dalam keadaan kalut yang Amanda rasakan. Ashraf merasa bertanggung jawab untuk bisa menenangkan sang istri.
Bagaimanapun, ia harus mengembalikan stabilitas emosi yang Amanda rasakan. Karena Ashraf juga paham. Seseorang yang sedang hamil tidak boleh banyak pikiran dan tertekan.
Sebagai seseorang yang memiliki perasaan, Ashraf menyadari kesalahannya. Dan ia kemudian menenangkan Amanda.
Ia merangkul Amanda dan mengajaknya untuk duduk di atas tempat tidur.
Kemudian Ashraf kembali memeluk Amanda. Memberikan rasa nyaman dan rasa tenang kepada istri keduanya tersebut.
"Jangan banyak pikiran. Apa yang kamu pikirkan itu hanyalah ketakutan mu. Jikalau saat ini aku berhubungan dan berkomunikasi lagi dengan Emily. Itu karena semata-mata tugas kantor. Aku tidak bisa menghindar darinya. Emily punya jabatan penting di kantornya. Sedangkan aku hanya karyawan biasa. Mana mungkin aku tidak patuh pada tugas yang sudah di limpahkan kantor pada ku." jelas Ashraf.
"Tapi aku merasa kamu sudah tidak mencintai aku lagi mas. Kamu sama sekali tidak ada chemistry dengan ku. Berbeda dari saat-saat pertama kita menjadi hubungan." sahut Amanda.
Tidak ingin menjelaskan tentang apa yang Ashraf rasakan sebenarnya. Ashraf memilih untuk tidak mengungkapkan perasaannya.
__ADS_1
"Jangan berfikiran yang aneh-aneh. Aku memang sibuk. Jika aku tidak sering ada di rumah, itu memang sekarang pekerjaanku sangat banyak dan menyita waktu. Ditambah lagi aku kadang masih mencari sampingan. Buang pikiranmu yang negatif. Tidak ada gunanya kamu berfikir negatif. Saat ini kamu sedang hamil. Jangan banyak beban pikiran. Kalau aku salah aku minta maaf." tutur Ashraf lembut, mencoba untuk mengalah.
Amanda kemudian bangkit dari pelukan Ashraf. Ia pun kemudian menetap suaminya itu dengan tatapan sendu.
"Kamu tidak bosan denganku kan?" tanya Amanda begitu mellow.
Demi menenangkan perasaan Amanda. Ashraf kemudian menjawab dengan membohongi perasaannya sendiri.
"Aku tidak bosan dengan mu. Aku sudah menjadi suamimu sekarang. Sudah aku jelaskan berapa kali jika aku sibuk, itu karena aku sibuk dengan pekerjaan ku." ucap Ashraf, berkata dengan lembut.
Dan sepertinya Amanda percaya. Ia pun kemudian kembali memeluk tubuh Asraf dengan merangkulnya dengan begitu erat.
"Selama aku bersama mu, aku akan baik baik saja mas." bisik Amanda, menempelkan kepalanya di dada Ashraf.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Meskipun kini dia hidup sendiri, tanpa ada pasangan. Sebagai seorang wanita yang sudah bercerai dengan suaminya. Rasa sakit hati yang Emily rasakan pada Ashraf hingga kini belum juga sepenuhnya pulih.
Apalagi saat itu Emily tidak menyadari jika suaminya telah selingkuh.
Begitu ia tau suaminya telah lama menjalin hubungan terlarang dengan Amanda. Tanpa ampun Emily langsung mengambil sikap untuk bercerai.
Tak peduli itu adalah sebuah tindakan keputusan yang gegabah. Emily sudah terlanjur sakit hati. Saat dua kali mempergoki sang suami asik berduaan dan bermesraan dengan wanita lain.
__ADS_1
Kini Emily mencoba untuk berdamai dengan dirinya. Dan ia memasrahkan segala takdir yang sudah terjadi.
Meskipun pelan-pelan, Emily mulai bisa menerima kenyataan. Jika ternyata, pria yang sangat ia cintai dan ia anggap setia. Ternyata bisa berkhianat juga.
Emily kini mencoba untuk bisa memahami satu hal.
Terkadang orang yang kita cintai, itu bukanlah orang yang benar-benar di takdirkan sebagai pasangan sehidup semati kita.
Cinta terkadang menipu. Saat kau percaya bahwa dia adalah orang terakhir yang akan kau cintai seumur hidupmu. Ternyata ia justru kini di miliki oleh orang lain.
Ashraf, cukuplah denganmu aku memiliki sebuah pengalaman kehidupan percintaan. Yang tidak seharusnya aku berekspektasi penuh keyakinan jika kita akan bersama selamanya.
Penghianatan mu begitu menyakiti ku.
Suatu saat aku tidak akan menaruh pengharapan ku seratus kepada seseorang yang aku cintai. Jika aku diberikan kesempatan untuk kembali jatuh cinta.
Demi dia kau mendua kan aku. Padahal aku selalu bertanya pada mu apa salah ku, di saat kau merasa aku abaikan.
Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik dan melayani mu dalam segala hal.
Itu juga tak bisa membuat mu bisa setia.
Sekarang, aku lega telah melepas seorang pria yang tidak pernah puas dengan satu wanita seperti mu.
__ADS_1
Aku hanya ingin dengar sekarang. Bagaimana kehidupan rumahtangga mu yang sekarang.
Yang pastinya aku sangat berharap. Kalian berdua di hukum oleh rasa sakit hati yang pernah aku dan Jasmine rasakan selama ini.